Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik

Bereinkarnasi Menjadi Guru Killer yang Cantik
Aku bereinkarnasi?


__ADS_3

Sekarang waktunya aku kabur dari sini. Disana ada jendela mungkin aku bisa melompat kabur dari sana. Aku harus segera bergegas kesana. Aku hendak melompat dari jendela itu, namun ternyata jendela lantai dua hotel ini cukup tinggi, yah mau bagaimana lagi. ini adalah hari keberuntunganku.


Ada pohon besar di dekat jendela itu, aku bisa melompat ke arah pohon itu terlebih dahulu. Dengan kakiku yang elastis dan terlatih tentu saja aku bisa melompat tinggi sampai ke dahan besar pohon itu.


Sekarang aku tinggal berjalan kaki. Pulang kerumah. Sial alas kakiku tertinggal, bajuku berantakan. Dasar murid-murid bajing*an aku akan membuat kalian menderita seratus kali lipat dari apa yang kalian perbuat.


Tanpa aku sadari aku berjalan sudah cukup jauh dan tiba di rumahku. Sungguh hari yang melelahkan. Aku pun membuka pintu rumahku dan menguncinya kembali. Beruntung rumah apartemen ku ini masih tidak tergolong jauh sekali dari hotel itu.


Aku pun berjalan menyusuri ruangan hingga akhirnya aku tiba, di depan pintu kamarku. Aku sungguh lelah sekali, tidak tahu mengapa tubuh ini cukup sedikit berat, dibandingkan dengan dengan tubuhku yang dulu.


Apa aku tidak pernah berlatih lagi, ah bodo amat untuk sekarang aku sedang mengantuk. pokoknya aku harus tidur terlebih dahulu, agar aku bisa sehat bugar dan membalas dendamku pada Ibu suri.


Aku pun membanting kan diriku keatas ranjangku yang jauh lebih nyaman dibandingkan dengan ranjang hotel itu. Seketika itu aku tertidur pulas diatas ranjang itu. Dan yah aku pun mulai memasuki dunia mimpi yang indah.


***


“Anak-anak sekarang buka halaman seratus empat dan seratus lima. Ini pelajaran fisika yang paling rumit tapi kalian tidak perlu khawatir karena ibu akan mengajarkan kalian hingga kalian bisa.”


“halah, ibu kerjakan saja sendiri.”


“Benar ibu kerjakan saja sendiri. pelajaran ibu ini sama sekali tidak berguna tahu.”


“Iya-ya, masa kita mau diajarkan oleh guru bodoh sih.”


“Hahaha, jangan-jangan bu guru mau mengajarkan muridnya agar tambah bodoh ya?”


“Ayo kita lempar saja ibu guru ini dengan kertas. Sudah tahu anak-anak SMK ini tidak suka belajar. Masih sok-sokan untuk mau mengajari kita ia nggak bodohnya ga ketulungan.”


“ Berhenti Meizuo, kau selalu memprovokasi murid yang lain.”

__ADS_1


“Hei anak-anak lempar si Yinyue dengan bola kertas sampah ini.”


“Hahaha, ayo sepertinya seru. Apa lagi jika masuk trending di Utub chanel. Bisa dapat uang yang banyak.”


Setiap hari aku harus, mendapatkan perlakukan seperti ini dari para murid, hingga membuatku tidak bisa berkutik. Padahal perjuanganku selama ini adalah menjadi seorang guru yang dapat mencetak generasi yang berbakat.


Namun nampaknya ku sudah gagal, Aku tidak bisa merubah anak-anak berandal ini. Setiap harinya aku dicaci maki oleh mereka. Bahkan ketika aku lewat di taman dekat ruang guru. mereka menyiram ku dengan Air bekas kain pel.


Bahkan beberapa anak yang berani meludahi ku. Dunia ini begitu kejam, ketika undang-undang yang melindungi para anak-anak dan pelajar keluar. Semua anak-anak berlaku semena-mena seolah-olah memanfaatkan situasi yang ada.


Jika terus begini, murid murid di sekolah lain juga akan mengikuti pengaruh dari anak sekolah ini, aku harus mengubah anak-anak agar mau belajar dan mulai memperhatikan prestasi mereka.


