Bila Berasa Dicintai (Gadis Mafia Kejam)

Bila Berasa Dicintai (Gadis Mafia Kejam)
12


__ADS_3

Klan Drack didirikan oleh Alesha semenjak ia memiliki dendam dari anak kecil yang ia angkat menjadi adiknya dalam keadaan mati mengenaskan.


Hati Alesha tersayat saat ia menginginkan adik kecil yang menggemaskan menjadi adiknya malah terbunuh begitu saja, apa salah adik angkatnya itu hingga orang tega membunuh anak kecil tak bersalah itu.


"boss, pengkhianat sudah dilemparkan pada Drack" ucap bawahan Alesha melapor.


Alesha memijit kepalanya yang akhir-akhir ini mulai bermunculan pengkhianat.


Biasanya akan ada Greely yang akan membantunya mengatasi pengkhianat dan musuh dengan mudah, sekarang ia hanya dibantu oleh anak buahnya yang semakin banyak berkhianat.


Selama ini klan Drack sangat susah diusik oleh Para klan klan mafia lainnya.


Bisnis alegal yang biasa ia tekuni selarang mulai terusik bahkan mulai terdengar samar-samar namanya tersebar di klan mafia-mafia musuh.


Dulu mungkin klan lain mendnegar klan Drack merupakan klan nomor dua semenjak didirikan.


Ya ada klan mafia nomor satu yang hingga kini menjadi saingan Klan Drack yang dipimpin langsung Alesha, klan Nomor satu itu adalah Klan Red leon yang Alesha tidak tahu siapa pemimpinnya dan sebaliknya pemimpin klan Red Leon selalu mencari informasi pribadi pimpinan klan mafia Drack.


Namun Alesha beruntung memiliki asisten pribadi seperti Greely sehingga klan Red leon tidak mampu mengetahui identitas pribadinya hingga bertahun-tahun.


Klan Red Leon dan Klan Drack sebenarnya tidak bersaing dalam binis Alegal hanya mereka bersitegang karena klan Red Leon yang terlebih dahulu mengorek informasi tentang klan Drack.


Keunggulan klan Red Leon memiliki bodigoud yang handal namun klan Drack memiliki asisten yang ahli dalam hecher mendunia siapa lagi kalau bukan Greely sehingga identitas Alesha masih aman.


Untuk klan lainnya bersaing ketat dengan klan yang Alesha pimpin.


"Apa ini ulah klan Red Leon?" tanya Alesha dingin" ia tidak ingin berbasa basi pada kematian anak buahnya yang berkhianat dan tidak perlu memeperingati bawahannya yang berani berkhaianat dengannya lagi.


Semua bawahan Alesha sudah mengetahui sepak terjang Alesha di dunia gelap itu.


Maka wajar saja dari semua klan hanya Alesha lah yang terdiri dari pemimpin yang dipimpin oleh perempuan, jangan salah dia perempuan ia bukan perwmpuan yang lemah apalagi mudah kasihan.


Itu jauh dari kata kebiasaan Alesha.


"Bukan bos, pengkhianat berasal dari klan Black" ujar Anak buah Alesha melapor yang menjadi tugas Greely sebelumnya.


"Black?" Alesha merasa tidak asing dengan klan itu tapi apa Alesha tidak ingat.


"klan Black merupakan klan yang dulu pernah bos hancurkan" ucap bawahan Alesha bernama Shendye, yang sekarang ia sudah menjadi tangan kanan Alesha setelah Greely.


"Apa!!" Alesha menggebrak meja penuh amarah, ia ingat dulu ia pernah menghancurkan klan itu yang tak lain klan yang menyebabkan adik angkatnya mati.


Seingatnya ia sudah membalas kematian adik angkatnya itu sampai keakar-akarnya.


Ia seperti melewatkan sesuatu sehingga ia masih menyisakan keturunan keluarga klan Black yang sekarang kembali mengacaukan klannya.


