Believe In Fantasi

Believe In Fantasi
Chapter 12


__ADS_3

"kau adalah pemilik selanjutnya kekuatan pemecah waktu"


.............


"Bagaimana aku bisa kemari?." tanya Thomas


Alesia hanya menatap Thomas.


"Kamu?, baik-baik saja?." Tanya Thomas lalu mendekat pada Alesia karena Khawatir


"Apa yang ingin kau tunjukkan padaku Thomas?, mata yang menyorot dengan pandangan yang tulus itu membuatku merasa bersalah karena menyeretmu ke dunia ini, kau bisa saja dalam bahaya, kau bisa saja mati di sini, tapi tentu saja aku akan berusaha sebaik mungkin karena aku yang menyeretmu ke sini" Batin Alesia lalu tersenyum ke arah Thomas.


"Kenapa kau tersenyum?, aku lebih suka melihatmu memasang wajah galak" Ucap Thomas sembari tertawa kecil.


"Maaf ya Thomas, kau tak berhak menilaiku." kata Alesia dengan wajah juteknya.


"Ha? Aku kan pacarmu, Al."kata Thomas, dengan nada sombongnya.


"Ndase!!! " Gerutu Alesia


"Kita, sudah bukan anak SMA, jadi hentikan itu." Kesal Alesia


"Apa yang kamu rencanakan?" Tanya Thomas


"Aku tidak percaya sepenuhnya dengan Gava, jadi kita harus bergerak sendiri sebelum pasukan imperalis menangkap kita" Jelas Alesia


"Bagaimana aku bisa kemari?" Tanya Thomas lagi


"Mungkinnnn, takdir" jawab Alesia sembari tersenyum


"Takdir ya" ucap Thomas dengan membalas senyuman Alesia.


Deras hujan terdengar samar-samar dari ruangan itu, Thomas dan Alesia hanya saling pandang dan tersenyum satu sama lain. Bagaimana menjelaskan hal ini?, mereka berdua benar-benar dalam suasana yang manis.


"Braak" pintu di banting oleh Emely


Thomas dan Alesia terkejut, bahkan Alesia sampai berdiri dari duduknya secara tiba-tiba.


"Aku berusaha mengejarnya, setelah bangun tiba-tiba dia menanyakan kakak dan berlari kemari" Ucap Ronald yang Baru sampai sambil terengah-engah.


"Aku yang membawa kalian kemari" ucap Emely kemudian


...Penjelasan...


"Aku menemukan sebuah surat saat membersihkan lemari di kamar ibu dan di dalam surat tersebut bertuliskan jika ayah sengaja pergi ke dunia Fantasi dan yang bisa membuka portal antara dunia ini dan dunia fantasi adalah aku dan ayah, setelah itu aku berbohong tentang hantu, sebenarnya hantu-hantu itu baik padaku, mereka membantuku mencari portal itu, ayah sudah menduga jika sesampainya di Dunia ini dia akan di tangkap oleh pasukan imperalis dan itu benar, sekarang kita hanya akan menjalankan rencananya karena kita sudah ada di dunia ini" Jelas Emely


"Pantas saja pencarian hantu itu alasan yang aneh" Ucap Ronald menanggapi.


"Jadi apa rencananya?" tanya Thomas

__ADS_1


"Eh, kak Thomas kok di sini?" tanya Emely balik


“Itu, tidak penting, kenapa kamu tidak memberitahu kakak jika kamu tahu sesuatu?” Tanya Alesia


Thomas yang di anggap tidak penting menggerutu, sedangkan Ronald menutup pintu kamar itu lalu berjalan ke arah kasur lalu menidurkan tubuhnya.


“Jelaskan saja rencananya” sela Ronald


...Malam hari...


...The Plan...


Suara hentakkan kaki prajurit pasukan imperalis terdengar di sekeliling rumah Gava, Ronald yang sedang berada di tempat tidur segera bangkit dari tidurnya dan mengintip ke arah luar melalui ventilasi kecil yang ada di ruangan itu.


“Mereka datang” Ucap Ronald lalu berlari menuju ke kamar Emely lalu membawa adiknya keluar dari rumah itu dengan menggunakan pintu belakang dan meninggalkan Alesia.


