Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster
#13 Lolos Dari Pengejaran


__ADS_3

...Kepada para pembaca, simak baik-baik dalam pengumuman update ya. 😇...


...*Selamat Membaca*...


Merasakan adanya beberapa orang yang mengikutinya secara diam-diam, dengan sengaja Alex mengayuh sepedanya dengan cepat untuk memastikan kalau orang-orang tersebut sengaja membuntutinya.


Setelah diperhatikan lebih lama lagi, ternyata mereka masih mengikutinya meski lebih dari 5 menit berjalan lurus ke depan. Sampai akhirnya Alex harus berhenti sejenak di persimpangan jalan, karena harus menunggu lampu merah menyala untuk menghentikan para pengendara motor ataupun mobil.


Tanpa diduga, Alex melihat sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan sambil berpikir kalau mobil tersebut sangat tidak asing baginya. Setelah diperhatikan, ternyata pemilik mobil tersebut adalah Flora yang waktu dulu pernah bertemu ketika pergi untuk mendaftar di Akademi elit.


"Apakah orang-orang yang mengikutiku ada hubungan dengannya?" gumam Alex dalam hatinya sambil terus berpikir. "Hah... Sepertinya aku tidak akan tiba tepat waktu di panti asuhan." lanjutnya dengan berpikir untuk mengubah arah jalannya.


Tanpa berpikir panjang, beberapa detik sebelum lampu merah menyala, Alex sudah bersiap-siap untuk mengayuh sepeda miliknya dengan sangat cepat. Begitupula dengan orang-orang yang mengikutinya, mereka bersiap untuk mendahului nya, lalu menggiringnya ke tempat yang sepi.


"Swwwooossshhh"


Tanpa terduga, Alex belok ke kiri lalu mengayuh sepedanya dengan cepat, setelah lampu merah menyala. Hal ini menyebabkan orang-orang yang mengikutinya sangat terkejut, karena menyangka kalau Alex akan berjalan lurus.


"Sial, kita telah ketahuan. Cepat kejar dia!" ucap Dimas seorang wakil ketua dari gangster yang disuruh oleh Flora.


"Ternyata benar, mereka sengaja mengikutiku. Perasaan akhir-akhir ini aku sama sekali tidak pernah menyinggung seseorang..." gumam Alex dengan berpikir keras. "Ahh... Apakah ini ada hubungannya dengan wanita itu (Stela)?" lanjutnya sambil memikirkan kejadian beberapa hari ke belakang.


Semasa dalam perjalanannya, Alex memikirkan beberapa fakta mengenai alasan dikejar oleh orang yang tidak diketahui. Dikarenakan waktu untuk berpikirnya sangat terbatas, dia berniat mencari tahunya setelah menangani orang-orang yang mengejarnya.


Dengan sengaja Alex membelokan sepeda nya ke arah kiri dan masuk ke dalam gang kecil yang hanya 2 orang pejalan kaki. Begitu pula dengan orang-orang yang mengikutinya menggunakan sepeda, mereka berbelok mengikutinya dengan kecepatan tinggi karena sudah ahli dalam bersepeda.


Tanpa terduga, Alex memalangkan sepeda miliknya untuk memblokir jalan gang tersebut, sehingga orang-orang yang mengejarnya menabrak sepeda miliknya.


"Brukk... Brukk... Brukk..."

__ADS_1


Tiga orang yang menaiki sepeda terjatuh akibat tabrakan beruntun, sedangkan 2 orang lainnya masih di atas sepeda. Hal ini membuat Dimas sangat kesal, lalu dia menyuruh kedua bawahannya untuk berjalan lurus dan mencegat nya di dalam gang lain.


"Argghhh, dasar bocah sialan, beraninya dia membuatku terjatuh." ucap Dimas sambil berdiri dan mengejarnya dengan berlari.


Disisi lain, ketika Alex sedang berlari untuk lolos dari pengejaran orang yang tidak dikenal, dia sempat mengeluh karena salah satu sepeda kesayangannya dibiarkan begitu saja.


"Huhuhu... Sepeda kesayanganku, sudah bersih, sudah cantik... Kini telah dirusak oleh mereka... Sungguh malang sekali nasibnya." keluh kesal Alex sambil terus berlari menjauh. "Ahh ternyata mereka masih mengejar." lanjutnya dengan menengok ke belakang.


