Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster
#09 Kemarahan Flora


__ADS_3

Kejadian yang tidak terduga sudah dialami oleh Alex, ketika dia sedang bersama dengan Stela. Secara tiba-tiba, Aurela datang dan memfoto mereka ketika wajah mereka berdua sedang berdekatan.


Hal ini tentu saja membuat Alex sangat terkejut, namun dia berusaha untuk menjelaskan semua yang terjadi pada Aurela. Akan tetapi, dia sama sekali tidak ingin mendengar penjelasan Alex karena di dalam foto tersebut sudah terlihat jelas, kalau dia mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Aku akan mengirimkannya pada papa dan mama. Semoga saja kamu akan diberikan ganjaran setelah apa yang sudah kamu lakukan pada kakakku." ucap Aurela dengan bersiap untuk mengirim foto pada kedua orang tuanya.


"Tu-tunggu sebentar, mana mungkin aku melakukan hal ini dengan orang yang baru saja aku kenal." ucap Alex, sambil membujuk Aurela untuk mendengarkan penjelasannya.


Alex sempat meminta pada Stela untuk menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya. Akan tetapi karena dari tadi Stela tidak sadarkan diri, dia hanya memikirkan wajah Alex yang sudah berani berdekatan dengan wajahnya.


"Hiks... Hiks... A-aku hanya mengingat kalau dia berusaha untuk menciumku." ucap Stela sambil terus menangis di depan mereka berdua.


"Ahhh... Aku lupa, kalau dia dari tadi pingsan akibat aku melemparkan ransel milikku pada wajahnya." ucap Alex dalam hatinya sambil memegang dahinya dengan tangan kanannya.


"Tapi, kenapa wajahmu sebagian berwarna merah?" tanya Aurela karena wajah Stela terlihat ada suatu benda yang sudah membentur wajahnya dan berbentuk kotak. Lalu Aurela menatap Alex dengan raut wajah penuh kecurigaan terhadapnya.


"Hiii... Sial... Sial... Sial... Semoga saja melupakannya secepat mungkin." ucap Alex dalam hatinya sambil berkeringat dingin.


"Lupakan, sebaiknya ayo kita pergi dari sini! Dan kamu juga harus menjelaskannya pada papa dan mama pada saat nanti bertemu di rumah." ajak Aurela pada Stela yang sedang menangis.


"Tu-tunggu sebentar aku..." pinta Alex namun perkataannya tidak dilanjutkan karena nomor antriannya sudah dipanggil.


"Bagi nomor urut 500, silahkan segera memasuki ruangan pendafraran. Sekali lagi pada nomor urut 500, silahkan segera memasuki ruangan pendaftaran dikarenakan ini adalah akhir penutupan pendaftaran."


Sesaat Alex merasa bimbang dengan apa yang harus dilakukan olehnya terlebih dahulu. Namun karena dia ingin mewujudkan harapan ibunya sebelum meninggal, dia memilih untuk segera pergi ke ruangan pendaftaran.


"Nanti akan aku jelaskan semuanya. jadi untuk sementara tolong jangan dikirim dulu pada kedua orang tuamu." pinta Alex sambil berlari menjauhi mereka berdua, lalu menuju ruangan pendaftaran.


"Tap... Tap... Tap..."


"Mana mungkin aku memenuhi keinginanmu, dasar mesum!" ucap Aurela sambil menjulurkan lidahnya pada Alex yang sedang berlari menjauhinya.


Pada saat Alex sedang berlari, dia memutuakan untuk menjelaskan semuanya kepadanya, walaupun itu harus menemui kedua orang tua mereka.

__ADS_1


"Dasar wanita kembar merepotkan, ditambah lagi kenapa hari-hariku menjadi seperti ini." ucap Alex dalam hatinya dengan kesal sambil berlari menuju ruangan pendaftaran.


Sesampainya disana, Alex langsung memasuki ruangan tersebut sambil menyerahkan nomor urut antriannya pada petugas pendaftaran. Lalu petugas tersebut memberikan sebuah kertas, mengenai biaya yang harus dibayar untuk masa pendaftaran lusa nanti.


"Kamu boleh mencicil terkait biaya pendaftaran dalam waktu satu minggu dari sekarang." ucap petugas tersebut pada Alex.


"Aku akan bayar sekarang!" ucap Alex sambil merogoh sakunya, lalu memberikan kartu berwarna hitam.


Seketika petugas tersebut sangat terkejut, setelah melihat kartu yang diperlihatkan oleh Alex adalah kartu langka dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu atau bisa disebut juga orang kaya.


