
"sial" Grutu gadis berambut pendek itu dengan aura dinginnya.
Ia sudah mendapatkan berita gadis yang ia selamatkan itu mati mengenaskan saat kecelakaan.
Siapa yang berulah diluar kendali itu membuat Gadis itu kesal.
Ia menyelamatkan gadis yang baru ia tahu nama lengkapnya itu dari berita yang baru ia lihat itu.
Ia bisa menebak, jika penyebaran berita itu disengaja, ia harus menyelamatkan Elasha selain nama keduanya hampir sama wajah mereka berdua sangat mirip.
Seperti pinang dibelah dua.
Ya gadis berambut pendek itu Alesha yang Reyger cari selama ini.
Mungkin saja tadi Reyger tidak menyadari Alesha dari kejauhan.
Sehingga pria itu tidak mengenali Alesha.
Alesha bertekat akan membawa Elasha tanpa ada yang tahu termasuk orang yang meneyebarkan kematian Elahsa.
Alesha sebenarnya jengah dengan urusan orang lain yang tidak berhubungan dengan dirinya tapi kali ini ia tidak bisa membiarkan begitu saja setelah melihat wajah Elasha dengan jelas.
Tadi Alesha membawa Elasha ke rumah sakit untuk pertolingan pertama.
Seraya menunggu Elasha sadar dari pingsannya, Alesha menghubungi seseorang
📱" Hello bos?" suara seseorang yang dihubungi oleh Alesha dengan menyebut Alesha Bos
📱"Lihat pesan saya, bodo!!" sentak Alesha pada seseorang diseberangan sana, ya tadi Alesha telah mengirimkan pesan pada seorang itu tapi seorang itu tidak membaca pesannya.
Hal itu membuat Alesha naik pitam, Alesha bukanlah gadis sabaran ia juga sangat sadis dan tidak berpersaan jika sudah marah.
"Ba baik bos" sahut seorang di seberangan sana, ia adalah bawahan Alesha yang sangat setia.
Setelah Alasha mematikan oanggilan suara itu kembali menatap wajah Elasha yang begitu mirip dengannya.
Tidak, bukan hanya mirip keduanya akan dikira satu orang bila orang tidak tahu ada dua orang yang berbeda dalam wajah yang sama itu.
Lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kesabarannya begitu tipis.
"Maaf bos" ucap seorang itu meunduk takut pada Alesha.
"sudahlah" sahut Alesha
"Greely, Segera urus kepulangan kita dan dia" ucap Alesha menunujuk pada asisten pribadinya itu.
Mata Greely menatap pada gadis yang terbaring lemah itu, wajah semuanya sama dengan bosnya.
__ADS_1
"Baik bos," ucap Greely patuh.
"tunggu, hilangkan jejaknya" Perintah Alesha dan diangguk patuh oleh Greely, Greely paham perintah bosnya itu.
Iya sudah sering mendapatkan perintah yang lebih jauh berbahaya dari itu.
Alesha, bos yang seumuran dengannya itu memang gadis berbahaya dan tidak bisa dimengerti.
Ia sebagai seorang yang dipercaya dan lebih mengerti bosnya itu pasti lebih patuh akan perintah dan keinginan bosnya.
"Apa lagi?" tanya Alesha pada Greely yang belum beranjak dari posisinya itu.
"tuan besar,.." ucap Greely dipotong
"Hubungi Daddy" perintah Alesha dengan nada kesal, Daddynya selalu saja membuat Greely diposisi sulit.
Melihat dari gelagat Greely, Alesha tau itu, Greely pasti mendapat ancaman dari Daddynya.
Greely yang mendapat perintah segera menghubungi tuan besar, Daddynya Alesha.
📱" Hello tuan?" sapa Greely saat panggilan suara terhubungkan.
📱"Bagiaman Greely, apa bos keras kepalamu itu setuju?" tanya Daddy Alesha to the point.
📱"Daddy,..."Alesha merebut phonecell Greely.
📱" Apanya yang gimana, Daddy?" tanya Alesha kesal
📱"Apa Greely belum mengatakan padamu?" tanya Daddynya Alesha tuan besar Jeckender Doller.
📱"Jika Daddy terus saja bertanya, jangan salahkan Alesha tidak menghubungi Daddy" ancaman Alesha membuat Daddy Jeck tertawa diseberangan sana.
📱"hahaha, baiklah baiklah"
📱"Pulang, akan Daddy katakan langsung" ucap Daddy Jeck berubah tegas.
