Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik

Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik
Orang tua Murid


__ADS_3

Bugh..


Suara pukulan keras mengenai kepala bagian depan Xiaojun. Apakah preman itu tidak menyerah? Beraninya dia memukul murid kesayangan ku.


Xiaojun : "Beraninya kalian memukul bu guru dari belakang menggunakan sebilah kayu. Apa kalian tidak malu?"


Xiaojun dia.., dia berdarah untuk menyelamatkanku? Tapi kenapa? Dari dulu orang-orang selalu berusaha untuk membunuhku, bahkan tidak ada satupun yang mengulurkan tangan untuk membantuku, tapi kenapa?


Tanganku gemetar, seseorang mengorbankan nyawanya untuk ku. ini tidak bisa di biarkan. Kalau tidak salah di tas pemilik tubuh ini ada alat kejut anti orang cabul. Kalau begitu aku akan menyetrum para preman ini hingga mati.


Aku : "Kalian beraninya memukul salah satu murid ku, aku tidak akan mengampuni kalian!!!!"


Ya benar, cara memakainya seperti ini dengan menekan tombol ini mereka bertiga akan segera pingsan dengan kejut listrik tegangan tinggi ini. Aku langsung menempelkan benda yang berbentuk kotak itu di perut preman yang jaraknya tidak jauh dan berdiri tepat di belakangku. lalu aku menekan tombolnya dan preman itu ambruk terjatuh karena terkena kejutan listrik dari kotak itu.


Aku pun segera menelpon polisi agar semuanya di bereskan dengan cepat. Sambil mengawasi preman itu aku lalu mendekati Xiaojun.


Aku : "Kau pasti ketakutan bukan? Hehehe berandalan nomor satu SMK 1 Teknik terlihat menyedihkan. Sini biar ibu bantu obati luka mu."


.


Aku ingin melihat seberapa parah lukanya itu, akankah berbekas atau tidak. Sayang sekali bukan wajahnya yang tampan ini dinodai oleh luka kecil gara-gara melindungi ku.


Xiaojun : "Aku tidak apa-apa, Bu guru tidak boleh menyentuhku. Sembarangan!"


Xiaojun menepis tanganku. Tidak lama polisipun datang. Ada apa dengan Xiaojun? Apa dia marah karena aku yang berhasil mengalahkan preman itu bukan dirinya. Dasar harga diri anak zaman sekarang emang berbeda.


Setelah itu aku tidak menyadari bahwa mengapa Xiaojun tidak melawan preman itu di sudut jalan buntu itu dan mengapa dia tidak mengikuti ku kabur dari para preman itu, dan ia hanya ingin menghadapinya. Itu karena kakinya terluka sehabis pertarungan yang ia lakukan di sekolah sebelumnya. Dan aku tidak memerhatikan itu, hingga keluarga Xiaojun pun datang.

__ADS_1


"Tuan Muda! Apa kau tidak apa-apa?" Teriak dari supir pribadi Ayahnya itu.


"Dasar anak sialan! Kau pikir hanya kau anak dari wanita itu kau bisa berbuat seenaknya?" Ujar seorang wanita yang nampaknya bukan ibu kandung dari Xiaojun.


"Sudah biarkan saja anak itu" Kata-kata dingin dari pria itu membuat Xiaojun mengepalkan tangannya dengan erat seolah-olah ingin segera melayangkan tinju pada pria itu.


Aku tentu saja berinisiatif untuk mendekati kedua orang tua Xiaojun, walau bagaimanapun dia adalah murid ku. Aku harus mengatasi pengganggu yang bisa mengacaukan fokus belajarnya.


"Maaf, pak, Bu. Saya guru dari Xiaojun. Nama saya Ye Yinyue. Sebaiknya bapak dan ibu jangan terlalu kasar. Karena anak-anak diumur ini sedang sangat sensitif."


"Anda tidak perlu mencampuri urusan keluarga kami, dan satu hal lagi kau seharusnya mengajari anak sialan ini dengan baik."


Ini tidak bisa dibiarkan, tapi jika aku bertindak lebih mungkin Xiaojun akan dalam masalah. Aku harus sedikit menundukkan kepalaku.


