
***
Huaa.. tidak terasa waktu pulang ku sudah tiba, meregangkan tubuhku sangat membuatku sedikit nyaman. Aku terbiasa pulang jalan kaki ya, dalam ingatan ku si seperti itu. padahal jarak rumah dan sekolah menurutku sedikit jauh, kau saja ada kuda yang bisa ku tunggangi seperti dulu aku akan segera sampai dirumah.
Wei Liang : "Bu guru Ye!"
Wei Liang? sepertinya dia sangat kaya sampai menggunakan mobil mahal seperti itu ke sekolah.
Wei Liang : "Apakah ibu mau pulang bersamaku?"
Ck, tapi aku tidak mau. Bagaimana cara menolaknya. Walaupun mobilnya sebagus apapun. tapi aku harus berjalan untuk melatih otot-otot kakiku.
aku : "Tidak usah pak guru, rumah saya dekat dari sini. Lagian saya ingin mampir ke beberapa tempat dulu."
Wei Liang : "Sayang sekali Bu guru Ye, padahal aku jarang sekali mengajak orang seperti ini."
Masa bodo, aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan. Aku hanya perlu persiapan perang dengan para siswa sialan itu, beraninya mereka menggertak ku. Terutama Xiaojun, awas kau hukuman ibu pasti akan segera datang.
aku : "Maaf pak guru!"
wei Liang : "Baiklah kalau begitu saya pamit duluan, Bu!"
Ck, baguslah dia sudah pergi saatnya memanjakan diri. Dengan membeli beberapa makanan . Duh kenapa di jalanan ini sepi sekali ya, apakah terjadi sesuatu.
"Oi, anak kecil beri kami uang saku mu dong. Kami kehabisan membeli sebotol arak."
Preman? apa ini sebabnya jalanan ini sepi? Aku mendengar mereka mengatakan anak kecil, apakah mereka juga memalak anak kecil? Ini tidak bisa di biarkan aku harus memberi preman-preman itu sedikit pelajaran.
aku berlari diantara komplek rumah itu untuk mencari keberadaan asal suara preman itu. Dengan segera aku menemukan mereka di sebuah gang buntu yang sangat gelap. padahal hari tidak terlalu larut tetapi mereka berani-beraninya mengambil uang saku milik seorang siswa sekolah.
Aku harus menghajar mereka.
aku : "Oi, preman busuk sedang apa kau! Apa kau tidak malu menghajar dan meminta uang saku para siswa sekolah."
Tunggu dulu sepertinya itu seragam dari sekolah SMK 1 siapa orang yang hendak dihajar oleh para preman berbadan besar itu.
Xiaojun : "Bu guru Ye Yinyue?"
__ADS_1
Suara datar dan hampa ini aku sangat betul-betul mengenalnya.
aku : "Xiaojun!!!?"
Preman : "Ternyata kalian adalah sepasang guru dan murid, sungguh mengharukan seorang murid yang di tolong oleh seorang guru yang manis seperti ini."
Preman 2 : "Hahaha, kau benar bos."
Dasar preman-preman biadab kalian menganggap ini sebuah lelucon? Aku tidak akan membiarkan murid ku dalam masalah.
Akupun bergerak untuk melayangkan satu pukulan untuk bos preman itu. tapi nampaknya setelah aku berhasil mendaratkan satu pukulan itu, ia hanya mendapatkan sedikit luka dan kehilangan satu giginya saja.
Preman : "Dasar wanita ****** beraninya kau memukulku!"
Preman lain : "Bos kau tidak apa-apa? biar aku yang mengurus wanita ini."
Xiaojun : "Sebaiknya ibu lari saja."
Ck, kata-kata tak bernyawa itu membuatku sedikit terganggu, sebenarnya apa yang salah dengannya. Mengapa dia seperti mayat hidup seperti ini.
aku : "Xiaojun! kau tidak perlu cemas ibu akan menyelamatkan mu dan melindungi mu. Karena kau adalah siswa nomor satu di sekolah."
Xiaojun tertegun dengan ucapan ku, matanya terbelalak terkejut begitu aku mengatakan hal seperti itu. Jujur pada saat itu Xiaojun teringat dengan ibunya yang sudah meninggal. aku mengucapkan hal yang sama dengan ibunya sehingga membuat hatinya sedikit terbuka.
