Bilang Ayahmu Aku Seorang Muslim

Bilang Ayahmu Aku Seorang Muslim
Pingsan


__ADS_3

Maryam terbaring lemah di kasurnya. Selera makannya menurun. Berkali-kali ibunya membujuknya, namun Maryam tetap menolak. Tiap hari yang dia pikirkan hanya David dan David.


Anggel datang ke rumah Maryam untuk menghiburnya. Ia tidak tega melihat Maryam terus-menerus sedih dan larut dengan masalah hatinya.


“Maryam, aku membawa kaset musik balet. Kau mau tahu betapa hebatnya saat aku menari balet? Aku sudah kursus sejak sekolah dasar, kau ingin lihat?”


Maryam mencoba tersenyum meski masih terlihat memaksa.


“Boleh, coba aku lihat.”


Anggel memutar kaset itu dan mulai melakukan gerakannya dengan anggun namun tetap terlihat lincah. Namun, Maryam terkesan hanya basa-basi memperhatikannya.


“Please Maryam, bilang padaku apa yang harus aku lakukan agar kau terhibur dan stop melankolis seperti ini?” Anggel menghentikan gerakannya dan mematikan musik seketika.


“Aku tidak tahu, Anggel. Aku tidak bisa lari dan tak tahu bagaimana caranya untuk menghentikan pikiran ini.” Maryam menghela nafas berat.


“Look at yourself! You look so awful and messed up (Lihat dirimu! Kau begitu menakutkan dan berantakan).. Kau mengabaikan pola makanmu hingga kurus dan tak terurus begini. Aku mengkhawatirkanmu, Maryam!” Dipegangnya pundak Maryam.


“Entahlah..”


“Bisa kau tinggalkan aku sendiri sekarang, Anggel? Aku ingin sendiri dulu saat ini,” lanjut Maryam lagi.


Tak ada pilihan lain untuk Anggel selain membiarkan sahabatnya sendiri untuk sementara. Mungkin memang Maryam butuh waktu untuk menenangkan diri.


***


Jardon sengaja datang ke tempat David dengan menjinjing setumpuk buku.


”Ini aku bawakan untukmu sesuatu.” Diletakkannya tumpukan buku yang sedari tadi dibawanya di atas kasur David. Beberapa buku


Motivasi; ada Cara Menghilangkan Stress, Bangkit dari Pikiran yang Mengancam, Cara Mudah Menghilangkan Depresi Cinta, 10 Trik Melupakan


Cinta, hingga buku Chicken Soup for the Soul.

__ADS_1


David hanya melirik sekilas tumpukan buku di sampingnya dan tetap melanjutkan lamunannya.


”Ayolah sobat, aku benar-benar kehilangan dirimu. This is not The Great David that I’ve known before (Ini bukan David yang kukenal


sebelumnya).” Ada kekecewaan di mata Jardon melihat sahabatnya terus menggalau seperti itu.


”Ini buku-buku bagus buatmu. Ayo kita praktikkan agar kau lepas dari derita cinta ini, Kawan. Ini, coba lihat, ini buku Sepuluh Trik Melupakan Cinta. Mari kita bahas dan praktikkan, Dave!” Jardon begitu antusias, namun David tetap tak bergeming, menoleh pun tidak.


”Dave... Hello... Are you here with me? Dya really hear me or not? (Kau memperhatikanku atau tidak?) Aku benci melihatmu seperti ini.


Bangkitlah, Dave! Jangan seperti ini terus!” Kesabaran Jardon sudah di ubun-ubun.


”Jardon, can you leave me alone? (Jardon, bisa kau tinggalkan aku sendiri?) Aku mau sendiri. Jangan ganggu aku dulu. Please...” Pintanya


setengah memohon.


”Fine, then. Okey. Terus saja seperti ini. Terus saja kau menangis, melamun, menangis, melamun, lalu ma.. ti.. Terserah kau saja. I’m giving up


(Aku menyerah)!” Jardon kesal setengah mati. Ditinggalkannya David dengan kesendiriannya.


