
2 tahun kemudian,...
Seorang gadis menatap lurus kehidupannya selama dua tahun belakangan ini.
Ia hanya duduk tidak berdaya di atas kursi roda.
Kecelakaan yang menimpanya dua tahun lalu membuatnya menjadi pendiam, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain duduk di kursi roda.
Semua mimpinya terkubur dalam bersama kecelakaan dua tahun lalu.
Sudah lama ia tidak menangis, kalu ini ia menangis lagi menerawang kebelakang.
"Ergen" gumamnya, ya dia Elasha yang hanya mampu mengingat nama pria itu Ergen tapi ia tidak mampu mengingat nama lengkap Pria itu.
Pria yang telah membohonginya itu masih tersemat dihatinya, Elasha menyadari jika ia mencintai Ergen ya mencintai lalu apa kalau bukan cinta.
Rasanya aneh menyayangi orang berlebihan jika bukan cinta.
Cintalah yang mampu membodohi orang samapi terpuruk sedalam dalamnya, seperti yang dirasakan Elasha.
"ini sudah dua tahun, apa anda masih ingin menyimpannya dalam hatimu?" seorang datang menghampiri Elasha.
Suara yang Elasha kenal selama dua tahun ini Greely.
Ya Greely, kenapa bukan Alesha yang menemani Elasha karena inilah kesepakatan kedua yang memikiki wajah yang sama itu disaksikan oleh Greely.
Greely dengan berat hati mematuhi keinginan bosnya untuk menjaga Elasha seperti bosnya. Atau lebih tepatnya bosnya dan Elasha bertukar peran.
Elasha akan menjadi putri dari seorang Daddy Jeck, karena kecacatan yang menerpa putrinya, Daddy Jeck tidak lagi menuntut ini itu pada putrinya.
Apa lagi Greely mengatakan jika bosnya itu mengalami trauma sehingga menjadi pendiam.
"Tuan beser Jeck ada tugas di luar Negri, apa anda ingin berpergian bebas, hanya ada kita berdua?" tanya Greely, berusaha mengajak Elasha keluar dari mansion besar itu.
Selama dua tahun belakang Elasha tidak pernah keluar mansion bahkan pengobatannya dilakukan di mansion itu sendiri.
Apalagi syarat dari Daddy Jeck keluar harus membawa pengawal tentu Elasha makin tidak ada minat keluar dengan kondisi lumpuh selain menghabiskan waktu di kamarnya itulahlah yang Elasha lakukan.
"Baiklah, tapi kamu tahu aku tidak ingin ada pengawal-pengawal itu?" tunjuk Elasha pada pengawal-pengawal yang berada di depan gerbang mansion melalui jendela kamarnya
"Tenang akan saya urus untuk anda nona" iya begitulah Greely jika hanya mereka beruda memanggil Elasha dengan sebutan anda dan nona selebihnya jika ada orang lain ia akan memanggil dengan sebutan bos seakan Elasha adalah Alesha.
"Terima kasih" ucap Elasha tulus, jika tidak dipertemukan oleh Alesha dan Greely ia tidak tahu lagi mau bagaimana.
Orang tuanya yang ia anggap sebagai orang tua kandungnya ternyata bukan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Kembali dua tahun lalu....
Malam hari, Alesha dan Greely berhasil membawa Elasha kenegara tempat tinggal tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Keluarga atau lebih tepatnya kedua orang tua Elasha kecar kecir mencari keberadaan Elasha yang dinyatakan meninggal akibat kecelakaan pembatasan jalanan.
Kedua orang tua Elahsa labgsung kelokasi memastikan untuk memastikan sendiri, benarkah putri yang mereka besarkan itu telah tiada.
Setibanya dirumah sakit, mereka hanya bisa melihat mayat berwajah hancur lebur, rambutnya yang sudah dipotong agar mempermudah pengurusan mayat hanya tersisa cincin tersemat di jari telunjuk mayat itu.
Ya itu cincin Elasha, kedua orang tua yang membesarkan Elasha hafal dengan cincin milik Elasha itu.
Kedua orang tua yang membesarkan Elasha bukannya menangis akan kebergian Elasha, tampak gurat kekesalan di wajah ornag tua itu.
Berita yang teredar dimedia ulah Reyger namun Alesha lah yang merekayasa mayat itu.
ia sudah menebak akan terjadi seperti ini, ia meninggalkan mata-mata untuk mempermudahkannya memalsukan data mayat yang kebetulan hari itu ada kecelakaan mati ditempat.
Identitas mayat yang tidak diketahui langsung dimanfaatkan oleh Alesha.
Picik, memang Alesha picik untuk sesuatu yang ia inginkan.
