Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster
#15 Niat Buruk Seseorang Di Dalam Taman Bermain


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Keberangkatan Alex menuju taman bermain anak-anak berjalan sangat lancar tanpa adanya hambatan sedikitpun. Bahkan anak-anak terus bernyanyi di sepanjang jalan secara kompak, dan membuat suasana di dalam bus riang gembira.


Hanya dalam waktu 1 jam, akhirnya mereka semua sampai ke tempat tujuan. Sebelum turun dari bu, salah satu pengurus yang mendampingi anak-anak mulai mengabsen satu persatu. Hal ini dilakukan, supaya nantinya tidak ada yang ketinggalan saat pulang kembali ke panti asuhan.


Setelah pendataan selesai, Alex meminta pada pengurus untuk mengumpulkan anak-anak tepat di depan gerbang taman bermain, sedangkan dirinya akan mengurus tiket masuk serta pemesanan makanan di tempat yang cukup megah.


"Emm anak muda, apakah kamu yakin ingin memboking semua ini?" tanya petugas tiket karena belum yakin dengan Alex.


"Iya, memangnya ada masalah apa pak?" jawab Alex sembari balik bertanya.


"Ti-tidak ada masalah apa-apa, hanya saja uang yang dikeluarkan cukup besar. Jadi..." jawab petugas tersebut, namun perkataannya disela oleh Alex.


"Jangan berbelit belit, kasihan bila anak-anak harus menunggu lama. Bila pembayarannya bisa melalui atm, tolong gesekkan saja kartu ini." sela Alex sambil menyodorkan kartu yang dilapisi emas murni.


"Ada apa ribut-ribut?" tanya kepala petugas taman bermain yang muncul secara tiba-tiba, karena keluhan dari salah satu pengunjung yang sedang mengantri.


"Begini pak, anak muda ini ingin membeli tiket dengan paket keluarga dan juga dia memesan tempat VIP untuk makan dengan jumlah lebih dari 20 orang." jawab petugas tersebut.


"Hah? Apakah benar kamu ingin membelinya?" tanya kepala petugas sambil menatap Alex dengan pandangan ragu, karena berpikir kalau dirinya hanya membual.


"Ya benar, dari tadi bawahan bapak tidak percaya kalau aku bisa membayarnya. Sekarang aku sedang terburu-buru, jadi tolong segera gesek kartu ini secepatnya. Aku tidak ingin anak-anak mengeluh dan bosan menunggu, akibat keterlambatan pembelian tiketnya." jawab Alex dengan raut wajah serius, lalu menyodorkan kartu ATM miliknya.


Sesaat, kepala petugas tersebut langsung melirik kartu yang disodorkan oleh Alex. Setelah diperhatikan, ternyata kartu yang berada di tangannya Alex adalah kartu langka dengan edisi terbatas di negara Indonesia.


"I-i-ini..." ucap kepala petugas dengan sangat gugup dan tangan bergetar setelah memegang kartu ATM tersebut. "Maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami tuan muda, secepatnya akan kami urus semua pesanan yang dibeli oleh anda. Bahkan kami juga akan memberikan diskon pada tuan muda, dan anggap saja itu sebagai kompensasi atas kesalahan bawahan saya." lanjutnya sambil membungkuk di depan Alex.


"Anda tidak perlu memberikan kompensasi apapun padaku. Ada kalanya semua orang bisa membuat kesalahan, jadi segeralah urus semua pembayarannya. Lebih cepat itu lebih baik." jawab Alex dengan menolak pemberian kompensasi.


"Baik tuan muda, segera... Segera akan saya lakukan." ucap kepala petugas dengan mengambil alih tugas bawahannya.

__ADS_1


"Sreeettt"


"Trinkk"


"Pembayaran anda berhasil dilakukan. Terimakasih dan selamat bersenang-senang." suara system.


"Ini kartu anda tuan, terimakasih. Semoga hari-hari anda selalu menyenangkan." lanjut kepala petugas sembari mengembalikan kartu tersebut pada Alex.


"Baiklah terimakasih pak." jawab Alex sambil memasukkan kembali kartu miliknya, lalu berjalan menuju anak-anak.


"Em, pak... Kenapa anda sangat sopan kepadanya? Bukankah kita sudah terbiasa melakukan pembayaran lewat kartu." tanya petugas tersebut, sambil menatap Alex yang berjalan menjauhi tempat pembelian tiket.


