
Setelah kejadian panas keduanya, Vegas dan Greely sama-sama berbaring di atas ranjang yang ada di kamar itu saling berhadapan.
Keduanyapun menghabiskan waktu untuk bercerita.
"Vegas, apa kau tidak ingin mencari dokter terbaik?" tanya Greely lembut pada malaikat penolang yang menjadi kekasih sekaligus bosnya itu.
"Apa kau keberatan dengan kegiatan kita tadi?" tanya balik Vegas dengan tatapan dinginnya, iya Vegas memang dingin meski bersama dengan Greely sekalipun, ia hanya menatap lembut pada Elasha, kembarannya.
"bukan begitu, aku hanya kasihan dengan keturunan yang lahir dari benihmu nanti, apa lagi perempuan" jelas Greely berusaha berbicara dari hati ke hati pada bos yang menjadi keksihnya jika seperti ini.
"Ia akan kesulitan mencari pria, ia akan dianggap pelacur" lanjut Greely berusaha memberi pemahaman.
"apa kau juga merasa begitu?" tanya Vegas menatap dalam pada netra wanita yang selalu ia g*g*hi itu, wanita yang terlihat dingin diluar tapi sangat lembut dan perhatian padanya jika dirumah bak istana ini khususnya dikamar ini, wanitanya itu begitu lembut.
"itu berbeda, Vegas. Aku mencintaimu apapun milikku adalah milikmu" ucap Greely yang memang menyerahkan keseluruhan hidup dan raganya untuk Vegas.
"Kau berhak melakukan apapun padaku, bahkn tidak hanya untuk mengobati lukamu saja" jalnut Greely tulus.
Vegas tersenyum tipis meski tatapannya masih terlihat dingin, Greelypun membalas senyum tipis itu dengan senyum manis yang hanya mampu dilihat Vegas seorang.
"Terima kasih, Honey" ucap Vegas setelah ia mengecup kening Greely dengan kasih sayang.
"Sama-sama" sahut Greely lalu mendekatkan tubuhnya dan masuk dalam pelukan sang kekasih.
Vegas memeluknya erat, sampai disini hanya Greely yang selalu menemaninya dengan setia dan tahu siapa dia sebenanrnya.
Ia masih bersembunyi dibalik identitas gadis, sungguh Vegas baru menyadari kenapa ia dirubah menjadi seorang gadis kecil setelah ia menjadi seorang bos Mafia, awal ya Vegas tidak tahu bahkan ia tahunya dia adalah pria kecil yang bersembunyi dengan penampilan gadis-gadis kecil pada umumnya.
Bahkan Daddy Jeckpun tidak tahu sehingga Vegas tetap merahasiakan semuanya dari Daddy Jeck jika dirinya bukan seorang gadis melainkan pria.
Greely terlelap dipelukan Vegas setelah cerita keduanya cukup serius dipikiran masing-masing.
Sementara Vegas menatap wajah Greely dari dekat, wanita yang ada didepannya itu begitu cantik dan penyayang.
Vegas akui Vegas sangat mencintai Greely, meski awalnya Vegas hanya membutuhkan Greely untuk menuntaskan dan menyembuhkan dirinya dengan sosok Greely yang begitu tulus padanya yang disebabkan hutang budi pada dirinya.
Ia memanfaatkan Greely yang begitu tulus itu, hingga tumbuh dihati masing-masing.
Bahkan Greely sering mengungkapkan rasa cintanya pada Vegas, Meski Vegas sendiri tidak pernah mengatakannya langsung pada Greely hingga kini.
Ia menyingkirkan Melepas Greely dari pelukannya, ia turun perlahan dari ranjang agar tidak mengganggu tidur Greely.
Ia membuka lemari pakian dan mengenakan boksernya, Ia masuk ke dalam ruang dibalik kamar itu, ia membuka sebuah komputer.
Satu hal yang pertama kali ia lihat dilayar komputer itu, adalah foto sang Mommy.
Ia tatap wajah cantik jelita itu yang tersenyum manis seraya menggendong dirinya dengan penampilan gadis kecil yang cantik yang tak lain Vegas dengan Versi Alesha kecil.
__ADS_1
Vegas tersenyum, Mommy ternyata sudah mengatur jauh-jauh tentang kehidupannya dan kembarannya agar lebih aman.
Setelah puas memperhatikan wajah mommynya, Vegas memeriksa cctv yang ia pasang dikamar Elasha kembarannya.
Sebenarnya, Vegas jarang memeriksa CCtv yang ada di kamar yang ditepati Elasha di mansion Daddy Jeck untuk menjaga Privasi Kembarannya.
Namun ia ingin Elasha selalu dalam pengawasnya dan Greely.
Sementara Greely tidak dimansion bersama Elasha jadi ia harus mengawas Elasha dari cctv yang telah ia pasang.
"Aku akan membawamu pergi jauh" ujar Vegas menatap layar yang di sana ada Elasha yang berusaha beranjak dari kursi rodanya.
"Kau harus segera sembuh dan hidup bahagia, Mommy akan senang jika kita hidup bersama" ucap Vegas lagi seakan mengatakan pada Elasha langsung.
Vegas beranjak dari kursinya setelah memperhatikan gerak gerik Elasha yang tiba-tiba ambruk dari berdirinya.