📱"aku akan pulang" sahut Alesha dan memutuskan panggilan tanpa mendapat persetujuan dari Daddy Jeck.
Alesha mengembalikan phonecell Greely dan menuruh Greely segera mengatur keberangkatan mereka.
Tidak berleha leha, Greely segera mengatur keberangkatan bosnya dan gadis yang tidak sadarkan diri itu.
Selama menunggu Greely, Alesha memanggil dokter dan tentu Alesha sudah mengatur kerjasama dengan dokter itu.
Sehingga mempermulus ia membawa pergi Elasha pergi.
Sekarang mereka sudah dibandara, Elasha masih belum sadarkan padahal Elasha dinyatakan dokter tidak bermasalah pada organ dikeplanya sehingga tidak membuat Elasha pingsan begitu lama.
__ADS_1
Namun Greely tahu betul apa yang Alesha lakukan pada Elasha, bosnya itu sepertinya sengaja membuat Elasha tetap tidak sadarkan diri agar mempermudah membawa pergi Elasha.
Sementara ditempat lain, Ergen tertunduk lesu ia baru saja tiba di kota kelahirannya dan baru membaca berita yang beredar di media.
Tidak, tidak Ergen tidak ingin percaya itu tidak mungkin Gadis yang ada diberita itu Elasha yang ia kenal.
Ingin Ergen menyangkal dan menolak untuk percaya, namun dengan jelas wajah yang ia lihat di media itu adalah wajah yang tidak asing yaitu wajah Elasha yang selama ini dekat dengannya.
"Sha, maafkan aku" Ergen tertunduk lesu menerawang kenangannya bersama gadis yang selalu menolak untuk dipuji baik hati dengan kata "Aku tidak sebaik itu".
Gadis itu begitu cepat meninggalkannya, gadis yang sudah menghiasi kesunyiannya itu pergi selama-lamanya.
Apakah tidak ada kesempatannya untuk menembus kebohongannya selama ini dengan kejujuran penuh dimasa depan.
Elasha Shareq Quen, akan ada selalu di hatinya, akan tersemat selamanya.
Ia tidak akan melupakan gadis itu, ingin Ergen kembali untuk melihat gadis itu untuk terakhir kali meski dalam keadaan tubuh gadis itu terbujur kaku.
Namun ini salahnya, iapun pergi tanpa sepengetahuan Elasha, teman dekat yang selalu dihatinya.
Kedua orang tua Ergen. Juga sudah mencegat Ergem kembali, dari mana kedua orang tuanya tahu niat ia ingin kembali iapun tidak tahu.
Apa Lea yang mengatakan pada kedua orang tuanya, karena hanya Lea yang mengenal Kedua orang tuanya yang juga mengenal Elasha yang begitu dekat dengannya.
Iya, pasti Lea.
Kehadiran gadis itu membuat kehidupan Ergen rumit, Ergen pergi dari kehidupan dan pekerjaan yang ada keberadaan Elasha itu demi kebaikan Elasha, ia tidak ingin menyakiti Elasha terus menerus dengan kedekatan mereka yang lama kelamaan akan bertergantungan satu sama lain.
Sebelum itu ia harus pergi dengan berkilah melanjutkan studynya, tentu ia akan melanjutkan study sesungguhnya agar menghindar dari Lea yang begitu dekat dengan kedua orang tuanya.
"Lea" gumam Ergen geram, Lea benar-benar menguji kesabarannya.
Disaat Elasha pergi selama-lamanyapun Lea menjadi penghalang ia untuk bertemu terakhir kali.
"Jangan harap, mama mengizinkanmu pergi" Ucap mama Ergen tegas, mamanya itu sudah dihasut oleh Lea menurut Ergen.
Seorang ibu yang begitu lembut dan penyayang menjadi pemaksa setelah kenal Lea.
Begitupun papa sang panutan untuk dirinya sama halnya dengan mamanya yang berubah menjadi patuh akan apa yang Lea inginkan.
Ergen akan bisa melawan semua orang tapi ia tidak bisa melawan kedua orang tuanya terutama wanita yang telah melahirkannya.
Selain rasa hormat pada kedua orang tua, orang tuanya memiliki kelemahan lain yang membuat Ergen tidak bisa berkutik
Ergen meneteskan air matanya, ia begitu lemah demi Elashapun ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Ia hanyalah laki-laki pengecut yang berusaha tegar di depan Elasha, yang mana hanya Elasha seorang yang begitu memahaminya selama ini, orang asing yang masuk dalam hidupnya.
__ADS_1