Believe In Fantasi

Believe In Fantasi
Chapter 18


__ADS_3

“Hah, hah, hah, akhirnya kita pulang”


Mereka kembali ke gudang sekolah, tempat Emely menemukan portal ke dunia fantasi. Emely melihat ke bagian luar gudang yang sekarang telah dipenuhi oleh garis polisi di sekelilingnya. Dari arah berlawanan seseorang berlari menuju mereka, tentu saja orang itu adalah orang yang menunggu sambil berharap mereka baik-baik saja, orang itu adalah ibu mereka.


“Ibu!”


“Apa yang terjadi?, dimana kakakmu?”


“Kak Ronald ada di dalam gudang, dia tidak sadarkan diri, dia benar-benar sekarat”


Tanpa basa-basi Ibu mereka berlari kedalam dan sebisa mungkin menggendong Ronald untuk di bawa ke rumah sakit.


Pagi hari, Emely bersiap mandi dan mengenakan seragam sekolahnya, Ibunya berkata jika dia dan kakaknya telah hilang selama dua hari, kemarin malam Emely sudah menceriakan seluruh kejadian yang dialami mereka kepada ibunya, ibunya hanya bisa terdiam dan berusaha untuk tidak menangis. Saat ini Ronald masih berada di Rumah Sakit, sedangkan Maria (ibu Ronald & Emely) bertamu ke rumah orang tua Thomas.


“Jadi?, apakah Thomas sudah di temukan?”


Orang tua Thomas terlihat gelisah dan ketakutan saat menanyakan hal tersebut kepada Maria, Maria masih belum memberikan jawaban, hal itu membuat Orang tua Thomas tambah menjadi-jadi mereka sudah mengerti apa yang terjadi kepada anaknya hanya dengan melihat raut wajah Maria yang kala itu benar-benar sedih dan seakan tidak mempunyai tenaga untuk berbicara.


“Mereka berempat di culik dan sampai saat ini tidak ada kepastian tentang motif penculik, tapi penculik tersebut sudah di temukan dan tidak mau memberikan kesaksian, dia telah di hukum mati, Anak saya berkata pada saya jika anak anda telah berusaha untuk menyelamatkan Ronald dan Emely, dan ketika Ronald dan Emely berhasil kabur, Anak saya Alesia dan anak anda Thomas mengalami ledakan yang luar biasa di tempat kejadian dan tidak bisa di temukan mayatnya maupun sisa-sisa puing tempat kejadian, saya juga kehilangan anak saya, anda bisa mengertikan, kalau begitu saya pamit, terimakasih saya ucapkan kepada anda sekalian”


Maria berpamitan meninggalkan kediaman orang tua Thomas dengan menahan air matanya, Ibu Thomas menangis tersedu-sedu karena kehilangan anak mereka satu-satunya, sedangkan ayah Thomas berusaha tegar dan menenangkan istrinya.


Di sekolah....


Emely berjalan menuju ke ruang kelasnya dengan diiringi oleh pandangan terkejut oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya.


“Emely!!!” Panggil Louis


“Kau kembali!!” Sambung Vivian


Emely tersenyum pada mereka berdua sembari berjalan memasuki kelas, dia duduk disamping Louis dan dengan tiba-tiba dia ditimpa oleh berbagai pertanyaan dari Louis.


“Kau darimana saja?, aku melihatmu menghilang setelah cahaya terang yang berasal dari gudang itu?, bagaimana dengan kakakmu?, dia juga ikut menghilang waktu itu, aku benar-benar tidak mengerti.” Louis melontarkan banyak pertanyaan pada Emely, baru kali ini Emely melihat Louis begitu cerewet.


Ketika Emely hendak menjelaskan, Vivian dengan segera bergabung.


“Kak Ronald saat ini ada di Rumah Sakit, kak Alesia dan kak Thomas meninggal karena sebuah ledakan.”


Vivian dan Louis terdiam sejenak.


“Kau baik-baik saja?” tanya Louis

__ADS_1


“Aku baik, lebih baik daripada sebelumnya”


Bel sekolah berbunyi, mereka pun segera kembali ketempat duduk mereka masing-masing dan berkonsentrasi untuk pembelajaran pagi itu.


