Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik

Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik
Wajah baru


__ADS_3

Xiaojun : "Memang benar, Meizuo sudah bertindak kelewatan tapi aku juga tidak setuju, kau melakukan kekerasan pada murid mu sendiri."


Aku : "Jadi, apa yang akan kau lakukan jika berada di posisiku."


Ia pasti sadar bahwa dirinya juga tidak bisa menyangkal perkataan ku, Karena berdasarkan pengamatan di dalam ingatan tubuh ini. Walaupun Xiaojun tidak pernah berurusan dengan pemilik tubuh tapi yang paling sering melakukan kriminalitas di sekolah dan kekerasan terhadap murid lain adalah dirinya sendiri.


Dia terdiam tidak bisa menjawab ku lagi, sepertinya aku berhasil membuatnya bungkam dan tidak bisa melawanku lagi, lihat saja kau bocah. Aku akan mengajarkanmu juga agar kau bisa menjadi seorang murid yang berakhlak.


***


Sungguh hal yang tidak terduga, aku sudah begitu lama menahan diriku dan mulai satu-persatu mengajarkan bagaimana seorang murid bersikap pada seorang gurunya akhirnya pelajaran pertama sudah selesai dan waktunya istirahat.


"Bu Guru Ye Yinyue!"


Siapa orang berkacamata dan tinggi itu, wajahnya lumayan sedikit tampan. Tetapi tetap saja, aku masih belum menemukan ingatan dari tubuh ini tentang Pria ini.


"Ah, pak guru."


"Kau nampak berbeda sekali sekarang, Bu guru."


Dasar sialan, tentu saja aku berbeda. Karena aku bukan pemilik asli tubuh ini, lagian di kehidupanku sebelumnya aku adalah seorang jenderal yang sangat cantik. kau-pun akan terperangah dengan kecantikan yang tiada tara milikku.


"Tentu saja pak guru bukankah kita setiap harinya harus berubah menjadi yang lebih baik lagi?"


Aku sambil berjalan di koridor kelas menuju ruang guru bersama pria muda ini. Membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan para murid-murid yang sangat sulit ditangani akhir-akhir ini.


Namun tiba-tiba seorang murid menghadang perjalananku menuju ruang guru. Tentu saja anak itu adalah anak yang sangat baik. Anak yang sebentar lagi akan menjadi murid teladan setelah aku memberikan beberapa pelajaran yang berharga.


"Ada apa Meizuo?"


Pria ini ada apa dengannya mengapa dia mau mengurusi urusan ku dengan murid ku yang paling berharga ini.


"Pak Guru sebaiknya diam, aku hanya ingin berurusan dengan Bu guru yang pendek ini."

__ADS_1


Meizuo menantangku? apa aku tidak salah dengar seorang bocah sepertinya berani-beraninya menantang sang jendral yang namanya harum satu negara di kerajaan Qing. Apa dia masih ingin mendapatkan sedikit pelajaran?


"Meizuo murid ibu yang baik, sekarang waktunya istirahat. Apa kau tidak ingin bermain-main dengan teman-teman mu yang lain?" Aku harus tersenyum menakutinya agar dia tahu bagaimana aura mengerikan yang aku pancarkan.


"Tidak, aku hanya ingin berbicara empat mata dengan ibu."


Meizuo tiba-tiba menarik tanganku dengan sangat keras. Aku benci tubuh ini, karena tubuh ini benar-benar kecil dan lemah. Bahkan jika aku ingin mengayunkan pedang kembali tubuhku langsung terbawa oleh beratnya pedang itu.


Tapi Pria yang sama-sama seorang guru sepertiku ini, menarik tanganku yang satunya. Sudah lama sekali sepertinya aku tidak di perebutkan oleh para pria tampan yang ada di dunia ini..


"Apa yang kau ingin bicarakan, bicaralah di ruang guru!" Pria itu benar-benar tegas. Aku suka tapi satu hal yang sangat disayangkan dia bukanlah tipeku.


