BENIH CEO AROGAN

BENIH CEO AROGAN
Rumah Sakit


__ADS_3

Mira diam tidak mau menjawab ucapan Darwin lalu dia menuju ke kamar.


"Mira?" panggil Darwin lagi.


"Kau sudah mengetahuinya?" tanya Mira pelan.


"Jadi kau juga mengetahuinya?" Darwin tidak menyangka kalau Mira dan Tika benar-benar kakak adik.


"Hanya status ibu tiri Darwin, kami tidak ada hubungan darah," ucapnya.


Darwin menghela nafasnya kuat dia sempat ketakutan Tika dan Mira ada hubungannya.


"Baiklah sekarang kau tidur ya." Mira mengangguk mengerti karena dia juga sudah lelah.


Darwin diam membisu di sana sambil memikirkan Tika dan ibunya.


"Jadi aku, Tika ternyata saudara?" ucapnya pelan.


Darwin mengusap wajahnya berulang kali dia bodoh telah lalai akan hal ini.


Keesokan harinya Darwin tidak ada di kamar itu satu malaman karena memikirkan Tika.


"Usiaku dan Tika sangat jauh, para pemegang saham nantinya berpihak kepadanya." Darwin kesal lalu beranjak dari ruangan kerjanya itu.


Mira terkejut karena bangun kesiangan harus bergerak cepat untuk membantu keperluan pria itu.

__ADS_1


"Mbak kalian melihat Darwin?" tanyanya panik.


"Sepertinya di ruang kerja nona karena pagi ini kami hendak membersihkan ruangan itu pintu kena kunci.


Mira ragu-ragu untuk mengetuk pintu karena kejadian kemarin malam.


Pagi ini dia tidak mau bicara banyak dengan Darwin bahkan pria itu juga melakukan hal yang sama.


Suasana sana sarapan pagi sangatlah tidak mengunggah selera.


Tidak lama kemudian mereka berdua selesai Darwin begitu saja meninggalkan rumah tanpa mengatakan apapun kepada Mira.


"Sabar Mira, dia itu harus diberi kan waktu," lirihnya sambil melihat mobil Darwin sudah hilang balik pagar tinggi itu.


Mira diam sesaat setelah melihat kepergian Darwin namun tiba-tiba ia merasakan sakit luar biasa pada perutnya.


Seorang pelayan tidak sengaja melewati Mira terkejut melihat majikannya itu sudah tergeletak di lantai.


"Nona?!" teriaknya kencang hingga suaranya sampai menggelepar.


"Tolong selamatkan bayi ku," ucap Mira ketakutan.


"Baik Nona, kami akan berusaha keras." Mira semakin lama tidak kuat akhirnya dia tidak sadarkan dari.


Dokter berusaha keras menolong Mira beda dengan Darwin terkejut mendengar perkataan sekretaris ya itu.

__ADS_1


"Apa kau bilang barusan? Mira di rumah sakit?" tanya Darwin terkejut.


"Nona mengalami penurunan rendah drastis tuan hingga." Sekretaris itu langsung diam karena Darwin sudah bergerak menuju ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi dengannya? Padahal aku tadi meninggalkan dia baik-baik saja," batin Darwin dalam hati.


Tidak lama kemudian Darwin tiba dia begitu khawatir terhadap Mira . Dokter tiba-tiba keluar untuk menghampiri Darwin karena sudah mendapatkan informasi pria itu sudah datang.


"Apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Darwin panik.


"Maaf tuan, kami harus melakukan tindakan kepada nona karena kami tidak mau membuatnya terancam hilang untuk selamanya." Darwin benar-benar terkejut pria itu jatuh ke bangku.


"Mira?" tanya Darwin lagi.


"Masih dalam pengaruh obat karena sebentar lagi beliau akan bangun Tuan," jawab dokter itu lagi.


"Oh Mira." Darwin mengusap wajahnya dia benar-benar sudah buat keluarganya berantakan.


"Anakku," lirihnya pelan.


Darwin dipersilahkan masuk ke dalam setelah mendapatkan izin dari dokter.


Dia melihat Mira masih belum sadar pasca operasinya, perasaannya nyeri karena dia mereka berdua kehilangan bayi untuk selamanya.


Mira mulai menggerakkan tangannya lalu perlahan bangun sambil melihat sekelilingnya yang beda.

__ADS_1


"Di mana aku?" ucapnya pelan.


__ADS_2