Vegas begitu mengkhawatirkan Elasha, namun gadis yang dikhawatirkan berusaha beranjak dan kembali menumpang tubuhnya agar bisa berdiri tegak lagi.
Perlahan Elasha berusaha berjalan, sebenarmya tidak hanya ini saja Elasha berusaha berjalan dan Vegas mengetahuinya melalui cctv.
Namun Vegas tidak mengetahui kemajuan berjalan Elasha cukup jauh lebih baik dari sebelumnya.
Mata Vegas menajam, ternyata kembarannya itu ternyata sudah bisa berjalan dengan baik hanya saja kadang kadang bisa saja tidak tegar.
Vegas tersenyum, ternyata Kembarannya masih ingin merahasiakan ini darinya, okeh Vegas akan berpura-pura tidak tahu mengenai itu.
Vegas mematikan Layar komputernya segera keluar dari ruang itu takut Greely menunggunya.
"Kau sudah selesai?" tanya Greely melihat Vegas keluar dari ruang pribadi Vegas.
"tidak ngantuk lagi?" bukannya menjawab, Vegas malah bertanya balik.
Ia Berjalan menghampiri Greely yang duduk di tepi ranjang.
Ia mengelus kepala wanitanya dengan lembut
"Tidurlah jika kau masih mengantuk" ucap Vegas dengan lembut tapi jangan lihat wajahnya tidak akan berubah ia akan tetap terlihat dingin, Greely sudah lama menemani Vegas hanya Elasha yang membuat tatapan Vegas melembut.
"Tidak, aku tidak mengantuk lagi" ucap Greely lalu memeluk pinggang Vegas yang masih berdiri didekatnya itu.
Ingin rasanya Greely untuk tidak melepaskan Vegas dari dekapannya dan menghabiskan waktu dikamar itu, ia menginginkan kasih sayang dan peduli Vegas terutama lelembutan itu hanya bisa Greely dapatkan di rumah itu.
Jika sudah keluar keduanya berubah menjadi bos dan asistent pribadi, Vegaspun tidak menampakan kelembutan sama sekali.
"Kenapa?" tanya Vegas memahami Greely tanpa Greely mengatakanya.
"Apa kau tidak ingin melepasku?"tanya Vegas sengaja menggoda Greely.
__ADS_1
Greely dengan pelan melepas pelukannya dan meraih pakaiannya dan memakainya dengan lengkap.
Vegaspun mengganti pakaiannya yang tentunya bukan pakaian yang penuh dengan darah, ia akan menggantikan dengan pakaian yang sudah tersedia di lemari.
Sekarang Vegas sudaj berubah menjadi Alesha yang sebelumnya.
Vegas alias Alesha itu kekuar dari kamar itu yang diikuti oleh Greely dari arah belakang.
Pelayan menyambut hormat nona musanya dengan bungkukan hormat.
Iya sekarang dia adalah Alesha.
"Nona muda, kami sudah menyiapkan makanna kesuakaam, nona muda" ujar salah satu pelayan yang seperrinya ketua pelayan yang ada dirumah mewah itu.
"Hemm" sahut Alesha hanya dengan deheman semata lalu melewati pelayan begitu saja menuju meja makan yang ada diruang makan.
Sementara Greely berhenti dulu memberi perintah pada pelayan seperti biasanya
"Bibi Ghell, tolong berishkan kamar nona muda seperti biasanya" perintah Greely pada wanita paruh baya yang merupakan ketua pelayan di sana.
"Baik Nona Greely" sahut Bibi Ghell dengan tegas.
"Baiklah, silahkan pergi" suruh Greely dan diangguki oleh pelayam itu lalu menuju kamar Alesha.
Sementara Greely menyusul Alesha dan ikut makan di sana, itu adalah perintah bagi Greely ikut menikmati apa yang dipersiapkan pelayan untuk Alesha maka Greelypun juga harus menikmati agar bisa menambah energi yang semoat dihabiskan untuk kegiatan p*n*s mereka.
"Makanlah" ucap Alesha lembut namun suaranya berubah menjadi suara gadis sepertu tanoa dibuat-buat, terdengar natural.
"Baik nona muda" sahut Greely profesional.
Jika Sudah menjadi Alesha maka ia akan memanggil nona muda jika masih berada di rumah tersembunyi dibalik rumah lusuh dna kumuh itu.
Akan tetapi Greely akan memanggil Vegas jika berada di kamar yang ada di rumah itu dan tidak hanya itu Greely berubah memanggil Alesha dengan panggilan Boss dalam kalangan luar dan Klan Mafia yang telah dibangun.
Namun tidak pernah sama sekali Greely keliru da salah menggunakan panggilan.
Greely sangat cermat membedakan dan menggunakan panggilan yang tepat pada nona mudanya itu.
Kalau ditanya umur keduanya memang seumuran.
Belum sempat Greely menyantap makanan yang ada dimeja.
bunyi pesan masukpun membuat Greely lebih memntingkan bunyi pesan masuk itu.
ia melihat ada pesan dari Shendye dan membukanya.
Greely dikejutkan dengan isi pesan yang baru dikirim oleh Shendye itu.
__ADS_1
Dan Greely segera memperlihatkan layar phonecellnya pada Alesha.
Alesha menajamkan matanya dan segera berdiri dari duduknya