Ini adalah balas dendam yang tidak akan berakhir.


"Sekarang pergilah" perintah Alesha tak terbantahkan, Shendye langsung meninggalkan ruang Alesha yang ada di markas itu.


Setelah kepergian Shendye, Alesha tampak berpikir sebuah rencana kedepannya apa yang harus ia lakukan.


Sementara di taman Elasha menatap keramian di taman ditemani Greely.


Putaran masalalu terlintas dikenangan Elasha, sebenarnya Elasha tidak melupakan sosok pria bernama Ergen hanya saja Elasha tidak ingat nama lengkapnya entah itu kenapa Elasha tidak tahu.

__ADS_1


Kini ia kembali menerawang saat kebersamaannya dengan Ergen, keduanya memang berteman tapi kerap melakukan hal yang romantis, semisalnya Ergen yang akan merawart dan menyuapi Elasha sakit begitupun sebaliknya.


Keduanya memang tidak pernah bersentuhan fisik seperti berpelukan tapi banyak hal romantis yang pernah merka lakukan, itu membekas di hati Elasha.


Matanya terus menerawang kedepan, hingga ia terfokuskan pada anak kecil berlarian ditaman itu.


Anak kecil itu terus berlari dan terus berlari kegirangan di perhatikan oleh sosok pria dewasa dari kejauhan.


Bugg....


Anak kecil itu terjatuh, karena tidak memperhatikan langkahnya.


Pria dewasa yang tadi memperhatikan anak kecil itu segera berlari pada anak kecil itu.


Seketika hati Elasha bergemuruh, rasanya seperti tersayat belati dan dicengkram yang terasa dihimpitkan dengan hentakan batu besar.


Seketika Elasha mengeluarkan muntahan berupa darah.


Greely segera mengekyarkan sapu tangan yang selalu ia bawa, memang satu tahun ini Elasha tidak pernah lagi muntah darah namun ia masih senantiasa membawa sapu tangan untuk nonanya itu atas perintah sang Bos Alesha.


Elsaha langsung menerima sapu tangan tu dan mendekatkanya pada mulutnya darah segar yang tidak begitu banyak dan tidak pula sedikit.


"Nona, sepertinya kita harus kembali" ucap Greely meraih gagang kursi roda Elasha bersiap membawa nonanya mendekat mobil.


"Greely, aku mohon jangan katakan pada Alesha" Mohon Elasha pada Greely, ia tahu jika Greely akan melaporkan kejadian ini pada Alesha, Elasha tidak ingin merepotkan Alesha yang begtiu menyayanginya.


"Saya tidak menjamin, nona" ucap Greely tegas namun tetap hormat pada Elasha.


Hela menghembuskan nafasnya pelan


lalu berucap


"jaga kesehatan nona, jangan terlalu banyak berpikir" tegur Greely tidak ingin menanggapi kembaran bosnya itu.


Greely membantu Elasha pindah kemobil dan tidak lupa kursi roda dimasukan mobil bagian belakang.


Dari kejauhan Seorang menatap lurus kepergian Elasha dan Greely dengan tatapan bingung, ia segera meminta orangnya untuk mengikuti Elasha dan Greely.


"Kenapa sangat mirip dengannya" gumamnya kecil.


"pa, pa" sapa anak kecil yang tampan semirip dirinya.


"Aaa maaf, gimana jagoan papa sakit?" tanya pria dewasa itu pada anak kecil berusia dua tahun.


Anak kecil itu menggelengkan kepalanya seakan ia baik-baik saja, ia memang bukan anak kecil yang manja.


Pria itu tersenyum menanggapi anak kecil yang memanggilnya papa.


"Egel lapar?" tanya papa bagi Egel itu.


Egel menganggukan kepalanya.


Egel Zegan Weler anak kecil yang digandengan tangannya itu memang baru berusia dua tahun tapi ia anak kecil yang pintar dan cerdas.


