Bila Berasa Dicintai (Gadis Mafia Kejam)

Bila Berasa Dicintai (Gadis Mafia Kejam)
04


__ADS_3

"Dia teman yang baik" ucap Ergen kembali menatap lurus kearah Elasha dan Keren.


"kamu nyaman dengannya?" tanya teman Ergen itu lagi.


"Siapa yang tidak nyaman dekat dengannya, aku hanya beruntung bisa menjadi teman dekatnya" ujar Ergen apa adanya, itu lah nyatanya gadis biasa biasa tapi daya tariknya begitu memikat orang-orang terhadapnya.


Bahkan penggemar pria tampan bermana Ergen itu saja juga menggemari Elasha yang begitu memikat lain dari penggemar Elasha tidak tentu terpikat pada Ergen meski pria itu memiliki ketampanan yang begitu menawan.


"Sangat miris Elasha bisa dekat denganmu, aku rasa Elasha mencintaimu" ujar teman Ergen santai seraya masih mengikut pandngan Ergen ke arah Elasha dan Keren.


Penuturan temannyail itu mampu membuat Ergen terpaku, bukan karena perkataan Elasha mencintainya melainkan kata miris itu.


Jika dipikir olehnya, memang miris Elasha yang begitu baik bagi Ergen harus beteman dekat dengannya yang notabenenya bisa dekat dengan banyak wanita tanpa disadari oleh Elasha.


Bagaimana nantinya jika keduanya sudah berpisah tentu Ergen akan mencari teman ternyaman setelah Elasha.


Seperti sekarang tiba-tiba seorang gadis bergelenjut manja merangkul lengan Ergen tanpa malu sedikitpun di hadapan teman Ergen itu.


Teman Ergen hanya menggelengkan kepala lalu berlalu meninggalkan Ergen dan gadis yang bergelenjut manja dilengan Ergen itu.


Ia tidak ingin ikut campur tentang kedekatan Ergen dan gadis manapun, ia hanya merasa kasihan dengan Elasha tapi ia tidak bisa menyalahkan Ergen karena nyatanya Ergen dan Elasha hanya teman dekat saja.


Jadi tidak menjadi masalah bagi Ergen dekat dengan gadis lain selain Elasha apa lagi berpacaran dnegan gadis lain itu menjadi hak penuh Ergen.


"Kenapa kamu ada disini?" tanya Ergen datar soal keberadaan gadis yang merangkul lengannya.


Wajah datar Ergen tentu karena ia lebih mudah tersenyum jika berdekatan dengan Elasha seorang namun juga aneh Ergen tidak menepis rangkulan itu ia menikmati selayaknya pria terhadap kekasihnya.


Orang-orang yang melihat gadis yang tidak mereka kenal tapi tidak begitu asing itu hanya menatap heran.


Ini pertama kali bagi orang-orang melihat Ergen sedekat itu dengan seorang gadis selain Elasha bahkan Elasha yang kerpa bersikap manja pada Ergen tidak pernah bergelenjut manja seperti yang mereka lihat sekarang.


Aaaa mereka mulai berpikri wajar jika Elasha dan Ergen tidak bersikap manja seperti Gadis yang mereka lihat itu pada Ergen karena mengingat status yang sering disanggah oleh Elasha dan Ergen jika keduanya hanya teman dekat saja.


Mungkin gadis yang mereka lihat sekarang adalah kekasih Ergen yang sesungguhnya.


Namun sebagian dari orang orang yang melihat itu merasa tidak asing dengan gadis bersama Ergen.


Ergen yang baru menyadari kedatangan Gadis didekatnya itu menjadi pusat perhatian itupun segera membawa gadis itu ketempat lain sedikit menjauh dari keramaian terutama jangan sampai Elasha mengetahui itu.


Entah mengapa Ergen merasa Elasha tidak boleh tahu, ia ingin berpisah dengan Elasha secara baik-baik.


Namun siapa sangka uang tidak diinginkna Ergen itu malah terjadi, gadis bermata kebiru-biruan itu menyaksikan sendiri jika Ergen mebawa gadis itu menjauh dari keramaian dengan genggaman tangan yang lembut.


