
"Meizuo!!"
Kenapa anak ini melamun setelah mengatakan hal yang sama dengan Xiaojun. Apakah dia sedang mempertimbangkan tantangan dariku?
"Meizuo!!!"
"Bu guru!! Bisa tidak, tidak berteriak di telingaku? Gendang telingaku serasa mau pecah."
Sambil mengusap telinganya seperti itu pasti telinganya berdenging karena aku meneriakinya dengan keras. Lagian kenapa juga dia melamun seperti itu.
"Habisnya kau melamun. Bukankah kau boleh memanggil ibu Yinyue. Inikan di luar sekolah lagian umur kita tidak beda jauh bukan?"
Tentu saja karena aku sangat pintar, maka dari itu diumur seperti ini prestasiku hampir satu gudang. Bahkan aku sudah menjadi seorang guru walaupun umurku terbilang masih sangat muda.
"Kurasa kita tidak seakrab itu untuk memanggil nama."
"Kau benar, kita masih dalam tahap pendekatan bukan?"
"Pe, pen, pendekatan?"
ekspresi wajah meizuo seolah olah seperti orang yang terkejut sekaligus malu. Sebenarnya apa yang ia pikirkan. Ini adalah proses pendekatan guru dan muridnya bukan?"
"Benar! Pendekatan seorang guru dan murid itu penting untuk meningkatkan prestasi murid." Aku benarkan. tapi kenapa nampaknya meizuo suasana hatinya menjadi aneh begini.
"Bu guru benar, aku hanya seorang murid yang sedang diperalat oleh gurunya." Ujar Meizuo dengan perkataan ketus yang membuatku sedikit terganggu dengan ucapannya itu
"Bagaimana kalau kita mulai tantangannya!"
Aku dan Meizuo pun memulai tantangan yang aku ajukan pada Meizuo. Tantangan permainan bola basket dimana kami harus memasukan bola sebanyak banyaknya selama tiga menit.
__ADS_1
Aku berusaha yang terbaik untuk memasukan bola-bola itu namun apa daya tubuhku yang kecil membuatku sedikit kesulitan saat memasukan bola itu kedalam ring basket.
Tiga menit berlalu, sejak kami memulai tantangannya. Ternyata untuk pertama kalinya aku kalah saat menantang lawan ku sendiri.
"Ya ampun benar-benar deh, tubuhku yang kecil ini membuatku sangat kesulitan. Sesuai perjanjian kita aku tidak akan memberi tahukan pada Ayahmu tentang kelakuan mu selama di sekolah."
"Bagus kalau begitu aku akan langsung pulang, ibu tidak jadi bertemu dengan ayahku bukan?" Meizuo berkata dengan sangat dingin sehingga membuatku sedikit bersalah, karena aku takut ada satu perkataan ku yang menyinggungnya.
"Jangan langsung pulang begitu dong bagaimana kalau kita makan dulu di restoran yang kamu suka." Kalau aku mengajaknya makan seperti ini pasti suasana hatinya akan berubah bukan.
"Tidak, tidak perlu aku harus pulang sekarang." Meizuo pun pergi meninggalkan ku setelah kami berjalan-jalan dalam kurun waktu beberapa menit saja.
Memang anak yang labil sangat Sulit mengendalikan anak yang sedang pubertas. tapi akan lebih baik jika aku membimbingnya dengan benar.
Perutku sudah mulai lapar aku mampir dulu di restoran. Untuk membeli beberapa makanan. Sayang juga aku sudah membeli beberapa camilan untuk mengunjungi rumah Meizuo. Aku benar-benar ingin melihat bagaimana kehidupannya di dalam keluarganya.
Aku pun memasuki restoran secara acak, karena aku sendiri tidak tahu mana restoran yang memiliki rasa enak. Karena sebelumnya diingatan tubuh ini. pemilik tubuh ini sama sekali tidak pernah pergi ke restoran untuk membeli makanan.
Tidak terasa aku sudah masuk terlalu dalam di restoran itu, tetapi masih belum menemukan meja kosong. Mataku langsung terpaku begitu melihat seorang anak SMK dengan mengenakan seragam sekolah yang tidak asing di penglihatan ku.