***


Di tempat berbeda, David juga melakukan hal yang sama. Ia bangkit dari tidurnya, dan dalam kondisi berantakan, ia berusaha untuk berjalan lalu keluar dari asrama gereja. Akhirnya ia berhasil keluar tanpa sepengetahuan pihak gereja dan ayahnya. Ia terus berlari tanpa tujuan.


Maryam terlunta-lunta di jalanan. Ia terus berlari, diabaikannya udara dingin dan angin kencang yang menusuk-nusuk kulitnya malam itu. Ia menuju ke sesuatu tempat.


”Aku rindu kamu, Dave. Aku rindu. Aku ingin bertemu denganmu,” bisik hati Maryam yang masih terengah-engah dalam kelemahannya.


Di tempat berbeda, David pun berlari menelusuri jalanan kota. Ia juga menuju ke suatu tempat.


”Aku merindukanmu, Maryam. Aku merindukanmu. Aku ingin bertemu denganmu,” bisik hati David dengan terengah-engah.


Jalanan jauh telah Maryam tempuh dengan berlari. Begitu juga dengan David. Tanpa diduga oleh keduanya, di halte bus mereka bertemu, halte di mana Maryam dan David biasa bertemu. Maryam terhenti sesaat ketika didapatinya sosok David sedang berlari dari kejauhan menuju ke arahnya. David tak kalah terkejut begitu melihat Maryam sedang berdiri tak jauh dari hadapannya.

__ADS_1


”Ikut aku, Maryam. Kita pergi saja, aku tak bisa jika harus hidup tanpamu,” ucap David dengan memohon.


”David..”


”Aku tak biasa berpisah denganmu, Maryam. Aku tak sanggup,” lanjut David lagi.


”Aku juga, Dave. Tapi ini tidak mungkin untuk dilakukan. Ini tidak mungkin.” Maryam ragu dengan ajakan David.


”Kita pergi saja, Maryam. Kita pergi, dan hanya ada kita berdua. Aku janji tidak akan menyentuhmu. Aku akan selalu menjaga kehormatanmu, asal kita selalu bersama. Aku tidak bisa jika kau harus menjadi milik orang lain, Maryam.” Airmata David tumpah juga di hadapan


Maryam.


”Baiklah, bawa aku pergi ke manapun kau mau.” Maryam akhirnya tidak punya pilihan lain.


”Kau bersedia, Maryam? Sungguh kau bersedia?” David seakan tidak percaya dengan jawaban Maryam untuk menyanggupi ajakannya. Dan tiba-tiba saja David tersungkur di hadapan Maryam. Ia pingsan karena kelelahan.


”Dave.. David.. Bangun, Dave! Kau bilang kau mau membawaku pergi. Bangunlah, Dave! Bangun.. Tolong.. Tolong..” Di tengah kepanikannya, Maryam mencoba mencari pertolongan, tapi ia sendiri tak punya cukup tenaga untuk berjalan. Pandangannya mulai kabur, matanya berkunang-kunang, kepalanya serasa dihantam godam. Perlahan yang ia lihat hanya gelap. Ia tidak bisa melihat apapun lagi. Ia terduduk kemudian pingsan di samping David.


***


Mata David terbuka perlahan. Ia melihat ke sekelilingnya, sepertinya ia sedang berada di sebuah rumah yang sama sekali asing. Dirabanya keningnya, ada handuk kecil yang terasa dingin. Seseorang telah mengkompres keningnya.


”Kau sudah sadar?” ucap seorang wanita tua yang tiba-tiba muncul di dekatnya. Entah dari mana datangnya.


”Di mana aku?” tanya David yang masih berbaring lemah di sofa empuk itu.


✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒


Halohaa readers setiakuuu😘😘😘 Author bakal Up Setiap hari kalau Bantu Vote, Like👍, Komen dan jangan lupa Tip⭐nya juga. Terimakasih Readerskuuu😘😘😍😍😍 Semoga kalian sehat selalu dan diberi rizqi yang melimpah. Amin yarob🙏🙏🙏


Like,, Likee,, Like,, Like,, Like,, Like,, Like,,


Komen,, Komen,, Komen,, Komen,, Komen,,

__ADS_1


Vote,, Vote,, Vote,, Vote,, Vote,, Vote,,


Terima Kasih😇😇


__ADS_2