Bilang Ayahmu Aku Seorang Muslim

Bilang Ayahmu Aku Seorang Muslim
Sedih


__ADS_3

David menyirami bunga-bunganya di halaman Gereja. Jardon datang dengan kostum basketnya. Sambil memegang bola basket ia menyapa David.


"Pagi, Dave? Sepertinya aku sudah lama tidak bermain basket denganmu. Ikut aku, yuk?" ajak Jardon.


"Aku sedang tak bergairah. Kau ajak saja yang lain," jawabnya acuh.


"Ayolah, akhir-akhir ini aku melihat kau banyak melamun, diam, sedih dan serius. Come on, don’t act like a baby, (Ayolah, jangan bertingkah


seperti anak kecil)" ejek Jardon.


"I’ve got my heart broken. I love her, but I can hardly touch her physically, (Aku patah hati. Aku mencintainya, tapi aku tidak bisa menyentuhnya)" ucap David.


"What? Are you kidding me? Is she a nun, an angel, or something? Who the hell are you falling for? (Apa? Kau bercanda? Dia biarawati, malaikat, atau apa? Kau jatuh cinta pada siapa?) Apa?" tak pelak Jardon penasaran dibuatnya.


David terdiam.


"Wait.. Wait.. Don’t say that she is.. (Tunggu.. tunggu.. Jangan bilang bahwa dia..)” Belum sempat Jardon menyelesaikan kalimatnya,


David meningkahi.


"Yes, she is our new student. The girl you guys call the terrorist. (Ya, dia murid baru di kelas kita. Gadis yang kalian sebut ******* itu.)”


”Oh, Gosh! Do I really wanna hear this?! This must be a mistake. You’re not serious, are you? (Ya tuhan! Benarkah aku harus mendengar semua ini? Ini pasti salah. Kau tidak serius, kan?)” Jardon masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan sahabatnya.


”I do. I’m seriously ready to give up everything if I have to. She’s my first love. The one! (Aku serius. Aku benar-benar serius akan menyerahkan semuanya jika memang itu yang harus aku lakukan. Dia cinta pertamaku. Satu-satunya!)” Tukas David mantap.


”Should have guessed. But, yeah, what should I say then? That’s yours and I’m gonna support you, anyway. (Sudah kuduga. Tapi, ya, aku


harus bilang? Itu hakmu dan aku akan mendukungmu)” Tak ada pilihan lain bagi Jardon selain mendukung keputusan sahabatnya.


”Thanks.” Dengan tulus David memeluk sahabatnya.

__ADS_1


Mata David menerawang, hari-hari ke depan akan semakin berat.


Tanpa sentuhan dan tanpa interaksi.


”Sanggupkah?” bisik hatinya.


”Now let’s play basketball. We’ll get fun and forget your problem for a while, (Sekarang ayo kita main basket. Kita akan bersenang-senang dan melupakan masalahmu sejenak)” bujuk Jardon padanya.


”Well, okey. But let me get prepared first. (Baiklah. Tapi aku mau ganti baju dulu.)” David menyambut ajakan Jardon dengan antusias.


Setelah siap dengan kostum basketnya, David melangkah berjalan menuju mobil sedan hitam Jardon. Pinokio menyalak-nyalak, ia seperti ingin


ikut majikannya.


”Dia boleh ikut?” pinta David pada Jardon untuk minta izin mengajak anjing kesayangannya.


”Boleh saja,” ucap Jardon tersenyum. David dan Pinokio pun memasuki mobil. Diiringi lagu Poetry-nya Roy Hargrove feat Q-tip and Erykah Badu, mobil itu melaju kencang menembus kota New York menuju lapangan tempat bermain mereka.


”Even me. I dunno what happen with myself. It just comes suddenly (Apalagi aku. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku. Semua datang


tiba-tiba). Awalnya kupikir ini hanya stupid silly thing, tapi rupanya perasaan ini terus tumbuh tanpa bisa kucegah. Tentu kau masih ingat bagaimana aku menyangkal pemikiranmu saat itu bahwa aku telah jatuh hati pada gadis


itu.”


