![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Rose menatap Jennie dan satu anak perempuan yang terlihat lincah dengan tatapan datar.
"Kau... emm.. dia adik mu? ", Jennie melotot,
"Bukan, Aku kira dia adik mu, makanya kau Terima dia"
"Terima? ", Rose mengerutkan dahinya, lalu membuka buka berkas yang ada di laci nya.
" Nama?"
Jennie menyikut Jisoo, "Oh! na.. namaku Jisoo", Jisoo meruntuki dirinya yang malah tergagap dan tidak fokus pada saat seperti ini.
Tapi kalau boleh jujur, walaupun perempuan yang ada di depan nya itu cantik, tapi dia punya aura yang sangat menyeramkan. Dengan rambut peraknya, dan tatapan dinginnya, hish.. jisoo bergidik ngeri.
"Jisoo?", rose mengambil satu map dari sekumpulan berkas yang dia keluar kan dari laci nya tadi.
"Umur mu sembilan belas tahun, dan punya banyak koneksi yang bisa memudahkan kami?", Rose mengerutkan dahinya lagi.
Ini agak sulit di percaya untuk anak gadis semuda dia, Rose saja baru membaca berkas nya, lalu kenapa anak ini mendadak bilang kalau dia di Terima?
"Kau yakin kau tidak salah alamat? aku rasa aku bahkan belum membuka berkas mu sebelum ini, tapi... namamu itu terdengar tidak asing", ucap Rose.
Jisoo menegang, kalau dia batal masuk blackmafia, berarti impian nya gagal dong. Jisoo ingin meminta bantuan perempuan berambut coklat yang tadi bersamanya tapi perempuan itu justru berjalan kearah perempuan yang sibuk bermain dengan katana di tangannya di sofa.
Jisoo berniat untuk memohon agar di terima, tapi saat dia membuka mulut nya...
"Aku yang menghubungi nya", Jisoo menoleh ke asal suara, perempuan berambut coklat kemerahan itu terlihat sangat nyaman di tempat duduk nya.
"Kau ingat kau meminta ku untuk membaca berkas perekrutan anggota baru untuk menggantikan Ajeng?, dia lah yang aku pilih",lanjut nya
Entah siapa nama perempuan yang baru membela nya itu, Jisoo merasa ingin berteman dengan nya, dia sangat keren!!
Berbeda dengan perempuan berambut perak yang punya aura menyeramkan yang sedang duduk di kursi ketua itu, perempuan berambut kemerahan itu punya aura misterius yang terasa berbahaya.
"Alasan?", tanya Rose.
Lisa menggedikkan bahunya," Dia cantik",
"Secantik kita", lanjut Jennie, kemudian mereka melakukan Tos.
Nah, Jisoo juga ingin berteman dengan perempuan berambut coklat gelap yang bersamanya tadi.
Walaupun dia memakai jaket kulit yang terlihat agak lusuh, dia mempunyai aura mewah yang membuat apapun yang dia kenakan tampak mahal.
__ADS_1
"Dalam CV nya tertulis kalau dia sudah menjadi Hacker sejak umur 13 tahun, dia akan sangat berguna, tentang koneksi juga bisa uji", Ucap Lisa.
Rose menimbang nimbang, "Kalau begitu, kau akan kami uji, antar dia ke pusat kendali informasi".
Lisa bangkit dari duduknya, "Ayo ikut aku".
Jisoo langsung mengikuti Lisa yang berjalan memasuki lift pribadi yang ada di dekat pintu.
"Namaku Jisoo"
"Aku tahu"
"Senior... "
"Panggil aku Lisa", selanya.
Ohh jadi namanya Lisa toh, "Kalau begitu senior Lisa, kenapa senior memilih ku?"
"Kau terlihat nyaman dibawa kemana-mana", jawab nya santai.
Jisoo mendelik.
"Maksud ku, kau Jenis orang yang kami perlukan untuk menjadi anggota kami, kami ini nomaden, hari ini kami di Korea, bisa jadi besok kami di Turki, atau bahkan New York. kau terlihat seperti orang yang suka melancong, karena itu kau cocok", Jawab Lisa setengah ngasal.
