Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster
#21 Kenangan Flora Waktu Diselamatkan


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Kenangan yang dimiliki oleh Flora dikala beberapa tahun lalu tidak pernah sedikit pun dia lupakan, terlebih lagi ketika melihat cara bertarung Alex sangat mirip dengan seseorang yang sudah menyelamatkannya dalam kejadian itu.


*Kembali pada masa lalu*


Di waktu itu, kedua orang tua dari kelima gadis kembar berniat mengajak liburan setelah semua anaknya lulus sekolah menengah. Hal ini sengaja dilakukan, semata-mata untuk mendekatkan diri dengan anak-anak, karena jarang sekali memliki waktu untuk berkumpul ataupun beraktivitas bersama.


Ibu dari kelima gadis kembar tersebut sempat menanyakan pada ke lima anaknya, mengenai ke tempat yang ingin dituju. Tentu saja jawaban dari mereka beragam, dan kedua orang tuanya cukup sulit untuk menentukan saran dari mereka.


Tak lama, ayah dari kelima gadis kembar tersebut memberikan saran pada mereka semua, kalau liburan kali ini akan mengunjungi taman bermain yang terletak di kota sebelah.


"Aku yakin, kalian semua akan senang terlebih lagi tempat itu yang baru-baru ini terkenal, ditambah lagi pemandangan, kenyamanan serta keamanannya sangat bagus." ucap Zaenal dengan menjelaskan sedikit kelebihan dari tempat tersebut.


Mendengar perkataan nya seperti itu, kelima anaknya setuju dengan saran yang diberikan, dan mereka mulai bersiap-siap membenahi barang-barang yang ingin dibawa ketika berada di tempat tersebut.


Keesokan harinya bertepatan pada hari minggu...


Mereka semua sudah bersiap, dan kelima anaknya bangun sangat pagi, karena sudah tidak sabar untuk pergi ke taman bermain tersebut. Setelah semuanya dipersiapkan, mereka semua masuk ke dalam mobil mewah, dan langsung berangkat ke tempat tujuan.


Seharusnya salam waktu kurang lebih 2 jam sampai ke tempat tujuan, namun dikarenakan adanya kemacetan di jalur tol, mereka semua tiba dalam waktu 4 jam dari awal keberangkatan.


"Hah, akhirnya tiba juga. Sungguh perjalanan yang cukup merepotkan terlebih lagi dilakukan pada hari minggu." keluh kesal Zaenal, sambil keluar dari dalam mobil tersebut.


"Yang paling penting kita sudah sampai ke tujuan dengan selamat, jadi kamu tidak boleh bilang seperti itu apalagi di depan anak-anak kita." tanggap Sabrina Angela sambil menasihati suaminya.


Tidak lama setelah itu, ayah dari kelima gadis kembar tersebut pergi terlebih dulu kebagian pembelian tiket masuk untuk mengurus semuanya, sedangkan ibu beserta kelima gadis kembar tersebut disuruh menunggu di tempat duduk yang tidak jauh darinya.


Dalam waktu singkat, akhirnya Zaenal kembali menemui mereka dan mengajaknya masuk ke dalam taman bermain. Mendengar perkataan seperti itu, semua anaknya terlihat sangat senang, dan mereka berjalan penuh dengan semangat.


Sesampainya di dalam, kelima gadis kembar tersebut terlihat sangat senang, ketika melihat berbagai macam permainan yang berada di taman bermain tersebut.


"Bagaimana anak-anak? Ayah tidak berbohong kan pada kalian?" tanya Zaenal dengan tersenyum lebar, karena perkataan nya itu sesuai dengan kenyataan. Semua anaknya hanya menganggukkan kepala mereka, karena masih terpesona dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


"Baiklah, apalagi yang kita tunggu, ayo kita bermain sepuasnya dimulai dari itu!" lanjutnya dengan menunjuk ke arah permainan pertama.


Berbagai macam permainan dari yang pertama sampai yang terakhir mereka lakukan, dan diantara kelima gadis kembar tersebut ada yang merasa takut, senang dan tertawa pada masing-masing permainan yang mereka naiki.


Tak lama setelah menikmati setengah dari permainan tersebut, ibu dari kelima gadis kembar tersebut memutuskan untuk beristirahat sejenak, karena sudah waktunya untuk makan siang. Mendengar hal itu, Zaenal langsung mengajak mereka semua ke tempat peristirahatan, yang dimana terdapat berbagai macam makanan.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit berjalan kaki, akhirnya mereka telah sampai ke tempat yang dituju. Sesuai dengan perkataannya, tempat tersebut sangat bersih dan sesuai dengan selera kelima anaknya.


Satu persatu makanan dari tiap toko itu mereka beli, sampai semua anaknya terlalu malas untuk berdiri karena kekenyangan. Melihat hal itu, ibu dari kelima gadis kembar menganjurkan untuk beristirahat lebih lama, supaya stamina mereka semua pulih dengan cepat.


