
Terik matahari memasuki mata. Terlihat Ronald yang sibuk dengan tali dan beberapa barel di mata Emely yang baru membuka mata. Ada juga Thomas yang duduk di atas pohon.
"Kau sudah bangun?" Luciver duduk melihat Ronald.
"Emm, kenapa mereka?"
"Sudah seperti itu sejak aku bangun."
"Luciver," Ronald menoleh dan memanggil Luciver.
"Y-ya."
"Kau bisakan menyelinap kesana dan membawa barel ini."
"Anu, isinya apa?"
"Anggap saja bom."
"Hah! Kak kau dapat dari mana?"
"Emely bubuk meisu, kau paham"
"Eh, bagaimana?"
"Aku menemukannya."
Emely yang mendengar itu hanya terdiam.
"Emm bisa saja, di mana aku harus meletakkannya. Dan juga, apa rencanamu?"
"Sebentar,"
Ronald berjalan ke arah pohon yang di dudukki Thomas. Ia tak memanjat, cukup akar yang membawanya ke atas.
"Eh kakak bisa begitu?" batin Emely.
"Woy dungu, sampai kapan kau bicara aneh di atas sini! Cepat turun, kau pikir dengan begini Alesia kembali! Tidak berguna."
"Ha?"
Tanpa pikir panjang, Ronald menarik Thomas untuk turun kebawah. Thomas masih saja mengumam aneh.
"Akkkgr! Sampai kapan kau seperti ini! Aku sudah tak tahan. Emely Air!"
"Ah oh, Air." Emely memberikan Air yang berada di botol kayu.
Pyurrr......
Di siramlah air itu ke wajah Thomas. Thomas yang di siram air hanya menoleh pada wajah Ronald.
"Apa?" tanya Ronald.
Thomas menunduk, Emely yang melihat itu, berjalan ke arah Thomas. Menangkup pipi Thomas dengan telapak tangannya.
"Al?"
"Kak? Kakak baik baik saja kan? Aku Emely bukan kak Al."
"Hemm," Thomas masih tak berbicara, hanya berdehem pelan.
__ADS_1
"Kita harus melakukan sesuatu, dan menyusun rencana. Oi Thomas kau pernah masuk ke sana kan, kau hafal denahnya kan?"
"Emm,"
"Apa? Iya atau tidak?"
"Iya, mungkin."
"Coba kau gambar di tanah!"
Thomas kemudian menggambar bagian yang ia tahu tentang denah markas pasukan imperalist.
"Hanya ini? Aahkk padahal kita harus cari memimpinnya." Ronald memgang kepalanya, pasti terlalu banyak yang ia pikirkan.
"Kalau begitu Luciver, kau bisa bantu sesuatu?"
"Ah, emm kau menyelinap ke sana untuk ayahmu kan? Bukan kah kita hanya harus berpura pura jadi bagian dari mereka?"
"Apa yang kau pikirkan? Tentu saja kita harus bunuh pemimpinnya!" tangan Ronald mengepal keduanya di samping.
"Eh, anu Ronald kau harus lebih tenang, jangan gegabah." kata Luciver.
"Apa? Gegabah? Apa menurutmu aku gegabah? Memang apa artinya gegabah? Lalu jika tenang aku dapat apa? Apakah kalau aku tenang semua baik baik saja? Sekarang ku tanya lagi, kau mau atau tidak melakukan rencanaku?" oceh Ronald tidak tenang.
"Emm, baiklah aku mau." Luciver mengangguk kecil.
"Huh, hanya karena ini kita jadi membuang waktu."
"Jadi kau hanya tahu denah penjara? Ini bawah tanah, jika kita lihat cabang ini, ada beberapa pintu yang tidak kita tahu di seberangnya. Lalu di pintu depan juga banyak celah. "
"Tunjukkan tempat ayah!" kata Ronald menatap Thomas.
Kemudian Thomas menunjukkan tempat Arnold yang ia gambar.
"Ah, iya." jawab Emely.
"Kakak pasti yang paling sedih sekarang, dia merubah kesedihan dengan tingkahnya, ahh padahal semua tidak seharusnya begini. Dan juga bukannya bahaya jika kakak ke sana sendiri? Akh tapi dia tidak akan mendengarkan ku. " batin emely melihat kakaknya.
