Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster
#17 Hilangnya Seorang Anak Dari Panti Asuhan


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Setelah mencapai waktu 10 menit, Alex pun akhirnya terbangun dari tidurnya. Lalu dia menggosok kedua matanya dan melihat anak-anak yang sedang asyik bermain dengan caranya masing-masing. Dia sama sekali tidak menyadari kalau Olivia telah hilang, karena tidurnya yang cukup nyenyak akibat kelelahan, membuat dirinya menurunkan kewaspadaannya.


"Baiklah anak-anak, sebelum kita melanjutkan penjelajahan rumah hantu ini, kakak akan menghitung dulu jumlah kalian." ucap Alex, lalu dia menghitung semua anak yang berada di dalam ruangan yang sama dengannya.


Setelah selesai menghitung anak-anak, jumlah yang tadinya 15 orang, kini menjadi 14 orang. Hal ini tentu saja membuat Alex sangat terkejut dan mencari siapa anak yang hilang.


"Satu orang teman kalian hilang, apakah ada yang tahu pergi kemana?" lanjut Alex dengan bertanya pada anak-anak.


Semua anak-anak saling bertanya pada teman yang lainnya, namun mereka tidak tahu siapa yang telah pergi tanpa sepengetahuan mereka. Namun salah seorang anak teringat, kalau tadi Olivia sedang berada di dekatnya akan tetapi dia entah pergi kemana karena sama sekali tidak memberitahu dirinya.


Mendengar perkataan dari anak tersebut, Alex menatap satu persatu anak yang berada di hadapannya. Dan akhirnya perkataan anak itu benar, kalau Olivia tidak berada di ruangan ini bersama dengannya.


"Ugghhh, sial. Gara-gara aku kelelahan, aku lalai dalam menjaga anak-anak." gumam Alex dalam hatinya, sambil mencengkram wajahnya dengan sangat menyesal. Tanpa berpikir panjang, Alex mengajak anak-anak keluar terlebih dahulu karena bila dia mencari Olivia, takutnya anak yang lain bakalan hilang juga.


Sesampainya diluar, Alex sesegera mungkin membawa anak-anak menemui pengurus dari panti asuhan, lalu menceritakan padanya kalau Olivia telah hilang. Seketika pengurus tersebut merasa sedih, dan takut akan terjadi apa-apa dengannya.


"Maafkan aku yang telah lalai menjaga anak-anak bu." ucap Alex sambil menundukkan kepalanya. "Aku akan mencarinya sekarang, dan ibu segera amankan anak-anak di pos penjaga yang tidak jauh di dekat sini. Aku berjanji kalau Olivia akan segera menemukan Olivia dengan keadaan baik-baik saja." lanjut Alex dengan mengepalkan tangan kanannya.


Setelah itu, Alex langsung pergi dan menghubungi kepala petugas taman bermain kalau ada seorang anak yang hilang dalam rombongannya. Dengan segera kepala petugas tersebut menyuruh bawahannya untuk menutup semua jalur keluar dan melanjutkan pencarian terhadap Olivia.


30 menit sudah berlalu, dan Olivia masih belum juga ditemukan meski Alex bersama dengan petugas yang lain memasuki kembali rumah hantu. Hal ini tentu saja membuat Alex naik pitam, sampai akhirnya dia menanyakan pada petugas rumah hantu.


"Hei kau, bukankah tadi bilang akan dipermudah ketika kami masuk kesana? Dari awal perkataan mu sangat mencurigakan, apakah kau yang merencanakan semua ini?" tanya Alex sembari menarik bajunya.


"Ughhh bocah sialan ini, awas saja kau nanti. Untuk sekarang aku harus berpura-pura tidak tau, agar aku tidak ditanyai oleh yang lainnya." gumam petugas rumah hantu dalam hatinya dengan perasaan kesal. "Aku juga tidak mengetahui kalau hal ini akan terjadi... Aku berkata sesuai dengan panduan yang harus diberikan pada semua pengunjung disini. Sungguh, aku tidak tau..." lanjutnya dengan berpura-pura menangis serta menyesal.


"Ciihhh... Meskipun aku memaksanya untuk mengakui perbuatannya, namun bila tidak ada bukti yang kuat aku tidak akan berdaya menghadapinya." gumam Alex dalam hatinya sambil melepaskan cengkraman pada kerah bajunya.


"Bocah tetaplah bocah, kau mana mungkin bisa menemukan anak itu karena sudah pergi dari sini beberapa waktu yang lalu. Hahahaha." ucap petugas rumah hantu dalam hatinya, lalu dia lanjut berpura-pura pada petugas yang lainnya.


Perasaan Alex sudah mencapai batasannya, kini dia terpaksa harus melakukan pencarian menggunakan identitas sebagai ketua gangster White Tiger.