Sungguh hati Elasha tersakiti melihat itu entah rasa apa yang pasti ia merasa tersakiti apalagi gadis itu gadis yang Elasha kenal.


Mungkin orang-orang tidak mengenal gadis yang bersama dengan Ergen tapi tidak dengab Elasha ia begitu mengenal gadis itu dengan baik.


Bagaimana bisa kedua orang yang ia kenal itu seakan tidak kenal satu sama lain disaat bersama dengannya.

__ADS_1


Tapi apa sekarang merasa dikhianati, tapi kenapa Elasha merasa dikhianati Elasha tidak mengeti itu.


Apa ia Cemburu?


Apa ia tidak ingin Ergen menjadi teman orang lain selain dirinya?


Elasha yanh tadi meminta izin pada Keren ke toilet untuk membuang air kecil itupun kembali Kearah Keren seakan lupa tujuan utamanya.


"Cepat sekali?" tanya Keren meliaht Elasha sudah kembalj duduk didepannya.


Elasha tertegun dengan pertanyaan Keren, baru menyadari tadi ia ingin pergi ke toilet tapi rasa itu seakan sirna.


"Enggak jadi" jawab Elasha singkat lalu tersenyum pada Keren, ia tidak ingin Keren bertanya apa-apa padanya malam itu, ia ingin menikamti malam itu dengan Keren agar tidak terlalu memikirkan apa yang ia lihag tadi.


Malampun semakin larut, dikamar yang lumayan luas berisikan empat orang dnegan dirinya, Elasha menatap ke arah temanya yang sudah terlelap sementara dirinya masih berlarut dalam pikirannya sendiri.


Kenapa ia memikirkan Ergen? Apakah ia mulai mencintai Ergen itulah yang ada dalam pikiran Elasha, Elasha tahu dna jujur pada Ergen jika ia nyaman pada Ergen tapi selalu diselipkan dengan kata sebagai teman.


Mengapa dengan rasa ini begitu menentang kata kata sebagai teman dekat saja, serasa ingin lebih agar ornag yang dianggap teman dekatnya itu menjadi miliknya seutuhnya, ia hanya ingin pria itu selalu ada disisinya.


Elasha mengusap wajahnya dengan kasar, bagaimana bisa apa yanh dikatakan orang-orang selama ini menjadi mengusik malamnya kali ini.


Sudah masuk jam setengah tiga pagi Elasha belum juga tidur, bahkan Ergen yang biasa membuat malam Elasha tidak kesepian itupun tidak mengirimkan pesan apapun pada Elasha setelah terakhir kelinya tadi.


Bagaimana Elasha bisa tidur jika pikirannya kacau bahakan dalam keadaan pikiran yang tenang saja Elasha masih suka susah untuk tertidur normal seperti orang pada umumnya.


Elasha berusaha memejamkan matanya agar bisa menikmati refreshing besok dengan baik.


Dilain kamar, Ergen berusha menghubungi Elasha dengan panghilan suara ternyata phonecell Elasha tidak aktif.


Awalnya ia menghubungi Elasha untuk meminjamkan jaketnya yang dipakai Elasha seperti yang ia katakan kemare jika ia akan meminjam jaket itu dipagi hari.


Ketidak aktifan Elasha membuat Ergen khawatir, tidak biasanya Elasha tidak aktif seperti itu sekalipun Elasha tidur pasti Elasha mengaktifkan phonecellnya dan disaat Elasha mendengar pesan masuk Elasha akan tersadar dari tidurnya segera membalas pesan dari Ergen begitulah biasanya Elasha.


Pagi ini membuat Ergen merasa tidak tenang, ingin mengetok kamar Elasha berada tapi merasa tidak enak dengan teman teman Elasha.


"sudah, pakai punya ku saja" ujar temna Ergen seraya melemparkan jaket kearah Ergen.


Ergenpun pasrah dan mengambil jaket yang dileparkan temannya itu ia berusaha berpikir positif tentang kehawatirannya pada Elasha.


Ia tkaut jika gadis pelilik mata kebiru-biruan itu jatuh sakit atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga tidak mengaktifkan phonecell.


