
Darwin terus melakukan itu kepada paman Bilar sampai pria tua itu kesakitan.
''Darwin kau salah besar semua ini tidak benar,'' ucap paman Bilar masih bisa bicara dalam keadaan yang sudah tidak bertenaga.
''Paman akan merasakan sakit yang luar biasa seperti yang dialami papah dahulu. Kau tidak tahu bagaimana aku selama ini menjalani kehidupan sangat menderita,'' teriaknya.
Paman Bilar itu juga berteriak kencang merasakan sakit dia benar-benar menyesali telah melakukan itu kepada saudaranya terdahulu.
Harta membuat dia menjadi gelap mata padahal dulu mereka adalah keluarga yang begitu harmonis dan bahagia.
Namun kehadiran Darwin membuat segalanya menjadi gelap karena tiba-tiba saja papah Darwin mengalihkan seluruh wasiat atas namanya.
''Darwin, andai saja kau tidak lahir ke dunia ini kami berdua tidak akan pernah seperti yang kau dengar.'' Darwin menghentikan aksinya itu menatap wajah pamannya yang sudah lelah.
''Apa maksud aman?" tanya Darwin.
''Papah mu yang duluan membuat paman menjadi pria seperti ini. Kehadiranmu membuat kami semuanya menjadi gelap mata.'' Darwin semakin tidak mengerti dengan yang dikatakan paman ya itu.
''Aku tidak peduli dengan yang dikatakan paman semuanya adalah bohong kecuali bukti rekaman ini.'' Paman Bilar tertawa terbahak-bahak karena Darwin terlalu mempercayai alat rekaman itu.
__ADS_1
''Ya, kau benar sekali telah mengetahui fakta namun tidak semuanya Darwin. Papah mu itu sengaja membuat rekaman itu namun tidak seluruhnya,'' tawanya.
''Aku tidak peduli paman, sebaiknya kamu menghabiskan masamu di sini. Aku masih mau mengurus Tika dan ibunya.'' Wajah pria tua itu seketika langsung berubah drastis mendengar nama Tika dan ibunya disebut Darwin.
''Apa yang ingin kau lakukan kepada mereka Darwin? Jangan pernah menyentuh mereka berdua kalau tidak aku akan memberimu pelajaran?" sentaknya.
''Mira sekarang adalah istriku dan dia yang akan melanjutkan nama penerus keluargaku bukan Tika dan ibunya,'' ucap Darwin.
''Tapi mereka adalah saudara mu sekarang Darwin, Tika adalah darah daging ku kau jangan berani mencoba coba untuk menyentuhnya.'' Darwin terkejut mendengar ucapan paman Bilar.
Darwin tidak mau terlihat lemah di hadapan pria itu langsung meninggalkan tempat yang sudah terlihat seperti gudang.
''Tika anak paman?" pekiknya.
''Mas?" panggilnya.
Darwin tidak peduli terus-menerus jalan menuju ke kamar. Mira juga mengikutinya namun tidak mengeluarkan suara lagi.
Melihat wajah Darwin yang semakin menakutkan membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara.
__ADS_1
Darwin masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tumbuhnya yang sudah kotor karena kelakuan paman Bilar.
''Apa yang terjadi di dalam sana kenapa mas Darwin menjadi diam?" batin Mira.
Tidak lama kemudian Darwin keluar dengan wajahnya yang sudah segar. Belum juga mengeluarkan suara dia tetap diam dalam pendiriannya.
''Mas?" panggil Mira akhirnya memberanikan diri memanggil Darwin.
Langkah pria itu berhenti menoleh ke belakang dia juga baru sadar mengabaikan wanitanya itu.
''Apa yang ingin kau katakan?" tanya Darwin datar.
''Mas, aku minta maaf,'' lirihnya.
Darwin menarik Mira memasukkannya ke dalam pelukan.
''Ada yang ingin kukatakan kepadamu Mira,'' ucapnya pelan.
''Apa itu mas?" tanya Mira.
__ADS_1
Darwin melepaskan pelukannya dia menatap wajah Mira yang terlihat sembab. Sudah berapa lama istrinya itu menangis sampai kedua bola matanya memerah.
''Soal keluargamu?" Mira langsung tertegun dia belum bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Darwin.