"Dasar bodoh, apa kamu tidak liat kartu apa tadi hah? Asal kamu tau, kartu yang dimilikinya itu adalah seorang pengusaha besar dan negara ini hanya mengeluarkan beberapa buah saja." jawab Kepala petugas sambil membentak bawahannya.


"Hah? Ja-jadi orang itu... Em tuan muda itu adalah orang terkaya di negara ini." jawab petugas tersebut dengan gugup.


"Iya, untung saja aku cepat datang kesini. Bila tidak, mungkin taman bermain ini bisa dengan mudah ditutup olehnya." ucap kepala petugas dengan menghela nafasnya.


"Hiii... Untung saja, aku tidak memprovokasinya terlalu berlebihan." ucap petugas tersebut dengan sangat menyesal.


"Baik Pak, segera akan saya lakukan." jawab petugas tersebut.


Tidak lama setelah itu, Alex beserta anak-anak dan pengurus, bersama-sama masuk ke taman bermain tersebut. Ketika mereka semua hendak masuk, beberapa petugas menyambut mereka dengan hangat.


"Selamat datang tuan muda, anak-anak, dan ibu pendamping." sapa beberapa petugas.


"Ahh, tuan muda?" ucap Olivia sambil berpikir ke siapa perkataan tuan muda itu di tunjukkan.


Olivia langsung menengok ke belakang, namun tidak ada lagi orang yang dibelakangnya.


"Ahh, ternyata kakak dipanggil tuan muda oleh mereka." lanjut Olivia dengan tersenyum sambil sedikit tertawa, lalu di ikuti oleh anak-anak lainnya.

__ADS_1


"Ughh, sungguh menyebalkan mendengar julukan itu dari para petugas ini. Hari-hariku yang ingin menjadi seorang kakak, hancur seketika akibat mereka. huhuhuhu" gumam Alex dama hatinya sambil merasa sedih dan menundukkan kepalanya.


"Eh, kakak, kakak... Kenapa merasa sedih? Apakah kata-kata Olivia barusan mengganggu kakak?" tanya Olivia dengan sangat menyesal dan memasang wajah sedih.


"Ehh... Te-tentu saja tidak Olivia, hanya saja aku ingin dipanggil kakak oleh kalian semua." jawab Alex sembari menenangkan Olivia.


"Aku kira apa, kalau seperti itu Olivia akan memanggil kakak untuk selama-lamanya." ucap Olivia dengan raut wajah kembali bergembira.


"Baiklah, kalau begitu aya kita jelajahi semua permainan yang berada disini." ajak Alex pada semua anak-anak beserta salah satu perwakilan dari pengurus panti asuhan.


Satu persatu permainan dinaiki oleh anak-anak secara bergantian, baik itu kuda-kudaan, mancing ingan, dan juga yang lainnya. sampai akhirnya, anak-anak ingin mencoba memasuki rumah hantu karena sangat penasaran dengan apa yang ada di dalamnya.


"Em, anak-anak sebaiknya kita cari yang lain saja karena memasuki rumah hantu cukup berbahaya bagi usia kalian saat ini." pinta Alex sembari menasihati anak-anak dan meminta untuk memilih permainan yang lain.


"Tapi kak, kami ingin masuk ke rumah hantu ini satu kali aja." ucap anak-anak dengan memohon.


"Kan kalau terjadi apa-apa, ada kakak di samping kami." sambung Olivia dengan menarik salah satu tangan Alex, dan memasang wajah menggemaskan untuk membujuknya.


"Gleg"


"Ugghhh, sangat susah aku menolak permintaan dari mereka, apalagi sudah menunjukkan wajah gemesnya." gumam Alex sambil berpikir.


Disisi lain, salah satu petugas rumah hantu secara sengaja memperhatikan anak-anak tersebut. Satu persatu anak dilihatnya dari kejauhan dan akhirnya ada seseorang yang membuat dirinya tertarik.


"Sepertinya ada mangsa baru lagi dan gadis kecil itu terlihat sangat manis. Mungkin kali ini bayarannya akan lebih tinggi, dibandingkan dengan sebelumnya. Hahaha... " gumam salah satu petugas tersebut sembari berpikir akan hasil penjualan anak dengan harga tinggi.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...Untuk sementara up eps terbaru tidak menentu, jadi author berharap untuk menjadikan novel ini favorit supaya kelanjutannya tidak ketinggalan....

__ADS_1


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2