"Luciver kau berjaga jaga, jika ada masalah tunggu aku"
Rencana dimulai, Ronald dan Thomas akan menyusup setelah ledakan dari depan. Lalu mencari Arnold, kemudian rencana di lanjutkan dengan Ronald yang akan mencari pemimpin pasukan imperalist.
Kini Emely sudah menyiapkan ledakan di pintu depan. Sedangkan Ronald dan Thomas bersiap masuk dari pintu belakang. Sebelum itu dari lubang keluar lelaki tua dengan jenggot dan kumis tipis.
"Hah! Kau..." ucapan Ronald terhenti, sebab ia dan Thomas di tarik oleh lekaki itu.
Saat itu juga muncul portal melingkar, ketiga lelaki itu melewati portal itu, dan tiba tiba entah berada di mana.
"Aduh!" Ronald mengaduh karena terjatuh tertimpa oleh Thomas dan Lelaki tua.
"Maaf," kata Thomas kemudian.
"Cepat bangun!"
"Kalian, pasti Thomas dan Ronald kan?" Setelah itu lelaki itu membuka pembicaraan.
"Apakah? Ayah!"
"Haha, benar rupa..." sebelum ucapan pria tua itu selesai sebuah bogem melesat ke wajahnya.
__ADS_1
"Uhuk, ada apa?"
"Kau bilang ada apa hah? Dasar aahkkg! Kita dimana? Emely masih di sana bodoh! Cepat kembali!"
"Hah kau bilang Emely?"
"Iyalah, apa kau lupa dengan anakmu!"
"Oh ya tuhan, bagaimana ini!"
"Apanya yang bagaimana! cepat kembali!"
“Ayah tidak bisa kembali semudah itu”
“Kenapa tidak bisa???!!!!!”
Suasana menjadi kalut dan tidak karuan, Mereka terus-terusan berpikir apa yang akan terjadi dengan Emely, Ronald memandangi ayahnya dan tiba-tiba sebuah tanaman besar yang mirip seperti Bunga ‘Venus flytrap’ hendak melahap Ayah , Ronald tersadar dan segera membunuh tanaman besar itu.
“Ronald apa yang kau pikirkan!!!” Thomas yang terkejut dengan segera membentak Ronald
“Maaf” Ucap Ronald kemudian
Arnold hanya diam melihat apa yang dilakukan anaknya barusan, dia terdiam mengerti tentang apa yang dialami anaknya beberapa tahun ini.
“Baiklah, kita cari Emely dengan sisa kekuatan fantasi milikku” Jelas Arnold
“Sudahlah, itu hanya akan membahayakanmu, beritahu saja aku cara menggunakan kekuatan Fantasi milikku, apakah aku tidak bisa berteleportasi?” Ucap Ronald dengan nada yang sedikit kesal
“Yang mempunyai kekuatan teleportasi itu adalah adikmu” Jawab Arnold
“Eng?, bagaimana ayah tahu tentang kekuatan fantasi milik Emely?” bingung Ronald
Thomas hanya melihat pasangan Ayah dan anak itu mengobrol, dia memilih diam karena tidak ada yang bisa dia lakukan, Thomas merebahkan tubuhnya sambil menunggu takdir yang akan terjadi padanya.
“Tapi Ronald, kau bisa meniru kekuatan fantasi seseorang, yahh, walaupun itu agak rapuh”
“apanya yang rapuh?”
“tentu saja kekuatanmu”
“tentu saja, karena kekuatanku berasal dari tumbuhan”
“ooh, jadi kau sadar jika kau tidak benar-benar kuat”
“Apa maksud ayah?”
“tidak apa, ha... ha... ha...”
“Awakward.”
Ronald memandang kesal ayahnya. Sedangkan ayahnya tersenyum seakan tidak ada yang terjadi selama ini.
“Kak, Alesia sudah...” Ronald ingin menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan Alesia kepada ayahnya, tapi dia tidak bisa melakukan itu.
“sudahlah, ayah mengerti, aku akan mengajarimu bagaimana cara meniru kekuatan portal milik Emely, tapi.. , tentu saja itu memakan banyak kekuatan fantasimu” Ujar Arnold
“AYO” Ronald bersemangat
“semoga Emely baik-baik saja!” seru Thomas
__ADS_1
Semoga saja, Emely baik-baik saja, Bukankah begitu?, atau mungkin tidak.
Bersambung.....