"Maaf pak jika saya ada salah ucap. Sebenarnya saya hanya ingin berterimakasih kepada anak bapak dan ibu karena telah menolong saya. Sebelumnya saya hendak di rampok oleh preman itu, beruntung Xiaojun datang untuk menolong.


Aku melihat wajah Xiaojun yang tertegun dengan perkataan ku. hehe tertangkap kau nak. Kau pasti terharu dengan apa yang aku lakukan. Jadi ikutilah permainanku, kau harus menjadi anak teladan.


"Jadi begitu ya, Saya akan melepaskan anak itu. tetapi jika aku mendengar kembali anak ini membuatku malu, mungkin dia akan lebih baik jika di pindahkan ke negara asalnya."


Aku tertegun mendengar kata-kata negara asalnya, apakah Xiaojun adalah murid dari negara asing? Apakah rambutnya yang putih perak itu bukan hasil dari mewarnai rambutnya tetapi memang asli berasal dari gen orang tuanya. karena yang aku lihat pria tua ini juga memiliki rambut yang sama.


Mereka pun pergi begitu saja menggunakan mobilnya. Tanpa mengucapkan satu patah kata apapun lagi padaku. Sebenarnya aku sangat ingin sekali, mengatakan satu kata lagi untuk orang tua yang seperti itu, tetapi dilihat dari pakaiannya sepertinya orang itu bukanlah orang biasa.


***


Tidak terasa pagi hari telah tiba, aku lagi-lagi harus menghadapi berbagai rintangan di dalam sekolah yang bobrok ini. Semua siswa disini benar-benar sangat merepotkan.

__ADS_1


Aku sudah siap berdiri di depan kelas untuk mengajar di kelas 2-2 tetapi mereka semua nampaknya hampir sama dengan kelas 2-4 tetapi hanya saja mereka nampak lebih mudah diatur.


"Baik, kita akan mulai pelajarannya." Sambil tersenyum aku harus memberikan pelajaran terbaik baru setelah itu aku akan memberikan test dengan soal tersulit untuk mereka dan membuat hukuman untuk orang yang mendapat nilai jelek.


"Bu guru Ye!" tiba-tiba seseorang tiba-tiba masuk begitu saja saat aku mengajar kelas ini.


"Ada apa?" Dasar pengganggu, apakah dia berasal dari kelas 2-4?


"Bu guru Meizuo dan Xiaojun bertengkar. Di lapangan sepakbola!!" Ujar salah satu siswa itu terburu-buru.


"Bukankah, ada pak Wei Liang sebagai penanggung jawab pelajaran olahraga?" Selalu saja aku tidak bisa tenang mengajar jika kelas 2-4 terus saja membuat masalah.


"Itu dia, sejam yang lalu pak Wei Liang harus pergi karena ada urusan mendadak. Kumohon ibu hanya ibu yang bisa melawan mereka.


Apa-apaan murid itu, bukankah mereka belum mempercayai ku sebelumnya. Yah sudahlah lagian aku adalah wali kelas mereka jadi aku harus bertanggung jawab atas mereka.


"Baik, kalian baca saja buku halaman 67, setelah itu akan ibu adakan sebuah tes untuk mengurutkan kemampuan kalian. Ibu pergi dulu."


Aku pun bergegas pergi bersama siswa itu untuk melihat bagaimana, Xiaojun dan Meizuo bertengkar. Tetapi menurut dugaan ku Xiaojun akan memenangkan perkelahian itu.


namun setelah aku setengah berlari menyusul mereka. Ternyata keduanya benar-benar. Tunggu dulu Xiaojun berkelahi dengan kaki dan kepalannya yang terluka? Aku baru saja teringat bahwa semalam ia baru saja mengalami kecelakaan karena berusaha menolongku.


"Oi, KALIAN!!!" Mereka benar-benar merepotkan apakah aku harus menghajar mereka sampai mampus agar mereka tidak berani bertingkah lagi?


"BU GURU YE!!!?"


lihat bukan mereka sangat kompak begitu saat memanggil nama ku. Apa aku jadikan Xiaojun asistenku saja seperti rencana awal ku? Tapi aku sudah memilih Meizuo. Sepertinya akan sulit bagiku jika aku memperkerjakan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2