Ia ingin tahu apakah dirinya memiliki hubungan darah dengan Elasha, ia bertekat waktu itu membawa Elasha bersamanya.
Namun ia tidak membawa Elasha ke mansion Daddy Jeck, ia akan membunyikan Elasha untuk sementara waktu.
Kedua orang tua mereka sudah meninggal dan Daddy Jeck hanya seorang paman dari sang mommy.
Lalu kenapa keduanya terpisah, karena permusuhan dalam bisnis itulah penyebabnya.
Aneh jika Elasha diculik oleh musuh dari keluarganya, sementara selama ia tinggal bersama kedua ornag tua yang telah memberlsarkannya, Elasha selalu diperlakukan dengan baik.
Itu masih menjadi teka teki bagi Elasha dan Alesha.
Elasha yang terlanjur dipalsukan berita kematiannya, iapun menerima kesepakatan dari Alesha bertukaran peran, menjadi putri tunggal Daddy Jeck.
Kembali kemasa sekarang Elasha dan Greely keluar dari mansion dengab tenang, ternyata apa yang dipikir Elasha, Greely akan berulah agar mereka bisa pergi tanpa pengawasan dari pengawal Daddy Jeck.
Ternyata Greely menggunakan cara mulus yaitu memanipulasi rekaman suara Daddy Jeck mengizinkan Elasha dan Greely keluar mension tanpa pengawal.
Sungguh ide cerdik, tanpa tenaga dan usaha yang keras.
Greely memang bisa diandalkan, pantas saja Alesha begitu mempercayai Elasha pada Greely, selain itu Greely sangat setia pada bosnya itu (Alesha) sehingga apa yang diperintah akan dilaksanakannya seakan mudah.
Dilerjalanan
__ADS_1
"nona, ingin pergi kemana?" tanya Greely seraya matanya masih fokus kedepan agar tetap memperhatikan jalan.
"Kamu tahu sendiri ini lertama kalinya aku keluar setelah memasuki mansion Daddy Jeck" ujar Elasha ikut menatap lurus memperhatikan kendaraan lain.
"bagaimana Nona saya bawa ke taman?" tanya Greely yang mengetahui kebanyakan selera gadis-gadis diluaran sana.
Iapun begitu dulu sangat menyukai taman namun sebuah insident menimpa keluarganya membuat Greely jauh dari gadis gadis pada umumnya, iapun dipertemukan dengan Alesha yang notabenenya gadis sadis dan kejam.
Seperti sekarang disituasi dan lokasi berbeda Alesha sedang menyayat belati pada tubuh seseorang.
"Arrrggghh" teriak Seseorang itu kesakitan, tubuhnya disayat habis habisan tanpa perasaan oleh Alesha.
Iya begitulah Alesha jika sudah didunia gelapnya itu ia memiliki gelap mata, tidak berperasaan dan tentunya sadis.
Manik mata yang indah namun memiliki aura tajam itu semakin tajam jika berhadapan dengan musuhnya.
"masih berani berkhianat padaku?" tanya Alesha dingin.
"kamu memang pantas mendapatkanya" ujar pengkhianat itu disela sakitnya tubuhnya.
Alesha yang merasa emosinya semakin memuncak tak tinggal diam.
Ia kembali mengayunkan belatinya pada pengkhianat itu, kali ini ia tidak melukai tubuhnya tapi menikap pengkhianat tepat dijantung.
"Arrrgggggggggggkk" teriak pengkhianat itu lebih keras lagi dari sebelumnya.
Tidak lama setelah itu tidak bernyawa lagi.
"itu pantas untukmu" ujar Alesha menatap tubuh tak bernyawa itu.
Siapa yang berani berkhianat dengannya maka taruhannya nyawa.
ia tidak pernah mengampuni nyawa yang sudah berkhianat padanya, begitupun pada musuh jika ia sudah mengatakan akan membubuh musuhnya sampai dapat ia akan mengejar sampai titik darah penghabisan.
Anak buah Alesha bergidik ngeri pada kekejaman bos mereka itu.
Pengkhianat yang mati barusan adalah teman mereka, salah satu anak buah Alesha yang sudah lama bergabung dan mengabdi pada Alesha.
Tapi apa kata Alesha semuanya tidak ada kata ampun, ia tidak memandang siapa yang berkhianat.
"Beri makan pada Drack" perintah Alesha pada anak buahnya, dengan patuh mereka membawa mayat teman yang menjadi pengkhianat klan mereka klan yang diberi nama Drack terinspirasi dari hewan buas peliharaan Alesha.
"Siap bos" sahut mereka patuh.
Alesha berlalu keruangannya yang ada di markas itu, setelah memerintah anak buahnya.
__ADS_1
Hati Alesha beku jika berhadapan dengan pengkhianat dan musuh.