![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Rose memetikan jari nya pada senar gitar, angin dingin menyentuh kulit putih nya, angin mengibarkan rambut keperakannya, sedangkan bibir nya menyanyikan lagu yang begitu menyedihkan.
"Kau tidak takut masuk angin?"
Mendengar suara itu, Lagu Rose berhenti. wanita itu tersenyum kecil, "Apa kau selalu muncul tiba-tiba?"
Laki-laki meloncat dari atas pohon ke atas genteng, "Siapa bilang aku muncul tiba-tiba, aku disini dari tadi", Ucap nya.
Rose berdecih, "Kau pikir aku bisa kau bohongi? Aku bisa merasakan kedatangan mu walaupun kau mengendap sekali pun"
"Benarkah? Aku tidak tahu kau se perhatian itu pada ku, rose", Ucapnya sambil tersenyum lebar.
Rose tertawa, lalu menoleh kearah laki laki itu, "Bukan perhatian, lebih tepatnya waspada, Jimin".
****
Jennie mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. Dia sangat kesal, luar biasa kesal.
Bagaimana tidak?
Taehyung terus memprovokasi nya selama di meja makan tadi, dia selalu mengatakan kalimat kalimat bermakna ambigu, dan Jennie tidak bisa puas membalasnya karena Jennie masih harus menghormati kakeknya!
Rasanya Jennie ingin merokok..
Tin... tin
Jennie Melotot saat melihat mobil Taehyung bersebelahan dengar nya, laki-laki itu membuka kaca mobilnya, lalu sambil tersenyum mengedipkan sebelah matanya pada Jennie.
What!!!! Are you Crazy!!!!
Jennie berniat mendahului, tapi Taehyung menyamakan laju mobil mereka.
Jennie mendengus, "Jangan menyesal, kau yang menantang ku duluan!! ", Teriak Jennie.
****
Jisoo masih memandangi sekeliling kamar nya dengan takjub. Sudah Tiga jam berlalu tapi dia masih belum puas, Jisoo melirik jam didinding, pukul sebelas malam? Sudah selarut itu?
Ia membuka handphone nya, dan di situ sudah ada 105 misscall, dan 98 SMS.
dan semuanya dari Jin. Satu panggilan masuk dan itu juga dari Jin.
"Halo Jin...", Ucapan Jisoo di potong oleh teriakan kakaknya itu.
" Anak perawan Jam segini belum pulang?!! Apa kata tetangga coba kalau sampai tahu tentang ini?!! ", Omel Jin.
__ADS_1
" Kata tetangga, Jisoo cantik, baik, dan... "
"Pulang sekarang!!", Teriak Jin dan langsung mematikan handphone nya.
"Dasar emak emak!", teriak Jisoo melampiaskan emosi nya sendiri. lalu berjalan keluar dari kamar nya yang ada di markas BlackM itu. Walaupun merasa sayang, seperti nya menginap di markasnya harus dipending dulu.
sebelum keluar Jisoo menyempatkan memeluk pintu nya sambil mengucapkan selamat tinggal.
Jisoo keluar dari markas memesan taksi lalu pergi, beruntung dia sudah cukup hapal jalan keluarnya. Jadi dia tidak tersesat sama sekali.
Taksi yang Jisoo tempat hampir sampai ke jalan tol dan akan berbelok. tapi tiba-tiba dua mobil beriringan melewati taksi yang di tumpangi ny.
Jisoo sangat kesal, bisa saja taksi ini terbalik tadi. tapi kok ... mobil merah itu kelihatannya familiar ya?
Jisoo menggelengkan kepalanya. sedangkan si supir taksi nya terlihat menahan umpatannya.
"Sabar pak", Ucap Jisoo menenangkan supir taksi itu.
Beberapa menit kemudian, dia sampai di mansion milik Seok Jin. Jisoo menghela napas. " Sudah melajang, rumahnya kelewat besar pula. wajar kalau Seok Jin jadi agak aneh", gumam Jisoo, lalu melangkah masuk kedalam.
****
Jungkook keluar dari mobilnya, lalu menyisir rambut dengan jari jari tangannya.
Dia melangkah santai, namun sesuatu melesat cepat kearahnya.
Syuuuutt...
Jungkook menghindar, Belati itu tertancap di pohon yang ada di belakangnya.
