Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster
#22 Ketertarikan Flora


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Dengan pengalihan perhatian yang di ucapkan oleh Rifan, Alex berhasil mendekati mereka tanpa disadarinya musuhnya, dan dia juga berhasil menyelamatkan Flora dari genggaman orang yang mengancam nyawanya.


Disaat itu juga, dengan santainya Alex bertanya mengenai keadaan gadis tersebut, tapi raut wajahnya seketika memerah karena cukup berdekatan. Saking malunya, Flora hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan Alex.


"Baiklah." ucap Alex sambil melepaskan genggaman tangannya, dan membiarkan Flora berdiri sendiri. Namun karena kakinya masih terasa sakit, seketika Flora pun terjatuh pada permukaan tanah.


"Bruukkk"


Semua orang yang berada di sekelilingnya sejenak terdiam, dan penglihatannya terpusat pada jatuhnya Flora. Dalam sekejap raut wajahnya kembali memerah, karena dengan sengaja dia menyembunyikan cedera pada pergelangan kakinya.


"Hah, seharusnya bilang kalau kamu itu tidak bisa berdiri." ucap Alex sambil menepuk dahinya. "Kalau ada yang tertawa akan ku hukum kalian nanti!" Lanjut perkataannya dengan memberi ancaman pada bawahannya ataupun orang yang menjadi musuhnya.


Saking gak kuatnya untuk menahan tawa, dengan sengaja Rifan mengacungkan tangannya, dan sesegera mungkin pergi ke bagian belakang dari anggotanya, lalu sekiranya sudah agak jauhan dia tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha..." tawa Rifan dengan leluasa sambil sedikit mengeluarkan air matanya. Hal inipun mengundang bawahannya, dan secara serentak mereka melakukan hal yang sama seperti Rifan.


"Hah dasar kalian ini, awas saja nanti." gumam Alex dalam hatinya, lalu dia kembali fokus pada musuh yang tersisa.


Melihat Rifan beserta bawahannya pergi cukup jauh dari Alex, semua teman dari orang yang dipukul olehnya, menyangka kalau ini adalah kesempatan bagi mereka untuk membalikkan keadaan.


"Hei bocah, berani beraninya kau memukul teman kami sampai tidak sadarkan diri! Apakah kau tidak mengetahui konsekuensi nya seperti apa hah?" ucap salah satu orang tersebut dengan meremehkan Alex.


"Dasar bocah yang berkeinginan menjadi seorang pahlawan!" ucap orang yang berada di dekatnya sambil melesatkan sebuah pukulan pada wajah Alex.


"Woosshh"


Dengan spontan, Alex mengelak ke arah samping, lalu membalas serangan dari orang tersebut dengan menendang *********** sampai orang itu terjatuh dan merintih kesakitan. Melihat hal itu, emosi dari teman yang lainnya terpancing, dan mereka tidak segan untuk menyerang Alex bersama-sama.


Akan tetapi, dikarenakan insting serta pengalamannya dalam bertarung dengan orang yang lebih dewasa darinya, Alex berhasil mengalahkan 3 dari sisa orang itu dalam waktu kurang dari satu menit.


"Benarkan apa yang kukatakan sebelumnya! Berani-beraninya kalian berurusan dengan ketua kami." ucap Rifan sambil berjalan mendekat, lalu di ikuti oleh bawahannya.


"Candaan apa itu hah? Bocah sekecil ini adalah ketua kalian? Jangan bercanda!" teriak orang tersebut, sambil menyuruh teman yang lainnya untuk melawan Alex.


Seberapa besarnya tubuh orang yang dihadapi nya, tidak ada sedikitpun rasa takut dalam pikiran Alex, dia malah tersenyum sambil menunjukkan ekpresi wajah yang cukup menyeramkan untuk dilihat.


"Sungguh, aku tidak ingin melihat ekpresi nya itu, karena hal ini mengingatkan ku kembali pada pertarungan satu lawan satu dengannya. Hah sungguh mengerikan meski dalam usianya yang jauh lebih muda dariku." gumam Rifan dalam hatinya sambil merinding. "Salah kalian sendiri yang tidak mempercayai perkataanku, jadi aku hanya bisa mendoakan kalian saja." lanjutnya dengan melihat perkelahian Alex dengan sisa orang itu, dan lagi-lagi mereka terjatuh hanya dengan satu pukulan.