Dari kejauhan Ronald bisa melihat Alesia yang sedang di bawa oleh pasukan imperalis, beberapa saat kemudian dia memilih untuk melanjutkan pelarian dirinya tapi tiba-tiba di suatu tempat dia bertabrakan dengan seorang anak laki-laki yang sedang berkeliaran sendirian di malam hari.


“Gedebuk” Ronald jatuh dengan posisi Emely menimpanya, kerena itu Emely bangun dari tidurnya. Sedangkan anak yang di tabrak Ronald segera berdiri dari posisinya yang terlentang.


“Maaf, aku terburu-buru” Ucap Ronald yang masih tengkurap karena jatuh


“Emely segera pergi dari punggungku!” Kesal Ronald


“oh benar, maafkan aku” Ucap Emely lalu berdiri disusul oleh Ronald.


Ronald dan Emely saling melempar pandangan sedangkan orang yang di tabraknya hanya kebingungan.


“Kita, harus pergi dulu dari sini” Ajak Ronald lalu dengan tiba-tiba menggandeng anak itu beserta dengan Emely untuk pergi dari sana.


...Di sebuah Goa...


Malam itu hujan deras membasahi tempat itu, Ronald, Emely dan anak laki-laki yang di tabraknya itu berteduh di sebuah goa besar di dekat sungai kecil yang alirannya deras.


“Apakah kalian mau makan?” Tanya anak itu


“siapa namamu?” tanya Ronald


“Namaku Luciver” Jawab anak itu


“sebenarnya apa yang terjadi dengan rumah ayahku?” tanya Luciver


“Pasukan imperalis tiba-tiba datang dan membawa kakak pertama” Jawab Emely


“Apakah kalian Alexander?” tanya Luciver lagi


“Apa kau tahu sesuatu?” Ronald bertanya balik


“Aku adalah anak angkat pimpinan suku oyama, aku orang yang bisa membangkitkan kekuatan fantasi” Jelas Luciver

__ADS_1


“Iya, nama marga kami Alexander, tapi kamu darimana saja?, aku tidak melihatmu di rumah pimpinan Gava?” timpal Emely


Luciver hanya saling melempar pandangan kepada Emely selama beberapa saat, lalu ia menuju ke dinding timur goa itu dan menekan sebuah tombol, beberapa saat kemudian terlihatlah sebuah pintu rahasia yang perlahan terbuka.


“Bisakah kalian ikut denganku?” ajak Luciver


Ronald dan Emely menuju ke arah Luciver lalu bersama-sama pergi ke dalam ruangan rahasia itu. Mereka menuruni tangga yang ada di ruangan itu satu persatu, setelah beberapa saat terlihat kegelapan dari inti ruang rahasia itu.


.................


“bruk” Alesia di lempar oleh salah satu prajurit pasukan imperalis ke sebuah penjara bawah tanah.


“akh, bisakah kau pelan-pelan!!!” kesal Alesia


“ah, iya maaf, aku terbawa suasana” ucap Thomas sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


Jadi sebenarnya Thomas adalah pasukan imperalis yang menangkap Alesia, ini adalah rencana mereka, rencana untuk menemukan ayah mereka terlebih dahulu.


“kau melihat ayahku?” tanya Alesia


“tentu saja, aku melihatnya berada di sel bagian atas” jawab Thomas


“lalu bagaimana sekarang?” tanya Thomas


“kita tunggu Ronald, dan selama kita menunggu kau harus meyakinkan mereka jika kau adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjagaku” jelas Alesia


“Baiklah akanku lakukan” Ucap Thomas


................


Emely dan Ronald memandangi seluruh ruangan yang bercorak kuning keemasan beserta dengan tiga buah buku panduan untuk para putra putri Mevora (julukan keluarga kerajaan Alexander) yang berada di langit-langit tempat itu.


“aku tinggal disini, tugasku adalah menjaga buku-buku ini” ucap Luciver


“buku apa ini?” tanya Ronald


“ahh, ini milik kalian, buku ini berisi panduan bagaimana cara menggunakan kekuatan fantasi yang di wariskan kepada kalian” jelas Luciver


“mereka beterbangan?” ucap Emely


“ya, mereka menunggu pemilik mereka” ucap Luciver


“Kakak, sudah berapa lama sejak kak Alesia di bawa pasukan imperalis?” tanya Emely


“45 menit, sepertinya kita sudah harus kesana” jawab Ronald


“kalian sudah bisa menggunakan kekuatan kalian?” tanya Luciver


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


Thanks💜


__ADS_2