"Ternyata sampai saat ini juga, masih ada orang yang melakukan pekerjaan kotor seperti ini. Namun hal ini tidak bisa dimaafkan karena mereka telah mengusik keluargaku." gumam Alex dalam hatinya sambil pergi menjauh.


Disisi lain, Kelima gadis kembar tidak sengaja melewati jalan tersebut dan melihat taman bermain dipenuhi dengan pihak kepolisian. Mereka bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi disana, namun mereka melihat kalau Alex sedang berdiri disana sambil berbicara dengan pihak kepolisian.


"Eh bukankah orang itu yang menjahili Stela?" tunjuk Shintya dari dalam mobil.


"Iya benar, itu memang dia." sambung Aurela dengan sangat yakin.


"Jangan membahas lagi yang waktu itu, mana mungkin aku menyukai seseorang dengan sikap seperti itu." sambung Stela dengan cemberut dan memasang wajah kesal.

__ADS_1


"Apa yang sedang terjadi dengannya?" tanya Emilia dengan sangat penasaran.


"Ternyata orang itu berada disini, tapi kenapa dia masih baik-baik saja!? Apakah mereka gagal melakukannya!? Kalau begitu aku harus menghubungi mereka lagi dan memperingatkan supaya tidak boleh gagal lagi memberi pelajaran padanya." gumam Flora dalam hatinya, sambil mengirim pesan pada Perdi serta lokasi keberadaannya.


"Kenapa kamu diam saja Flora? Memangnya apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Emilia sambil melihat apa yang sedang di ketik dalam HP miliknya.


"Hiiii..." Flora sangat terkejut, lalu dia membalikkan HP miliknya karena tidak ingin ketahuan oleh kakak pertamanya. "Ahhh... A-aku hanya sedang melihat beberapa postingan mengenai tas yang lagi ngetrend." lanjut Flora dengan menjawab pertanyaan Emilia namun tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya.


"Hmmm... Kalau begitu rekomendasikan tas apa saja yang sedang trend nanti pada kakak ya." pinta Emilia dengan percaya begitu saja pada perkataannya.


"Uggghhh hampir saja aku ketahuan... Untung saja aku sesegera mungkin membalikkan HP milikku." gumam Flora dalam hatinya dengan perasaan lega. "Ah iya, tentu saja." lanjutnya.


"Bila kamu fokus pada tas yang sedang trend, berarti kamu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi disana." ucap Emilia dengan menunjuk ke arah taman bermain.


"Meskipun mataku fokus pada HP milikku, tapi aku bisa mendengar kalian membicarakan orang yang kurang ajar pada Stela." jawab Flora sambil menatap Alex dari dalam mobil.


"Kenapa kamu bilang seperti itu? Bukannya kalian berdua sudah dekat, bahkan di dalam akademi pun saling kenal satu sama lainnya." tanya Emilia dengan sedikit tertawa.


"Hah? Mana mungkin aku dekat dengan orang seperti itu, meskipun dia terlihat tampan tapi kalau kelakuannya seperti mata keranjang pasti tidak akan ada wanita yang menyukainya." jawab Flora dengan percaya diri.


"Hati-hati dalam pembicaraanmu itu, di dalam game ada yang menyebutkan, semakin kamu membenci orang itu suatu saat kalian akan saling memperhatikan dan pada akhirnya membuat ikatan cinta dengannya." sela Aurela dengan raut wajah dingin.


"Apa kami bilang? Mana mungkin hal itu akan terjadi, itu kan hanya cerita di dalam game yang sering kamu mainkan." ucap Flora dengan kesal karena tidak terima.


"Tapi bisa saja kan jadi kenyataan." jawab Aurela dengan bersikeras kalau perkataan dari orang tersebut memang benar sesuai dengan kenyataan.


"Bila kamu menjawab seperti itu, berarti kamu harus menerima kenyataan seperti orang itu katakan." jawab Aurela dengan raut wajah dingin.


"Apa? Dasar maniak game, dari dulu kau selalu saja membuatku berpikir yang aneh-aneh." ucap Flora dengan sangat kesal, dan hendak menarik baju Aurela namun sesegera mungkin di hentikan oleh 3 saudara lainnya.


"Hentikan perdebatan kalian, alangkah baiknya kita menghampirinya karena hanya dia yang baru saja kita kenal." lerai Emilia sambil membujuk saudarinya.


Mendengar perkataan seperti itu, mereka berdua menghentikan perdebatannya lalu ikut turun dan menanyakan apa yang sedang di alami olehnya. Akan tetapi, ketika mereka menuju lokasi tersebut, secara tidak sadar Alex sudah menghilang dan entah pergi kemana.


