
Setelah pertemuan dengan Flora dan semua saudari kembar lainnya, membuat Alex terus kena sial. Dia tidak menyangka bahwa Flora akan satu akademi dengannya.
Karena kertas nomor antrian berada di tangan Flora, dengan sangat terpaksa Alex harus meminta kertas nomor antrian pada petugas yang sedang berdiri di luar ruangan pendaftaran.
"Pak, bisakah saya meminta kertas nomor antrian?" ucap Alex pada petugas tersebut.
"Oh tentu saja. Ini ambillah!" ucap petugas tersebut sambil menyodorkan kertas nomor antrian pada Alex.
Setelah melihat nomor antriannya, Alex sangat terkejut bahwa dia berada di nomor urutan 300. Dia sempat merasa kesal pada Flora, namun dia berpikir kembali karena hal ini adalah kesalannya yang tidak memasukkan kertar tersebut pada sakunya.
"Hah... Mungkin ini adalah hari kesialanku. Mungkin aku akan berjalan-jalan sebentar mengelilingi bangunan ini untuk kedua kalinya." ucap Alex sambil menghela nafasnya dan berjalan mengelilingi semua bangunan di akademi.
Susasana di dalam akademi elite sangat jauh berbeda, dibandingkan pada saat dia memasuki akademi menengah yang dipenuhi dengan murid berandalan.
5 tahun sebelumnya...
Pada waktu menjadi murid Akademi Tingkat Menengah. Kesehariannya Alex selalu melihat murid yang dibuli oleh kakak kelasnya, baik di luar maupun di dalam sekolah.
Sudah tidak aneh lagi dipandangan para guru setelah melihat keributan yang di sebabkan oleh murid-muridnya. Pernah ada seorang guru yang melerainya, namun setelah murid brandalan tersebut mengadukan pada orang tuanya kejadian yang buruk menimpa guru yang mencoba melerainya.
Guru tersebut langsung babak belur setelah di cegat di gerbang akademi oleh beberapa bawahan dari orang tua murid berandalan yang menjadi ketua gengsters di daerah tersebut. Sampai akhirnya guru tersebut memutuskam untuk memundurkan diri dari akademi, karena sudah muak dengan hukum rimba yang ada di akademi
Suatu kejadian yang tidak terduga dialami oleh Alex ketika dia sedang duduk sendirian sambil menatap keluar jendela. Dengan sengaja murid berandalan tersebut meludahi wajahnya, karena tidak suka dengan orang berbadan kecil.
"Cuuhhhh"
Air ludah tersebut tepat mengenai dahi Alex, sehingga dia langsung menoleh pada murid berandalan tersebut.
"Cepat bersihkan air ludahmu ini dari wajahku!" pinta Alex pada murid berandalan yang ada di depannya.
Seketika tawa dari murid yang meludihanya pecah, setelah mendengar ucapan perintah dari Alex yang sangat berani dengan badan kecilnya.
"Hahahahaha... Hoi lihat, dia sangat berani sekali menyuruhku untuk membersihkan wajahnya." teriak murid tersebut dengan tertawa sambil mengajak semua teman-temannya menghampiri dirinya.
Semua teman-temannya yang sedang berada di luar langsung memasuki kelas dan melihat siapa yang berani melawannya. Di dalam kelas suasana menjadi sangat menyeramkan, karena kedatangan kakak kelas yang berbadan besar mengerumuni Alex dengan jumlah 5 orang.
Teman-teman sekelasnya sudah menyangka bahwa Alex akan babak belur, karena berani membuat masalah terhadap murid berandalan yang orang tuanya adalah ketua gengster yang ada di daerah tersebut.
"Cepat bersihkan air ludahmu!" pinta Alex dengan tatapan yang sangat kesal.
"Hah? Apa yang kamu katakan? Bisakah lebih keras lagi." ucap salah satu teman berandalan tersebut sampai mendekatkan telinganya.
"Sepertinya kalian lebih memilih untuk berkelahi daripada berdamai." ucap Alex sambil mengerutkan dahinya.
"Beraninya kau berkata seperti itu pada kami, dasar cebol!" ucan teman lainnya dengan nada tinggi sambil menarik baju Alex.
"Krepp"
__ADS_1
Teman dari murid berandalan yang menarik baju Alex berniat untuk melesatkan pukulannya, akan tetapi dengan sengaja Alex menendang *********** dengan sekeras mungkin.
"Buuuukkkk"
".........."
Seketika tangan dari murid yang menarik baju Alex terlepas dan terjatuh sambil memegang ***********.
"Akhhhh... Burung masa depanku!" teriak orang tersebut sambil merintih kesakitan yang tak kunjung hilang.
Melihat salah satu temannya terbaring di lantai, murid berandalan tersebut memerintahkan temannya untuk segera memukulnya.
"Dasar bocah sialan!" teriak teman lain dari murid berandalan sambil melesatkan beberapa pukulan padanya.
