Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik

Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik
Guru Privat


__ADS_3

Aku memberikan sedikit nasehat dan semangat agar mereka bisa bersemangat dalam belajar. Setelah waktu yang dijanjikan tiba, aku akhirnya menempati janjinya dan memberikan mereka izin untuk pulang.


Mereka semua pun bersiap untuk pulang, aku memerintahkan Feng untuk menyiapkan murid dan memberikan salam untuk pulang.


Begitu selesai mereka pun membubarkan diri dengan penuh semangat hingga tidak beraturan. Namun di sela sela itu seperti menunggu semuanya sepi. Meizuo masih berada diatas kursinya sedang menatapku dari kejauhan.


Tidak tahu apa yang akan ia lakukan tetapi kesalahpahaman saat di restoran kemarin membuat sedikit susana canggung diantara kita, bahkan selama pelajaran ku berlangsung ia hanya terdiam dan mendengarkan, tidak seperti biasanya yang selalu menyela apa yang aku ucapkan.


Begitu kelas benar-benar sepi aku mengambil buku dan tasku yang berada tergeletak diatas meja guru yang jaraknya tidak begitu jauh dengan tempatku berdiri. Aku hendak bergegas pulang namun kedua murid yang menyebalkan itu tiba-tiba memanggilku.


"Bu guru ye!"


Bahkan saat berteriak pun mereka sangat kompak. Apakah dahulunya mereka adalah anak kembar.


"Ada apa!?" Aku menyahuti mereka dengan antusias, dan tersenyum. Karena sepertinya mereka sudah ada sedikit kemajuan.


Meizuo: "Heh dasar bocah pirang!! Apakah kau mau mencoba mengikuti ku?" amarah Meizuo meledak begitu tau bahwa yang sedang menungguku bukan hanya dirinya.


XiaoJun :"Hei, Seharusnya aku yang berkata seperti itu! Kau mengikuti ku ya?" XiaoJun walau perkataannya datar dan hampa tapi aku bisa merasakan bahwa ia juga tidak bisa menahan amarahnya.


Aku tidak bisa berpihak kepada siapapun. Ini terlalu rumit aku tidak bisa mengerti keduanya. Sebenarnya apa yang sedang mereka dua perebutkan.


"Jika kalian ingin bertengkar, sebaiknya ibu pergi karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini."


Meizuo :"Tunggu dulu guru cebol!"


Meizuo menghentakkan tangannya di meja sehingga membuat suara keras yang cukup mengagetkanku. Ia pun melangkah mendekatiku sambil menyodorkan sesuatu benda kotak persegi panjang. Dengan motif unik dan gantungan kelinci yang menggantung di kotak itu. Aku tidak begitu tau apa benda itu namun berdasarkan ingatan dari pemilik tubuh ini orang-orang menyebutnya dengan sebutan ponsel.


Meizuo : "Ini! Ini ponsel mu!"

__ADS_1


Meizuo memberikan benda ini begitu saja padaku. Setelah diingat-ingat lagi dari memori pemilik tubuh ini, ini benar ponsel milik pemilik tubuh ini. Selama ini aku kesulitan membalas pesan pesan dari guru lain dan beberapa dari orang menggunakan laptop karena pemilik tubuh ini tidak begitu ingat ponselnya hilang dimana.


"Terimakasih, aku mencarinya selama ini."


Meizuo: "Kalau begitu aku pamit pulang!"


Meizuo pun berpamitan dan meninggalkan Aku dan Xiaojun didalam ruangan kelas. Benar-benar tidak terduga ternyata ponselku ada pada dirinya kenapa beberapa hari terakhir dia tidak memberikannya saja padaku padahal kemarin..


Xiaojun tiba tiba sudah berada di hadapanku aku tidak tau apa yang sedang dilakukannya. Tubuhnya benar-benar tinggi, atau tubuh ini saja yang terlalu pendek. Dari segi wajahnya juga anak ini lumayan masuk dalam katagori cowok tampan.


"Ada apa? Menjauh lah sedikit kau terlalu dekat."


Tatapan kosongnya masih sama dengan sosoknya waktu aku temui di belakang sekolah saat itu. Dia satu satunya murid yang tidak bisa dibaca isi pikirannya. Terkadang ia seperi seekor serigala yang kesepian terkadang ia juga seperti rubah yang jahil dan banyak tipu muslihat.