Saat ini, di Rumah Sakit


“Bodoh, bodoh, bodoh” Ronald berbicara sendiri


“Karena aku, kak Alesia, kak Alesia, kakak, kakak, Mati, haha, dia mati, karenaku, dia mati, dia mati, karenaku”


“Bahkan ayah dan kak Thomas mati, dan itu karena aku, karena aku tidak bisa melindungi mereka”


“Sekarang apa??, aku harus apa??, apakah aku juga harus mati??”


“Kenapa bisa begini, tunggu aku tadi berkata apa?, apa yang terjadi?, dimana adikku??”


“Apa yang terjadi?, apa yang terjadi?, apa yang terjadi?”


“haha, aku gila, aku gila, aku gila”


“RONALD KAMU SUDAH SADAR, ADA APA?, KENAPA?”


Dengan serentak Alvaro dan Lilia berteriak kepada Ronald dan segera menuju ke arah Ronald.


“Apa yang kau katakan?, tenanglah” Ujar Lilia


“Heyy, kau baik-baik saja kan?” Tanya Alvaro


Ronald berdiam diri, dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, bahkan tubuhnya seakan membatu, badannya mulai memanas dan dengan tiba-tiba dirinya jatuh dari posisinya yang tadi berada di keranjang Rumah Sakit.


“RONALD!!” Vivian dan Alvaro terkejut secara bersamaan.


Sore hari disuatu tempat yang benar-benar tersembunyi dari pusat kota, tempat yang kumuh yang ditinggal i oleh beberapa orang disana.


Dua orang berjalan di trotoar, yang satu terlihat sudah berumur, dan yang satunya adalah anak SMP yang baru saja pulang dari sekolahnya.


“Jadi anda ingin saya menonaktifkan dunia itu untuk sementara waktu?” Tanya seorang Pria yang kira-kira sudah berumur 39 tahun.


“Iya, kau harus menonaktifkan dunia itu” Ujar si anak SMP


“Dan aku ingin bertanya sesuatu kepadamu” Lanjut si anak

__ADS_1


“Apa yang ingin anda bicarakan?” Tanya si Pria


“Bagaimana bisa seorang tidak berguna seperti Luciver bisa mendapatkan ingatannya!!” Ujar si anak dengan wajah yang sedikit kesal


“Saya minta maaf” ucap Si pria


Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah rumah yang paling bersih diantara rumah-rumah lainnya, dan mereka pun menghilang di balik pintu.


...............


1 Jam yang lalu


“Kamu akan kemana setelah pulang sekolah?” tanya Louis


“Aku akan pergi ke suatu tempat” jawab Emely


“Dimana?, apakah ke Rumah Sakit, jika kamu kesana apakah kami boleh ikut?, kau akan menemui kak Ronald kan??” Ujar Vivian


“Aku akan pergi ke suatu tempat, dan itu bukan di Rumah Sakit, dan kalian tidak bisa ikut denganku, kak Ronald sedang dalam kondisi mental yang tidak bagus, karena itu aku di larang menemuinya” Jelas Emely


“Aaaaaaa, baiklah, hati-hati dalam perjalananmu” Louis mengucapkan selamat tinggal


“Hmmm, baiklah byeee” Timpal Emely


“Hati-hati!!!” teriak Vivian


Emely hanya menoleh pada mereka dan melanjutkan jalannya, Louis dan Vivian hanya menatap Emely sampai dia tidak terlihat lagi.


“Louis, apakah kamu mau makan bersamaku?” Ajak Vivian


“Ahh, tentang itu, maaf aku harus segera pulang, lain waktu saja yah” Jawab Louis lalu pergi meninggalkan Vivian


“Apakah dia orang yang sibuk?, kenapa aku ditinggal sendiri?, akhhh” Vivian kesal


“Hmm, kemana kira-kira Emely pergi?, apakah dia pergi ke taman bermain itu ya?” Gumam vivian lalu berjalan menuju ke Halte Bus


..................................


Sekarang...... Rumah Sakit


Alvaro dan Lilia duduk sejajar dengan ibu Ronald (Maria), mereka saat ini sedang membicarakan Ronald, dan orang yang di bicarakan mereka saat ini sedang tidak sadarkan diri diatas Ranjang RS.

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2