”What’s your plan, then? (Lalu, apa rencanamu?) Apa kau yakin dengan semua risiko yang akan kau hadapi nanti?” tanya Jardon


menyelidik.


”I have no clue (Aku tidak tahu).” David menggeleng lemah tampak tak yakin dengan dirinya sendiri.


”Oh, come on! Masih banyak gadis cantik di sekolah kita, kau tinggal pilih. Dan hei, kau juga bisa merasakannya. Kau masih perjaka, kan? Ha.. Ha.. Ha.. Kurasa kau harus segera tahu rasanya, Man.” Tawanya membahana, seakan membicarakan masalah tubuh seorang gadis adalah hal lucu hingga harus ditertawakan sedemikian rupa.

__ADS_1


”No.. No.. She’s different. Jangan samakan Maryam dengan gadis lain di sekolah kita. Hanya dia yang ada di hatiku saat ini. Hanya dia, Jardon. Meski aku tak diperbolehkan untuk menyentuhnya.” Ada getir dalam nada suaranya.


”Ah, kurasa kau sudah gila, Dave!” Ucap Jardon.


Tak terasa mereka sudah sampai di tempat mereka sering bermain basket. Setiba di lapangan itu, teman-teman Jardon yang lain sudah menunggu lama, mereka sedang melakukan pemanasan. Tak lama kemudian permainan pun dimulai. Pinokio menyalak-nyalak melihat David bermain dengan antusias. David kini bisa tertawa, bercanda dan asyik dengan permainan basket, sedikit melupakan kegundahan hatinya. Namun sesekali ia teringat wajah Maryam. Berulang kali Jardon harus menegurnya, mencoba memaksanya untuk lebih konsentrasi di lapangan.


Sebuah mobil terhenti di ujung sana. Jardon terdiam sambil memegang bola. Permainan terhenti sesaat. Semua pemain berhenti dari aktifitasnya, mengarahkan pandangan pada mobil itu. Seorang gadis turun, lalu melambaikan tangan pada Jardon dan David. Ya, gadis itu Anggel.


Seeokor kucing membuntutinya. Ia sepertinya girang bisa lepas dari sangkar istananya yang besar. Ia berlari-lari manja menuju lapangan.


Pinokio yang memperhatikannya dari kejauhan, menyalak-nyalak tidak karuan. Tampak ia tak menyukai keberadaan kucing itu.


Tidak lama, gadis lain datang menyusul. Seorang gadis berkerudung yang baru saja keluar dari mobilnya, berteriak memanggil kucingnya yang lepas.


"Zahara.. Zahara.. Zahara.. "


Mata David terbelalak, rindunya hari ini terbayar sudah. Ia tersenyum girang, jantungnya berdetak lebih kencang. Namun dia masih merasa aneh melihat Maryam bisa datang bersama Anggel, sahabatnya. Ingin David mendekat dan membantu Maryam mengejar kucing kesayangannya itu, namun mereka telah sepakat untuk tidak berinteraksi lagi. Akhirnya ia urungkan niat itu. Zahara kini berhadapan dengan Pinokio. Matanya melotot dan dengan anggun mengeram seolah ingin bertarung dengan Pinokio. Sementara Pinokio sendiri tak juga berhenti menyalak, ia juga tak mau


kalah seolah ingin menyerang Zahara. Kucing versus anjing.


✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒


Halohaa readers setiakuuu😘😘😘 Author bakal Up Setiap hari kalau kalian tidak lupa membantu ya.. Readera setiakuuu💕💕💕


Bantu Vote, Like👍, Komen dan jangan lupa Tip⭐nya juga. Terimakasih Readerskuuu😘😘😍😍😍 Semoga kalian sehat selalu dan diberi rizqi yang melimpah. Amin yarob🙏🙏🙏


Like,, Likee,, Like,, Like,, Like,, Like,, Like,,


Komen,, Komen,, Komen,, Komen,, Komen,,


Vote,, Vote,, Vote,, Vote,, Vote,, Vote,,

__ADS_1


Terima Kasih😇😇


__ADS_2