__ADS_1


Meskipun Alex lebih muda dibandingkan bawahannya, dia memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan dengan orang lain. Pukulan yang dilesatkan olehnya tidak sembarang, melainkan mengenai tepat pada titik kelemahan yang dimiliki oleh manusia.


Bertahun-tahun Alex belajar mengenai hal tersebut dan kini secara langsung mempraktikkan nya pada tubuh manusia. Namun itu hanyalah salah satu yang dipelajari oleh nya, dan masih banyak lagi yang dia pelajari terutama kesukaannya itu adalah menggunakan pisau.


"I-ini, ti-tidak mungkin terjadi kan? Masa kalian kalau sama bocah seperti dia!" teriak orang tersebut yang tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Hanya dalam waktu hitungan menit, 10 dari mereka terjatuh dan kini tersisa 5 orang yang masih berdiri.


"Bila masih ragu, kenapa kau tidak coba sendiri dalam mengahdapiku?" tantang Alex sambil berjalan mendekati nya.


"Uggghhh..." ucap orang tersebut, lalu dia bertekad untuk menghadapi nya secara langsung, dan diwaktu yang tepat berlari ke arah Alex.


Melihat hal itu, Alex sudah mempersiapkan diri untuk melesatkan pukulan dari pipa besi itu pada titik vital, akan tetapi ketika dia hendak melakukannya, seketika orang itu bersujud sambil meminta belas kasihnya.


"Tolong ampuni aku!" pinta orang tersebut sambil bersujud dihadapan Alex, lalu hal itu juga dilakukan oleh ke 4 orang lainnya yang tersisa.


"Hah?" ucap Alex dengan raut wajah kebingungan, karena telah salah mengira. Dipikirnya mereka akan bertarung sampai titik darah penghabisan, namun yang ada hanyalah memohon pengampunan dan menyerahkan diri pada pihak yang berwajib.


"Hahahaha... Benarkan apa yang aku katakan sebelum nya." tawa Rifan setelah melihat sisa dari musuhnya memohon ampun sambil bersujud.


"Aku serahkan sisanya kepadamu!" pinta Alex sambil membalikkan badannya, dan hendak berjalan menjauhi mereka semua.


Tak disangka, perkataan yang di ucapkan oleh orang tersebut hanyalah untuk mengalihkan perhatian Alex, dan secara perlahan-lahan dia mengambil pisau lipat dari sakunya, lalu menyerangnya daei arah belakang.


Flora yang melihat orang itu mengeluarkan pisau lipat, dengan segera memperingatkan Alex akan bahaya yang mengancam nyawanya. Namun perkataannya itu tidak sampai selesai di ucapkan oleh Flora, karena sedari awal Alex tidak percaya akan ucapannya.


Seketika Alex membalikkan badannya, sambil melakukan tendangan yang cukup keras dan mengarah tepat pada bagian kepalanya.


"Buuukkk"


Tendangan tersebut mengenai tepat pada titik kelemahan manusia, dan secara instan dia terjatuh tak sadarkan diri. Melihat hal itu ke empat orang temannya tidak berani melakukan hal yang sama, dan mereka memilih untuk menyerahkan diri daripada mengalami nasib buruk seperti 11 orang lainnya.


"Hah, dasar orang tak waras." ucap Alex sambil menghela nafasnya. "Hoi Rifan, segera urus mereka semua, aku ingin pulang lebih awal karena memiliki janji dengan ibuku." lanjutnya dengan memberikan perintah pada bawahannya.


"Baik ketua, tapi bagaimana dengan gadis itu?" jawab Rifan, lalu dia kembali bertanya kepadanya mengenai Flora yang masih terluka.


"Ah iya, kakinya cuma terkilir kan." tanggap Alex, lalu dia membantu nya untuk mengatasi pergelangan kaki yang terkilir.


