Believe In Fantasi

Believe In Fantasi
Chapter 19


__ADS_3

“Apa yang terjadi pada Ronald?” tanya Lilia


“Sebaiknya kalian pulang, kalian membolos dari sekolah hari ini kan?” Ujar Maria lalu meninggalkan Alvaro dan Lilia


Alvaro dan Lilia saling menatap dengan kebingungan yang terlihat di wajah mereka, Karena tidak mendapatkan jawaban mereka pun keluar dari Rumah Sakit dengan tidak lega.


“Menurutmu Ronald itu sedang, Frustasi, Depresi, atau Gila?” Ujar Alvaro ngawur


“Apakah itu sebuah pertanyaan?” Ucap Lilia Kesal


“Kenapa Emely tidak ada disini?” tanya Alvaro lagi


“Bukankah ini jam pulang sekolah, dia mungkin menuju kesini” Jawab Lilia


Mereka melangkahkan kaki mereka menuju Halte Bus, sesaat kemudian mereka sampai disana lalu duduk sambil menunggu Bus yang akan mereka naiki. Beberapa saat kemudian seorang pria yang terlihat sepulang dari kerjanya bergabung bersama mereka di Halte Bus. Alvaro yang duduk di samping pria itu tanpa sengaja melihat ke arah pria itu dan seketika dia menjadi histeris.


“Maaf ada apa ya?” tanya Pria itu


“Lilia!” Teriak Alvaro pada Lilia


“Ish, apaan, gausah teriak-teriak dong aku kan ada di dekatmu, telingaku benar-benar sakit sekarang” Kesal Lilia


“Bukankah dia adalah kak Thomas?” Bisik Alvaro pada Lilia


“Ohhh my god, kau benar, apa kita melihat hantu?” Lilia membisikkan balik


“Maaf?, apakah ada yang mengganggu kalian?” tanya Pria yang mirip dengan Thomas


“Tidak, tidak apa, hahaha” Jawab Alvaro canggung


“Thomas!, bukankah kau pulang kerja terlalu cepat!” Ucap wanita yang tiba-tiba muncul dan berbicara dengan pria mirip Thomas


“Namanya sama” ucap Alvaro dan Lilia bersamaan


“Ayo kita pulang, aku habis berbelanja” Ucap wanita itu


“Dia mirip kak Alesia” Ucap Alvaro dan Lilia bersamaan


“Baiklah, Alesia, apa yang akan kau masak hari ini?” Orang asing berwajah tak asing melanjutkan percakapan mereka


“Lilia apa yang terjadi?” Ujar Alvaro


“Aku tidak tahu” Sahut Lilia


Lilia dan Alvaro menjauh secara perlahan dari Halte Bus dan memilih pulang dengan berjalan kaki.


...................


Kembali ke sebuah tempat kumuh yang jauh dari pusat kota.


“Bagaimana bisa seorang tidak berguna seperti Luciver bisa mendapatkan ingatannya!!” ujar si anak dengan wajah yang sedikit kesal


“saya minta maaf”


Mereka melanjutkan perjalanan mereka kesebuah rumah yang paling bersih di antara rumah-rumah lainnya, dan mereka pun menghilang dibalik pintu.


“Apa kalian sudah menghapus ingatan orang-orang tentang keluarga Alexander?” Tanya si anak SMP

__ADS_1


“Hanya Thomas dan Alesia yang lain masih dalam tahap pencarian” Sahut si Pria


“Klek”


Pintu terbuka


“Nona Emely, di sini sudah ada dua orang lagi yang akan dihapus ingatannya tentang keluarga anda”


“Baiklah, lakukan segera, aku ingin ini segera berakhir dan kita membuat uji coba yang baru”


Seorang gadis SMP yang mengunjungi sebuah rumah di lingkungan kumuh tersebut adalah Emely Alexander, dia adalah seorang pemimpin baru dari sebuah rumah usaha ilegal tentang uji coba manusia.


"Jangan lupa kau sembuhkan Ronald" Sambung Emely


"Baiklah"


"Istirahatkan dunia fantasi untuk sementara waktu, matikan pintu ke dunia itu dan jangan biarkan orang-orang yang ada disana keluar dari tempat itu, non-aktifkan juga alat yang dapat mengeluarkan ilustrasi kekuatan, cepat hapus ingatan Lilia, Alvaro, Ronald, dan juga ibuku, begitu pula Louis dan Vivian, buat mereka semua tidak mengenalku, operasi dimulai malam ini" Emely menambahkan


"Baiklah"


Pria yang ada di samping Emely saat ini memandang aneh ke arah Emely.