"Xiaojun sedang apa dia disini." ucapku begitu melihat pria familiar yang aku lihat itu. Aku pun mencoba mendekati Xiaojun. barang kali ia bersedia aku duduk disebelahnya untuk memesan makanan.namun hampir lima langkah aku sampai menuju mejanya tiba-tiba seorang wanita berumur sekitar tiga puluhan itu mendekat telat di meja Xiaojun. dengan beberapa temannya.
"Hei, anak muda yang tampan mau tidak temani para kakak-kakak ini pergi berbelanja dan bermain. Kau sedang sendiri bukan?" perkataan genit yang membuatku sangat muak begitu mendengarnya.
Walaupun Xiaojun sudah menatapnya dengan tatapan jijik. orang-orang itu masih saja tidak mengerti dengan perasaan Xiaojun.
"Hey, ayolah jangan menatap kami dengan begitu. Kami akan memberimu uang jajan yang sangat besar kok."
Benar-benar tidak bisa dimaafkan, tapi ku rasa wanita ini adalah istri seorang pejabat. Akan sangat berbahaya jika aku memukulnya di depan umum. Tetapi aku harus segera menyelamatkan anak laki-laki polos yang ada di hadapanku itu.
__ADS_1
Aku pun maju untuk mengambil langkah membela Xiaojun. "Maaf Tante ini siapa ya?" Jika aku berbicara seperti ini wanita itu bakal kesal bukan
"Kau yang siapa? Main nyelonong aja ga ada sopan santunnya." Perkataan yang membuatku sangat ingin mematahkan segera leher wanita hina itu.
"Aku pacarnya Xiaojun. Tante ini siapa?" apa aku salah berbicara. tapi umur kami tidak berbeda jauh. Kurasa aku tidak akan terlihat berbohong.
"Hei, nak apakah dia benar-benar pacarmu?" Wanita itu masih tidak percaya dengan ucapan ku.
Tapi memang ada benarnya aku yang memakai baju seperti guru, sedangkan Xiaojun memakai seragam sekolah terlihat jelas sekali kalau aku ini sedang berbohong. Tetapi jika aku melepaskan kacamata ku aku akan terlihat lebih cocok dan terlihat seumuran dengan Xiaojun.
"Benar, aku sedang menunggu Yinyue disini." Tidak menyangka Xiaojun mengatakannya dengan tersenyum seperti itu. Aktingnya benar-benar harus diberikan penghargaan.
"Ck, kalau kamu sudah bosan dengan pacarmu jangan lupa untuk mencari kakak ya!"
Dasar tante-tante genit, buat aku jadi pengen muntah saja. Jika dia hidup di zaman dinasti Qin mungkin kau sudah habis aku bunuh dengan satu tebasan pedang milikku.
Wanita genit itu pun pergi. Namun setelah itu ada suara familiar yang memanggilku dari belakang hingga membuatku tertegun. "Bu guru Ye?"
"Meizuo?" Aku terbelalak terkejut dengan siapa orang yang memanggilku. "kenapa kau kemari?" Sambung ku dengan nada seperti orang yang baru saja tertangkap basah melakukan sesuatu hal yang tidak baik.
"Ah itu, Ibu meninggalkan dompet ibu." Dengan dingin meizuo pun menyerahkan dompetku dan pergi meninggalkanku begitu saja.
Sepertinya Meizuo salah paham dengan apa yang dilihatnya. Wajah kecewanya sepertinya bertambah. Aku ini seorang guru, tetapi aku tidak bisa memahami perasaan murid ku sendiri.
"Ada apa Bu guru kemari?" Ucap Xiaojun tiba-tiba.
"Bolehkah ibu duduk dulu?"
"iya."
__ADS_1
"Ibu tidak sengaja kok datang kemari dan melihatmu sedang kesulitan. Jadi ibu membantu mu."
"Biar aku beritahu pada ibu, umurku ini hampir sama dengan umur ibu. Jadi kedepannya aku akan memanggil nama ibu seperti yang dilakukan meizuo." Suasananya tiba-tiba saja berubah