
...*Selamat Membaca*...
Kembali lagi pada pertarungan Alex.
Di dalam pertarungan melawan semua bawahan Dimas yang berjumlah 50 orang, kini tinggal tersisa 20 orang lagi. Semua orang yang sedang menonton kejadian tersebut tercengang, karena dalam waktu 7 menit Alex berhasil menumbangkan 30 orang tanpa terluka sedikitpun.
Namun, ketika Alex hendak menyerang orang selanjutnya, secara tiba-tiba HP dalam sakunya berbunyi. Dengan spontan dia menghentikan pukulannya tepat di depan wajah orang tersebut, lalu dengan dinginnya meminta untuk berhenti dan melanjutkan kembali setelah selesai menelpon.
Setelah melihat HP miliknya, ternyata orang yang menghubunginya itu adalah Shalim. Dengan segera Alex mengangkat telepon tersebut dan berharap kalau paman Shalim mendapatkan petunjuk atas hilangnya Olivia.
"Halo paman! Bagaimana hasilnya? Apakah paman sudah mendapatkan petunjuk?" tanya Alex dengan mengharapkan yang terbaik.
"Iya, tuan muda. Saya sudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber dan sekarang akan menceritakannya secara langsung." jawab Shalim dengan menceritakan informasi tersebut.
Di dalam pembicaraannya, Shalim mengatakan kalau Olivia dibawa keluar dari dalam rumah hantu oleh seseorang yang berprofesi sebagai badut penghibur. Dia sama sekali tidak memberontak ketika dibawa oleh orang tersebut, dan kemungkinan besar Olivia tidak sadarkan diri.
Seketika kemarahan Alex meluap setelah mendengar kalau Olivia diculik oleh orang yang bersangkutan dengan petugas rumah hantu, sampai-sampai mengepalkan kepalan tangannya hingga bersuara seperti ingin meretakkan sesuatu.
"Kreeekkkk"
Disisi lain, Dimas kembali memberikan perintah pada sisa bawahannya untuk menyerang Alex selagi pandangannya teralihkan. Akan tetapi, sorotan mata tajam diperlihatkan oleh Alex padanya dan membuat dirinya merasakan ketakutan yang sangat mendalam.
"Ughhh... Mengapa dia terlihat sangat berbeda daripada sebelumnya." gumam Dimas dalam hatinya dengan takut. "Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi selanjutnya, yang terpenting kita harus memanfaatkan hal ini untuk menghajarnya!" lanjutnya dengan memberikan perintah.
Tanpa berpikir panjang, semua bawahan Dimas yang tersisa mulai kembali menyerang Alex ketika dia masih menelpon seseorang. Namun baru saja mereka melangkahkan kakinya satu langkah ke depan, hanya dalam sekejap Alex melesatkan 3 pukulan dan membuat 3 orang tergeletak tidak sadarkan diri.
"Kali ini aku benar-benar tidak punya waktu. Kalau kalian masih bersikeras menghalangiku, jangan salahkan aku bila salah satu tangan maupun kaki kalian patah." ancam Alex dengan raut wajah kesal, lalu dia berjalan melewati mereka semua.
"Dasar bocah sombong, mana mungkin aku percaya dengan perkataan konyolmu itu!" teriak Dimas sambil melesatkan sebuah pukulan mengarah tepat pada wajah Alex.
"Whooosss"
Namun dengan sigap, Alex menghindari serangannya lalu dia membalasnya dengan menginjak lututnya menggunakan tumit dari kaki kanan.
__ADS_1
"Buuukkkk"
"Kraaaakkksss"
Seketika Dimas terjatuh sambil merintih kesakitan, karena kaki kirinya patah akibat di injak dengan sangat keras oleh Alex.
"Argghhh... Sakit... Sakit sekali..." teriak Dimas sambil memegang kaki kirinya dengan kedua tangannya.
"Jadi, siapa lagi yang ingin seperti dia?" tanya Alex dengan menatap semua bawahannya yang tersisa.
"Ti-tidak... Ka-kami tidak akan menghalangimu lagi..." jawab salah satu bawahan Dimas dengan dipenuhi rasa takut.
"Aku harap, kalian tidak ada sangkut pautnya dengan penculikan anak di taman bermain. Bila kalian terlibat, jangan berharap kembali ke rumah dengan tangan yang sehat." ancam Alex dengan sorotan mata yang tajam, lalu dia kembali melanjutkan pencarian Olivia.
Setelah melihat Alex pergi menjauh, beberapa bawahannya yang tersisa segera membantu Dimas yang mengalami patah tulang pada bagian kaki, dan beberapa orang lainnya membangunkan rekannya.
Selang waktu beberapa menit, akhirnya Flora tiba di tempat kejadian tersebut. Dia langsung terkejut setelah melihat Dimas beserta 33 orang lainnya tergeletak di atas permukaan aspal.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi barusan?" tanya Flora dengan memastikan kalau siaran langsung pada HP Aurela adalah kenyataan.
