
Sesuai perintah anak buah Ergen melakukan tugas, setelah ia kembali kesisi tuan mudanya, ia membiarkan Egel bersama papanya menikmati makan siang.
Sang anak buah melanjutkan tugasnya memeriksa kasus dua tahun lalu putri dari Si raja bisnis.
Ia dengan lincah menggerakan jarinya di atas keyboard yang ada dilaptop yang ia bawa ke mana-mana itu.
Sementara telinganya teehubung dengan langgilan suara dengan orang lain.
📲" segera priska informasi yang saya kirim dengan baik, cari sedetail mungkin. Jangan ada yang terlewatkan!!!" perintahnya pada bawahannya, ia hanya memastikan tuannya tidak sembarangan berurusan dengan si raja bisnis.
Ia bukan takut, karena orang seperti mereka yang sudah lama terjun di dunia gelap merasa menganggap si raja bisnis tidak sebanding dengan dunia mereka kecuali si raja bisnis memiliki orang yang membantunya dari klan mafia lain.
Sekarang ia ingin memastikan jika urusan tuan mudanya tidak terlalu jauh, agar tidak menimbulkan musuh baru.
Tugasnya memfokuskan pembalas dendaman atas meinggalnya tuan besar klan mereka yaitu kakeknya Ergen.
Klan mereka juga sempat musnah dan bubar, sehingga dendam yang masih dirasakan oleh orang tua Ergen ingin tetap membalas dendam dengan melahirkan generasi-generasi baru klan mereka.
Yang kini dipegang oleh tuan mudanya, Ergen Sarega Weler.
Di mansion mewah,...
Elasha dan Greely baru saja tiba.
"Nona, saya akan memanggilakan dokter untuk anda" ucap Greely seraya mendorongkan kursi roda memasuki mansion Daddy Jeck.
"aku baik-baik saja, Greely" Protes Elasha.
"jika saya tidak memanggil dokter, Bos Alesha akan memarahi saya" ucap Greely.
"dia tidak akan marah, jika kamu tidak memberitahuinya" sahut Elasha berusaha membujuk Greely, ia bosan selalu konsultasi dengan dokter, itu membosankan baginya.
"maaf nona, saya tidak bisa" Tolak Greely tegas.
"saya mohon nona tidak lagi membantah" ucap Greely lagi lalu menunduk hormat setelah ia mengantar Elasha ke kamar.
Elasha hanya menghela nafas kasar, menghadapi Greely memang sangat rumit.
Ia sangat setia pada bosnya, sehingga Elasha mau tidak mau harus menurut apapun yang sudah di atur Greely.
Tidak lama setelah Greely keluar dari kamarnya, phonecell mikiknya berbunyi.
Tertera di sana nama Alesha, sudah dapat dipastikan jika Greely benar-benar mengatakan kejadian ia mengeluarkan darah lagi saat di taman tadi.
📱"hello Al, ada apa?" tanya Elasha pura-pura tidak tahu.
📱"kamu batuk darah lagi?" satu pertannyaan lolos dari Alesha, ia berubah menjadi bidadari lembut dan perhatian jika berhadapan dengan Elasha, ia tidak ingin kehilang adik lagi, cukup dulu ia kehilangan adik angkat.
Ia begitu menjaga Elasha, ia akan menjadi pelindung bagi Elasha tanpa rasa pamrih.
Seperti sekarang, saat mendapatkan kabar Elasha muntah lagi setelah dua tahun tidak pernah lagi, Alesha merasa khawatir sekali.
📱"aku baik-baik saja, jangan terlalu khawatir ada Greely menjagaku" ucap Elasha berusaha menenangkan Alesha.
📱"nanti akan ada dokter yang datang" ucap Alesha lalu keduanya menyudahi panggilan suara.
Setelah panggilan berakhir, Elasha kembali batuk batuk dan mengeluarkan darah.
Ia teringat pria yang menghampiri anak kecil, pria dewasa itu adalah pria dua tahun lalu.
"Ternyata kamu bahagia, bersamanya" gumam Elasha seraya melihat darah ditangannya, senyum penuh ejekan terpancar diwajahnya akan dirinya.
