
Malamnya setelah pertemuan Elasha dan Ergen, sekarang Elasa kembali bersiap-siap untuk bertemu dengannya sesuai janji Ergen tadi siang.
Besok adalah hari libur kerja, jadi malam ini adalah malam bebas bagi mereka untuk menghabiskan waktu.
Elasha bersyukur bisa dekat dengan Ergen karena Ergen selalu menemani kesepiannya dan tidak hanya itu saja, Ergen juga menjaganya dari orang-orang yang berniat.mendekatinya yang sebagian orang mendekati Elasha hanya untuk membahayakan Elasha.
📲"Aku ke sana" pesan masuj dari Ergen.
📲" oke" jawab Elasha singkat tak lupa senyum manis terbit di wajahnya.
Ergen selalu tahu cara membuat ia merasa aman dan senang meski hanya sekedar hal kecil salah satunya tidak membairkan Elasha berangkat seorang diri, Ergen akan selalu mendatangi Elasha ke kost.
Padahal Elasha merupakan gadis pemberani dan bisa melakukan sendiri tanpa harus merepotkan orang lain.
Kalau soal ia berubah manja pada Ergen itu sudah lumrah bagi keduanya.
Sekarang Ergen sudah berada di depan kost Elasha.
"mau ke mana?" tanya Ergen lembut.
"Aku ngikut" ujar Elasha
"ya udah, di sini saja" ujar Ergen lembut memilih memghabiskan waktu bersama Elasha di caffe samping kost Elasha.
"Boleh" sahut Elasha tidak keberatan, apapun pilihan Ergen tentu Elasha tidak keberatan.
Keduanyapun bercerita banyak hal dan kadang mereka mempertanyakan salah satu teman dekat mereka yang juga bekerja di tempat yang sama dengan mereka tapi lebih sibuk dari merkea berdua dan tidak satu devisi dengan Ergen dan Elasha.
Di moment moment bersama seperti ini keduanya saling terbuka satu sama lain, bercerita banyak hal dari hal pribadi sampai perjalanan hidup.
Kadang kisah keduanya begitu mirip membuat keduanya saling memahami.
Keduanya saling menyayangi dan saling memberi perhatian.
Tiba-tiba ditengah kebersamaan mereka berdua, Elasha berubah menjadi seperti menahan sesuatu.
"Kenapa, Sha?" tanya Ergen khawatir, perubahan sedikit diwajah Elasha tentu dapat dibaca oleh Ergen karena ia sangat memperhatikan Elasha yang mudah berubah rubah moodnya dan mudah sakit di manapun berada.
Apalagi Ergen pernah menyaksikan sendiri bagaimana Elasha tak sadarkan diri padahal terlihat masih baik-baik saja.
Dari situ Ergen belajar jika Elasha akan terlihat tegar diraut wajah namun sangat lemah di fisik.
"enggak tahu, tiba-tiba pusing tadi memang pusing tapi sudah enggak lagi" jelas Elasha apa adanya dan emang begitu adanya.
"tadi udah minun obat?" tanya Ergen perhatian
"udah, enggak apa-apa mungkin ini terlalu manis" ujar Elasha menunjuk gelas minuman yang ia pesan tadi.
"bentar" ujar Ergen lalu beranjak dari duduknya menuju kearah kasir ataupun tempat pemesanan.
Dapat Elasha tebak jika Ergen memesan segelas air putih untuknya.
Benar saja setelah beberapa saat Ergen membawa segelas air putih untuk dirinya.
"Minumlah, untuk menyegarkan perutmu" pinta Ergen lembut dan Elasha menurut begitu saja tanpa ada penolakan sama sekali.
Benar saja, setelah minum air yang dibawakan Ergen membuat Elasha jauh lebih baik.
__ADS_1
"gimana?"
"jauh lebih baik, terima kasih"
"sama-sama, nanti istirahat yang cukup jangan bergadang" ucap Ergen terdengar perintah.
Elasha hanya mengiyakan Ergen tanpa ada bantahan sedikitpun
Namun Elasha menyelipkan senyum tidak meyakinkan pada Ergen, tentu Ergen faham hal itu, di mana Elasha memiliki insomnia akut.
Jadi sudah dipastikan teguran atau perintah Ergen hanya diangguki oleh Elasha namun tidak dipenuhi okeh Elasha.
Elasha merasa kesulitan untuk tidur, bahkan ia tidak mudah baginya, tidak hanya itu Elasha juga tidak bisa banyak tidur, semakin banyak tidur membuat tubuh Elasha semakin lemah dan tidak bersemangat dalam beraktifitas.
Elasha mengabiskan waktu untuk tidur dalam sehari hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga jam selebihnya ia harus segera bangun dari tidurnya kalau tidak ia akan jatuh sakit tapi untung saja tubuh Elasa seperti memiliki alaremt sehingga ia pasti bangun sebelum melewati jam takaran tidurnya.
Sekarang sudah di tempat masing-masing di mana Elasha sudah di kostnya dan berhadap dengan layar phonecellnya.
📲"udah sampai?" kali ini Elasha yang mengirim pesan terlebih dahulu pada Ergen, ia selalu memastikan Ergen sampai di tempatnya setelah bertemu dengannya.
📲"udah" jawab singkat Ergen, bagitulah setelah pertemuan keduanya mereka seperti kehabisan kata-kata.
Keesokan harinya....
Akan ada pengumuman bahwa akan diadakan refreshing karyawan di kota yang terkenal indah pemandanganya.
