Bila Berasa Dicintai (Gadis Mafia Kejam)

Bila Berasa Dicintai (Gadis Mafia Kejam)
07


__ADS_3

Iya Reyger adalah sosok yang dingin dan acuh tidak peduli dengan urusan orang lain apalagi tidak menguntungkan baginya.


Dia sebagai asisten pribadi Reyger yang sekaligus teman dekat pria itu tidak percaya, apa karena gadis yang ada di galery pria barusan.


"Apa kamu tuli!" sentak Reyger


"eee, tidak aku tidak tuli, tapi kamu yakin ingin aku selidiki?" tanya masih tidak percaya akan keinginan Reyger.


"lakukan saja, Mex" perintah Reyger pada asisten sekaligus temannya Mexwell seen.


"baiklah, nanti akan ku selidiki" ucapnya patuh


Reyger menatap lurus teringat jelas sewaktu ia sedang memastikan sendiri musuhnya bersembunyian di kota yang indah yang membuat ia bertemu dengan gadis manik kebiru-biruan itu adalah gadis yang ada di galery pria tadi.


Reyger juga melihat jika gadis yang menabraknya itu tidak fokus karena melihat pria tadi bersama dengan wanita lain.


Ia menerawang pada dua tahun lalu, gadis yang ada di galery tadi sangat mirip dengan gadis kecil di masa lalunya.


Gadis yang sudah lama ia cari, namun segila apapun Reyger pada gadis masa lalunya Reyger cukup mengenali gadis kecil masa lalunya itu bukanlah gadis yang sama dengan yang di galery atau lebih tepatnya gadis yang menabraknya waktu itu.


Keduanya memiliki manik mata yang berbeda, gadis kecilnya begitu tajam tatapannya.


"aku merindukannya" ujar Reyger kemudian, Mex memahami siapa yang dimaksud Rey, karena keduanya sudah lama bersama.


"Sebenarnya aku sudah menyelidiki gadis yang menabrakmu waktu itu" jujur Mex membuat Rey memposisikan duduknya lebih baik siap mendengarkan hasil penyelidikan Mex.


"Lihatlah" Mex menyodorkan phonecellnya pada Reyger, agar teman sekaligus atasannya itu membacanya sendiri.


"Elasha Shareq Quen" Gumam Reyger membaca nama depan gadis yang mirip dengan gadis kecil masa lalunya.


Reygerpun menyeritkan dahinya nama yang tidak asing baginya, iya nama depan yang hampir sama dengan gadis kecil masa lalunya.


"apa kamu berpikir jika ini bukan sebuah kebetulan?" Mex bertanya merasa bersendapat dengan Reyger.


"Alesha dan Elasha itu tidak berbeda jauh" ujar Reyger


Tepat sekali, Mexpun begitu tapi sayang saat Rey menggeser layar phoneecell Mex bahwa sudah jelas Elasha bukanlah Alesha yang ia cari.


Reyger masih ingat Alesha yang tidak memiliki seorang ibu lagi, ia hanya tinggal bersama ayahnya yang tentu nama yang tertera di phonecell itu bukan milik nama ayah Alesha.


"Huuuh" Reyger menghela nafasnya dengan kasar.


"bagaimana? Apa aku harus menyelidiki pria itu?" tanya Mex menunjuk ke arah Ergen.

__ADS_1


"lakukan" pinta Reyger, ia ingin tahu hubungan pria itu dengan wanita yang mendekati pria itu sehingga membuat Elasha apalah itu menjadi tidak fokus.


Kelihatannya hubungan pria itu dengan Elasha begitu istimewa, begitulah tanggapan Reyger, wajah yang mirip dengan Alesha, suara yang menarik dan tatapan mata yang memikat itu membuat rasa di hati Reyger ingin melindungi ya melindungi mungkin karena wajah mirip dengan Alesha.


Di lain tempat Lea keluar dari kostnya secara diam-diam agar tidak diketahui oleh Elasha.


Ia megendap-endap dan keluar tanpa suara, mata yang sedari sudah terbuka itu hanya menatap heran kepergian Lea dimalam hari seperti ini, ini cukup malam tapi Lea seakan lupa waktu.


"Ke mana Lea?" batin Elasha yang akhir-akhir ini mulai menampakkan ke anehan bagi Elasha, ia begitu tidak mengenal Lea yang ia lihat sekarang.


Elasha beranjak dari rebahannya menyikao selimut pelan, rasa menyiksa diperutnya ingin segera membuang air kecil itu membangunkan tidurnya.


Ia berlari kecil ke kamar mandi, urusan Lea sudahlah tidak perlu ia perdulikan.


