
Benar-benar hari yang melelahkan begitu sampai aku di apartemen ku. Aku membanting kan tubuhku ke atas ranjang. Aku teringat dengan apa yang dibicarakan murid perempuan SMK itu. Seluruh kelas membicarakan ku? Apa itu sebabnya hari ini aku sedikit kurang enak badan kah?
Aku berjalan melihat kalender yang menggantung disebelah meja belajar ku. Tampak jelas sebentar lagi adalah hari ulang tahun kaisar Hao. Hari dimana kali pertamanya aku bertemu dengannya adalah saat ulang tahunnya yang ke 5 tahun. Saat itu kakek kaisar memberikan ku hadiah dengan pertunangan dengan Jingxi. Axi sangat senang, begitu pula dengan aku yang juga merasakan kesenangan itu.
Namun saat kematian kakek kaisar, di umurku yang ke 14 tahun para anggota kerajaan menuduh keluargaku. Keluarga ku di cap sebagai pembelot kerjaan. Begitu pula dengan pertunangan ku yang dibatalkan secara sepihak.
Saat itu kupikir Axi bakal membelaku tapi nyatanya dia hanya bisa memalingkan wajahnya, Setelah umurnya cukup untuk naik tahta sebagai kaisar ia membunuh kakaknya yang merupakan kaisar sebelumnya.
Kejahatannya dimata ku memang tidak bisa dimaafkan, bodohnya aku tergoda dengan tampang dan perkataannya waktu itu. Waktu yang berlalu biarlah berlalu. Aku tidak bisa menyesali apa yang sudah terjadi. Sekarang aku hanya perlu menyelesaikan masalahku di dunia ku yang baru ini.
Aku mengusap kalender yang menggantung itu sambil mengambil nafas panjang. Namun tidak lama suara bel pintu apartemen ku berbunyi.
Ting..tong..
Aku segera bergegas melihatnya dari lubang pintuku. Seorang laki-laki dengan baju seragam SMK sedang berdiri tepat di depan pintu apartemen ku. Akupun membukakan pintu apartemen ku. Sambil melihat lebih jelas siapa yang berani berkunjung di waktu istirahat ku.
"Siapa yang berani menemui ku jam segini."
Sontak aku merasa kaget melihat seorang anak berandalan yang sangat sulit diatur itu tiba-tiba datang menemui ku dengan pakaian yang masih sama saat ia meninggalkan sekolah beberapa jam yang lalu.
"Meizuo!?" Ujarku memanggil nama murid laki-laki itu dengan tidak asing.
"Guru cebol!" dia masih saja mengatakan hal yang membuatku kesal.
Ia menyodorkan secarik kertas dengan sebuah pasal-pasal seperti seorang petugas kepolisian saja ditambah ada selembar materai yang sudah ditanda tangani olehnya.
"Apa-apaan ini!?" Aku tidak menyangka bahwa ia mengetahui alamat rumahku dan juga memaksa ku menandatangani sebuah kontrak yang tidak ku mengerti.
"Ini adalah surat perjanjian, antara asisten guru dengan gurunya. Sebaiknya guru cebol lihat isi dari perjanjian ini secara keseluruhan."
Aku pun membaca satu persatu pasal-pasal yang dilayangkan olehnya sebagai asisten guru seperti dirinya.
Guru cebol boleh memerintahkan apapun kepada Meizuo sebagai tugasnya menjadi asisten atau tangan kanannya.
__ADS_1
Guru cebol tidak bisa memaksa apa yang tidak di sukai Meizuo.
Guru cebol wajib memberikan pembelajaran tambahan dan nilai poin tambahan untuk raport nya.
Jika Meizuo berprestasi wajib memberikan hadiah.
Aku tertawa kecil membaca pasal-pasal yang tertera di dalam surat perjanjian itu. Walau bagaimanapun mereka bertingkah dewasa. Tapi pemikiran mereka masih seperti anak-anak seusianya.
"Bagaimana kalau kita membicarakannya didalam saja." Akupun menyuruhnya untuk masuk kedalam apartemen ku terlebih dahulu. Agar mudah dibicarakan baik-baik.