Tanpa berpikir panjang Alex berjalan mendekati Flora yang masih duduk pada permukaan tanah, lalu dia memegang pergelangan kakinya yang terkilir dan memberitahukannya kalau hal ini akan sedikit sakit.


Flora hanya menganggukkan kepalanya dan menyiapkan dirinya untuk rasa sakit yang belum pernah ia rasakan. Akan tetapi ketika Alex hendak melakukan hal itu, Zaenal secara tiba-tiba terbangun dari pingsannya, lalu melihat ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Karena tidak mengetahui semua kejadian nya itu, Zaenal langsung melesatkan sebuah tendangan ke arah kaki Alex, namun dengan sigap dia melompat supaya tidak terkena serangannya.


"Hupp"


Seketika Alex pun berdiri di dekat Flora, dan dia hendak berbicara untuk menjelaskan semuanya kepadanya. Akan tetapi sebuah pukulan dilesatkan di arahkan pada Alex, dan secara spontan dia mengelak. Hal itu terus terjadi dalam beberapa kali serangan, namun pukulan yang dilancarkan nya itu sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh nya.


"Apa apaan bocah ini? Pukulanku sama sekali tidak mengenai nya!" gumam Zaenal sambil menyerang Alex tanpa henti.


"Papa, berhenti!!!" pinta Flora dengan nada tinggi. "Apa yang papa lakukan dengan penyelamat ku?" lanjutnya dengan bertanya. Mendengar perkataan seperti itu, Zaenal langsung berhenti menyerang Alex dan kini dia merasa kebingungan.


"Ehh, hah, jadi bocah ini!?" tanya Zaenal sambil menunjuk ke arah Alex.


"Ya benar, dialah orang yang sudah menyelamatkan aku dan mereka semua adalah orang-orang yang sangat baik." jawab Flora sambil menunjuk pada semua bawahan Alex dengan jumlah lebih dari 100 orang.


"Ahh kalau begitu, aku sungguh minta maaf atas kesalahpahaman ini." ucap Zaenal sambil membukukan sebagian tubuhnya pada Alex beserta semua orang yang berada di sekitarnya.


"Tak masalah, semua orang pasti bakalan beranggapan seperti itu demi melindungi anaknya dari bahaya, terlebih lagi aku bukan kenalan kalian." jawab Alex, lalu dia kembali berjalan mendekati Flora untuk menyembuhkan cederanya. "Mungkin ini agak sakit, jadi tahanlah sebentar." lanjutnya sambil memegang pergelangan kaki Flora, lalu dengan cepatnya Alex menyembuhkan nya hingga berbunyi suara.


"Kreekk"


Kemudian Alex meminta Flora untuk menggerakkan kakinya, dan menyuruhnya untuk berdiri. Mendengar perkataan itu, Flora menuruti apa yang diminta olehnya, lalu dia mencoba berdiri kembali dan tidak merasakan rasa sakit lagi pada pergelangan kakinya.


Tanpa banyak bicara, Alex langsung beranjak pergi dari tempat tersebut, akan tetapi Flora menghentikannya karena dia ingin membalas kebaikannya dengan mengajaknya untuk makan bersama.


"Terimakasih atas ajakannya, namun saat ini aku harus buru-buru pulang." ucap Alex dengan menolak ajakannya.


"Ahh, kalau begitu, sebagai rasa terimakasih dan permintaan maafku, ambillah ini!" sambung Zaenal dengan memberikan sebuah alamat, tanda dari identitas keluarganya.


"Sekali lagi terimakasih, dan anda tidak perlu melakukan hal itu kepadaku. Lagian juga kami semua hanya orang lewat." jawab Alex dengan menolak pemberiannya, lalu dia bergegas pulang ke rumah.


Begitu pula dengan Rifan beserta bawahannya, mereka langsung membereskan tempat itu, lalu mereka semua berjalan menuju pihak yang berwajib untuk menangani orang-orang yang berbuat kejahatan.


Disitulah kenangan Flora yang membuat dirinya tertarik kepadanya, namun sampai sekarang dia tidak pernah tahu kalau orang yang dulu menyelamatkannya berada dekat dengannya.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...Untuk Update dilakukan pada waktu 19.00 WIB...

__ADS_1


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2