Tanpa terduga, terdengar suara keributan dari arah gerbang belakang, dan semakin lama suaranya terdengar begitu nyaring. Disaat bersamaan, sebuah pengumuman diberitahukan pada semua orang lewat pengeras suara yang terdapat di dalam taman bermain, untuk segera berkumpul bersama keluarga dan mengikuti intruksi dari petugas keamanan.


Seketika suasana pun menjadi tegang, namun sebisa mungkin para petugas keamanan menenangkan semua pengunjung taman bermain, dan mengarahkan mereka untuk berjalan keluar lewat pintu darurat.


Sejenak Zaenal ingin mengetahui apa yang terjadi, akan tetapi beberapa orang berbahaya sudah menerobos masuk lewat pintu belakang, dan dari kejauhan melihat perkelahian antara mereka.


"Anak-anak, segera berdiri dan secepatnya kita pergi dari sini!" pintar Zaenal dengan bergegas mengikuti arahan yang diberikan petugas keamanan.


"Akkhhh" ucap Flora sambil merasakan rasa sakit pada pergelangan kaki kanannya, dan sama sekali tidak bisa berdiri kembali.


"Flora!" teriak ibunya dengan hendak berlari ke arahnya, namun beberapa orang pengunjung menghalangi nya. Begitu pula dengan Zaenal, beberapa kali dia tertabrak oleh pengunjung yang lain dan sama sekali tidak bisa menggapainya.


"Brakk... Brakk... Brakk..."


Meskipun seperti itu, Zaenal tetap berlari ke arahnya, dan sedikit lagi dia hendak menggapai putrinya itu. Namun salah seorang yang tak dikenal, secara buru-buru meraih Flora dengan niat menjadikannya sebagai tawanan untuk menyelamatkan dirinya dari kepungan orang dari kelompok lain.


"Kesini kau!" ucap orang tersebut sambil menodongkan pisau pada leher Flora.


Melihat hal itu, Zaenal mencoba untuk segera bertindak karena posisi nya berada di belakang orang tersebut. Akan tetapi dihajar oleh teman dari orang tersebut dan membuat dirinya tersungkur ke permukaan tanah.


"Sepertinya kita bisa lolos dari mereka dan kita memiliki 2 tawanan." ucap orang yang menendang Zaenal, sambil menginjak tubuhnya.


"Dasar brengsek! Lepaskan putriku!" pinta Zaenal dengan nada tinggi, namun perkataannya sama sekali tidak di dengar oleh orang-orang tersebut, yang berjumlah kurang lebih 15 orang.

__ADS_1


"Tutup mulutmu itu!" tanggap orang di dekatnya sambil menendang bagian perut Zaenal dengan keras.


"Buukkk"


"Papa!" teriak Flora sambil menangis karena ketakutan.


"Hoo, jadi mereka ini adalah ayah dan anak, sungguh membuatku terharu. Namun kau harus tetap diam, supaya kami semua bisa terselamatkan." ucap orang yang sedang menyandera Flora. Ratusan orang yang sedang memburu mereka pun sejenak terdiam, karena melihat situasi nya semakin buruk terlebih lagi melibatkan orang yang tidak bersalah.


"Bertarung lah selayaknya menjadi seorang pria bukan malah melibatkan orang yang tidak ada hubungannya dengan masalah ini, dasar pengecut!" teriak Rifan yang menjadi bawahan pertama Alex.


Mendengar perkataan itu, orang-orang tersebut tertawa terbahak-bahak, dan mereka sama sekali tidak peduli dengan ocehannya.


"Ahh... Kalau seperti ini, sepertinya kalian akan babak belur!" ucap Rifan sambil mendo'akan keselamatan dari musuhnya.


"Hah, apa? Apa kau tidak melihat situasi sekarang? Matamu buta ya! Mulai sekarang diam dan jangan mengejar kami, kalau tidak gadis ini akan mati!" ancam orang tersebut sambil mendekatkan pisaunya pada leher Flora.


"Selagi aku masih hidup, mana mungkin membiarkan seseorang mati dihadapanku!" ucap Alex yang secara tiba-tiba berada di belakangnya, lalu memukul kepala orang tersebut menggunakan pipa besi.


"Buukkk"


Pukulan yang sangat keras, dan tepat mengenai salah satu kelemahan dari tubuh manusia, membuat orang itu tidak sadarkan diri. Lalu sesegera mungkin Alex mengambil pisau dari tangannya, dan membantu Flora yang hampir terjatuh pada permukaan tanah.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Alex sambil menatap wajahnya, dan jarak diantara mereka cukup berdekatan.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...Untuk Update masih tidak menentu 🙏...


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....


...Terimakasih 🙏...

__ADS_1


__ADS_2