![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Jennie melangkah dengan santai di lorong gelap di dalam markas blackM. Jaket kulit yang tadi dia kenakan sudah di ganti dengan dress merah yang tampak begitu mahal, sedangkan sepatu Bot nya sudah diganti dengan highhils berwarna hilang.
"Yo!", panggil lisa dari dalam ruangan yang terbuka lebar. Jennie menoleh.
" Nggak mau nunggu anak baru selesai ujian dulu sebelum pergi?", tanyanya. Jennie menggeleng. "Titip selamat aja buat dia", jawab jennie sebelum pergi keluar.
Beruntung jalanan tidak terlalu macet jam segini, jadi jennie bisa sampai tepat waktu seperti yang dia inginkan.
Halaman rumah mewah itu tampak begitu luas walaupun pagar yang tinggi mengelilingi nya. Jennie memencet tombol yang ada di pintu. petugas membukakan gerbang untuk Jennie sehingga Jennie bisa masuk.
Mobil sudah di parkirkan, Jennie sekarang sudah sampai di dalam rumah.
Klotak... klotak.. klotak..
suara langkah Jennie terdengar mendominasi Ruang yang sepi itu. Saat ini semua anggota keluarga nya berkumpul di ruang makan. Yah, setiap tanggal satu hari dalam setahun, seluruh anggota keluarga nya akan berkumpul untuk makan bersama, dan hari itu adalah hari ini.
kebiasaan yang aneh, pikir Jennie.
Jennie sampai di depan pintu yang Besar dengan penuh ukiran. Sebentar lagi, dibalik pintu ini, Jennie akan membuat insiden besar.
Pelayan yang ada di depan pintu mengangguk dan membukakan pintu untuk Jennie.
"Nona Jennie memasuki ruangan", si pelayan mengumumkan kedatangan Jennie.
Semua orang menoleh kearah Jennie saat Jennie memasuki ruangan. Sedangkan Jennie sendiri dengan penuh percaya diri berjalan kearah kursi yang biasa ditempatinya.
"Berani sekali kau datang", Ucap Rhea, sepupunya, cucu tertua dari keluarga ini, dia sudah menikah dengan seorang pengusaha dan memiliki seorang bayi.
Jennie menatap malas kearah Rhea, "Kau sendiri, kenapa berani sekali bicara seperti itu pada ku?"
"Memang aku punya alasan untuk takut dengan mu?", Rhea menatap Jennie sinis.
"Tentu saja kau punya, pengecut yang berlindung di balik Bayi seperti mu biasanya selalu ketakutan, bukan?"
"Kau?!!", Rhea hampir berdiri, namun di tahan oleh Ibu nya, tante Claris.
__ADS_1
Tante Claris menatap marah kearah Jennie, yang di balas Jennie dengan senyuman manisnya. " Bagaimana kau bisa masuk? Kau seharusnya tidak bisa masuk kesini", ucap nya.
Jennie pura pura kaget, "Oh ya, Kau menyuruh orang untuk menghalangi aku masuk kerumah kakek ku sendiri?", Jennie menggeleng kan kepala, " Yaampun aku baru tau kalau Tante ternyata selancang ini?"
Tubuh Claris membeku, Jennie menambah,"Mungkin orang yang kau suruh untuk mengusir ku itu sudah mati sekarang, Jadi dia tidak bisa menjalankan tugas mulia yang nyonya perintahkan"
"Cukup!"
Perhatian semua orang beralih kearah Ayah Jennie, "Kau sudah puas mengacaukan makan malam kami yang seharusnya menyenangkan", Ucap Ayah nya.
" Benar, dasar Jennie tidak tahu malu", sahut Zila, Adik tiri Jennie, yang 'secara kebetulan' seumuran dengannya. sedangkan ibu tirinya menatap Jennie dengan Jijik.
Jennie kembali tersenyum, "Tentu saja aku harus mengahilangkan selera makan kalian, tidak adil kan, kalau kalian bisa makan dengan nikmat dan berselera, sedangkan aku harus makan sambil menahan jijik karena semeja dengan Ibu dan adik tiri ku"
"Jennie! tutup mulut mu!", bentak Choi Ryu.
" Memang siapa kau berani menyuruh ku tutup mulut?!! "
"Aku Ayah Mu!!!"
Jennie tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan, "Kau Ayah ku? kau Masih ingat? Yaampun betapa terharu nya", Sarkas Jennie.
