
Hanya saja ia mulai memelankan geraknya dan di saat gerakan yang Mulai menojokan dirinya Alesha tiba-tiba lengah
sreeeet seeet
Paha Alesha terkena sayat dari musuh
Alesha menatap pahanya dengan tatapan yang tidak biasanya ditampakan orang yang terkena luka pada umumnya.
Alesha mencengram lukanya sendiri sehinga mengeluarkan darah yang elbih banyak lagi dan berhamburan ditangannya.
Alesha menatap kearah musuh dengan tataoan berubah dari tatapan sebelumnya.
Sungguh Alesha bukn seperti manusia lagi melainkan ia lebih seperti iblis.
sorotan mata Aleaha terluhat menyayat siapa yang memandangnya, wajah yang dingin dan aura berubah membuat beberapa musuh ketakutan dan sedikit mundur.
Pria yang tadi memimpin kelompoknya itu pun memperhatikan dengan serius, gadis yang ia lawan itu buak sebarangan ia baru menyadarinya.
Alesha tidak gemtar ia melangah maju dan mengabaikan luka yang cukup banyak mengeluarkan darah itu.
Perperangans engitpun dimulai, tenaga Alesha seakan bertambah bahkan musuh pun bergantiam melawan Alesha disebabkan musuh yang melawan sebelumnya sudah tumbang dengan nyawa yang hilang.
Dengan mudah Alesha menghantam lawannya, tubuhnya bagaikan memiliki banyak nyawa saytan ditubuhnya sudah banyak dan ia membiarkannya seakan tidak menyakitkan sama sekali.
Musuhpun tewas dengan kedua tangannya sendiri tinggal pria yang tadi memimpin.
"Aku tahu kau bukan bos sesungguhnya, maka aku akan membebaskanmu" ucap Alesha dengan sengaja memberi musuh kesempatan bernyawa dihadapannya.
"katakam pada bos pengecutmu, jika dia bukan pecundang temui aku langsung karena aku butuh lawan yang sepandan bukam sepertimu dan teman-temanmu" ucap Alesha lalu menghibaskan tangannya tanda mengusir musihnya.
Pria itupun kabur meningfalkan Alesha dengan wajah takut seklaigus marah.
Sementara Alesah yang ditinggalkan dengan mayat-mayat musuh itu hanya menghela nafasnya dengan kasar.
Alesaha segera masuk mobilnya dan bergegas pergi.
Sesekali Alesha melihat wajahnya dicermin yang mulai memucat.
Inilah Alesha jika terkena luka maka perperangan dinyatakan menang ditangannya tapi ada yang berbahaya dari itu semua, ia kerap tidak sadar dengan darahnya sudah banyak terkuras.
Seperti yang ia alami sekarang, di dalam mobil Alesha mulai merejab rejab matanya untuk menalisir pandnagannya agar tetap terbuka.
Pandangannya yang mulai menggelap membuat Alesha menghentikan mobilnya.
__ADS_1
Alehsa segera menghubungi Greely, ya Alesha membutuhkan bantuan Greely untuk menangani luka-lukanya.
📱"Temukan saya, saya akan mengirimkan alamat nya" ucap Alesha setelah pesan terhubung dan ia langsung meakhiri panggilan itu.
Ia segera mengirim alamat pada Greely dan Shendye bersamaan mengenai alamat keberadaan.
Ditempat berbeda, Shendye dan Greely langsung meluncur ketempat tanpa bertanya apa maksud bos mereka.
Terutama Shendye yang tidak mendapat surihan itu langsung tancap gas, itu adalah perintah tanpa ucapan yanh sering dilakukam Alesha terhadap Greely dan sekarang juga ia lakukan pada Shendye.
Greely meninggalkan Elasha dimansion tanpa memberitahukan kepergiannya pada Elasha, apapun yang berkaitan dengan Alesha jauh lebih penting, ia tahu ini darurat bagi bossnya.
sesamoainya ditempat, Greely bertemu dengan Shendye yang juga baru keluar dari mobilnya berlari kearah mobil Alesha.
"Bawa mobil boss kemarkas, dan boss akan bersamaku" perinta Greely dengan nada dingin seraya membukakan mobil Alesha.
"baik nona Greely" sahut Shendye hormat dan patuh akan perintah Greely.
Greely segera membawa tubuh Alesha yang mengeluarkan banyak darah dari luka-luka yang didapatkan.
Greely geram melihat Alesha tidak sadarkan seperti ini, Alesha merupakan malaikat bagi Greely, sekarang malaikat penolongnya lemah tak berdaya karena kehabisan darah.
