Believe In Fantasi

Believe In Fantasi
Chapter 16


__ADS_3

A few moments leter...


“Bummmmm!!!!” Suara ledakan terdengar dari dalam ruangan yang mereka tempati saat ini.


Ruangan yang seperti taman bunga itu bergetar lalu terdengar suara ledakan lagi dan lagi, Ronald, Thomas, dan Arnold berdiri dari posisinya yang tadinya terduduk.


Dalam beberapa menit Ruang yang di buat oleh kekuatan fantasi milik Arnold tersebut hancur dan terlihatlah segerombolan orang yang memakai pakaian baja yang kuat dengan beberapa peralatan perang lainnya.


“Siapa?” Gerutu Ronald


13 Jam yang lalu.........


Emely dan Luciver telah meledakkan bubuk mesiu yang mereka siapkan tadi di depan pintu, sekarang mereka berada jauh dari tempat kejadian.


“Apa yang terjadi dengan kakakmu?” Tanya Luciver


“Hanya frustasi?” Jawab Emely


Mereka berjalan menelusuri hutan Taiga yang penuh dengan Rubah-rubah kecil dengan kegirangan mereka.


“Bukankah mereka menggemaskan” Ujar Emely


“Tidak, sebenarnya mereka menakutkan” Luciver membenarkan


“Benarkah?, kenapa bisa seperti itu?”


“Di dunia fantasi bukankah Rubah adalah makhluk yang menakutkan”


“aaaa iya iya aku tau itu”


“Emely”


“Ya?”


“Sebenarnya selama ini kalian tinggal dimana?”


“Bumi”


“Bumi?, seperti apa itu?”


“Tempat yang indah tapi akan menjadi mengerikan jika manusia tidak menjaganya dengan benar”


“Bagaimana dengan orang-orang yang ada disana?”

__ADS_1


“Mereka ambisius, ada yang egois ada juga yang saling peduli, ada yang psimis, ada juga yang optimis, ada yang selalu bersyukur, ada juga yang selalu mengeluh, lagipula setiap orang mempunyai perilaku dan kepribadian yang berbeda bukan?’


“Ah, iya, ternyata sama dengan orang-orang yang ada disini, tapi aku hanya menyebutnya dengan orang baik, orang jahat dan orang yang terlalu baik.”


Emely masih terus berada dibelakang mengikuti Luciver yang memandu jalan untuk bersembunyi dari pasukan Imperalis, Mereka baru menelusuri hutan Taiga selama 1 jam dengan berjalan kaki.


“Tapi, Emely, bisakah aku bertanya sesuatu kepadamu?”


“Apa?”


“Walaupun sekarang kita berada didunia Fantasi, kenapa aku selalu tidak percaya dengan dunia ini?, aku selalu mengabaikan bertanyaan yang ada di kepalaku sendiri, aku memilih untuk tidak memikirkannya, tapi setelah aku mengetahui kau datang dari dunia lain aku berpikir sepert ini ‘Apakah dunia ini hanya dunia buatan, apakah orang-orang yang ada disini adalah orang yang sudah di manipulasi oleh orang berpengaruh diduniamu?’ Aku berpikir seperti itu”


“Teorimu hebat”


“Itu bukan jawaban yang kuinginkan_-“


“HAHA, aku tidak tahu akan menjawab apa!!”


“Ugh?, ada yang aneh dengan nada bicaramu”


“AGHHH, TIDAK TAHU KENAPA AKU MENJADI SANGAT KESAL!!!!!!!”


Emely tiba-tiba marah-marah sendiri, mereka berhenti berjalan diantara perbatasan hutan Taiga dan hutan Betula, Luciver dengan wajahnya yang kucel melihat Emely dengan pandangan yang aneh.


Emely menggerangkan giginya, dia tampak kesal entah apa yang membuatnya kesal, tiba-tiba dari arah Hutan Betula terdengar gemuruh tembak dengan pohon-pohon yang mulai tumbang satu persatu, Emely terdiam sedangkan Luciver terlihat panik dan segera menarik tangan Emely untuk kabur dari tempat itu.


“Mereka pasukan Imperalis” Ujar Luciver


“Bagaimana?, mereka bisa tahu kita berada disini?” Emely berucap pelan dengan mata yang dipenuhi oleh tatapan ketakutan.