Pintu lift terbuka, dan ruangan penuh komputer dengan banyak orang pun muncul di depan mata nya. Jisoo terbelalak melihat ruangan yang terlihat sangat canggih itu, ini semua... KEREN!!
"Hapus air liur mu", peringat Lisa. Jisoo menurut dan mengelap liurnya yang ternyata sudah mencapai dagu.
Semua orang yang ada di tempat itu langsung menoleh dan memberi hormat pada Lisa. Lisa berjalan menuju salah satu komputer yang ada di tempat itu.
Jisoo mengernyit melihat aura bersahabat dari lisa yang lenyap tak berbekas dan berganti dengan aura misterius dan tidak bisa didekati, seperti pertama mereka bertemu tadi.
Lisa menarik Jisoo, mendudukkan nya di kursi depan komputer. "Serang situs ini",
"Oke", Tanpa pikir panjang Jisoo langsung fokus, mengetik kan banyak angka dengan sangat cepat.
Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa menit lalu muncul suara, " DING", tanda situs itu sudah hancur.
Jisoo mengusap hidungnya dengan bangga "Sudah"
Lisa memeriksa hasil kerja Jisoo, lalu mengangguk puas. "Kau lulus tes pertama"
"Kalau boleh tau, situs apa yang baru aku serang?"
__ADS_1
Lisa menatap heran kearah Jisoo, "Dasar ceroboh, seharusnya kau lihat periksa dulu apa yang akan kau hancurkan"
"he.. he.."
"Tadi itu situs resmi Jin company",
"Apa? mereka menjual lampu ajaib? yang berisi tiga permintaan atau dua permintaan?", tanya Jisoo penuh antusias.
"Bukan...", Lisa menpuk jidat nya, lalu menatap malas ke arah Jisoo, "Perusahaan milik Kim..Seok.. Jin"
"Apa?!!...WOAHHH", Jisoo kegirangan sampai berguling-guling di lantai, dia benar benar seorang mafia sekarang! Jisoo mulai berfikir tentang apakah dia akan memiliki aura dan karisma yang sangat keren seperti lisa atau tidak.
Lisa hanya menatap malas kearah Jisoo yang menggila. sedangkan semua orang di ruangan itu menatap ngeri pada pemandangan yang terjadi.
"Ada apa ini?",
Semua orang diruangan itu menoleh keasal suara, lalu memberi hormat. terkecuali Lisa.
Jennie dan Rose masuk kedalam ruang kendali informasi, "Apa dia lulus?", tanya Jennie.
"Yah, dia lulus seleksi tahap pertama", Jawab Lisa.
Rose berjalan kearah Jisoo, memegang dagu lalu melihat nya dengan seksama. Setelah melepas dagu Jisoo dari tangannya, Rose berujar, "Kalau begitu, kau bisa ikut seleksi tahap kedua"
"Ikut aku", Jennie melangkah menuju kearah ruangan kecil di pinggir tempat itu, lalu masuk kedalam nya.
"Aku akan menguji koneksi mu", ujar jennie sambil membuka laptop yang berada di atas meja.
"Kau tahu siapa?", tanya nya.
Jisoo menatap orang yang muncul, di gambar itu lalu menyeringai, dia mengeluarkan handphone dari sakunya, lalu menunjukkan sebuah foto, "Aku mengenalnya dengan baik, namanya Daniel, umur 29 tahun"
Jennie memperhatikan foto Daniel dan Jisoo yang berangkulan. "Sepertinya kalian berteman baik".
"ya..pertemanan kami sedikit aneh, aku orang yang dia bayar untuk menutupi kekurangan terbesar nya dari media jadi dia menganggap ku temannya,eumm.......dia bisex"
"Di banding kan pertemanan hubungan kami lebih seperti rekan bisnis yang saling menguntungkan, jadi jika sewaktu waktu diperlukan, kita bisa memanfaatkan nya", lanjut Jisoo dengan pasti. demi menjadi mafia dia tak akan segan segan mengorbankan Daniel.
jennie mendelik, "okey, ini pengetahuan baru buat ku",
"Baiklah, bagaimana kalau kau jelaskan saja semua koneksi mu? "
Jisoo mengangguk dan langsung menjelaskan, dia akan melakukan apapun untuk mewujudkan mimpinya yang sudah ada di depan mata.
__ADS_1