"Tidak apa pak guru, meizuo sekarang adalah murid kesayangan ku. Benar bukan?"


hehe, meizuo lihat bagaimana aku akan merubah mu menjadi murid paling baik.


Meizuo tiba-tiba melepaskan pegangannya dari tanganku. lalu ia pun pergi begitu saja tanpa mengatakan satu patah katapun.


"Hahah, tentu saja.".


"Pasti berat sekali menjadi wali murid kelas 2-4, Walaupun Mereka anak pejabat dan berkedudukan tinggi semua, tetapi sikap mereka tidak memperlihatkan anak yang menjaga nama baik keluarga mereka sendiri."


"Tidak berat kok, aku sekarang senang mereka menjadi murid ku. betapa menyenangkannya saat bermain dengan mereka."


"Bu guru, tidak usah menutupi perasaanmu. kau boleh mengatakannya padaku."


Dih pria ini sok tahu sekali aku bukanya mau memberitahunya. karena memang tidak ada yang harus di beri tahu.


"Kalau begitu bagaimana kita cepat-cepat keruang guru pak guru, karena sebentar lagi nampaknya bel pelajaran selanjutnya akan segera di mulai."


Pura-pura tersenyum, dasar cowok tidak peka. tapi kenapa ya aku tidak bisa menemukan ingatan tentang pria ini di dari pemilik tubuh ini.


Ya sudahlah, yang penting aku sekarang hanya perlu pada tujuanku. Aku berjalan bersama pria ini menuju ruang guru. Begitu sampai. Para guru yang lain, yang sedang asik berbincang tiba-tiba saja berhenti.

__ADS_1


Mungkin mereka terpukau dengan kecantikan ku yang membahana ini.


"Apakah hari ini kita kedatangan guru baru lagi pak Wei Liang?"


Salah satu guru dengan wajah mesum dan berkumis itu bertanya pada pria yang ada di sebelah ku. Jadi nama guru ini adalah wei Liang. Sepertinya aku pernah dengar sebelumnya.


"Apa yang pak guru Xing, katakan ini adalah guru andalan SMK 1 teknik kita, Bu Guru Ye Yinyue."


"Hahaha, begitu ya. hari ini Bu guru Ye Yinyue sepertinya baru saja dari salon. Dari dulu Bu guru memang terlihat cantik."


Kau baru mengakui ku? Aku memang cantik.


"Hhh Pak guru Xing bisa saja."


Aku pun kembali berjalan lebih dulu dan duduk di kursi meja guru yang paling belakang dipojok kanan. Sangat dekat dengan jendela yang langsung terlihat lapangan sekolah dimana para siswa sering berolah raga.


Setelah aku berhasil duduk di kursi ku, tiba-tiba saja para guru yang lain menghampiriku dengan senang dan menawariku beberapa kopi dan camilan serta makan siang milik mereka.


Sebenarnya aku memang lapar karena sebelumnya aku tidak sempat sarapan, tapi para guru munafik ini. Jika saja bersikap seperti ini dari saat pemilik tubuh ini masih berada di dalam tubuhnya mungkin dia tidak akan menyerah dengan hidupnya pada dewa.


"Tidak, terima kasih kalian memang sangat baik. tapi aku dirasa agak kurang enak jika begini."


Ya begini saja sebentar lagi mereka akan pergi.


"Bu guru Ye, jangan sungkan. Kau dari dulu ini sangat pemalu ya."


Cih bukan aku pemalu, aku menolak kalian karena aku tidak mau makan bersama para munafik seperti kalian, bahkan sebagian dari kalian tidak pernah datang mengajar, tetapi selalu mendapatkan uang gaji full dari para atasan.


"Iya aku sedikit malu, kalau begitu aku pergi ke kantin saja untuk membeli beberapa makanan yang ada di sana."


Setelah itu aku beranjak dari dudukku. namun tiba-tiba wajah mereka berubah dan mencoba menghentikan ku.


"Bu guru, Jangan!" Semuanya menunjukan wajah yang sangat khawatir padaku. memangnya apa yang akan terjadi ketika aku pergi ke Kantin?

__ADS_1


__ADS_2