Aku pun menyuruhnya untuk duduk di kursi. Dia duduk dengan sangat sopan tidak seperti kelakuannya yang pada biasanya.
"Ternyata kau sangat payah dalam mendekorasi apartemen mu sendiri."
"Tidak usah komentar, kau tidak diizinkan mengomentari isi dalam rumahku." aku berkata ketus karena ia benar-benar menyebalkan.
"Jadi bagaimana?" ujar Meizuo sambil menatapku lekat-lekat.
"Di sekolah memang aku merupakan peringkat terakhir. Itu hanya bentuk akal akalan ku saja agar aku tidak mencolok seperti seseorang."
"Kalau begitu aku ingin melihat hasilnya bagaimana, apakah kau bisa mengalahkan rubah itu."
"Ternyata kau tahu julukannya ya."
"tentu saja"
"Kau tahu kenapa ia dijuluki seperti itu? Karena tatapan matanya yang kosong bukan berati dia tidak memiliki pikiran apapun, melainkan ia suka merencanakan strategi licik yang dibuatnya."
"Jadi begitu.."
"Sebenarnya aku kesini bukan hanya ingin memberikan surat itu saja., melainkan ingin menjelaskan dan meminta maaf saat kejadian saat menjual mu."
"Jadi bagaimana bisa kau menjual guru mu sendiri pada pria hidung belang?" tidak menyangka Meizuo yang ada dihadapanku ini sangat berbeda saat ia berada didalam kelas.
__ADS_1
"Aku memang berniat menjual mu karena satu alasan, kau apakah tidak ingat dengan Ren? Dia masuk rumah sakit karena dipukuli oleh orang tidak dikenal hingga banyak tulangnya yang patah.
Pada malam itu juga aku hendak menolong mu dengan berpura-pura menculik mu saat malam itu. Namun saat aku kedalam hotel itu aku tidak mendapati mu. Aku hanya mendapati pria guling itu dengan ponsel kau yang tertinggal disana."
"Walau ceritamu sedikit mengharukan, tetapi tetap saja menjual seorang guru kepada pria hidung belang itu merupakan tindakan yang tidak baik."
"Aku tidak menyesali perbuatan ku. Karena dengan melakukan hal itu Ren bisa cepat ditangani. Mungkin juga aku tidak akan bisa melihat perubahan drastis mu jika aku tidak melakukannya."
"Dasar menyebalkan, kau sangat tidak tahu diri rupanya, tapi aku akan menandatangani surat perjanjian ini."
Benar-benar berantakan orang ini sangat amat mirip dengan kaisar Hao ketika memutuskan pertunangannya dengan ku. Walaupun dia memiliki sifat yang mirip akan tetapi ia masih belum tentu reinkarnasi dari kaisar sialan itu.
"Aku sudah menandatangani perjanjian ini, sekarang kau boleh pulang dan kau harus ingat tugasmu sebagai tangan kanan ku."
"Kau lihat saja nanti bagaimana aku akan menjalankan tugasku. kau hanya perlu memerintahkan apapun yang kau butuhkan padaku. Kalau begitu aku pamit dahulu cebol!"
Diakhir kepergiannya ia tetap menyebalkan seperti biasanya. Anak anak zaman sekarang benar-benar membuatku kewalahan.
Sebaiknya aku segera membuat soal ujian tengah semester untuk segera disetorkan kepada sekolah.
...****************...
"Selamat pagiii, bu guru ye!"
"Pak Wei, pagi juga!"
"Kau tampak tidak bersemangat?"
Bukannya aku tidak bersemangat semalam aku minum bir satu teguk tapi efek pemilik tubuh ini yang tidak toleran terhadap bir langsung membuat reaksi yang sangat memalukan.
"Aku hanya sedikit lelah beberapa hari ini."
"Baiklah"
Wei liang pergi menjauh dari Yinyue namun setelah itu datang Nian yang merupakan guru sejarah di SMK itu.
__ADS_1
"Bu guru Ye, kau kelelahan ya!? Bagaimana jika malam nanti kita minum bersama dirumah ku?"