Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik

Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik
Obsesi


__ADS_3

Disini posisinya Xiaojun sedang sangat memprihatinkan karena luka yang aku sebabkan karena kelengahan ku. Tentu saja aku ingin membela Xiaojun tapi jika itu terjadi pasti Meizuo akan menganggap ku tidak adil. Maka dari itu aku harus jadi netral terlebih dahulu.


"Xiaojun! Meizuo! Ikut dengan ibu keruang Guru!" Cuman ini yang bisa kulakukan.


"Oi, bu guru pendek kau jangan suka berlagak! Apa kau mau jadi sok setelah menjadikanku anjing mu?" Ucapan Meizuo sangat tidak terduga. Apakah dia masih belum puas setelah mendapatkan hukuman dari ku.


"Bu guru cebol sebaiknya diam saja ini urusanku dengan Meizuo!"


Xiaojun juga berani-beraninya mengatakan perkataan yang membuatku sangat marah. Akupun memilih untuk menarik telinga mereka dua bocah tinggi yang sombong ini.


"Aawhhh,, sakit bu. sakit. Lepaskan buuu, sakit. telingaku seperti akan putus." Meizuo berteriak-teriak minta untuk dilepaskan. Uh siapa suruh kau berbuat onar.


"Tidak akan ibu lepaskan sampai ibu seret kalian ke ruang guru."


"Wah, Bu guru ye hebat sekali. Bukan hanya jadi cantik dia benar-benar berubah menjadi kuat hihi." Salah satu murid itu membicarakan ku, tentu saja telingaku mendengar perkataan itu, dasar yang mereka pikirkan selalu saja tampang seseorang.


"awhh ibu lepas.." Meizuo terus berteriak. Tetapi Xiaojun hanya terdiam menahan rasa sakitnya. Aku jadi merasa iba begitu melihat Telinga Xiaojun dan Meizuo yang membekas merah itu.


"Selamat pagi Bu guru Ye!" Suara pria itu sangat tidak asing di telingaku.


ternyata orang itu adalah Wei Liang.


"Eh, pak guru wei." Aku harus tersenyum untuk memperlihatkan keanggunan ku. untuk menipu musuh.


"Bu guru Ye, ada apa ini? Maaf sekarang aku yang bertanggung jawab atas mereka jadi saya ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya." Wei Liang terlihat sekali dirinya sedang tersenyum palsu padaku.


Dasar munafik. Dia sengaja membiarkan murid-murid ku bertengkar dan kembali saat aku sudah datang menangani mereka.


"Mereka bertengkar, mengingat keadaan Xiaojun yang seperti ini sepertinya hal ini lebih baik diselesaikan baik-baik."


tentu saja, aku punya hak juga untuk mengurusi mereka. Karena aku adalah wali murid mereka.

__ADS_1


"Begini saja, bagaimana kalau mereka bertanding lari."


"Apakah pak guru tidak melihat kaki Xiaojun yang sedang kesakitan? Guru macam apa yang menyuruh muridnya yang sedang kesakitan untuk bertanding lari."


Dasar tidak punya otak! Pasti otaknya aus karena keseringan berolah raga.


"Maksudku bukan hari ini Bu guru, tapi Minggu depan. Anak-anak diumur seperti ini sangat menyukai kompetisi."


Terserah pada otak kecilmu lah. Aku akan mengatasi mereka dengan caraku sendiri.


"Bu guru, izinkan aku bertanding!" Meizuo dan Xiaojun kompak mengatakan hal yang sama.


Jika mereka seperti ini tentu saja aku tidak bisa menolak mereka. Mereka sudah memohon padaku. Aku tidak bisa berkata tidak.


"Baiklah. Kalau begitu ibu akan membawa Xiaojun untuk merawat lukanya."


Tiba-tiba Wei Liang menahan tanganku. Sungguh menjijikan, dia pasti hanya berpura-pura atau semacamnya. Tanganku yang indah beraninya dia menyentuhnya sembarangan.


Orang ini sebenarnya ada masalah apa dengan pemilik tubuh asli sepertinya ada sesuatu semacam dendam atau apalah. Atau ini karena aku menolak ajakan pulangnya kemarin ya.