Jennie menoleh kearah kakek tersayang nya, dan target yang berada dibelakang kakeknya itu, siapa lagi kalau bukan sangat nenek.
Tapi senyuman Jennie mendadak hilang saat melihat orang yang berjalan di belakang kakek neneknya.
Kenapa laki-laki itu ada di sini?!!!
Laki-laki itu juga terlihat sedikit kaget saat melihat Jennie, tapi hanya sekilas. Laki-laki itu langsung tersenyum kearah Jennie, Jennie memalingkan wajahnya berusaha meredam panik, karena Jennie tau kalau semua rencananya terpaksa batal.
Sedangkan Sang Nenek menatap Jennie sengit, Jennie memberi senyuman hangat pada neneknya itu. Jennie tau kalau dibandingkan tantenya, neneknya ini jauh lebih kaget karena dia sendiri yang memantau semua pelayan di rumah ini, dan memerintahkan semua pelayan nya untuk melarang Jennie untuk masuk kedalam mansion.
Cih, mereka tidak tau saja kalau pelayannya sudah disisipi oleh orang orang nya.
Setelah ketiga orang itu duduk, Nenek kembali menatap Jennie, "Kenapa kau datang kerumah ini? tidak puas kau selalu membuat ku jatuh sakit setiap kali kita bertemu?"
__ADS_1
Jennie mendesah lelah, "Nenek, sebenarnya apa mau mu? Sudah satu tahun kita tidak bertemu, tahun saat aku datang terlambat, nenek bilang aku cucu tidak berguna dan tidak tahu di untung. sekarang aku datang tepat waktu, kau malah bertanya kenapa aku datang?"
Nenek nya mengepalkan tangan, Jennie tau itu, Tidak mungkin neneknya membabi buta saat ada tamu. cih, padahal kalau neneknya menggila, pasti lebih seru.
Jennie melirik sekelilingnya, sudah dia duga, semua wanita diruangan ini sedang menatap tamu kakeknya. Biar lah Jennie tidak peduli, bahkan kalau ada saudara nya yang mengejar ngejar laki-laki setengah setan itu, Jennie malah tambah senang, karena Jennie tahu siapa laki-laki itu.
"Sudah sudah", Kakeknya melerai pertengkaran yang hampir terjadi di depan tamu nya.
"Jennie apa kabar mu, Sudah lama kau tidak menemui kakek", tanya kakeknya.
"Aku Keliling dunia, kek", jawab Jennie sopan. kakek mengangguk paham.
"Keliling Dunia? Kenegara apa saja?", tanya paman Hyun sik. adik ayah Jennie.
"Paman pasti tau aku kemana saja, atau.. orang yang paman suruh untuk mengikuti ku kehilangan jejak di tengah jalan? ",
"Cukup Jennie", peringat kakek dengan sabar.
" Iya kakek ", Jawab Jennie.
Saat Menyadari semua atensi tertuju pada Jennie, Zila seketika merasa iri. " Kakek, besok Film ku akan tayang perdana loh, kakek, mau menonton dengan ku?", tanya nya.
Dasar figuran kurang perhatian, Pikir Jennie.
Kakek menggeleng, "Kakek sudah terlalu tua untuk melakukan kegiatan anak muda seperti menonton bioskop", jawab kakeknya.
" Masa sih, kakek selalu terlihat seperti remaja di mataku", celetuk Jennie. kakeknya tertawa.
Kakeknya terlihat seperti ingin mengenalkan tamu nya. tapi di sela oleh Choi Rhea, "Kakek, sepertinya cicit kakek sudah Rindu pada kakek.
Kakek tersenyum, " Masa sih? Bagaimana caranya kau tau kalau dia rindu kakek? apa dia bisa bicara", Tanya Jennie dengan nada penuh penasaran.
"Tentu saja aku tahu tahu, aku ibunya", Jawab nya.
"Sudah sudah, semua nya kakek mau perkenalkan tamu kakek, perkenalkan dia Taehyung", Kecuali Jennie, Semua anak gadis dalam ruangan itu menatap pria bernama taehyung itu dengan tatapan memuja.
__ADS_1
Taehyung berdiri dari kursi nya, " Perkenalkan, nama saya Taehyung ", Ucap nya sambil sekilas tersenyum kearah Jennie.
Cih, si Iblis...