Greely membawa Alesha kesebuah rumah yang terlihat lusuh dan kumuh dari luar.
"Selamat datang nona Greely, ada apa dengan nona Alesha?" tanya pelayan di rumah bak istana itu.
"jangan banyak tanay, sediakan alat seperti biasanya" sakras Greely tidak suka berbasa basi apa lagi nonanya terlihat lebih lemah dari pada biasanya.
Iya nona, Greely memanggil Alesha nona muda jika berada dirumah bak istana itu termasuk pelayan di rumah itu.
"Baik nona Greely" ucap pelayan patuh dan segera menyediakan apa yang dimaksud Greely.
Diruang yang terlihat ruamh sakit itu.
"Semuanya sudah siap nona" ucap salah satu pelayan itu dan segera undur diri dari ruang itu.
Hanya meninggalakan Greely dan Alesha saja, Greely tidak ingin diganggu dan ada privasi nonanya yang harus ia jaga jika ia membutuhkan bantuan pelayan ia akan menekan bell diruang itu.
Greely segera emmasang impus pada Alesha, kemudian ia membuka celana Alesha perlahan.
dan melepaskan pakian bagian atas Alesha secara pelan.
Gleek Greely tertegun dengan tubuh yang penuh luka itu namun masih terlihat maskulin.
__ADS_1
Ini ada orang yang Greely temukan snagat langka, seorang yang mengeluarkan darah cukup banyak namun tidak merasaka s akit sama sekali melainkan pinsan jika sudah banyak darah terkuras.
Penyembuhan yang amat langka itupun terdapat pada Alesha, Alseha akan sadar dengan mengonsumsi darah dan sebagian darah harus diteteskan pada lukanya maka Alesha akan sadar.
Sekali lagi Greely tertegun melihat tubuh maskulin itu dan tonjolan yang jelas dibalik peng*man segi tiga milik Alesha.
Greely menyentuh bibir ganas milik Alesha dengan tatapan dingin ciri khas mikiknya.
Kemudian barulah Greely mengambil satu kantong darah yang sudah di sediakan untuk Alesha.
Perlahan Greely menyiram keluka Alesha terakhir memberikan pada Alesha seperti diminum.
Perlahan darah itu masuk ketenggorkan Alesha dan tubuh itu mulai beraksi.
Alesha sadarkan diri, suranya berubah menjadi terdengar berat yang maskulin.
Greep
Alesha menagkap tubuh Greely keatas tubuhnya, iya sekarang Greely sudah berada diatas tubuh Alesha.
"Kau sangat cantik sekali, Honye" ucap Alesha dengan suara khas maskulinnya.
"Kau akan mengg*g*hku, Vegas?" tanya Greely berubah menjadi gadis yang manis dan menggemaskan dimata Alesha yang disebut Greely Vegas barusan.
Yang disebut Vegas tersenyum jumawa membenarkan apa yang dikatakan Greely sang pujaan hati yang paling memahaminya itu.
Iya Alesha sebenarnya bukanlah Gadis melainkan ia adalah sosok pria yang maskukin namun kecantikan wajahnya dengan rambut lanjang sehingga mampu menjadi sosok gadis yang cantik, jika saja rambutnya pendek akan terlihat betapa tampannya Alesha alias Vegas itu.
Versi pria nya memang membuat mata gadis-gadis tidak bisa menolaknpesonanya termasuk Greely yang sudah menjadi kekasih sekaligus asisten pribadinya yang ditugaskan menjaga kembarannya Elasha.
Greely sangat memahaminya termasuk alasan Vegas menutupi jati dirinya seorang pria pada kalakan umum dan Greely juga rela disentuh olehnya, karena satu-satunya obat yang bisa diterima oleh Vegas adalah **** dengan orang yang tulus padanya, yaitu Greely.
Itu penyakit langka bahkan Vegas tidak tahu apa yang ia alami.
Sekarang Vegas hendak mencabut jarum impus yang lekat ditangannya, namun ditahan Greely beserta gelengan kepala.
"kenapa? Bukankah kamu tahu aku tidak membutuhkan ini" sebut Vegas ingin melepaskan impus, itu akan menghalang kegiatan merkea saja.
Namun Greely kali ini bemar benar tidak mengizinkan Vegas melakukan itu.
Tidak mendapatkan dari kekasihnya, Vegas segera membalikan posisi Greely yang awalnya di atas tubuhnya berubah menjadi dibawahnya.
Keduanya saling bertatapan penuh minat akan masing-masing.
__ADS_1