Believe In Fantasi

Believe In Fantasi
Chapter 20


__ADS_3

Masih didalam Mobil.


"Apakah kau berpikir jika si tua dengan muka menyebalkan itu berpura-pura dalam menebas kepalanya, dia diprogram seperti itu" Jawab Smith


"Di program." Gumam Emely


..............


Surat Arnold untuk Emely.


..."BAGAIMANA KEADAANMU SEKARANG?, AKU TAHU ANAKKU EMELY, SEKARANG KAMU SUDAH MENJADI ANAK SMP BUKAN?, AKU JUGA MENEBAK YANG MENEMUKAN SURAT INI ADALAH EMELY ALEXANDER, EH TAPI MEMANG SUDAH JELAS, KARENA SURAT INI ADA DI JENDELA KAMARMU, HAHAHA, OH IYA AKU LUPA MEMPERKENALKAN DIRI, SURAT INI BERASAL DARI AYAHMU, ARNOLD, AKU MASIH HIDUP, AKU TIDAK HILANG, DAN JANGAN MENCARIKU, AYAH MEMPUNYAI SEBUAH PEKERJAAN DAN INGIN MEMINTA TOLONG PADAMU, BISAKAH KAMU MENGAJAK SAUDARAMU UNTUK KESEBUAH TEMPAT?, PEKERJAANKU BERGANTUNG PADA KALIAN, AYAH DAN REKAN-REKAN AYAH INGIN MEMBUAT OBAT UNTUK MEMBANTU ORANG-ORANG DI RUMAH SAKIT JIWA, TAPI SEBENARNYA BUKAN ITU TUJUAN SEBENARNYA, SEBENARNYA, AYAH DAN REKAN AYAH MELAKUKAN UJI COBA TUBUH MANUSIA, KAMI INGIN MENGEMBANGKAN OBAT, DAN KAMI INGIN MENJADI ORANG YANG BERADA. MUNGKIN KAMU AKAN BERTANYA-TANYA KENAPA MENGGUNAKAN METODE MANIPULATIF DENGAN SEOLAH-OLAH DUNIA FANTASI ITU BENAR-BENAR ADA, HAL TERSEBUT DILAKUKAN UNTUK MENGUJI KEMAMPUAN TEKNOLOGI YANG JUGA KAMI KEMBANGKAN, ALAT YANG SUDAH DITANAMKAN DIMASING-MASING TUBUH KALIAN, DITUBUH ALESIA TELAH DITANAMKAN SEBUAH ALAT YANG DAPAT MEMUNCULKAN KEKUATAN LEDAKAN YANG DAPAT MENGHANCURKAN DUNIA BUATAN ITU (DUNIA FANTASI), DITUBUH RONALD TERDAPAT TEKNOLOGI YANG MEMUNCULKAN TUMBUHAN MENJALAR DAN MENGENDALIKANNYA, TAPI AKU TIDAK MENGERTI TENTANG DIA BISA BERBICARA DENGAN BEBERAPA TUMBUHAN, AKU MEMANFAATKAN KEMAMPUANNYA ITU UNTUK DIKAITKAN DENGAN DUNIA FANTASI, SEDANGKAN DITUBUH KAMU TELAH DITANAMKAN TEKNOLOGI YANG DAPAT MEMBUKA SEBUAH LINGKARAN HITAM UNTUK KE DUNIA BUATAN MILIK AYAH DAN REKAN-REKAN AYAH, JADI SEBENARNYA, KAMI LEBIH BERFOKUS UNTUK MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INI, OH IYA, AYAH TIDAK PUNYA LISENSI PRAKTEK SEBENARNYA, JADI PERUSAHAAN KAMI DIJALANKAN SECARA ILEGAL, TUJUANKU ADALAH UNTUK MENCIPTAKAN MASA DEPAN YANG PENUH DENGAN TEKNOLOGI CANGGIH UNTUK PARA MANUSIA-MANUSIA YANG RENDAH HATINYA, DAN TENANG SAJA, SETELAH PERCOBAAN INI SELESAI, AKU AKAN MENGHAPUS INGATAN ORANG-ORANG YANG INGAT TENTANG DUNIA FANTASI, KECUALI KAU EMELY, DAN JUGA TOLONG LANJUTKAN PERUSAHAANKU."...


..................


"Tujuanku adalah menjaga teknologi itu agar tidak jatuh ke tangan orang yang salah, seperti itu?" Batin Emely setelah membaca ulang surat Ayahnya di ruang bekerjanya sekarang.


"Mungkin aku harus mendapatkan lisensi praktek ku, dengan menggunakan uang perusahaan ini" Ucap Emely kemudian.


Semua berakhir dengan Emely yang menjaga perusahaan ayahnya sendirian. Dan keluarga Alexander yang menjalani hidup tanpa Arnold dan Emely.


Setelah lulus SMA, Ronald memutuskan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Bersama dengan kedua temannya, Alvaro dan Lilia.