"Jadi pertarungan yang disiarkan secara langsung itu bukanlah sebuah rekayasa, bahkan dia mematahkan kaki dari seorang wakil ketua." gumam Flora dalam hatinya dengan sulit percaya akan kebenarannya. "Sepertinya aku sudah tidak berminat lagi untuk memberinya pelajaran, jadi kita hentikan sampai disini saja." lanjutnya.
"Mana mungkin aku membiarkan bocah itu begitu saja, setelah apa yang dia lakukan terhadapku. Akan ku pastikan, dia tidak akan hidup dengan tenang sampai aku balas dendam!" jawab Dimas, dengan mengabaikan permintaan dari Flora.
"Terserah apa yang ingin kau lakukan, karena hari ini aku sudah tidak ada hubungannya dengan kalian." ucap Flora, lalu dia pergi kembali menuju saudarinya yang berada di taman bermain.
"Ughh dasar wanita sialan, bila dia bukan anak dari seorang jendral mungkin aku sudah melakukan sesuatu kepadanya." gumam Dimas sambil pergi menuju markasnya.
Di sisi lain...
Alex yang baru saja mendapat kabar dari Shalim mengenai Olivia, dia langsung pergi menuju salah satu perusahaan motor terbesar yang tidak jauh dari tempatnya. Tanpa membuang banyak waktu, dia langsung masuk begitu saja tanpa diperiksa terlebih dahulu oleh petugas keamanan yang sedang berjaga di pintu depan.
"Hei kau!" panggil seorang petugas dengan nada tinggi, sambil menghentikan Alex yang menerobos masuk.
__ADS_1
"Aku sedang terburu-buru, sampaikan pada atasan kalian kalau aku membutuhkan sebuah motor sekarang juga." jawab Alex sambil memperlihatkan identitas miliknya, yakni seorang pemimpin di berbagai perusahaan besar dan salah satunya adalah tempat tersebut.
Seorang petugas keamanan tersebut langsung mengambil kartu Identitas yang diperlihatkan oleh Alex, lalu dia memperhatikannya sebaik mungkin. Akan tetapi, dia ragu kalau identitas tersebut apakah asli atau palsu.
"Sepertinya kartu ini harus diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui keasliannya." ucap petugas tersebut dengan tidak percaya pada perkataan Alex.
Dikarenakan Alex tidak ingin membuang banyak waktu, dia langsung masuk ke dalam lalu melihat beberapa motor yang dipajang di ruangan utama dan harganya mencapai ratusan juta. Akan tetapi, petugas tersebut menghalangi jalannya, sambil meminta Alex untuk menunggu.
Kesabaran Alex sudah hampir mencapai batasnya, dan dia bersikeras meminta manager dari perusahaan tersebut untuk segera menemui nya dalam waktu 5 menit. Namun petugas tersebut tidak mendengarkan pembicaraan nya dan malah mencurigai Alex kalau dirinya itu berniat menyombongkan diri.
Seketika hendak terjadi pertikaian antara mereka berdua, dan hal itu tentu saja membuat pelanggan lain terganggu. Alhasil manager dari perusahaan itu keluar dari ruangannya, setelah mendengar sebuah keributan di ruang utama.
"Bisakah kalian tenang!" teriak manager tersebut setelah membuka pintu. "Apakah kalian ini tidak mempunyai kesopanan dalam..." lanjutnya, namun perkataan nya tidak dilanjutkan setelah melihat Alex datang mengunjungi perusahaan miliknya.
Dengan cepat manager tersebut berlari ke arah Alex, lalu dengan sangat sopan dia memberikan ucapan selamat datang. Tindakan yang dilakukan oleh manager tersebut membuat orang disekitarnya sangat kebingungan serta berbisik mengenai identitas Alex.
"Ma-manager, kenapa anda bersikap seperti itu pada bocah ini?" tanya petugas keamanan.
"Diam dan lanjutkan pekerjaan kalian, biar aku sendiri yang menangani tuan muda ini." jawab manager tersebut dengan memberikan perintah pada petugas keamanan tersebut.
"Kesampingkan kejadian barusan, karena aku tidak memiliki banyak waktu lagi. Akan kubeli motor ini sekarang juga, dan tolong urus surat-suratnya, nanti paman ku akan datang kesini." ucap Alex sambil menaiki motor yang di pilihnya.
"Baiklah tuan muda, secepatnya akan kami urus." jawab manager tersebut dengan tersenyum.
"Dan satu hal lagi, kartu Identitas ku berada di tangan petugas itu, jadi sekalian titipkan pada paman ku nanti." sambung Alex, lalu menyalakan motornya dan pergi langsung dari tempat tersebut.
Beberapa saat setelah kepergian Alex, petugas yang menahan kartu Identitas nya menanyakan asal usul mengenai dirinya. Akan tetapi manager itu hanya menjawab, kalau dirinya itu tidak pantas mengetahui Identitas nya, dan meminta dia untuk segera memberikan kartu Identitas tersebut.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...Untuk Update dilakukan pada waktu 19.00 WIB...
__ADS_1
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....
...Terimakasih 🙏...