"Ibu guru tolong bertanggung-jawab lah!!!" Matanya tidak bisa berhenti menatapku lekat lekat, membuatku sedikit marah karena ketidak sopanannya itu.


"Atas dasar apa aku harus bertanggungjawab padamu?" Aku akan membalikan dominasi ini dan hanya aku yang boleh mendominasi.


"Aku benar-benar minta maaf soal itu, apakah kau mau melupakannya saja lagian aku melakukannya untuk menolong mu."


Aku berusaha menghindari percakapan yang tidak terlalu penting untukku. Saat aku hendak pergi. Xiaojun menarik tangan ku.


"Jangan berusaha kabur, aku hanya meminta pertanggung jawabannya saja."


Aku menepis tangannya, tenaganya benar-benar kuat. Sepertinya ia rajin berolahraga.


"Jadi kau mau apa?" Aku memelototi nya dengan penuh kekesalan.


"Lima hari!"

__ADS_1


Dia menyodorkan kelima jarinya ke hadapan wajahku begitu dekat.


"Lima hari?"


"Iya, lima hari. Tolong jadi guru privat ku selama lima hari."


Lima hari adalah hari di mana mereka akan melaksanakan ujian tengah semester. Aku tidak menyangka ada murid SMK yang sangat antusias belajar. Selama ini mereka hanya membolos, dan merokok di belakang sekolah. Tapi nampaknya tidak semuanya begitu. Percaya tidak percaya tapi dia adalah murid nomer 1 di SMK ini. Awalnya wku mengira dia mendapat julukan nomer 1 SMK karena ayahnya adalah mentri pendidikan. Tapi jika dipikir-pikir kembali orang tuanya tidak mungkin memperdulikannya.


"Baik, jadwal privatnya akan disesuaikan dengan jadwal mu. Aku akan mencoba mengosongkan waktu saat kau butuh pembelajaran dariku."


Aku menerima permintaannya karena tidak mungkin aku menolak seorang murid yang benar-benar ingin belajar. Aku harus membantunya. Kami pun berjabatan tangan, saling menyetujui masing-masing.


Akupun segera pergi meninggalkannya. Karena banyak hal yang harus kerjakan sebagai guru. Terutama membuat soal ujian untuk ujian tengah semester nanti.


Begitu keluar dari ruangan kelas aku berjalan gontai menelusuri lorong menuju ruang guru. Aku benar-benar lelah, sebenarnya aku tidak terlalu mengikuti apa keinginan pemilik tubuh ini. Tapi naluriku mengatakan bahwa jika aku mengikutinya aku bisa membalaskan dendamku pada si ibu suri brengs*k itu.


"Bu guru! Boleh minta fotonya?" tiba-tiba seorang murid perempuan yang berasal dari kelas 1-1 jelas tampak dari bet yang menggantung di lengan sebelah kanannya. Murid itu datang menghampiri dengan wajah tersenyum lebar.


Aku kebingungan, ini kali pertamanya aku dimintai sebuah foto dan pemilik tubuh ini belum pernah sama sekali memiliki foto bersama orang lain.


Ia pun meninggikan ponselnya, sambil berpose dua jari membentuk huruf V dengan tersenyum lebar.


"Memangnya fotonya untuk apa?"


Aku bertanya karena tidak tahu maksud dari murid tersebut, walau ini dunia masa depan kehati-hatian merupakan hal yang paling wajib dalam menjalani hidup.


"Ibu tidak tahu ya? Sekarang ibu menjadi bahan obrolan di setiap kelas, perubahan besar pada ibu membuat para siswi antusias ingin seperti ibu. Kalau boleh tahu apakah ibu melakukan suntik kecantikan yang lagi viral itu ya?"


Tidak menyangka siswi itu sangat cerewet, dan menanyakan hal yang aku dan pemilik tubuh ini tidak mengerti sama sekali.

__ADS_1


"Aku hanya mengganti produk kecantikan ku, dan membuang yang lama hasilnya agak cukuo memuaskan. Aku tidak mengeti soal suntik kecantikan atau semacamnya."


__ADS_2