Sedangkan Thomas dan Alesia menjalani kehidupan pasangan yang bahagia. Thomas bekerja di perusahaan swasta. Dan Alesia menjadi seorang novelis. Ya, bahagia yang sangat berisik. Dengan Alesia yang selalu berkoar koar dengan Thomas, dan Thomas yang akan pasrah dan memasang kuping untuk Alesia. Bukankah mereka pasangan yang indah.


Sedangkan Maria, ia menjadi ibu pada umumnya, yang bahagia melihat anak-anaknya tumbuh dewasa.


Akhirnya semua mendapatkan hasilnya masing masing. Entah itu seperti yang mereka harapkan atau tidak. Mereka menjalani kehidupan yang harus dijalani dengan alami.


Tujuh tahun kemudian,


Seorang pria gagah memakai setelan jas lengkap, berdiri tegak, wajahnya terlihat berseri dengan senyum manis dan mata yang hangat.


Disampingnya seorang wanita dengan gaun pengantin yang indah, matanya berbinar, semburat senyum menghiasi wajahnya.


Tangan keduanya saling bertautan, napas panjang menghembus bersamaan dari keduanya, saling memandang dan tersenyum.


"Hmm, kau siap tuan putri hari ini?" kata sang pria pada wanita itu.

__ADS_1


"Hmm, ya Ronald. " balas sang wanita.


Pintu terbuka, sinar terang menyinari keduanya. Semua mata orang tertuju pada keduanya. Aula pernikahan yang megah ini menjadi saksi kebahagiaan mempelai wanita hari ini.


"Hei Lilia, tersenyumlah, hari ini kau karakter utamanya." bisik sang pria pada wanita itu, yang tidak lain pengantin hari ini.


"Emm," angguk sang pempelai wanita.


Kemudian mereka berjalan dengan hati hati, melewati aula ini, menuju seberang lain dari aula. Menghampiri sang mempelai pria.


Sang mempelai pria terlihat sangat bahagia, menunggu kedatangan mempelai wanitanya. Saat mempelai wanita sampai di seberang aula, sang mempelai pria membisikan sesuatu pada Ronald.


"kau ini lama sekali membawa istriku, apa kau tidak rela?" dengan seringainya.


"Aku tidak rela, bagaimana bidadari seperti Lilia menemukan iblis sepertimu untuk dijadikan suami?." balas Ronald.


"Yah, intinya aku yang akan menikahinya." kata Alvaro dengan melirik pada Lilia.


"Hm, ingat Alvaro, kau harus membuatnya bahagia!"


"Kau tak perlu memperintahku."


"Saudara Alvaro Leonard, bersediakah kau menerima wanita ini sebagai istrimu yang terikat pernikahan? Bersediakah kau mengasihi dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara baik dalam suka dan duka, maupun dalam sehat dan sakit, selama kau hidup di dunia ini?"


"Ya, aku bersedia."


"Saudari Lilia Frencisca,bersediakah kau menerima pria ini sebagai suamimu yang terikat pernikahan? Bersediakah kau mengasihi dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara baik dalam suka dan duka, maupun dalam sehat dan sakit, selama kau hidup di dunia ini?"


"Ya, aku bersedia."


Keduanya menautkan cincin dan berciuman.


Semua orang tersenyum bahagia, Ronald tersenyum pahit. Tetapi, ia tetap mencoba terlihat bahagia.


Setelah janji pernikahan selesai, dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Para tamu undangan di jamu dengan makanan dan pidato dari mempelai pria.


Ronald berdiri di dekat pintu aula, melihat kedua mempelai.

__ADS_1


"Yah, dia akan bahagia pastinya." batinnya.


Tiba-tiba kepala merasa pusing yang amat sangat. Ia keluar dari aula dan bertanya pada pekerja gedung,


"Permisi pak, dimana klinik gedung."


"Dari sini lurus, kemudia belok kiri, kalau mau bisa saya antar."


"Terimakasih tapi tidak perlu."


Ronald berjalan kearah klinik, sepanjang jalan dalam benaknya banyak gambaran tentang seseorang. Seorang anak yang entah siapa.


"Kakak!"


"Hehe, aku sayang kakak."


"Kakak! Kau ambil rotiku lagi?"


"Aa, aku mau di gendong kakak."


"Aku harap kakak akan selalu menyayangi aku."


Begitulah isi kepalanya. Entah siapa itu.


Sampai di klinik, ia mencari obat sakit kepala dan duduk di ranjang yang ada. Setelah itu ia meminum obatnya dan menatap keluar jendela.


"Apa tadi itu?"


"Ingatan masalalu?"


"Hmm, heh! Aku mendapati suatu misteri sekarang. Akankah ini akan menganggu hidupku? Ya, kuharap ini bukan hal buruk. Dan lebih baik tetap menjadi misteri."


Ronald memilih untuk tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan isi kepalanya, dia keluar dari klinik dan menuju kembali ke area pernikahan dua sahabatnya itu.


Sedangkan dilain tempat


"Huh, membosankan" Ujar Emely

__ADS_1


...Tamat....


Terimakasih kepada para pembaca atas antusiasme dalam membaca cerita ini, saya berterimakasih sebanyak-banyaknya, Terimakasihhhh, terimakasihhhh, dan terimakasih 💜


__ADS_2