Elasha awalnya tidak bersemangat untuk ikut refreshing dikarenakan tidak semua karyawan yang ikut melainkan hanya devisi mereka saja, Elasha memang kenal dengan teman-teman satu devisinya, hanya saja teman dekat Elasha didevisi lain yang sudah jelas tidak ikut refreshing bersamanya.
Namun ada secerah harpaan bagi Elasha untuk ikut karena masih ada Ergen yang saty devisi dengannya.
Ia akan menanyakan Ergen, apakah pria itu akan ikut refreshing devisi.
"Di situ pemandanganya bagus" ujar Ergen membuat Elasha tertarik, karena Elasha menyukai pemandangan indah.
"iya, nanti aku ikut" shaut Elasha tidak bisa menolak.
Hari Refrehesing tiba.....
Keberangkatan yang yang sudah diatur oleh yang bertanggung jawab, sekitaran 85 orang devisi yang sama dengab Elasa-pun berngakat ke kota yang digadang-gadang kota yang indah oleh pemandangannya yang asry.
Ternyata keberangkatan Elasha kali ini tidak dipersatukan dengab Ergen.
Orang-orang amat menyayangi itu, pasti Elasha membutuhkan Ergen di sisinya.
Seperti sekarang saat mobil Elasha lebih awal tiba di lokasi.
Elasha merasa kedinginan akibat cuaca dan suhu di lokasi amat dingin.
Memang tempat yang menjadi pilihan refreshing devisi mereka merupakan tempat yang amat dingin udaranya.
Sayangnya Elasha lupa membawa jaket atau pakaian tebal untuk menjaga tubuhnya dari udara dingin, Elasha tentu tidak kuat menahan terlalu rasa dingin yang menyiksa dirinya.
Selain memiliki alergi dingin Elasa juga tidak kuat dengan udara dingin.
"kamu tidak membawa jaket?" tanya sesorang yang tak lain sangat mengetahui Elasha tidak bisa menahan dingin terlalu lama.
Elasha menolah pada seseorang yang bertanya padanya itu,...ooh ternyata Elasha melupakan teman dekatnya yang satu ini ternyata juga satu devisi dengannya yang arti selain Ergen ada dia juga yang ikut refreshing.
__ADS_1
"heheheh, iya Ke" ujar Elasha pada Keren Shaela yang juga teman dekat Elasha tapi Keren tidak dekat dengan Ergen.
Namun Keren cukup mengenali Ergen karena masih satu devisi.
"Ergen di mana?" tanya Keren, dapat Elasha tebak jika Keren meminta dirinya untuk meminjamkan jaket Ergen.
"Dia belum sampai" sahut Elasha
"kenapa?" lanjut Elasha berbasa basi
"pinjam jaket dia saja" ujar Keren
"enggak mau, kasihan dia juga enggak bisa dingin" tolak Elasha manja, ia Elasha akan manja didekat Ergen dan Keren.
Namun untuk pria satu satunya yang mendapatkan sikap manja Elasha hanya Ergen seorang jadi jika tidak ada Ergen Kerenlah yang menjdi sasarannya.
"dari pada kamu kedinginan, dia pasti ngalah kalau kamu kedinginan kayak gini" ujar Keren memang benar adanya, Ergen pasti mengalah padanya, tidak akan Ergen membirkan Elasha kedinginan.
"tapi aku malu" ujar Elasha
"nanti kalau Ergen sampai, aku yang meminjamkan untukmu" sahut Keren yakin.
Setelah meyakinkan Elasha, Keren meninggalkan Elasha karena Keren ada urusan lain.
Elashapun merasa bingung meski ada teman teman yang lain, begitulah Elasha jika berjauhan dengan Ergen ia akan kelimpungan dan banyak bingungnya.
Ia seperti enggan menikmati susana indah itu bersama orang lain, meski banyak yang mengajaknya untuk bergabung dengan teman teman yang lainnya.
Hari sudah mulai gelap, keberadaaan Ergen belum ditemukan oleh sudut mata Elasha, hati Elasha mulai gelisah ia ingin segera bertemu dengan Ergen entah sekedar menyapa atau bertukar cerita keberangkatan mereka masing-maaing.
Namun orang yang ditunggu belum juga tiba, hingga Keren kembali menghampiri Elasha yang terlihat gelisah itu.
"dia belum datang?"
"belum"
"sudah kirim dia pesan?"
"tidak mungkin masih dijalan" jawab Elasha, ia juga enggan mengirim pesan pada Ergen itulah Elasha ia lebih baik menahan diri untuk tidak mengrimkan pesan pada Ergen jika nenurut Elasha pesan yang ia kirim tidak penting.
"Yaudah, nanti kasih tahu aja kalau dia udah samapi" ujar Keren menepuk bahu Elasha lembut.
Keduanyapun menuju ke kamar masing- masing sesuai yang sudah ditentukan oleh panitian yang bertanggung jawab..
Di kamarnya Elasha tampak bingung harus melakukan apa, pasalnya ia tidak begitu dekat dengana teman yang sekamar dengannya itu jadi untuk terlalu lama berbasa basi membuat Elasha tidak nyaman saja.
Hingga Elasha memilih untuk keluar dari kamarnya.
Cklek
Elasha membuka pintu kamarnya dan mengenakan sepatu miliknya tanpa melihat seseorang yang sedang memperhatikan dirinya.
karena tidak fokus Elasha hampir tergelincir, sepatu cantiknya tidak sengaja menginjak tumpahan air di atas lantai.
Namun seseorang yang sedari tadi memperhatikan Elasha menjadi penyelamat untuknya.
Haap
__ADS_1
Dengan sigap seseorang itu menangkap tubuh berisi Elasha agar tidak terhempas ke lantai yang licin itu.