![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Jennie mendengarkan semua penjelasan Jisoo yang membuktikan berapa baik koneksinya, tapi penjelasan saja tidak cukup, Jisoo harus bisa membuktikan semua perkataan nya.
“Stop”
Jisoo berhenti menjelaskan, “Ada apa? Apa aku lulus?”, Jiso penuh antusiasme.
“Anggap saja begitu, kau akan masuk seleksi terakhir dan yang menentukan apakah kau akan di terima”
“Baik, Aku akan berusaha!”
Jennie membawa Jisoo kedalam lift, meninggalkan ruangan kendali informasi, ke dalam ruang kerja Rose.
Disana, Rose dan Lisa sudah duduk didepan sebuah layar komputer.
Rose memulai pembicaraan, “Baiklah, sejauh ini kau cukup bagus, tapi kau harus mengikuti seleksi terakhir dari kami”
Lisa menyodorkan sebuah kertas ke hadapan Jisoo, Jisoo melihat isinya lalu terbelalak.
-Temui Daniel, minta dia memberikan berkas xx project yang dia kerjakan tahun lalu
-Ambil Bolpen Beracun dari Jungkook tanpa membuat nya marah
- Minta Chanyeol untuk memberikan foto kecilnya
- Ajak CEO Jin main tiktok lalu pukul kepalanya.....
Tunggu dulu, tadi mereka meminta ku untuk merentas situs resmi perusahaan Jin, sekarang...
“Apa kalian punya dendam pribadi pada Jin? “
Lisa tertawa mendengar pertanyaan Jisoo, “tidak, apa kau marah?”
Jisoo mengibaskan tangannya, “tentu saja tidak, dengan ini justru aku jadi punya alasan untuk mengerjainya”
“Ada apa?”, tanya Jennie.
“Nanti aku jelaskan. Jisoo, kau punya waktu dua jam tiga puluh menit untuk mengerjakan semua tugas yang tertulis di situ...”,
“Tunggu.. Apa?!”
“Waktu di mulai dari sekarang “, ucap Rose santai.
“Tapi bagaimana cara nya aku keluar dari tempat ini?”
“Itu urusan mu, apa kau benar-benar ingin bergabung dengan kami?”, ujar Jennie.
Tanpa menjawab Jisoo langsung berlari masuk kedalam lift.
“Jadi kau memilih nya karena dia karena, dia bisa membantu mu balas dendam pada jungkook? “
“Yah”
“kenapa kau yakin dia bisa dimanfaatkan, kau tau sendiri Jungkook sangat sulit di tangani"
__ADS_1
Lisa mendengus mendengar kata kata Jennie, "Jungkok itu sahabat Jin sejak kecil, dan Jisoo adalah adik nya Jin"
"Adik? oh sudah kuduga, kau akan melakukan semuanya untuk membalas kan dendam mu pada Jungkook", sahut Rose.
"Tapi sifatnya agak terlalu ramah untuk ukuran mafia seperti kita", ucap Jennie.
Perbincangan Jennie dan Rose terus berlanjut. sedang kan Lisa hanya diam memikirkan semua kemungkinan yang terjadi di masa depan dengan adanya perubahan variable ini.
Tidak ada yang tahu tentang dendam pribadi yang antara Lisa dan Jungkook.
Apapun yang terjadi, Lisa akan terus berusaha membuat Jungkook
membayar semua perbuatannya di masa lalu..
****
Jisoo berlarian dikoridor. beruntung karena dia menghitung jumlah belokan yang dia lewati tadi.
Jisoo membuka sebuah pintu dan nyaris terjatuh di lobang besar yang gelap.
Gila..itu salah satu pintu jebakan!
beruntung dia masih memegang pintu dengan kuat.
Mundur perlahan, lalu membuka
pintu yang benar. Setelah beberapa belokan, dia akhirnya sampai ke pintu keluar yang berada di sebuah villa tua di pinggiran kota.
Jisoo berlari menuju pinggir jalan, lalu menyetop taxi yang kebetulan
Tempat yang akan dia datangi pertama adalah kantor Daniel, seorang produser ternama yang sering Jisoo jadikan target kejahilan nya.
sepuluh menit perjalanan, akhirnya Jisoo sampai di tempat yang dia tuju. Jisoo bertemu dengan resepsionis di lobby. Jisoo sudah lama mengenalnya, jadi resepsionis itu tersenyum lebar dan menyapa Jisoo.