Orang yang dua tahun ini masih tersimpan dihatinya, terlihat baik-baik saja bahkan bahagia tanpa dirinya bahkan berita kematianya seakan tidak mempengaruhi.
__ADS_1
"Ergen, bagiamana cara aku bisa melupakanmu?" batinnya terluka, Ergen baik baik saja kenapa ia tidak.
Ia ingin lepas dari belenggu masa lalu, tapi hatinya masih terpaut dengan satu nama Ergen.
"Ajari aku" ucapnya lagi.
Tok tok...
"Masuk" ucap Elasha seraya mengelap butiran bening yang keluar dari matanya.
"Maaf nona, dokternya sudah tatang" ucap Greely yang disambut senyum oleh Elasha.
Dokter yang biasa memeriksa Elasha dipersilahkan masuk dan memeriksa kesehatan Elasha.
Syukurlah keadaan Elasha masih dibilang stabil untuk perjalanan selama dua tahun ini, hanya saja dokter sering menegur Elasha untuk tidak banyak berpikir dan selalu beristirahat yang cukup.
"Terima kasih dok" ucap Elasha tulus, dokterpun berpamitan setelah selesai dengan tugasnya dan diantar oleh Greely kekuar dengan selamat dari mansion daddy Jeck.
"Apa yang kamu pikirkan, El"
"Kamu menggagetkan ku" protes Elsaha karena Alesha tiba-tiba sudah berada di kamarnya.
Jangan ditanya bagaimana ia mana ia masuk mansion tanpa diketahui atau dicurigai bodigoud yang di peri tahkan oleh Daddy Jeck menjaga mansion dan Elasha.
Tentu Alesha bisa dengan mudah, karena ia memasuki kamarnya sendiri selain itu ia sudah mengetahui jalan tersembunyi yang ada dimansion itu setelah memasuki mansion dengan aman ia hanya perlu memasuki kamar yanh ditepati Elasha melalui routof.
"Apa yang kamu pikirkan?" bukannya menjawab Alesha masih kukuh dengan pertannyannya.
"Aku tidak memikirkan apa-apa" bantah Elasha lalu membawa kursi rodanya menuju kamar mandi.
"Baiklah jika tidak ingin mengatakan sekarang" ucap Alesha mengalah pada Elasha.
Ia membantu Elasha mendorong kursi roda ke kamar mandi.
Sisi kejamnya sekam sirna.
Alesha cukup lama menemani Elasha dikamar, Alesha pun memberi nasehat pada saudari kembarnya itu untuk mau ditangani oleh pesikiater.
Fisikis Elasha masih terbelenggu dengan masa lalu, itulah pendapat Alesha, Alesha ingin membantu Elasha untuk melupakan masa lalu.
Jika memang tidak bisa dilupakan, Elasha harus kembali semangat memulai kehidupan baru, itulah keinginan Alesha
Tidak seperti sekarang saudarinya harus berpura pura menjadi dirinya dimata Daddy Jeck dan seisi Mansion.
Elasha merenungi kata-kata Alesha akan dirinya, sekarang ia menatap kepergian Alesha yang meloncat dari balkon kamarnya.
Apa boleh buat ia mencoba untuk sembuh dari masa lalu, ia tidak harus menerima rasa trauma ini, ia harus melawan, apa yang dikatakan Alesha ada benarnya untuk dirinya itu.
Elasha meraih phonecellnya dna menghubungi Alesha yang baru saja keluar dari mansion tanpa sepengetahuan boudigoad.
📱" Ada apa?" tanya Alesha dari balik layar phonecellnya.
📱"Baiklah, aku terima Pesikiater pilihanmu" ucap Elasha to the point.
📱"Bagus, Greely akan mencari pesikiater terbaik untukmu" sahut Alesha tersenyum senang akan pilihan Elasha.
📱" baiklah" ucap Alesha dan panggilan suarapun berakhir.
Alesha segera menghubungi Greely untuk mencari psikeiater terbaik dan secepat mungkin ia tidak ingin Elasha berubah pikiran karena menunggu lama
Di perjalanan menuju markas.