"I-i-ini, ba-bagaimana kamu memilikinya?" tanya petugas tersebut dengan gugup.


"Aku tidak punya banyak waktu dengan pertanyaanmu, karena aku masih punya banyak pekerjaan." jawab Alex dengan raut wajah kesal.


Tanpa membuang banyak waktu lagi, petugas tersebut menggesekan kartu yang di berikan oleh Alex, setelah itu dia mendatangani sebuah kertas yang baru saja di berikan dan mengecapnya dengan bacaan lunas.


Disisi lain, Emilia, Flora dan Shintya sedang menunggu dua saudara kembar lainnya di depan gerbang Akademi. Flora yang harus menghadiri sebuah acara, dengan terpaksa harus memundurkan waktunya.


"Tenanglah Flora, mungkin mereka sedang ada keperluan atau apa. Aku pikir mereka..." jawab Emilia, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena dia melihat Stela dan Aurela sedang berjalan menuju ke arahnya. "Lihatlah itu mereka!" lanjutnya sambil menunjuk ke arah mereka berdua.


Perasaan Flora sangat senang, setelah melihat mereka berdua datang pada tepat waktu dan dia tidak harus menunda acaranya tersebut. Namun ketika mereka semua telah berkumpul, Flora tidak sengaja melihat mata Stela berwarna merah seperti habis menangis.


"Stela, apa yang terjadi denganmu?" tanya Flora sambil mengerutkan dahinya karena penasaran dengan apa yang sudah terjadi padanya.


Mendengar perkataan seperti itu dari Flora, membuat semua kembaran lainnya memperhatikan Stela. Seketika, Emilia dan Shintya berpikiran yang sama dengan Flora, setelah melihat kedua matanya kemerahan.


"A-aku..." ucap Stela, namun perkataannya disela oleh Aurela.


"Dia hampir saja dicium oleh seorang lelaki yang baru saja kita kenal, pada saat dirinya sedang tiduran di rerumputan hijau." ucap Aurela pada 3 kembaran lainnya.


"Apakah itu benar Stela?" tanya Emilia sambil memegang wajah Stela dengan tangan kanannya.


Stela hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan dari Emilia sebagai seorang kakak.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah di cium oleh orang itu?" tanya Shintya dengat penasaran.


Stela hanya menggelengkan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan dari Shintya. Hal ini tentu saja membuat kemabaran lainnya sangat penasaran, karena Stela tidak pernah menjawab pertanyaan dari kembarannya dengan kata-kata.


"Kenapa kamu mengatakan sesuatu pada kami semua Stela?" tanya Emilia sambil membujuknya untuk mengatakan apa yang telah terjadi, sehingga membuatnya seperti ini.


Tidak lama setelah itu, tiba-tiba perut Stela berbunyi nyaring selayaknya suara alarm yang selalu dipasang setiap hari.


"Kruukkk... Kruukkk..."


"Ahhh... Aku lapar sekali, jadi mana mungkin aku menjawab pertanyaan kalian semua dengan perut kosong seperti ini." ucap Stela dengan raut wajah kemerahan, karena suara perutnya berbunyi sangat nyaring.


Mendengar suara perut dari Stela, membuat semua kembaran lainnya tertawa sampai menangis, karena yang ada dipikirannya hanya ada makanan.


"Kamu ini, membuat kami khwatir saja." ucap Amelia sambil tertawa, lalu memberikan sebuah roti kepadanya.


"Hah... Aku kira ada apa ternyata cuma lapar. Kalau begitu aku pergi duluan karena ada acara dengan teman kelompok belajarku." ucap Flora dengan perkataan berbohong pada semua kembaran lainnya.


"Tapi, perkataan aku tadi bukanlah kebohongan." ucap Aurela sambil menunjukan sebuah foto yang diambil pada saat Alex mendekatkan wajahnya dengan Stela.


Langkah kaki Flora terhenti, setelah melihat seseorang yang hendak mencium Stela itu adalah Alex. Hal ini tentu saja membuat kembaran lainnya sangat terkejut, karena tidak menyangka kalau orang yang terlihat sangat baik itu adalah pria mesum yang kurang ajar.


"Ternyata semua lelaki sama saja." ucap Flora dalam hatinya, sambil mengepalkan salah satu tangannya dan berniat untuk memberinya sebuah pelajaran, atas apa yang sudah dilakukannya pada Stela.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...Untuk sementara up eps terbaru akan dilakukan 2 hari 1x. Namun jangan khawatir, author akan berusaha untuk menuntaskan novel kedua ini. 😊...


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....


...Terimakasih 🙏...

__ADS_1


__ADS_2