"Kau tidak lelah terus berusaha membunuh ku?", tanya Jungkook pada seorang wanita yang sedang duduk diatas pohon.
"Kenapa? apa kau yang sudah lelah?", Lisa balik bertanya, dia mengayun-ayunkan kakinya nya sambil menatap Jungkook yang agak jauh di depannya.
"Aku tidak lelah, Tapi... apa kau tidak bosan. sudah berapa tahun kita terus memainkan permainan ini?", Ucap Jungkook.
" Aku tidak pernah peduli dengan pemikiran mu tentang permainan yang kumainkan", Lisa mencemooh.
Jungkook mendengus, bagaimana dia bisa menjelaskan baik baik seperti saran Suga? Kalau orang yang mau diajak bicara baik baik saja begini?
Tapi Jungkook tau kenapa Lisa begini. Lisa memiliki kesalah pahaman yang rumit pada Jungkook. Wendy, sahabat Jungkook sewaktu bersekolah di Columbia University adalah kakak kandung dari Lisa.
Dulu Wendy sangat dekat dengan Jungkook, banyak yang mengira Wendy dan Jungkook berpacaran. dan tanpa di duga, Wendy memang menyukai nya, tapi Jungkook sama sekali tidak punya perasaan lebih dari sekedar teman pada nya.
Jungkook sangat tampan dan sangat banyak wanita yang menyukai nya. Dan tanpa Jungkook ketahui, Wendy menjadi bahan bulian semua wanita yang menyukai Jungkook, saat Jungkook tidak ada.
__ADS_1
Bagi Jungkook, Wendy adalah sahabat yang harus di hormati, Jungkook menghormati pendapat nya juga privasi nya. karena itu Jungkook tidak tahu tentang masalah ini.
Jungkook selalu bertanya pada Wendy apakah ada yang mengganggu nya atau tidak, tapi Wendy tidak pernah memberi tahukan masalah ini padanya.
Justru Wendy menekan semua ini dengan mengonsumsi obat penenang. Setelah di wisuda, Jungkook tetap menetap di Columbia bersama Taehyung. dan Wendy pun juga menetap di Columbia dan berprofesi sebagai pengajar.
Karena misi nya, Jungkook selalu bepergian dan sangat jarang bertemu dengan Wendy. dan saat itu lah hal mengerikan terjadi...
Setahun setelah kelulusan nya dari Universitas, dan hampir setahun pula ia terus berpindah dari satu negara ke negara lain karena misinya.
Jungkook mendengar kabar kalau Wendy meninggal karena overdosis antidepresan, dan narkoba.
Jungkook merasa sedih karena salah satu teman baiknya meninggal dalam keadaan seperti itu.
Namun di hari dia datang ke makam Wendy, Jungkook di tikam dari belakang, oleh Lisa.
Dan itu lah kali pertama mereka bertemu. Lisa menganggap Jungkook sebagai penyebab utama kematian Wendy.
Saat Lisa tahu Jungkook belum mati, dia terus mencoba untuk membunuh Jungkook dengan semua cara, pada setiap kesempatan.
Sampai hari ini Lisa masih terus mencoba membunuh jungkook...
"Kenapa kau selalu mencoba membunuh ku?", tanya jungkook.
Lisa berdecih, "Apa perlu ku jawab pertanyaan konyol mu?",
" Bukan aku yang membunuh Wendy", ucap Jungkook.
Lisa menggeram, Ia meloncat dari atas pohon dan turun ke bawah, "Jangan sebut nama kakakku dengan mulut kotor mu itu!!"
"Lisa..."
"DIAM!"
Jungkook tidak menyerah, "Bisa kah kita hentikan ini semua?"
"Ohh, kau tidak punya hak untuk menghentikan 'permainan' ini", jawab Lisa.
" Bagaimana kalau karena aku jatuh cinta pada mu?",tanya Jungkook serius
Lisa sedikit tersentak, tapi dia langsung menyeringai.
"Aku tidak bisa menghalangi perasaan mu karena aku tidak punya kuasa tentang itu, tapi jangan salah kan aku kalau aku makin jijik pada mu", ucap Lisa sengit. Jungkook menghela napas kasar.
Lisa mengeluarkan pistol yang terikat di pinggang nya. Jungkook kembali menghela napas. kita mulai lagi...
__ADS_1