Setelah selesai dengan urusan kamar kecil ia kembali ke kamar dna merebahkan kembali tubuhnya bersiap untuk tidur, sebelum itu ia melihat story di phonecell ternyata Ergen baru saja membuat story.


Dengan kekepoan tingkat tinggi Elasha pun melihat story Ergen.


"Ergen di luar" gumam Elasha menerka-nerka jika barusan Lea keluar.


ia mulai mneyusun sebuah prasngka yang tidak-tidak di kepalanya yang nantinya mampu mempengaruhi moodnya.


Tlink


📲"Udah bangun?" pesan masuk dari Ergen, mungkin Ergen tahu Elasha sudah bangun karena melihat story yang ia kirim.


📲"iya, tadi perutku sakit" balas Elasha jujur, perutnya sampai sakit akibat menahan pipis dalam keadaan tidur.


📲"kenapa bisa sakit perut? Kamu makan apa sampai sakit perut? Sekarang gimana?" tanya Ergen di seberangan sana penuh kekhawatiran.


Elasha merasa senang diperhatikan oleh Ergen seperti ini.


📲"aku enggak kenapa-napa, tadi cuma kebelet hehe" balas Elasha ikut cengengesan di balik layar.


📲"oo, kamu ada aja" balas Ergen


📲"kenapa di luar? Enggak bisa tidur?" tebak Elasha.


📲" iya, bosen" jawabb Ergen.


📲"iya udah dinikmati dulu di luarnya, nanti kalau udah enggak bosen lagi pulang dan istirahat" balas Elasha pengertian.


Iya sikap pengertian yang sederhana seperti ini yang membuat Elasha istimewa bagi Ergen.

__ADS_1


Gadis yang tidak banyak melarang, selalu mendukung setiap langkahnya.


Tapi sayangnya hanya teman dekatnya saja


Keduanya selalu bertukar cerita hingga tiba-tiba pesan terputus.


Elasha menghela nafas, mungkin saja Ergen kedatangan temannya di saat berada di luar sehingga tiba-tiba tidak lagi membalas pesannya.


Menunggupun sudah kebiasaan Elasha, takut Ergen kembali mengirimkan pesan padanya hingga mata Elasha lelah dan tidur kembali.


Pagi...


jam empat pagi, Elasha sudah bangun dari tidurnya ia akan melaksanakan aktivitas pagi seperti biasa hingga tuntas semua satu persatu.


Sebelum jam tujuh pagi, Elasha sudah rapi dengan pakaian kerjanya, ia akan segera berangkat bekerja dengan wajah cerianya.


Hari positif harus ia sambut dengan positif itulah wajah yang Elasha gambaran.


Posisi perusahaan tempat Elasha sangat dekat dengan kost-annya Elashapun pagi ini memilih berjalan kaki ke tempat kerja.


Ia lagi bermalas malas menggunakan kendaraannya.


Di perjalanan ke perusahaan, Elasha menebarkan senyum dan sapaaan saat banyak yang menyapa dan tersenyum padanya.


Sudah menjadi kalangan umum, disaat sendiri seperti itu akan banyak yang menyapa dan tersenyum ramah pada Elasha, seakan tidak ada pawang yang mencegah para penggemar untuk menyapa sang idola.


Elasha seperti biasa ia bersikap ramah jika diajak berbicara dan disapa.


Banyak dari pria yang mendekati Elasha, tapi hanya Ergen pria yang mampu membuat Ergen nyaman dan tentu lebih direspons oleh Elasha, untuk yang lain hanya direspons Elasha seadanya sebagai ramah tamah terhadap kenalan.


Ergen dan selalu Ergen, dipikir pikir Elasha begitu bodoh yang bergantungan pada Ergen yang sudah jelas tidak pasti itu.


Banyak pria yang ingin menjaga dan menyayangi Elasha, Ergen seorang yang ia yakini paling aman dan selalu menjaganya.


"jalan kaki lagi?" tanya seorang yang yang amat Elasha kenal suaranya itu berhenti tepat disebelahnya.


Pantesan saja tiba-tiba yang menyapanya tidak seramah sebelumnya ternyata si pawang muncul tiba-tiba.


"iya, lagi pengen jalan" ujar Elasha tersenyum manis.


"Ayo, masuk" ajak Ergen namun Elasha menggeleng menandakan ia menolak.


Pikirnya merepotkan sekali, ini saja sebentar lagi sampai, Ergen memang ada ada saja kelakuannya.

__ADS_1


"Aww" pekik Elasha tiba-tiba


__ADS_2