
Aku adalah seorang jenderal wanita, aku berasal dari keluarga Tang. Semua orang memuji kehebatanku yang bisa menaklukan setiap peperangan, tapi ada satu orang yang merasa terancam akan kekuasaan nya, yaitu ibu suri. Kalian pasti bertanya mengapa? Itu karena aku jauh lebih populer dengannya, aku cantik, berbakat dan yah bisa dikatakan aku ini memiliki tubuh yang sangat indah dan idaman semua pria.
Sekarang aku sedang berjalan di tengah pawai semua orang menyambut ku dengan bahagia, karena hari ini adalah pernikahanku dengan kaisar Hao. Kenapa aku senang? itu karena kaisar Hao merupakan pria tampan dan gagah. Sekarang aku akan menjadi istrinya.
Walaupun pria itu adalah musuhku. namun aku yakin bahwa aku bisa merubah permusuhan ini menjadi sebuah pertemanan. “Yin!!” “Yin-yin” suara teriakan semua orang memanggil namaku begitu mengharukan. Aku sungguh tidak sabar menantikan malam pertama dengan kaisar yang tampan itu.
“Nona kita sudah sampai di istana” Salah satu pengawalku menyuruhku untuk bersiap.
Aku masih belum bisa keluar dari tandu pernikahan yang megah ini karena kegugupanku mengalahkan keberanianku selama di medan perang ini.
“Nona anda sudah boleh keluar dari tenda.” ujar pengawal dari kediaman istana itu.
“Dasar, tidak sopan! aku sudah tau bangs*t!” yah itulah kekuranganku, si mulut sampah. Setiap harinya aku selalu mengatakan lebih dari seribu kata-kata sampah untuk mengumpat dan merendahkan orang-orang yang meremehkan ku, juga orang yang berani menantang ku.
Aku pun keluar dengan melangkahkan kaki secara perlahan. Gaun merah khas pernikahan china ini sungguh menyesakan. Aku tidak pernah mau menggunakan rok lagi seperti ini. Rok adalah pakaian bagi seorang yang lemah.
Aku berjalan di atas karpet merah dan mulai memberi hormat kepada musuhku, Ibu suri. Rasanya sungguh ingin enyah dari dunia ini. Mana mungkin aku mau memberi hormat kepada orang yang sudah berkali-kali membuatku hampir mati berjuta kali.
“Saya haturkan hormat saya kepada baginda yang mulia Ibu Suri, sebagai Ibu dan jantung kerajaan ini.”
Memuakkan, lihat saja aku akan membunuhmu saat aku sudah menikah nanti.
“Segera gelar upacara pernikahan kaisar dengan Jenderal!”
Semua orang mempersiapkan upacara yang akan aku lewatkan dengan kaisar Hao yang tampan seperti seorang sebuah patung dewa.
__ADS_1
Singkat cerita upacara pernikahan sudah berlalu dengan lancar. Hihihi, ini karena aku yang memiliki banyak bakat ini. Bisa melakukan apapun dengan sangat mudah. Sekarang aku tinggal menunggu kaisar selesai menyambut para tamu di kamar pengantin ini.
Setelah selesai dia akan membuka kain merah di wajahku dan mencium ku dengan lembut. Sebenarnya sejak kecil aku sudah mengenalnya Kaisar adalah pria yang sangat lembut dan tegas. Benar-benar pria idamanku. tapi sayang sekali ia memiliki seorang ibu seperti iblis. Hayalan ku terpatahkan ketika mendengar suara.
“Kaisar datang!”
Sial hatiku benar-benar berdegup dengan kencang. Perasaan apa ini apakah aku benar-benar menyukai kaisar yang tampan ini. Sayup-sayup aku mendengar seseorang membuka pintu kamar pengantin ini. Tidak hanya itu aku juga mendengar suara seseorang datang dengan langkah kaki yang begitu berat dan penuh dengan kewibawaan.
Jantungku berdegup lebih kencang lagi. Kini kaisar sudah berada di hadapanku. Aku tidak tahu apa yang ia lakukan
selanjutnya. Perlahan lahan jari-jarinya yang besar itu membuka kan merah yang menutupi wajahku.
Setelah ia membuka seluruh kain yang ada di wajahku itu. Untuk pertama kalinya aku melihat wajah mabuk seorang kaisar yang begitu tampan. Wajah dengan penuh rona merah dan penuh celah disekitarnya. Rasanya seperti ingin segera membunuhnya.