“Emely!, ayo pergi!!” Bentak Luciver


Tapi itu sudah terlambat, pasukan Imperalis sekarang ada dihadapan mereka. Sekujur tubuh Emely bergetar, tapi dia masih bisa mengendalikan dirinya dan seketika membuka portal untuk melarikan diri bersama dengan Luciver. Apa yang dilakukannya sia-sia, mereka tetap berhasil ditemukan oleh pasukan Imperalis dan membuat kekuatan fantasi milik Emely habis.


Now....


"Arnold, Aku telah mencarimu selama 12 Jam penuh, tapi beberapa jam yang lain aku gunakan untuk berpikir sih" Ucap seorang Lelaki gagah dengan pakaian perang lengkap disertai jenggot yang panjang di dagunya.


Arnold melihat dengan penuh waspada, dia melihat ke arah pasukan Imperalis dengan detail dan berhasil menemukan anaknya.


"Emely bersama mereka" Ujar Arnold pada Ronald


"Apa?" Ronald terkejut sekaligus merasa kesal karena apa yang terjadi, seharusnya dia tidak membiarkan adiknya pergi sendiri sebagai umpan.

__ADS_1


Pemimpin Pasukan Imperalis, Dia bernama Phantom, Saat ini dia tersenyum lebar yang menandakan kemenangannya, dia benar-benar bahagia saat ini, dia berhasil menyandra Emely dan Luciver, lalu memanfaatkan kekuatan Emely untuk mencari keberadaan Ronald, entah bagaimana cara dia memanfaatkan Kekuatan Emely, masih belum di ketahui.


"Bawa Luciver kemari" Ucap Phantom pada salah satu prajuritnya


"Yosshhhii" Jawab prajuritnya


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Ronald dengan kekhawatiran yang benar-benar besar di hatinya.


"memberi peringatan pada kalian, wkwkwkwkwkwk" Teriak Phantom sambil tertawa tanpa beban.


Luciver dibawa kedepan Ronald, dengan Lehernya yang di ikat oleh sebuah tali, lalu tiba-tiba Kepalanya di penggal oleh Phantom tanpa adanya aba-aba maupun Basa-basi.


Ronald yang menyaksikan kejadian itu terdiam, terpaku, tidak bersuara dan menggerakkan giginya, dia menyaksikan seorang anak 13 tahun itu di penggal oleh musuhnya dan dia merasa jika itu karena salahnya, dia melihat kepala Luciver melayang terlempar kedepannya, dan sekarang dia benar-benar Frustasi, Kepalanya mendongak mencari keberadaan adiknya, Phantom tersenyum sambil berjalan kearah Ronald.


"Siapa selanjutnya?" Ujar Phantom


Lalu kemudian.


"Duarrr!"


Terkoyak sudah seluruh tubuh Thomas dan Arnold, mereka mati karena ledakan yang berasal dari tubuh mereka sendiri, Ronald hanya diam, dia benar-benar diam tidak bersuara, dia menundukkan kepalanya seakan dia tidak berani menatap musuh bebuyutan yang selama ini dia cari untuk dibunuh dengan tangannya sendiri, tapi sekarang yang terjadi malah dia kehilangan kakaknya, ayahnya, orang yang selalu mentraktirnya waktu kecil, orang yang menolongnya saat di dunia Fantasi, dan apakah adiknya adalah orang selanjutnya yang akan lenyap dari pandangannya.


Air matanya menetes sedikit demi sedikit, perasaannya campur aduk, dia merasa tidak berguna, dia banar-benar merasa tidak berguna.


"Phantom!!!" Teriak Ronald


"Dimana Adikku???!!!!!" Sambungnya


"ckckckckck, benar-benar menyedihkan Ronald, kau terlalu percaya diri bisa mengalahkan ku, karena itu kau menemuiku tanpa rencana dan menggeram dalam hati jika 'Kau bisa mengalahkanku' hahaha, lawak lawak" Ejek Phantom


"Apakah ayahmu tidak memberitahu dimana letak adikmu, bweheheheh" Ujar Phantom


Tiba-tiba akar menjalar dari bawah tanah dan melilit tangan orang yang memegangi adiknya, tangan orang itu sampai terputus karena tekanan yang diberikan oleh akar terlalu kuat.


Dengan segera salah satu akarnya menarik Emely ke samping Ronald.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Ronald


"Iya" Jawab Emely


"Buka portalmu kita melarikan diri" Perintah Ronald


"Aku tidak bisa melakukannya secara instan, dan juga kekuatanku terkuras karena aku melarikan diri dari mereka beberapa kali bersama dengan Luciver" Jelas Emely

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2