Jisoo tidak menjawab sapaan nya, melainkan balik bertanya. "Daniel ada di ruangan nya?",
" Ya, dia sedang... ", tanpa menunggu jawabannya selesai, Jisoo sudah berlari kedalam lift, menuju lantai tempat Daniel bekerja.
'DING', pintu lift terbuka lalu dia menyerobot masuk tanpa mempedulikan sekertaris Daniel yang sudah terlihat tidak menyukai nya sejak pertama kali mengenal Jisoo.
'JEGREK', Pintu terbuka, Daniel mendongak dan mendapatkan Jisoo dengan wajah merah padam dan penuh keringat melotot ke arah nya.
"Ada apa Ji.. "
"Dimana?"
Daniel mengernyit, "Apanya?"
"Berkas, project xx tahun lalu"
" Untuk apa?"
"Aku jelasin nanti, sekarang aku lagi perlu banget niel", ucap Jisoo cepat.
__ADS_1
"Apa ada orang yang mengganggu mu? atau kau sedang dikerjai orang lain"
"Bukan gitu, Oh ayolah Daniel, ini penting! bukankah aku selalu membantu mu disaat kau butuh bantuan? sekarang ini balasan mu?
baru tahu aku kalau kau aslinya seperti ini.. "
"oke oke", Daniel mendengus lalu memanggil sekertaris nya. si sekertaris masuk dengan super anggun. " Sana, ambilkan berkas xx project "
Sana mengangguk, sebelum keluar, Ia menatap sinis kearah Jisoo yang sudah duduk di sofa. Jisoo mengernyit, entah berapa kali dia introspeksi diri sejak bertemu dengan sana dan beberapa orang sejenis nya. Tapi sampai sekarang Jisoo belum paham apa masalah sebenarnya.
Entah Jisoo yang bodoh atau dia memang tidak bersalah, Jisoo tidak tau.
"Apa benar-benar tidak ada yang menggangu mu?"
"Iya Daniel, tidak ada yang menggangu ku"
"Kalau ada perlu apa apa langsung hubungi aku. dan kau tidak perlu khawatir. berkas itu bukanlah hal penting. bahkan kalau itu hilang aku bisa dengan mudah membuat yang baru".
Jelas Daniel.
Jisoo mengangguk, pantas saja Daniel dengan mudah menyerah kan berkas itu. Ehh, tunggu dulu, bukankah itu berarti tidak ada yang penting dalam tugas nya ini?
berarti para seniornya itu hanya ingin Jisoo membuktikan kebenaran dari betapa luas koneksi nya?
Lamunan Jisoo buyar saat pintu ruangan terbuka, Sana membawa berkas yang dia perlukan.
Jisoo menubruk nya dan merampas berkas itu dari tangan Sana.
"Hei Ji... ",
"Terimakasih!!", teriak Jisoo.
Pintu kembali tertutup, "Kapan dia bisa dewasa?", gumam Daniel.
Jisoo berlari keluar, dan terus berlari. Misi selanjutnya adalah meminta foto kecil Chanyeol.
Gedung tempat kerja Chanyeol ada di belakang gedung milik Daniel.
Manusia paling narsis di dunia itu pasti dengan mudah memberikan foto kecilnya. hal yang membuat ini menjadi rumit adalah Chanyeol yang sulit di temui. Karena itu Jisoo harus membuat Janji pribadi dengan Chanyeol.
"Halo kak, ini Jisoo! ", ucap Jisoo di tengah-tengah lari nya.
"Ada apa?!, tidak tau kah kau aku ini orang yang super sibuk?!! Kalau kau butuh perhatian, Pergilah ke kakak mu, minta perhatian pada nya!!!", omel Chanyeol dari seberang sana.
Jisoo melotot, dia harus bilang apa supaya Chanyeol mau bertemu dengannya langsung dan memberikan Foto nya?
Sedangkan di tempat lain, tiga orang wanita cantik terus memantau pergerakan Jisoo dari setiap CCTV jalan yang dilewati nya.
"Ternyata cepat juga dia mendapatkan berkas dari Daniel, menurut mu dia akan berhasil?"
"Yah, itu tergantung kemampuan dan keberuntungan nya", jawab yang lain.
sedangkan Jisoo sibuk memutar otak untuk menyelamatkan mimpi nya yang hampir menjadi kenyataan.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah ide gila muncul dari kepala Jisoo. Ide yang mung akan dia sesali seumur Hidup.