![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Tak.. tak.. tak.. tak
langkah kaki dia gadis yang seharusnya ringan terasa berat di lorong ruang bawah tanah itu.
Jennie menghela napas, dengan malas menggiring anak berumur sembilan belas tahun yang sibuk memandang takjub lorong yang tampak gelap itu.
lorong yang cukup panjang itu menuju pusat Blackmarkas, dan masih harus berjalan sekitar lima menit lagi untuk sampai disana.
"Apa pintu pintu itu menuju sebuah jebakan?", anak perempuan yang berjalan dibelakang nya bertanya.
" Yah, beberapa bisa membawa mu ke jebakan, sisanya menggiring mu keluar", jelas jennie tanpa menoleh.
"Keren", gumam perempuan itu. Jennie memutar bola matanya, mau tidak mau dia jadi teringat tatapan kagum anak perempuan itu saat pertama bertemu dengannya tadi.
merasa langkah yang tadi mengikuti nya memelan, jennie langsung berbalik dan mendapati anak perempuan berambut hitam itu menyengir, kepergok hampir membuka salah satu pintu di dekat lorong.
"Hehe.. aku terlalu penasaran ya? ", tanyanya takut takut.
pada kondisi biasa Jennie akan kesal dan langsung melemparkan belati, untuk melenyapkan orang yang membuat nya terganggu. tapi... entah lah, walaupun kesal jennie sama sekali tidak berniat membunuh anak perempuan berambut hitam itu.
" Hati-hati, salah satu pintu akan membuka kandang dalgon", peringat jennie, dingin.
"Dalgon?"
"Singa peliharaan"
"APA?!... Woahh", Jisoo tertawa sambil bertepuk tangan kegirangan. sudah dia duga ini adalah tempat yang sangat cocok dengan imaginasi nya sejak kecil.
Jennie mengerutkan dahi saat melihat reaksi anak itu. 'aneh' batinnya. Ia langsung berbalik dan melanjutkan langkah nya yang sempat tertunda oleh hal yang tidak penting.
"Tu.. tunggu aku", Jisoo berlari menyusul langkah calon seniornya itu. entah siapa namanya, jisoo baru sadar kalau mereka belum berkenalan sama sekali.
Jisoo mensejajarkan langkah nya. "Nama ku Jisoo", ucap nya sambil senyum
__ADS_1
Jennie hanya melirik sekilas, tidak menjawab sama sekali.
" Ayolah, kita harus akrab, aku akan menjadi junior mu sebentar lagi"
langkah jennie berhenti, "Rosie menerima mu?",
Jisoo mengangguk antusias. Jennie menatap nya sejenak sebelum kembali melangkah. Dia tidak tahu apa yang membuat Rose yang sangat Perfeksionis itu mau menerima anak yang kelihatan nya sangat ceria dan tampak polos ini kedalam Blackmafia.
"Kenapa semakin keujung keliatan semakin gelap ya?", tanya Jisoo.
Jennie, "..."
"Apa boleh aku menggandeng tangan mu?", tanya Jisoo lagi.
Jennie menoleh dan menatap Jisoo sangar, sedangkan Jisoo menyambut tatapan jennie dengan cengiran. "Bercanda, hehe"
Sebelum mencapai ujung lorong mereka berbelok ke arah kanan, memasuki salah satu pintu yang membawa mereka kearah lorong yang lain, tapi di tengah jalan mereka berbelok ke pintu sebelah kiri.
Jisoo merasa pusing saat berusaha mengingat jalur yang baru di lewati nya. Bagaimana jika dia tersesat dan membuka kandang dalgon? Jisoo sendiri bergidik saat membayangkan nya.
Sekali lagi Jisoo terkagum kagum.
Mereka berdua berjalan menuju pintu paling besar dengan penuh ukiran. Jennie membuka pintu itu.
Dan saat itu Jisoo melihat seorang wanita yang sedang duduk di meja besar dengan angkuh nya. sedangkan yang satu lagi mengelap sebuah katana.
Satu kata, "KEREN!!! "
Rose Anne
__ADS_1
Roseanne, gadis berumur 25 tahun yang berstatus sebagai leader dalam organisasi blackmafia.
Jisoo
Lisa
Jennie
**
**halo semuanyaaaaa
gimanaa nih visual nya, cantik cantik kan?
ya iya lah, blackpink!
btw, jangan lupa tinggal kan saran di kolom komentar yaaaahhh.
soalnya penting banget untuk penulis baru kayak author untuk mengembangkan diri dan memperbaiki tulisanāŗ
kalau kalian enggak ngasih saran... takutnya author baru without aklak ini jadi takabur#plakk
__ADS_1
heheš
gambar by pinterest**