BENIH CEO AROGAN

BENIH CEO AROGAN
Bunga Raya


__ADS_3

Tidak bisa menolak Darwin berulang kali bermain-main dengan Mira. Wanita itu bahkan terlihat kelelahan tapi Darwin tidak peduli.


"Masih lama kah?" tanya Mira sela aktivitas mereka berdua.


"Sebentar lagi," balas Darwin lalu dia akhirnya mengeluarkan cairan dalam diri Mira.


Mira meneteskan air matanya karena dengan ini dia kemungkinan besar akan mengandung.


"Aku harus merahasiakan ini darinya," ucap Mira dalam hati.


Darwin jatuhkan tubuhnya ke samping Mira sambil memejamkan mata. Pria itu tidak menyadari Mira sudah beranjak dari sana menuju ke kamar mandi.


Mira melihat seluruh dirinya penuh dengan jejak Darwin, ada rasa bersalah dalam dirinya telah lunak terhadap pria itu.


Dia bahkan belum tahu persis sifat Darwin kadang baik dan tidak.


"Tenanglah Mira, cukup kau diam dan menunduk ketika pria itu kembali marah-marah," batinnya.


Beberapa menit berlalu Darwin baru menyadari kalau Mira tidak ada di sebelahnya seketika di rumah langsung bangun dari tempat tidur.


"Di mana Mira?!" pekik ya langsung berdiri tanpa mengenakan apapun.


Darwin sontak membuka pintu kamar mandi terkejut melihat pemandangan yang begitu indah.


"Darwin?! Sedang apa kau ke sini?" teriak Mira.

__ADS_1


Bukannya menjawab pria itu justru masuk ke dalam tanpa berkedip. Mira spontan langsung mengambil piyama untuk dikenakannya.


"Berhenti! Jangan melakukan apapun?" ujar Darwin.


"Apa? Call tidak lagi bercanda kan?!" pekik Mira.


Darwin sama sekali tidak mendengar namun dia prihatin melihat kulit Mira banyak bekas hasil dari perbuatannya.


"Apa sakit?" tanya Darwin sambil menyentuh.


"Tidak," jawabnya gugup.


Darwin terus menatapnya dia benar-benar gila melakukan itu kepada Mira.


"Dia tidak malu apa melakukan itu?" teriaknya dalam hati.


Darwin memastikan keadaan Mira sudah lebih baik lalu dia mandi juga lalu mereka kembali beristirahat.


Semenjak kejadian itu Darwin terus memberikan perhatian kepada Mira. Bahkan wanitanya itu diberi semua fasilitas yang belum pernah diberikan Darwin kepada siapapun.


"Pakai kartu ini belanja sepuasmu." Mira tentunya terbelalak menerima kartu itu yang hanya beberapa orang yang menggunakannya.


"Tapi aku tidak terbiasa belanja-belanja," lirihnya.


"Mau ku temani?!" Mira langsung geleng-geleng kepala tidak mau.

__ADS_1


"Aku bisa sendirian," ucapnya cepat.


"Lakukan hari ini juga." Darwin mengusap kepala Mira lalu berangkat ke perusahaannya.


"Aku harus bagaimana sekarang menghabiskan uang ini?!" pekik ya.


Mira dibawa oleh super pribadi menuju ke pusat perbelanjaan di sana dia menjadi pusat perhatian oleh pengunjung karena penampilannya yang berbeda.


Terlebih lagi dua menggunakan kartu unlimited edition tentunya mereka beranggapan kalau Mira bukan orang sembarangan.


"Aku tidak bisa menggunakan kartu ini di sini. Mbak, kita ke tempat lain saja," ucap Mira kepada pelayan pribadi setia menemaninya kemanapun karena perintah Darwin.


"Mau ke mana Nona?" tanyanya.


"Ikut saja!" Pelayan itu tidak bisa memberitahukan kepada Darwin ke mana mereka saat ini.


Tidak lama kemudian mereka tiba di salah satu gedung yang sudah terlihat tidak terawat.


"Ayo kita masuk ke dalam!" ajak Mira.


"Ngapain ke sini nona?" tanyanya heran.


"Aku mau habiskan uangku ke sini mbak." Pelayan itu tercengang dia membaca pintu masuk gedung itu bertuliskan panti asuhan bunga Raya.


"Tuan muda pasti akan bangga memiliki wanita seperti anda nona," gumamnya sambil tersenyum masuk ke dalam dan menerima uluran tangan pemilik panti tersebut.

__ADS_1


__ADS_2