Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster
#12 Diikuti Orang Suruhan Flora


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Setelah bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya di hari kelulusan, hati Alex merasa sangat sedih. Terlebih lagi mereka berdua hanya menampakkan dirinya beberapa detik saja, namun pelukannya terasa sangat nyata. Namun dia sangat beryukur bisa bertemu setelah sekian lamanya, dan untuk sekarang hanya bisa mengikhlaskan kepergian mereka.


"Untuk saat ini, aku harus tetap fokus pada harapan kedua orang tuaku." gumam Alex dalam hatinya, lalu dia bangun dari tempat tidurnya.


"Tok... Tok... Tok..."


"Tuan muda, apakah anda sudah bangun?" tanya Aqila sambil berdiri di depan pintu, untuk menunggu jawaban dari Alex.


"Iya, aku sudah bangun." jawab Alex dengan segera, lalu dia berjalan mendekati pintu dan membukanya.


"Tap... Tap... Tap..."


"Ceklek"


"Wah, tumben sekali tuan muda jam segini sudah bangun. Apakah sebelumnya ada suatu hal yang terjadi?" tanya Aqila dengan tersenyum.


"Padahal terserah aku kan mau bangun pagi ataupun siang, namun setidaknya aku harus merubah sifatku seperti ini, supaya bisa dengan mudah mencapai harapan kedua orang tuaku." gumam Alex dalam hatinya. "Tidak ada hal apapun yang terjadi. Ini hanya kemauanku saja." lanjutnya dengan menjawab pertanyaan Aqila.


"Baiklah, kalau begitu apakah sarapan anda mau di antarkan atau..." ucap Aqila namun perkataannya disela oleh Alex.


"Siapkan saja di ruang makan, setelah selesai mandi aku akan ke sana." sela Alex sambil berjalan ke tempat pemandian.


"Ahh, baiklah tuan muda. Aku akan langsung memasak dan saya akan memanggil paman Salim untuk memenuhi kebutuhan mandi anda." ucap Aqila dengan terkejut, karena sifat Alex berubah sangat cepat.


Setelah itu, Aqila turun ke lantai pertama lalu dia menyuruh Salim untuk menyiapkan segala yang diperlukan, sedangkan dirinya akan memasak menu seperti biasanya.


Beberapa menit kemudian...


Alex turun dari lantai 2, lalu dia berjalan ke ruang makan. Di atas meja, semua makanan telah disiapkan dengan berbagai macam hidangan yang sangat menggugah selera, dan tentunya semua makanan tersebut sangat ringan serta nyaman di perut.


"Aqila!" panggil Alex dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Iya, tuan muda." jawab Aqila dari dapur, lalu dia segera berjala menghampiri Alex.


"Ada apa dengan semua hidangan ini?" tanya Alex sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah meja makan.


"Maksud tuan muda, ada apa gimana? Apakah rasanya kurang enak?" tanya balik Aqila karena belum mengerti mengenai jawaban yang di inginkan oleh Alex.


"Bukan, bukan itu. Hah... Kenapa kamu menyediakan banyak sekali hidangan? Lebih dari 20 jenis hidangan berada di meja makan, kau ingin aku cepat gemuk hah?" tanya Alex sambil menatap Aqila dengan mata sinis.


"Ahh, semua bahan masakan itu sudah hampir layu dan tidak segar lagi, jadi daripada nantinya dibuang ya aku masak aja semuanya tuan muda, dan tidak mengira bisa membuat sampai 24 hidangan." jawab Aqila sambil sedikit tertawa.


"Astagaaa!" ucap Alex sambil menaruh telapak tangan kanan pada dahinya.


Tidak lama setelah itu, Alex kepikiran untuk memberikan sebagian hidangan tersebut kepada tetangganya, karena dia tidak ingin membuang makanannya begitu saja. Tanpa berpikir panjang Alex meminta Aqila untuk mengemasi makanan di atas meja menggunakan cup dan menyuruhnya menyisakan 3 hidangan bubur ayam.


Setelah selesai mengemasi hidangan tersebut, Alex meminta Salim untuk segera membagikannya pada tetangga terdekat, ataupun siapa saja yang bertemu dalam perjalanan. Dengan spontan Salim melakukan apa yang di perintahkan oleh Alex, lalu secepat mungkin kembali ke kediamannya.


"Hmm, dari dulu hingga sekarang, anda selalu memikirkan orang lain. Saya sangat kagum padamu tuan muda." ucap Aqila sambil tersenyum.


"Sudah seharusnya kita membantu sesama, terlebih lagi pada orang yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Untuk apa kita menimbun harta kekayaan sebagai hiasan, karena kita sudah tahu kalau hidup ini hanyalah sementara." jawab Alex sambil duduk di kursi.