“Lihat deh ada seseorang yang lewat membawa buku banyak seperti kutu buku, hahaha”


lagi-lagi cacian dan Hinaan. Mereka hanya melakukan ini pada diriku saja. Karena aku satu-satunya guru yang paling jelek diantara guru yang lainnya. Dari dulu aku tidak pandai berdandan. Orang tuaku mengusirku karena aku jelek dan tidak enak dipandang oleh mereka.


“Ibu guru! Kau berdandan ya hari ini? Ibu sekarang jauh lebih cantik. Ya lebih cantik karena hari ini ibu seperti badut hahaha.”


Disaat hariku belajar berdandan itu para murid mengatakan bahwa aku seperti badut, tapi mereka meminta aku menemuinya di sore hari dengan janji akan mengikuti pelajaran ku dengan baik. Bahkan mereka menulis dengan tulisan mereka sendiri lengkap dengan materai dan tanda tangan mereka.


 sore itu sesuai janjiku dan para murid itu aku menemui mereka di belakang sekolah, awalnya mereka bercakap-cakap tentang kesedihan mereka yang tertekan oleh orang tuanya yang setiap hari menyuruh mereka belajar.


Aku menjadi prihatin dengan keadaan mereka. Padahal mereka termasuk anak-anak berbakat jika mereka bisa dibimbing dengan benar.


"Kami membuatkan kopi kesukaan ibu, diminum ya.."


Aku mendengar mereka tertawa kecil sepertinya mereka begitu bahagia, setelah mengatakan keluh kesahnya padaku. Aku tidak boleh menolak apa yang telah mereka berikan padaku.


"baik nanti ibu akan meminumnya dirumah."

__ADS_1


"Tidak, tidak. Bagaimana kami bisa melihat Ibu yang begitu tulus pada kami jika kami tidak melihat Ibu meminumnya di hadapan kami."


Mereka benar-benar tulus? Sebaiknya aku tidak boleh mengecewakan mereka. Aku harus menunjukkan kesungguhan seorang guru sepertiku.


Aku harus meminum ini walau sedikit saja demi membahagiakan hati murid-murid ku. Aku pun meminum es kopi yang diberikan oleh murid-murid ku. Namun setelahnya, aku merasakan kepalaku yang tiba-tiba terasa berat.


Bahkan pandanganku terlihat kabur. Aku tiba-tiba merasakan kantuk yang sangat berat. Apakah mereka memasukan sesuatu dari minuman yang mereka berikan padaku.


Karena aku mendengar mereka tertawa-tawa, saat aku terjatuh tepat diatas rumput. Apa yang akan mereka lakukan padaku setelah ini?


Aku..


Aku.. menangis?


Setelah terbangun dari mimpi buruk itu aku menangis? Apakah aku jendral yang hebat di tengah medan peperangan? Mengapa setelah bangun pagi ini aku tiba-tiba menangis?.


Aku berlari ke arah cermin besar yang berada di dekat pintu kamarku. Aku pun melihat sosok ku yang sangat Kacau. Tapi ini bukanlah sosok ku yang sebenarnya.


Sebenarnya aku sedang berada tubuh siapa? Aku adalah seorang jenderal yang sangat cantik dan menjadi pujaan para pria tampan. Kenapa wajahku begitu kusam?


Tunggu dulu, ini bukan duniaku berada. Apakah aku sedang berada di dunia lain. Barang-barang yang ada disini dan rumah ini. Sebenarnya aku sedang berada di tubuh siapa?


Buku? Mengapa begitu banyak buku disini. Apakah ada pengunjuk lain yang bisa menunjukan siapa pemilik tubuh ini.


Kacamata! Dimana kacamata. Ternyata kacamatanya ada di meja. Aku tidak ingat semalam aku sempat melepaskan kacamataku. Beruntung kacamataku tidak tertinggal di hotel saat si gendut itu hendak memperkosa ku.


Aku mengambil kacamata itu. Namun satu hal yang aku ingat sejak kapan aku mengenal istilah-istilah yang ada pada zaman ini. Bahkan di kehidupanku yang dulu belum ada yang namanya kacamata.


Tunggu dulu, kehidupan yang dulu.Itu artinya..apakah aku sudah bereinkarnasi di masa depan? Ya masa depan aku harus mencari sumber sejarah di internet.

__ADS_1


__ADS_2