"Hayok" ajak pria itu pada Egel

__ADS_1


Keduanya mendatangi restorant, tidak berjauhan dari taman.


Egel dengan papanyapun makan bersama, Egel yang sudah bisa memasukan makanan kemulutnya itu makan dengan tangannya sendiri, sesekali ia dibantu sang papa.


Dreeet dreeet.


"Pa pa" sapa Egel menggoyangkan tubuh sang papa dengan tangan mungilnya.


Pria dewasa yang dipanggil papa itu tersadar dari lamunannya lalu meraih phonecellnya.


Tertera nama yang ia tunggu kabarnya.


📱"bagaimana?"tanya pria dewasa itu tidak sabaran.


📱"maaf tuan, saya kehilangan jejaknya" lapor seseorang dari seberangan sana.


Sementara pria dewasa itu sedang menahan kesal, jika tidak ada Egel ia sudah melepaskan amarahnya dengan mencacimaki orangnya itu.


📱"Bagaimana bisa kehilangan jejak?" suaranya pelan namun mendomasi kearah anak buahnya yang sekarang sedang menelan ludah menghadapi kengerian tuannya.


Ia mungkin selamat karena ada tuan kecil Egel, jika tidak habislah nyawanya.


Selama dua tahun ini tuan mudaNya itu seperti harimau yang ganas, padahal selama ia bekerja dengan tuan besar sebelum bekerja dengan tuan mudanya itu, tuan mudanya itu seperti kucing anggora baik hati.


📱"maaf tuan, kita ketahuan mengikuti mereka" laporNya lagi memberi alasan.


📱"Kamu selamat kali ini, sekarang priksa kasus dua tahun lalu" printah pria itu lalu mengakhiri panggilan suara itu.


Sementara di seberangan sana menatap heran phonecellnya, apa yang mau diperiksa kasus dua tahun lalu.


Apa ia harus mencari semua kasus keseluruhan yang ada didunia secara satu persatu.


Kemudian


Tlinkk.


Wajahnya cerah seketika, ternyata tuan mudanya mengirimnya info yang harus ia priksa.


📲" Elasha Shareq Quen" gumamnya menautkan alisnya tidak percaya.


Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Quen, yang memiliki anak gadis meninggal karena kecelalaan pembatas jalan.


keluarga Quen bukan keluarga sembarangan dalam dunia bisnis di negara mereka.


Lalu apa hubungan tuan mudanya Ergen Sarega Weler tentang kasus putri Quen su si raja bisnis itu.


Ia bukan takut menghadapi si raja bisnis itu, tapi selama ini tidak ada perselisihan atau sesuatu yang berhubungan dengan si raja bisnis.


Tapi sekarang tuan mudanya meminta untuk priksa ulang kasus dua tahun lalu.


Tuan mudanya mrmang susah ditebak kemauannya, bisa jadi ia mati ditangan tuan muda Ergen jika ia tidak menurut.


Ya pria dewasa yang dipanggil papa oleh Egel adalah Ergen Sarega Weler yang dulu ingin melanjutkan pendidikan untuk mengelak perhodohannya dengan Lea dan Ergen juga tidak ingin menerus usaha Alegal yang turun temurun dari kakeknya didunia kelam.


Ia tidak menyukai itu, meski ia seing diracuni pikirannya tentang kematian sang kakek Weler dan sebagian keluarga lainnya untuk balas dendam.

__ADS_1


Namun dua tahun lalu Ergen berubah dan mau menerima mencari siapa dalang kematian sang kakek dan berniat balas dendam, bahkan Ergen tidak jadi melanjutkan pendidikanya.


Jangan tanya mengenai perjodohannya dengan Lea, Lea juga sudah mati dua tahun lalu dibunuh oleh kedua orang tua Ergen karena merasa Lea tidak berguna lagi, sikap kejam kedua orang tuanya lah membuat Ergen memilih berjauhan dari Elesha dengan dalih melanjutkan pendidikan


__ADS_2