"Ehh, bukannya tadi dia berada disini? tanya Emilia sambil menengok kesana kemari mencari keberadaan Alex.


"Hah, daripada kita pusing mencarinya hanya untuk menanyakan apa yang terjadi, lebih baik tanya langsung saja kepada pak polisi yang sedang berdiri disana." tunjuk Shintya pada pak polisi yang sedang berdiri di depan pintu masuk taman bermain.


"Kamu benar juga, kalau begitu mari kita bertanya kepadanya." ajak Emilia, lalu menghampiri nya dan diikuti oleh saudarinya.


Mendengar langkah kaki yang mendekat, pihak kepolisian tersebut langsung menoleh pada asal suara tersebut. Seketika dia sangat terkejut kalau yang mendatanginya itu adalah ke lima putri dari seorang jenderal tertinggi di negara Indonesia.


"Selamat siang nona." sapa polisi tersebut sambil tersenyum. "Kalau boleh bapak tahu, ada keperluan apa sehingga nona datang ke tempat seperti ini?" lanjutnya dengan bertanya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertanya, apakah anda melihat kemana perginya seorang laki-laki yang seumuran denganku?" tanya balik Emilia.


"Hmm... Oh laki-laki yang tadi, apakah itu teman anda nona?" jawab polisi tersebut, lalu bertanya kembali untuk memastikan kalau itu adalah temannya.


"Dia bukan..." jawab Flora namun Shintya dan Stela membungkam mulutnya bersama-sama.


"Iya benar, itu salah satu teman kami di Akademi yang sama." ucap Shintya sambil sedikit tertawa.


"Tapi nona ini barusan bilang..." ucap polisi tersebut namun perkataannya disela oleh Aurela.


"Hiraukan saja perkataannya barusan, karena dia tidak ingin hubungannya..." sela Aurela namun perkataannya tidak dilanjutkan karena Emilia membungkam mulutnya.


"Ahh maaf Pak, hiraukan saja perkataan mereka barusan, karena kedua adikku ini mungkin sedang mabuk perjalan. Jadi perkataannya sama sekali tidak menyambung. Ahahaha" ucap Emilia dengan sedikit tertawa.


"Ahh, a... Iya... Bila laki-laki itu teman nona, dia pergi menuju arah sana untuk mencari anaknya yang hilang." jawab polisi tersebut sambil menunjuk ke dalam taman bermain.


"Hah?" ucap semua saudari kembar dengan serentak.


"Ja-jadi, orang itu sudah memiliki anak?" tanya Emilia dengan ragu akan percaya.


"Jadi, dia sudah mempunyai keluarga meski umurnya sama dengan kita?" sambung Shintya.


"Ehemm... Maksudku bukan seperti itu nona." jawab polisi tersebut, lalu menceritakan apa yang sedang terjadi di taman bermain.


Kemudian pihak kepolisian tersebut menceritakan kejadian yang di alami oleh Alex beserta rombongannya. Dia mengatakan kalau salah satu anak perempuan dari panti asuhan telah hilang dengan nama Olivia. Singkat cerita, Alex sama sekali belum memiliki anak dan dia masih lajang sesuai dengan identitas yang diberikan olehnya.


Kini dia sedang mencarinya dengan caranya sendiri, meski pihak kepolisian meminta untuk tetap tenang dan menyerahkan anak yang hilang tersebut kepadanya.


"Kalau masih sempat, mungkin nona bisa bertemu dengannya di dalam pos penjaga yang tidak jauh dari gerbang depan." ucap polisi tersebut.


"Baiklah pak, terimakasih atas informasinya." ucap Emilia, lalu dia langsung pergi ke dalam taman bermain dan di ikuti oleh saudarinya.


Sesampainya di dalam taman bermain, kelima gadis kembar melihat Alex yang tengah berbicara dengan seorang perempuan dan dikelilingi oleh anak-anak kecil. Mereka berlima berpikir kalau semua anak tersebut berasal dari panti asuhan, karena seragam yang dikenakan mereka sudah tidak asing lagi.


"Maaf, bila aku mengganggu pembicaraanmu." ucap Emilia pada Alex yang tengah berdiri membelakanginya.


"Iya, tidak apa-apa." jawab Alex sambil menoleh kebelakang, lalu dia sangat terkejut kalau orang yang berbicara kepadanya itu adalah Emilia beserta empat saudari lain yang mengikutinya.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...Untuk sementara hari up episode terbaru tidak menentu namun jamnya masih bisa ditentukan, yakni pada pukul 21.00 WIB. Author berharap pada para pembaca semua untuk memfavoritkan novel ini, supaya kelanjutannya tidak ketinggalan....

__ADS_1


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2