Sreng pinkk
__ADS_1
"Si*l" umpat Alesha geram, tiba-tiba ada yang menghadangi jalannya dengan lemparan pisau daput dikaca mobil bagian depannya
kaca mobil Alesha pecah dan iapun berhenti kaarena terkejut.
Alesha melihat kearah dari mana berasalnya pisau dapur itu.
Alesha mengangkat sudut bibirnya tersenyum penuh ejekan, berani sekali orang mengejeknya dengan melempari mobilnya dengan pisau dapur bukannya dengan belatu atau senjata perang lainnya.
Alesha meraih pistolnya dan menembak secara acak agar bisa memancing keberadaan musuh.
Bagi Alesha, musuh yang berani melawannya dengan bersembunyi-bunyi adalah tikus kecil.
Dor
Dor
Dor
Alesha menembak secara acak kearah sisi kanam dua kali tembakan dan sejali ke sini kiri.
Dam dijeda sebentar Alesha kembali menebak kearah belakang lalu Alesha turun dari mobilnya.
Menwmbak secara berturut turut kearah belakamg mobilnya.
Seakarang Alesha berada di jalan sepi yang banyak hutannya sehingga musuh bisa bersembunyi di balik hutan-hutan.
Namun ternyata Alesha bukanlah gadis sembarangan yang bisa ditipu dengan mudah, ia dapat dengan mudah mengetahui musih berada di belakang dan menembakan berturut turut.
Dor dor dor.
Tembakanpun diluncurkan learahnya.
Dor, Alesha dengan mudah menghindar karena ia bisa fokus membedakan suara angin dan peluru yang menerpa angin.
Tiba-tiba peluru pistol Alesha kehabisan dan disadari musuh, sebagian musuh memang tertembah dan tewas ditempat oleh Alesha tapi tidak sebagian dengan musuh.
Ternyata rombongan, rombongan itu keluar secara bersamaan saat menyadari Alesha tidak lagi memilki senjata jarak jauh itu.
Alesha bisa saja masuk kemobil dan kabur dari perkelahian yang pastinya satu lawan orang banyak itu.
Tapi Alesha sebagai ketua Klan Mafia Drack itu mana mungkin memilih kabur, itu sama saja dengan pengecut menurutnya.
"Hahaha menyerahlah nona kecil" ucap salah satu musuh dengan raut wajah mengejek, Alesha yang diejek malah tersenyum balik dnegan senyum liciknya.
Kata-kata menyerah sungguh tidak cocok untuk dirinya, orang yang berani mengusiknya maka akan tanggung sendiri akibatnya, kalau tidak nyawa maka harus pulang dalam keadaan lumpuh ditangannya.
Musuh harus dibasmi bagi Alesha, bahkan anak buahnya yang bertahun-tahun patuh padanya yang berubah menjadi pengkhianat saja akan mati ditangannya.
Itulah kekejaman Alesha tanpa ampun.
"Kau sangat sombong nona kecil, kau hanya pandai bersembunyi selama ini" ucap musuh mulai naik pitam saat melihat senyuman Alesha yang terkesan menghina mereka.
"Jangan banyak bicara, jika kau tidak ingin nafasmu semakin berkurang" sakras Alesha dan membuat pria yang seperti pemimpin kelompokan itu menajdi marah.
"Serang" ucap pria itu dan semuanya menyerang Alesha, Tujuh lawan satupun ternyadi dan pria yang memerintah dan beberapa yang lain memperhatikan perkelahian itu.
Awalnya seimbang karena kemampuan Alesha memang di atas ketujuh musuh itu, namun cukup melelahkan bagi Alesha melawan tujuh musuh sekaligus.
Namun diraut wajah Alesha tidak menampakan kelelahan sama sekali, ia masih terluhat santai.
Hanya saja ia mulai memelankan geraknya dan di saat gerakan yang,...
sreeeet seeet
__ADS_1
Alesha menatap pahanya dengan tatapan yang tidak biasanya ditampakan orang yang terkena luka pada umumnya.