"mungkin ia tidur, semalam aku lihat ia lebih terlamabat dari kita ke kamar" jelas teman Ergen emenangkan kegelisahan Ergen akan Elasha.


Ergen mendengar penuturan temannya itu berpikir demikian dan sedikit lega, mungkin saja Elasha tidak sengaja mematikan phonecellnya karena baru bisa tidur.


Ergen dan teman temannya berangkat dari tempat penginapan menuju sebuah pengunjungan yang banyak dikunjungi orang-orangnya pasalnya tempat itu memiliki pemandangan yang indah dan asri.


Ia jadi ingat Elasha yang begitu menyukai keindaahan alam.

__ADS_1


Sekitaran jam enam lagi, Elasha terbangun dari tidurnya ia langsung meraih phonecelknya ternyata dalam keadaan mati.


Elasha sudah tahu pasti phonecellnya sedang lowbat, karena ia tidak memiliki kebiasaan mematikan data phonecellnya apa lagi sampai mematikan phonecell.


Ia segera bangkit dari tidur melirik pada jam dimding jika ia sudah kesiangan.


Elasha tipikal yang bagun lebih pagi lagi dari kata jam enam itupun hanya mendengus kasar lalau meraih carger phonecellnya dan mencargernya.


Selama ia mencarger phonecellnya, ia membersihkan diri di kamar mandi yang ada di kamar itu.


Setelahnya barulah ia mengaktifkan phonsecellnya yang ternyata sudah ada panghilan tak terjawab dari Ergen.


"Astaga" keluh Elasha seraya menepuk jidadnya tanpa diberitahu Elasha ingat kenapa Ergen menelponnya itu pasti tentang jaket.


Ia melirik jaket itu masih terletak dengan rapi di tempat ia menaruhnya semaalam sebelun tidur.


Ia kembali menghubungi Ergen melalui panghilan suara, namun ia tidak mendapatkan jawaban.


"Huhh" Elasha menghembuskan mafasnya dengan kasar, bisa-bisanya ia lupa dengan jaket Ergen yang ia pinjam jika pemilik jaket itu ingin memakainnya pagi ini.


Tapi sudahlah ia akan meminta maaf pada Ergen karena lupa, sekarang pria itu tidak bisa ia hubungi.


Ia memilih mengirimkan pesan pada Ergen


📲"maaf aku baru mengaktifkan phonecellku, aku tidak tahu jika phoncellku lowbet" jelas Elasha merasa bersalah


📲"jaketmu bagaimana, aku lupa" Elasha kemabli mengirimkan pesan pada Ergen yang mana belum mendapatkan pesan balasan .


Ia tertunduk mrnatap layar itu menati Ergen segera membalas pesannya.


Selang 15 menit Ergen membalas pesan Elasha


📲"aku udah berangkat" balas Ergen singkat


📲"kamu dimana, bair nanti aku kasih" balas Elasha


Ergenpun mengirim lokasi keberadaannya.


Elasha yang memiliki niat bersama teman teman yang lain ketujuan yang sama dengan keberadaan Ergen itupun kemabli mengirim pesan.


📲"aku sama teman teman juga akan kesana, nanti aku akan kasih jaketnya, di situ katanya dingin" pesan punterkirim pada Ergen


📲"santai saja, aku laki-laki" balas Ergen yang tidak ingin terlihat lemah dan tidak ingin membuat Elasha khawatir merasa bersalah


📲" ya sudah aku tutup dulu" pesan dari Ergen lagi


📲"oke" balas Elasha.


Sungguh ia merasa bersalah, karena Ergen sudah emngataknnya dari ia meminjam jaket pria itu jika pria berstatus teman dekatnya itu akan memakainya di pagi hari.

__ADS_1


Tapi kali ini ia lupa jadi hanya ada gurat kesedihan diwajahnya sekarang.


Elasha tidak tahu dibalik rasa bersalahnya seseorang yang bertukar pesan dengannya tadi sudah berubah ceria dilokasi yang sebetar lagi ia tujui juga.


__ADS_2