“Baiklah-baiklah.”
Aku dan Kaisar duduk di meja kecil yang telah disiapkan oleh para pelayan. Di Atas meja itu sudah terdapat berbagai makanan yang enak khas dari kerajaan kami. Perlahan lahan aku makan kue kacang hijau yang rasanya sangat enak dan meleleh di mulut ketika menggigitnya,. sungguh makanan istana dibuat oleh koki yang sangat hebat.
Aku tidak mau berlama-lama lagi. Aku pun mengacungkan segelas beer ke hadapan kaisar untuk bersulang. Begitupun dengan kaisar ia mengacungkan segelas birnya kehadapan ku. Kami pun minum secara perlahan-lahan.
Namun seketika kaisar tiba-tiba saja tumbang. Aku pikir ia tumbang hanya karena ia terlalu mabuk. namun ternyata tidak begitu. Aku merasakan kepalaku amat berat. Pernafasan Ku seperti terbakar. Aku tidak bisa bernafas. Perutku seperti soda yang dengan sengaja dikocok.
Seluruh tubuhku mati rasa, aku benar-benar bodoh. Lengah di saat-saat terakhir. Sekarang aku sudah tidak bisa memutar waktu lagi. Semuanya pasti rencana ibu suri. Karena sudah berapa kali ia gagal membunuhku.
Namun disaat bahagiaku seperti ini, ia tahu bahwa aku akan lengah dengan semua ini dan mengatur siasat yang mudah untuk membunuhku dalam istana. Apakah ia tahu bahwa kaisar juga ikut terbunuh bersama denganku?
__ADS_1
Atau ia dengan sengaja membunuh anaknya sendiri, karena tahu bahwa anaknya itu sudah beralih pihak padaku karena ia melamar ku dan menikah denganku. Atau Kaisar bangs*t itu pura-pura mati di depan ku? Dasar brengs*k sepertinya memang seperti itu. Aku yakin seratus juta persen jika si kaisar Bangs*t itu sudah memakan pil penawarnya.
Yah sudahlah sudah terlanjur juga, aku sudah mati yang terpenting aku tidak akan bertemu dengan mereka lagi. Walaupun ini untuk pertama kalinya aku mengalami kekalahan. namun aku senang karena aku tidak akan lagi dengan para bedebah-bedebah brengs*k itu lagi.Sungguh mengenaskan bukan.
Hmmm, tiba-tiba aku merasa berada diatas sesuatu yang sangat empuk dan nyaman. Apakah aku berada di keranda mayat, tapi kenapa semuanya gelap dan kepalaku agak sedikit pusing.
“Sayang tubuhmu begitu indah. Anak-anak yang menjual mu itu murid mu ya? Sungguh malang nasibmu. Bagaimana jika kau jadi simpananku.”
Suara menjijikan siapa ini. Aku membuka mataku, tunggu dulu bukankah aku sudah mati. Siapa pria gendut, berkumis tebal ini. Sungguh pemandangan yang tidak menyehatkan mata. Tu,tunggu dulu. Aku berada di atas Ranjangnya? ini tidak mungkin sejak kapan aku-
“Sini! Abang bantu buka bajunya ya~ Kulitmu sangat mulus dan-”
PLak!!!
“Berani-beraninya kau menyentuhku! akan ku robek semua isi perut buncitmu itu!”
“Kok, jadi marah-marah begini? setelah ku pegang pahamu begini tadi kau tidak marah kenapa kamu sekarang marah sayang~”
“Tadi aku sedikit mabuk, sekarang aku sudah sadar orang sepertimu tidak layak menyentuhku! Minggir sana!”
“Tidak mau, aku sudah membeli mu pada anak-anak itu dengan harga yang cukup fantastis. Bagaimana bisa aku melepasmu?”
“Jika kau tidak mau, kau akan menanggung akibatnya sendiri.”
Dengan pengalaman ku yang menguasai ilmu beladiri di masa lalu, Aku bisa membuat pria hidung belang itu tidak bisa berkutik sama sekali. Dengan mendorong pria gendut itu keranjangnya dan menggulungnya dalam selimut. Ia tidak bisa bergerak sama sekali sekarang.
__ADS_1