Xiaojun mulai menyadari sesuatu, ibunya dulu juga merupakan seorang guru yang meninggal karena menyelamatkan muridnya dari kecelakaan. Walaupun wajah ku tidak mirip dengan ibunya, tapi kehangatan dan aura yang ku pancarkan saat itu mirip sekali dengan aura dan kehangatan yang ibunya berikan untuknya.
aku menarik tangannya kabur namun di tengah pelarian kita, ia tiba-tiba saja berhenti dan melepaskan genggaman ku.
Xiaojun : "Bu guru, kita tidak bisa terus berlari seperti ini."
Dasar bocah sok jago, apa maksudnya dia akan menghadapi tiga preman itu? Baiklah jika itu adalah keinginannya. Lagian tubuh yang tidak terbiasa olah raga ini benar-benar deh. Baru saja di bawa berlari beberapa menit saja sudah mulai kelelahan.
Aku : "Jadi kau mau melawan orang dewasa?"
Xiaojun : "Tentu saja, karena aku ini kuat. Tidak seperti Bu guru ye yang pendek."
Apa? Dia mengatai ku pendek? apakah dia sudah gila seorang jendral dengan kekuatan pasukan yang sangat kuat kuat memenangkan perang perbatasan selama sepuluh tahun.
__ADS_1
Aku : "Apa kau ingin menjadi pahlawan? Jangan mimpi! ini adalah urusan orang dewasa. Lihatlah bagaimana gurumu ini memiliki IQ 1000 akan menghadapi tiga pria bodoh."
Xiaojun : "Apa yang akan dilakukan oleh ibu?"
Aku : "Dengarkan ibu oke. tetap di belakang ibu.
Preman : "Oi, kalian berhenti disana!"
Aku : "Sini kau preman! Beraninya menakuti salah satu siswa nomor satu di sekolah."
tiga preman mulai mendekatiku. Ahli beladiri secara turun temurun, dengan dianugerahi kekuatan melebihi seorang pria ku Tang Yinyin akan mengalahkan tiga preman dengan tendangan maut milikku.
Aku ikut berlari dan melawan para preman itu dengan sepatu hails ku tentu saja tendangan ku ini bertujuan untuk menusuk kulit pria besar ini.
Dengan tubuhku yang kecil, tentu saja kelincahan ku sangat menguntungkan untuk saat ini. Dan..
Jleb.. darah menetes kecil, aku berhasil menendang dada pria itu hingga meninggalkan luka memar dengan sedikit darah yang keluar.
"Arghh..!"
Aku : "Bagaimana rasa tusukan heels ku? apa kalian juga ingin mencoba tendangan dengan sepatu ini?"
Hehehe.., kedua preman lainnya pasti ketakutan begitu melihat kemampuanku yang hebat ini.
Preman lain : "Bos mendingan kita kabur dulu bos!"
Ck, dasar penakut. Berdarah sedikit saja mereka sudah mundur. Beruntung tubuh ini walaupun tidak pernah olah raga namun sudah terbiasa untuk berjalan kaki dari jarak yang cukup jauh ini. Setidaknya tendangan ku ini sudah cukup bertenaga.
Para preman itu pun pergi. hehe ini bukanlah kemenangan ku yang pertama. Kalian terlalu cepat seribu tahun untuk mengalahkan ku.
Xiaojun nampak masih terdiam tidak menyangka dengan kemampuanku. Haha tentu saja kau terpukau bukan aku Tang eh maksudku Ye Yinyue adalah guru yang sangat hebat bukan?
Xiaojun : "Bu guru awas"
Setelah itu tiba-tiba Xiaojun memelukku dengan erat, apa yang sedang dilakukannya? Sebenarnya apa yang terjadi? mengapa dia menyuruhku menghindar. Namun pelukannya nampak tidak asing bagiku, apakah Xiaojun adalah salah satu orang yang ikut bereinkarnasi sama seperti ku.
Tapi ini tidak mungkin. ini hanya perasaanku saja pelukannya tiba-tiba saja membuatku ingin mengeluarkan air mata. Ada apa ini sebenarnya?
__ADS_1