"Iya, aku terpikir harus mengunjungi panti asuhan. Sudah lama sekali aku tidak pergi kesana." jawab Alex sambil melahap bubur ayam miliknya.


"Bisakah saya mengikuti anda!?" pinta Aqila dengan berharap bisa mengikuti Alex kemanapun pergi.


"Tidak, aku akan kesana sendiri, namun aku mempunyai tugas bagi kalian berdua untuk pergi ke perusahan mobil dan motor. Minta pada manager disana untuk mengcopy kan data hasil dari penjualan bulan kemarin. Hubungi saja aku bila nanti terjadi apa-apa!" pinta Alex sambil mempercepat sarapannya.


"Baik tuan muda, saya mengerti." jawab Aqila.


"Baiklah, aku sudah selesai." ucap Alex sambil berdiri. "Oh ya, jangan lupa sebelum pergi, kalian sarapan terlebih dahulu." lanjutnya dengan mengingatkan sarapan, lalu pergi menuju pintu keluar.


Di depan rumahnya, Alex melihat Salim yang baru saja tiba.


"Heeehhh... Tumben sekali paman naik sepeda, biasanya jarak dekat ataupun jauh sering menggunakan mobil atau motor." ucap Alex dengan sedikit terkejut, karena kegilaan Salim terhadap barang mewah mendadak hilang.

__ADS_1


"Ahh, ya ini... Sekali-kali aku juga ingin berolahraga pagi." jawab Salim dengan sedikit tertawa.


"Kalau begitu, paman bareng sama aku aja untuk berolahraga." ucap Alex dengan menawarkan bantuan.


"Hiiiii... Palingan juga tuan muda berencana untuk menjahiliku lagi dengan tikus kecilnya, dan bisa-bisa aku mati ketika sedang berolahraga bersamanya." gumam Salim dalam hatinya, sambil membayangkan tawa jahat dari Alex. "Ahh, tidak... Tidak... Tuan muda. Terimakasih." lanjutnya dengan menolak tawaran Alex sambil beberapa kali menggelengkan kepalanya.


"Sungguh disayangkan kalau paman menolak, tapi aku juga tida punya hak untuk memaksa." ucap Alex sambil berjalan mendekati sepeda miliknya.


"Tunggu tuan muda, apakah hari ini anda akan pergi keluar?" tanya Salim.


"Ya aku berencana pergi ke panti asuhan." jawab Alex sambil memakai alat keamanan.


"Bolehkah saya mengantar anda, barangkali anda ingin merasakan kenyamanan di dalam kendaraan mewah dan ini termasuk edisi terbatas di dunia...." pinta Salim sambil terus mengoceh mengenai kendaraan model terbaru yang berada di garasi kediaman Alex.


"Hah... Ternyata kegilaannya terhadap barang mewah masih belum juga berubah." gumam Alex sambil mengayuh sepeda keluar dari kediamannya.


"Ahh... Tuan muda tunggu!" pinta Salim sambil melambaikan tangannya.


"Ada tugas untukmu! Tanyakan saja pada Aqila. Aku pergi dulu!" teriak Alex sambil mengayuh sepeda miliknya dengan cepat, supaya Salim tidak mengikutinya.


"Baiklah tuan muda, hati-hati." jawab Salim. "Tuan, Nyonya (ayah dan ibu Alex) sekarang tuan muda sudah tumbuh besar. Meskipun tuan muda sangat kaya di seluruh negara ini, namun tuan muda memilih untuk tetap menjadi sederhana. Semoga tuan muda selalu di berikan keselamatan serta kesehatan." lanjutnya dengan bergumam dalam hatinya, serta mendoakan yang terbaik.


Di dalam perjalanan menuju panti asuhan, Alex tidak lupa untuk menyapa semua orang yang ditemui dalam perjalan dengan ucapan. Tapi bila dia terburu-buru, terkadang hanya menekan bel yang berada di stang sepeda.


Selama perjalanan beberapa menit yang lalu, terasa baik-baik saja. Namun beberapa saat dia merasakan kalau dirinya itu di ikuti oleh beberapa orang, yang tiada lain adalah suruhan dari Flora.


"Heh... Sepertinya ada orang yang berusaha untuk mengikuti ku. Untung saja aku memiliki 2 spion kecil yang berada di bawah stang. Hihihi" gumam Alex dalam hatinya, sambil bersiap untuk memberikan pelajaran bila mereka mencari gara-gara, namun bila orang lewat maka akan dibiarkan begitu saja.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...Untuk sementara up eps terbaru tidak menentu, jadi author berharap untuk menjadikan novel ini favorit supaya kelanjutannya tidak ketinggalan....

__ADS_1


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2