BENIH CEO AROGAN

BENIH CEO AROGAN
Mulai Terbuka


__ADS_3

Darwin hanya tersenyum tipis dia tidak marah terhadap Mira lalu duduk sebelahnya. Teman Mira pasien yang duduk di kursi roda tersenyum melihat sepasang suami-istri itu.


"Kalian cocok Om," ucapnya.


"Benarkah?" tanya Darwin lalu melirik Mira.


"Om tampan dan aunty cantik," tambah ya.


"Sayangnya aunty saat ini sulit untuk diajak bicara," balas Darwin.


"Kenapa aunty?" tanyanya penasaran.


Mira menatap tajam Darwin karena berani menyudutkan dirinya.


"Maaf sayang yang kukatakan tadi memang benar kog," tambahnya.


Anak itu tertawa terbahak-bahak melihat wajah masam Mira lalu tibalah dia harus kembali masuk ke dalam karena sudah terlalu lama di luar.


'' Paman, aunty Karani pamit.


"Ya sayang, cepat sembuh ya sayang," balas Mira.


Anak itu pergi perasannya begitu bahagia sekali bisa bincang-bincang dengan Mira.


"Sudah lama di luar?" tanya Darwin sambil membuka makanan tersebut.


"Aku tidak lapar," tolaknya halus.

__ADS_1


"Makanlah sedikit setidaknya ada ganjal perutmu." Mira mengangguk walaupun perasaan ya masih sakit kepada Darwin.


Darwin sesak nafas melihat wajah Mira pucat dan lemas, pria itu semakin sakit karena dia semua harus terjadi.


"Maafkan aku Mira," ucapnya Pelan.


Mira hentikan sendok makan itu masuk ke dalam mulutnya ia jadi tidak selera.


"Aku mau masuk ke dalam," ucapnya pelan.


"Kau tidak makan?" tanya Darwin heran.


Mira mengangguk kali ini dia serius menatap wajah tampan itu yang benar-benar bersalah.


"Mari kita pisah Darwin. Cukuplah sampai sini kita melakukan sandiwara ini." Darwin terbelalak dia tidak suka kata-kata Mira.


Mira benar-benar ingin berpisah denganku?" tanya Darwin pelan.


"Ya, ayo kita berpisah Darwin. Kau bisa menikah dengan wanita yang kau inginkan," lirihnya sambil menahan napas.


Darwin berang dia tidak mau kalau tidak dari dulu dilakukan tapi dia malah di suruh menikah.


"Dengar, aku tidak akan pernah menikah dengan wanita manapun kecuali dirimu Mira." Mira tertegun mendengar perkataan Darwin.


Darwin tidak kuat lagi menahan kerinduan ya kepada Mira langsung memeluk wanitanya itu.


"Kita buka lembaran barunya ya, aku akan tebus semua yang pernah kulakukan kepadamu Mira. Aku salah menilaimu selama ini dan terus menyalahkan atas atas apa yang terjadi," ucapnya sambil memegang kedua tangannya.

__ADS_1


Mira menarik tangan ya wajahnya dingin sambil memutar kedua bola mata ya malas.


"Ya," jawabnya singkat.


Darwin tidak menyerah terus merayu Mira segera mau kembali kepadanya.


"Mira, apa yang harus kulakukan agar kau memaafkan aku," ucapnya pelan.


"Darwin, aku tidak pernah berpikir seperti itu sejauh ini Darwin. Boleh kau mengabulkan permintaan ku sekali?" balas Mira dingin.


"Apa itu?" tanya Darwin begitu antusias.


"Berikan aku kebebasan." Darwin langsung diam.


Permintaan Mira begitu berat karena dia tidak mau ada orang-orang melihat wajah cantiknya.


Darwin menjadi posesif terhadap Mira padahal dulu dia sangat di sanjung.


"Baiklah, aku akan menemanimu," ucapnya pasrah.


Awalnya Mira senang tapi endingnya dia kesal tapi sementara ini healing terus.


Mira sudah lebih baik dari sebelumnya langsung kembali melahap makanannya di hadapan Darwin.


Pria itu merasa lega melihat wajah Mira sudah lebih baik dari sebelumnya. Bahkan di ajak mengobrol juga sudah mulai mau.


"Mau tambah sayang?" ucap Darwin sambil tersenyum hangat

__ADS_1


Mira jadi salah tingkah padahal dia sudah janji tidak mau bicara dengan Darwin.


__ADS_2