Dengan spontan Alex menghindari semua pukulan tersebut yang mengarah pada wajahnya.
"Meskipun berbadan besar, tapi pukulan kalian sangat lambat." ucap Alex sambil menginjak kakinya.
"Krekkk"
Injakan kaki Alex cukup kuat dan terarah pada semua jari-jari kaki sehingga dia mengkat salah satu kakinya. Hal ini menjadikan kesempatan emas untuk menendang kaki yang lainnya dari murid tersebut.
"Buuukkk"
Tendangan Alex yang mengarah pada pergelangan kaki membuat murid tersebut terjatuh.
Kemudian dua dari teman lainnya menyerang Alex secara bersamaan.
"Bocah sialan!" teriak teman lainnya sambil mencoba menendang ke arah perut Alex.
Dengan cepat, Alex mundur beberapa langkah kebelakang untuk menghendari tendangannya, dan membuat murid tersebut kehilangan keseimbangannya.
"Hilang keseimbangan itu sangatlah fatal bagi orang yang bertarung." ucap Alex sambil menendang kepala murid tersebut.
"Buuukkk"
Tendangan yang keras membuat murid tersebut terjatuh ke lantai dan hilang kesadaran.
Lalu teman satunya lagi mencoba untuk memukul Alex, karena dia tidak ingin dipermalukan oleh murid yang berbadan kecil.
"Beraninya kau!" teraik murid lainnya sambil melesatkan pukulannya pada Alex.
"Whooossshhh"
Pukulannya langsung melesat pada wajah Alex, akan tetapi dia mengelak dengan cepat lalu menarik tangan tersebut sehingga dia terdorong ke depan.
"Sebaiknya kalian diet saja." ucap Alex sambil memukul dagu murid tersebut dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Buuukkkk"
Seketika murid tersebut tidak sadarkan diri lalu terjatuh ke lantai.
"Brruuukkk"
Semua teman-teman dari murid berandalan yang berbadan besar telah dikalahkan olehnya dengan sangat mudah. Semua yang ada di dalam kelas terkejut dengan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kemudian Alex menatap murid yang telah meludahinya lalu menghampirinya dengan pandangan yang sangat kesal.
"Aku ingin bertanya, apakah kau memilih untuk membersihkan ini atau kau ingin seperti mereka?" tanya Alex dengan raut wajah sangat kesal.
"Be-beraninya kau berbicara seperti itu padaku. Lihat saja nanti ayahku akan membalas perbuatanmu!" jawab murid berandalan tersebut sambil menunjuk dengan jari telunjuknya yang mengarah pada wajah Alex.
Hal ini membuat Alex mulai naik pitam, karena sudah tidak bisa menahan lagi kesabarannya. Dengan cepat Alex menggemgam jari telunjuknya sambil menekannya ke atas.
"Kreepp"
"Kretakk"
"Arrrrrrgggghhhhh"
Teriakkan dari murid berandalan sangat nyaring karena jari telunjuknya di patahkan oleh Alex. Kemudian salah seorang guru menghampiri kelas tersebut setelah mendengar teriakan dari salah seorang murid.
"Hei. Apa yang terjadi disini? Apa yang kamu..." tanya seorang guru tersebut namun perkataannya tidak dilanjutkan, karena dia melihat 5 orang tergeletak di lantai dan 2 diantaranya tidak sadarkan diri.
"Maaf pak, aku hanya memberikan mereka pelajaran karena mereka semua menggangguku ketika aku sedang duduk, terlebih lagi dia meludahiku tanpa sebab." ucap Alex sambil duduk di punggung dari murid berandapan tersebut.
"Sebaiknya kamu meminta maaf padanya, apakah kamu tau siapa orang tua dari murid yang tengah kau kamu duduki?" tanya Seorang guru tersebut sambil memperingatkan Alex tentang apa yang akan terjadi setelahnya.
"Tentu saja aku sangat mengetahuinya. Dan juga anda sebagai seorang guru harusnya bersikap adil, jangan seenaknya menyuruh orang yang tidak bersalah untuk meminta maaf. Asal anda tahu bahwa saya tidak suka dengan orang-orang yang tidak adil dalam menangani suatu masalah!" ucap Alex dengan raut wajah yang belum pernah diperlihatkannya seperti Harimau Putih yanh baru keluar dari tempat persembunyiannya.
Disitulah Alex mulai memgumpulkan semua orang untuk mewujudkan impiannya, sekaligus untuk mencari orang yang membunuh ayahnya.
•••
"Hah... Semoga saja aku bisa melupakan rasa dendam ini yang masih terukir di dalam hatiku sampai saat ini juga." ucap Alex dengan harapan bisa melupakan pembalasan dendamnya pada sekelompok orang yang membuat ayahnya terbunuh.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Setiap Hari up eps terbaru pada pukul 21.00 bila keadaan author sedang normal)...
...(Maaf telat untuk up🙏)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
__ADS_1
...Terimakasih 🙏...