Setelah pandangan Alex kembali ke depan, dari kejauhan dia melihat 2 orang lainnya sedang menuju ke arahnya. Dia tidak menyangka kalau orang yang mengejarnya cukup cepat, namun Alex segera belok ke kiri guna menghindari pengepungan.


Di jalur gang yang dia tempuh, cukup banyak sekali jendela dari orang-orang yang menghuni tempat tersebut. Lalu dia mengetuknya dengan keras dan hampir membuat kaca jendela pecah.


"Tok... Tok... Tok..."


Tiap jendela, Alex mengetuknya satu kali, lalu dia mempercepat langkah kakinya supaya tidak ketahuan oleh pemilik rumah tersebut. Secara tiba-tiba pemilik rumah tersebut membuka jendelanya dan berteriak untuk mencaci maki orang yang mengganggu waktu istirahatnya.


"Ceklek"


Karena jendela di dalam gang dibuka secara tiba-tiba, pengendara sepeda yang mengejar Alex mendadak mengerem. Namun sangat disayangkan, rem tangan tersebut patah akibat dia menggunakan seluruh tenaganya untuk memberhentikan laju sepeda.


"Cettrakk"


"Ehhh... Ehh... Kenapa laju sepedanya masih cepat." gumam orang tersebut, lalu dia melihat rem tangannya. "Anjiirrrr, kenapa bisa patah!? Kalau begini..." lanjutnya namun perkataan nya tidak dilanjutkan karena terlanjur menabrak jendela dengan keras, hingga kaca jendela pecah.


"Praaannkkkk"


Orang tersebut langsung terjatuh dari sepeda miliknya, dan merintih kesakitan akibat pecahan kaca mengenai wajahnya. Lalu satu orang di belakangnya pun tidak sempat mengerem, alhasil dia menabrak temannya yang terjatuh dan terpental cukup jauh ke depan.


"Braaaakkkk"

__ADS_1


"Aaakkkhhh" teriak orang tersebut ketika sedang melayang, lalu terjatuh.


"Aaahhh dasar orang-orang sialan, apakah kalian tidak punya otak bersepeda ke dalam gang sempit hah!" caci maki pemilik rumah sambil mencari tongkat, dengan niat mengancam mereka supaya bayar ganti rugi. "Cepat bayar kerusakan yang disebabkan oleh kalian berdua!" lanjutnya sambil menunjuk dengan tongkat baseball.


Tanpa terduga, Dimas langsung menodongkan pisau lipatnya tepat di hadapan salah satu bola matanya.


"Diam kau! Bila tidak ingin mati jangan banyak bicara!" ancam Dimas dengan sorotan mata yang bersiap untuk membunuh.


"A... A... Ahh... Iya, kerusakan i... Ini aku sendiri emm... Bisa memperbaikinya." jawab pemilik rumah sambil mengangkat kedua tangannya, dan menjatuhkan tongkat baseball nya.


"Enyahlah dari hadapanku!" pinta Dimas dengan garang.


"Iya iya iya... Aku akan segera tidur kembali." jawab pemilik rumah tersebut, lalu dia menutup jendelanya dan kembali beristirahat.


Setelah itu, Dimas menyuruh bawahan untuk kembali dan memberitahukan masalah tersebut pada pemimpinnya, karena mengetahui kalau Alex sudah cukup jauh.


"Perlakuan ini, akan kubalas bila bertemu lagi dengannya meski harus membunuhnya." ucap Dimas dengan raut wajah kesal, karena sudah dipermainkan oleh seseorang mahasiswa.


***


Disisi lain, Alex menghentikan langkah kakinya, karena dia merasa kalau mereka sudah tidak mengejarnya. Dia langsung menengok ke belakang dan benar saja tidak melihat lagi orang-orang tersebut.


"Fiuuhhh... Akhirnya aku bisa lolos dari pengejaran mereka. Sekarang aku bisa kembali lagi menuju panti asuhan. Mungkin anak-anak sudah menungguku begitu lama." gumam Alex, lalu dia berjalan keluar gang, dan mencegat sebuah taxi supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...Untuk sementara up eps terbaru tidak menentu, jadi author berharap untuk menjadikan novel ini favorit supaya kelanjutannya tidak ketinggalan....

__ADS_1


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2