Black Mafia[BLACKPINK]

Black Mafia[BLACKPINK]
part 12


__ADS_3

Lisa mengecek semua persenjataan yang akan di kirim dua bulan lagi. Kesiapan saat ini baru mencapai dua puluh lima persen, ‘ lumayan cepat juga', pikir Lisa.


Lisa mengeluarkan note book, lalu mencatat semua hal yang penting. Sudah hampir beres. Lisa memutuskan untuk istirahat di dalam kantor Rose saja.


Lisa merebahkan dirinya di atas sofa empuk yang langganan menjadi alas tidurnya. Dia mengehela napas, entah kenapa beberapa hari ini pikiran nya terus melayang pada gambaran keakraban Jisoo dan jungkook.


Lisa mengulet, berusaha mempernyaman posisinya, berusaha menghilangkan bayangan itu dari Kepala nya. Tapi... Bukankah selama ini jungkook tidak pernah dekat dengan perempuan lain selain wendy?


Lisa sendiri baru tahu fakta tentang Jisoo yang terselip diantara para musuh nya saat dia sedang melakukan mencari anak latar belakang calon karyawan black m. Entah bagaimana mereka semua bisa begitu akrab.


Lisa menghela napas. Kenapa pikiran nya melayang kesana lagi? Lisa bangkit dari tidurnya, mengacak rambutnya frustasi.


“kau kenapa? “


Lisa menoleh ke asal suara, ternyata itu Rose. Lisa menyipitkan matanya, “Rambut mu hitam? Sejak kapan? “


“Kenapa kau heran karena rambut ku hitam? Seharusnya aku yang tanya, kenapa rambut mu belum hitam”, balas Rose.


Lisa membaringkan tubuh nya kembali, “Belum sempat “


“Hemm..aku tidak tahu kalau kau sesibuk itu”, sindir Rose, perempuan itu berjalan ke mejanya, meletakkan tas, lalu mendudukkan dirinya di atas kursi yang ada di balik meja.


“Kau masih berhubungan dengan agen CIA itu? “, tanya Lisa. Rose menoleh kearah nya, “Maksud mu Jimin?”


“ya, apa kau masih dekat dengan nya? Kalau iya lebih baik kau menjauhi nya mulai sekarang “, Saran Lisa. Rose tidak menjawab.


“Dia terlalu bahaya untuk mu, dia adalah seorang agen, kita adalah Mafia, saat dia ditugaskan untuk menghancurkan kita, dia akan sangat mudah melakukan itu, dan lebih lagi, aku takut dia akan sama seperti NamJoon “, Ucap Lisa panjang lebar.


Rose berdecih, “Semakin lama kau semakin mirip ibu ku”

__ADS_1


Lisa mendelik, “Benarkah? Kalau begitu kau boleh memanggilku ibu mulai sekarang”, Lisa bangkit dan mendudukkan dirinya, “sini nak, ibu pangku”, Lisa menepuk-nepuk paha nya.


Rose menatap horor kearah Lisa, “Mengingat kau sudah membunuh ratusan orang, aku jadi jijik jika melihat mu seperti ini”


Lisa terbahak, walaupun Lisa bengis dia tidak seserius Rose. Lagi pula menggangu rose sudah menjadi hobi Lisa sejak dulu, rose saja yang selalu serius menanggapi nya.


***


“Jisoo!’, Panggil Jennie. Jisoo menoleh, perempuan itu tersenyum lebar lalu melambaikan tangannya. “ngapain kau melambaikan tangan seperti itu? Ayo kemari aku kasih tumpangan! “, ajak Jennie.


Jisoo melompat kegirangan, akhirnya dia pergi ke markas mafia bersama mafia lainnya! Jisoo berjalan masuk kedalam mobil Jennie. Sampai didalam, Jisoo mengedar kan pandangan nya keseluruh isi mobil Jennie, terpukau... Mobil Jennie luar biasa canggih! Kira kira berapa harganya?


Jennie tersenyum melihat ekspresi Junior nya. “Kau boleh pinjam mobil ku kapan kapan”


Jisoo mengibaskan tangannya,“Tidak tidak... Aku tidak akan meminjam mobil mu"


Jennie menaikkan sebelah alisnya "Kenapa?"


“Kenapa begitu?“, Jennie penasaran.


Jisoo hanya mengghela napas, “Aku juga tidak tahu”


" huft, mungkin dia hanya over protective pada adik nya "


Jisoo menghela napas lelah, "Tapi aku benar-benar terganggu",grutunya.


hening sejenak...


Jennie tidak tau rasanya dibatasi seperti Jisoo, karena seumur hidup jennie, tidak ada yang memperhatikan nya. tidak ada yang mau repot repot mengekangnya jika itu tidak berhubungan dengan saham keluarga nya, atau harta.

__ADS_1


Satu ide muncul di kepala Jennie. Jennie menoleh kembali ke arah Jisoo, "Bagaimana kalau kau kabur saja! yahh sekali kali pasti enggak akan apa apa kan?"


Jisoo


mengibaskan tangannya, "Aku sudah pernah mencoba tapi gagal"


dahi jennie berkerut, "Bagaimana bisa? memang kau kabur kemana?"


"Aku kabur ke Italia tahun lalu, dua jam keluar dari bandara, aku disergap anak buah jungkook! lalu di omeli semua orang yang menganggap ku adiknya. di pelototi orang bernama taehyung via Videocall, dan masih banyak lagi kemudharatan yang aku dapat hanya karena kabur",Cerita jisoo penuh dendam.


Jennie


menyeringai, "Tapi kau belum pernah kabur dengan bantuan BlackM kan? "


Jisoo mendelik, "Benar! kalau begitu...",Jisoo mengeluarkan Puppy eye nya, " Tolong bantu aku kabur, Senior".


"Panggil aku guru!", Perintah Jennie.


"Bantu aku Guru Jennie!",Jisoo berapi api.


Jennie tersenyum bangga, lalu mengelus puncak kepala Jisoo, " Anak baik"


***


Suasana ruangan kantor bercat putih itu sangat mencekam...


"Kalian harus berbaikan",Ucap Taehyung.


Jin mendengus, " Tidak mau! ".

__ADS_1


" Ayolah, kalian itu laki-laki dewasa, bagaimana bisa kalian bertengkar seperti ini!" ,Taehyung menggeleng tidak percaya.


__ADS_2