"Xiaojun, katakan sesuatu." Cara ini biasanya sangat ampuh. melihat Xiaojun juga sepertinya membenci Wei Liang.


"Pak, guru izinkan aku merawat diriku di ruang kesehatan." Suatu hal yang jarang terjadi Xiaojun meminta izin pada Wei Liang untuk pergi bersamaku.


Semua anak-anak tidak berhentinya memuji kehebatan ku. dan memanas-manasi bahwa akan ada suatu perang besar diantara aku dan Wei Liang.


"Kalau begitu aku pergi dulu pak Guru Wei!" Selamat tinggal bodoh! Makanya punya otak itu di asah bukan di amplas. Xiaojun, lihatlah bagaimana ibu akan menarik mu menjadi siswa teladan.


Aku pun berjalan dengan Xiaojun menuju ruang kesehatan namun setelah kami hendak sampai di depan ruang kesehatan itu. Tiba-tiba Xiaojun berhenti dan mengucapkan satu kalimat yang sangat menyebalkan.


"Terimakasih Bu guru Ye, sudah membantuku bolos pelajaran olahraga. tapi sebaiknya ibu jangan sok peduli lagi padaku untuk kedepannya."

__ADS_1


Kata-kata tak terduga dari Xiaojun membuatku sedikit marah, tetapi aku merasa tidak tega jika harus menghajarnya sekarang. Semalam dia melindungi ku. Dan pelukannya itu mengingatkanku pada seseorang di masa lalu.


Aku benar-benar merindukan sosok orang itu, diriku masih bertanya-tanya apakah. Pria yang ku rindukan itu sebenarnya bereinkarnasi menjadi Xiaojun di zaman sekarang?


"Baiklah jika itu mau mu, tapi itu bukan apa-apa. Aku hanya melakukannya karena semalam kau terluka karena melindungi ku. Jadi aku akan menganggapnya kita impas, dan aku tidak punya hutang apapun lagi padamu."


Lebih baik aku pergi dibandingkan harus mengajarkannya sekarang. Akan sulit bagi anak-anak seumurannya jika harus dipaksakan melakukan hal yang aku mau.


Aku berjalan menelusuri lorong untuk kembali ke kelas 2-2 mengajar pelajaran yang tidak sempat aku selesaikan.


"Bu guru!"teriakan dari Xiaojun. " hati-hati dengan pak guru wei. Aku bisa melihatnya, sepertinya ia sangat terobsesi dengan ibu."


Aku sempat berhenti untuk mendengarkan kata-katanya, tapi semua itu adalah hal yang tidak penting untukku. Cinta? aku tidak percaya lagi akan hal itu.


Kini aku hanya akan hidup dengan mencapai tujuanku. Dan mati karena kehendak ku sendiri. Aku tidak ingin mati karena di bunuh oleh orang lain lagi. Hidupku yang seperti itu sudah ku buang selamanya.


Aku pun kembali mengajar kedalam kelas 2-2, mereka bukanya belajar seperti yang ku perintahkan. Mereka sibuk bermain-main bahkan suasananya sangat Kacau balau.


"Apakah kalian siap untuk kuis hari ini." Senyum, Yin. Senyum. Kau harus menahan kelakuan anak-anak zaman sekarang.


"Heh sejak kapan kita melakukan hal bodoh seperti itu."


Kepalaku benar-benar pening bisa mengajar di sekolah yang sangat bobrok tidak tertolong ini. Hmm.. baiklah bagaimana kalau seperti ini.


"Baiklah siapa yang tidak mau melakukan kuis hari ini."


Sekitar lima sampai tujuh orang mengangkat tangannya tidak mau mengikuti kuis yang akan aku adakan. Baiklah ini saatnya melakukan sebuah permainan sederhana.


"Baiklah sebenarnya kuis ini adalah permainan yang aku ciptakan. Jika orang yang mendapat nilai tinggi akan menjadi raja, sedangkan orang yang nilainya rendah akan menjadi babu. Program permainan ini akan berlangsung selama satu Minggu penuh dan aku akan mengawasinya langsung.


Karena kalian tidak mau mengikuti kuis maka nilai kalian otomatis nol, jadi kalian akan menjadi babu teman kalian."

__ADS_1


__ADS_2