"Ada apa dengan matamu itu?!" Kesal Emely


"Ah, maaf, aku tidak menyangka saja, ayahmu menggunakan keluarganya untuk uji coba ini, bahkan sekarang di serahkan kepadamu, apakah anda tidak merasa jika anda telah di manipulasi oleh Arnold?" Ucap Pria itu


"Aku tidak peduli selama ini adalah hal yang menyenangkan, jika anda tidak menyukainya kenapa anda bekerja disini???" Lempar Emely


"bukankah sudah jelas, aku butuh uang" sahut Pria itu


Emely memutar bola matanya lalu berjalan ke ruangan ayahnya.


"Baik" Jawab si Pria


Di dalam ruangan yang tidak begitu terang dengan buku yang berserakan di atas meja, di bagian dinding tertempel sebuah struktur Dunia fantasi yang di buat oleh Arnold dan juga rekan-rekan kerjanya.


"Apa tujuannya?" gumam Emely


24 jam kemudian.......


Emely berjalan keluar dari tempat itu, dia masuk ke dalam mobil dengan Rekan kerja kepercayaan ayahnya, dia berencana melihat keadaan orang-orang yang sudah kembali ke dunianya masing-masing.


"Jadi kalian membuat obat yang dapat menghilangkan ingatan seseorang?" Tanya Emely


"Iya, obat itu akan di edarkan khusus untuk masyarakat rumah sakit jiwa, agar hidup mereka lebih baik" Jawab Smith, rekan kerja Arnold.


"Oh, I see" gumam Emely


"Tapi, bukankah hal itu membuat mereka kehilangan seluruh ingatannya?" Tanya Emely lagi


"Itu tergantung, karena ada dua opsi" Sahut Smith


Emely menoleh dan langsung melihat kearah Smith


"Opsi?"


"Bisa dibilang pekerjaan yang kita lakukan ini sudah seperti cuci otak, karena mereka akan kehilangan seluruh ingatan mereka, lalu setelah itu kita hanya mengikuti prosedur, akan dijadikan seperti apa mereka"

__ADS_1


"Dijadikan seperti apa?"


"Yang diinginkan oleh orang yang membawanya"


"Bagaimana dengan keluarga Alexander saat ini?"


"Soal itu, anu, sekenario ini yang di minta ayahmu"


Mobil berhenti tepat di depan rumah Ronald.


Alesia terlihat sedang bersama Thomas dan berjalan akan masuk ke dalam rumah.


"Alesia dan Thomas sudah menikah"


Ronald berada di dekat jendela rumahnya sambil mendengarkan musik rock.


"Ronald adalah tipe orang yang saat ini sedang strees memikirkan sekolahnya"


Maria yang terdengar berteriak dari dalam Rumah karena Ronald yang menyetel musik terlalu kencang.


"Maria adalah ibu-ibu pada umumnya"


Emely melihat mereka dengan pandangan tidak peduli.


"Jadi uji coba obat itu berhasil?" Tanya Emely


"Obat apa?" Smith menggoda Emely


"Obat apalah itu, bukankah ini lebih seperti hipnotis" Kata Emely


"Hahaha" Smith tertawa kecil


"Bagaimana dengan Arnold?" Tanya Emely


"Dia sudah mati" Jawab Smith


"ha?"


"Dia sudah dianggap mati di keluarga Alexander, kau bahkan dihilangkan, hahaha, kau anak yang jahat Emely" Ujar Smith


"Sudah, apa peduliku, kembali ke rumah perusahaan itu" Kesal Emely


Mesin mobil menyala dan dan mobil mulai bergerak. Disepanjang jalan Emely hanya diam. Sedangkan Smith menyupir mobil dengan sesekali melirik ke arah Emely.


"Anak ini, bagaimana punya sifat yang seperti ini. Umumnya anak seusianya masih bermain, bagaimana dia tumbuh besar?" batin Smith


Akhirnya mobil berhenti di daerah kumuh, lebih tepatnya rumah perusahaan yang Emely sebut.


"Dimana Luciver?" tanya Emely


"Bukankah dia mati?" Jawab Smith


"What?" Bingung Emely


"Dia benar-benar mati?, saat itu???" Tanya Emely lagi


Bersambung........

__ADS_1


Terimakasihhhh💜


__ADS_2