BENIH CEO AROGAN

BENIH CEO AROGAN
Menerima Penyatuan


__ADS_3

Gejolak yang terus membara membuat mereka berdua terus melakukan penyatuan. Mira bahkan tidak bisa melepaskan diri justru semakin memperdalam.


Darwin benar-benar sudah tidak sabar lagi melakukan hal lebih dari sini. Sudah lama mereka seperti ini lalu tangan dia tiba-tiba tidak sengaja merobek pakaian Mira.


"Mas, apa yang kau lakukan?!" Mira spontan mendorong tubuh kekar itu hingga Darwin terkejut hampir dia jatuh.


"Jangan menolakku Mira. Mari kita lakukan di dalam!" Mira terbelalak hingga tubuhnya melayang ke udara.


"Turunkan aku Darwin! Tubuhku berar,'' teriaknya turus.


Pria itu terus tidak mau mendengar teriakan Mira tidak segan-segan melakukan kembali hubungan itu.


"Darwin aku minta jangan membawa ku lebih dalam," pinta Mira.


"Mari kita lakukan bersama sama Mira." Mira tidak bisa lagi menolak karena Darwin tanpa melakukan aba-aba langsung melakukan penyatuan tersebut.


"Oh Mira." Darwin membiarkan adik kecil nya berdiam diri di sana agar terbiasa dengan ukuran itu.


Mira membuka matanya selebar mungkin merasakan tubuhnya penuh karena dimasuki oleh benda yang gemuk.


"Sakit," lirik pelan.


"Hanya sebentar nanti juga kamu akan terbiasa Mira," bisik ya.

__ADS_1


Mira terlena di mengangguk karena penyatuan ini membuatnya hamper melayang.


Tidak mau melepaskan kesempatan ini Darwin mulai melakukan naik turun bertahap-tahap.


"Darwin lebih cepat," ucap Mira tanpa sadar meminta itu lebih kepada Darwin.


Sempat pria itu terkejut mendengarkan permintaan Mira padahal dia baru merasakan seluruh otot tubuhnya bergerak.


"Akan aku penuhi permintaan mu itu sayang." Wajah Mira bagaikan tomat yang baru matang dia malu karena meminta itu kepada Darwin.


Keduanya terlalu fokus melakukan hubungan yang sudah lama membuatnya semakin dalam mempersatukan.


Udah tidak tahu berapa kali Mira terus mengeluarkan cairan kental karena Darwin begitu lihai mempermainkan dirinya.


"Sebentar sayang sebentar lagi aku akan keluar," balas Darwin.


Mira sudah benar-benar pria itu melakukan apapun terhadap dirinya karena untuk saat ini dia benar-benar sudah memaafkannya.


Hal yang di tunggu Mira akhirnya keluar namun dalam karena mereka berdua secepatnya diberikan kesempatan memiliki anak lagi.


Darwin lelah akarnya menjatuhkan tubuhnya di samping Mira.


"Terima kasih kau mau menerimanya," ucap Darwin halus.

__ADS_1


"Ya," balas Mira pelan.


Mira langsung membelakangi Darwin malu dengan aktivitas yang mereka lakukan baru ini.


Namun pria itu tidak mau kekasihnya menjauh membawanya masuk ke dalam pelukan.


"Kita buka lembaran baru ya, kau mau kan?" bisik ya.


Mira sama sekali tidak menjawab karena dia sudah tidur lelah dengan aktivitas yang baru saja mereka lakukan.


Darwin langsung memastikan terkejut dia tertawa kecil melihat wajah imut Mira.


"Aku mana bisa seperti ini kalau terus bersama," kekeh ya pelan.


Darwin bersamaan tidur karena aktivitas mereka berdua yang sangat melelahkan.


Sebelum memejamkan mata Darwin berdoa agar secepatnya dia kembali dipercaya kembali menjadi calon ayah.


Ternyata Mira dari tadi mendengar semua yang udah dikatakan Darwin. Air matanya tiba-tiba menetes begitu saja karena merasa bahagia.


"Ayah, ibu sepertinya aku juga sudah mencintai pria ini," ucapnya dalam hati lalu secara perlahan dia juga sudah di bawa ke alam mimpi.


Mira memperat tangan Darwin melingkar di sana lalu bisa tenang sambil menikmati sisa akhir permainan tersebut benar-benar bahagia.

__ADS_1


__ADS_2