![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Jennie membuka kacamata hitam nya, menatap restoran di depannya lalu melangkah masuk kedalam.
Disana Seseorang sudah menunggu nya, jennie mendatangi nya, “Sudah dari tadi nunggu nya? “
“enggak kok, aku juga baru aja datang “, ucap kai sambil tersenyum.
Jennie melirik minuman nya yang tinggal sedikit, dan buku menu yang terbuka. Bohong sekali, jelas dia sudah datang hampir setengah jam yang lalu, “maaf kalau harus menunggu lama”, ucap jennie ambigu.
Kai mengerti dan hanya tersenyum, lalu menarik kursi untuk jennie.
Tidak ada yang tahu tentang hubungan jennie dan Kai selain rose dan Lisa. Model terkenal yang selalu menemani jennie selama ini.
“Mau pesan apa? “, tanya kai
Jennie menunjuk beberapa makanan yang ada di daftar menu. Kai mengangguk, lalu memanggil Waiters untuk memesan makanan yang mereka pesan.
“Jadi... Gimana pemotretan kali ini? “, Jennie memulai pembicaraan.
Kai mengangguk, “bagus, semua berjalan lancar “
Jennie menatap Kai, “aku dengar kau dapat tawaran untuk menjadi brand ambassador Gucci? Kau Terima? “
Laki-laki itu menggeleng, “belum, aku baru mau mendiskusikan nya dengan mu”
Jennie menghela napas, “itu pekerjaan mu, kau yang menjalani, jadi jika menurut mu itu bagus kau tidak perlu mendiskusikan nya lagi denganku”
“Mana bisa aku mengabaikan pendapat mu, kau lah yang membantu ku sampai aku bisa seperti sekarang ini”, balas kai.
Makanan yang mereka pesan datang, pembicaraan terhenyak. Menikmati makan siang itu dalam keheningan, entah memang tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, atau bingung mau bicara apa.
Kai mengelap bibir nya dengan tisu, “Jennie,aku ke toilet sebentar ya”
Jennie mengangguk, kai langsung melangkah kearah toilet. Sambil menikmati makanannya,jennie merasa ada seseorang yang memperhatikan nya, sambil menyipit, jennie menoleh kearah belakang.
Taehyung duduk dengan santai, mengunyah permen karet sambil tersenyum pada Jennie, sedangkan tangannya yang satu membuka kacamata hitam nya.
Jennie mendelik, apa laki-laki ini menguntit?! Dengan apa sebaiknya jennie menghajar laki-laki menyebalkan itu.
__ADS_1
Kai kembali, Jennie memusatkan kembali perhatian nya pada Kai, berusaha mengabaikan Taehyung. Sebelum jennie berbicara, Kai sudah mendahului nya. “Jennie, maaf aku pergi duluan, ada urusan mendesak”, ucap nya, Kai menjelaskan alasan kenapa dia harus pergi dan meminta pengertian Jennie.
Mau tidak mau Jennie harus neng-iya kan nya. Bagus, Kai sudah pergi! Apa perlu Jennie membanting meja?
Sepeninggal Kai, Jennie dan taehyung hanya saling memelototi satu sama lain. Jennie berdiri dari kursinya, sudah cukup main mainnya! Dari pada meladeni orang psikopat sinting penguntit ini, lebih baik Jennie mengerjakan setumpuk misi yang di berikan rose!
Jennie melangkah keluar restoran. Saat membuka pintu mobil, seseorang menahan tangan Jennie, Jennie menatap sangar laki-laki yang menahan tangannya itu. “apa! “
“uwihh, galak banget, bisa kan kita bicara baik baik”
Jennie tertawa keras, sehingga menarik perhatian orang yang ada di sekitar nya, “Bicara baik baik? Tentu saja, orang ‘baik baik seperti mu pasti selalu bicara baik baik”, sarkas Jennie, mengingat kejadian pencuri barang black M yang di lakukan bighit tahun lalu, membuat jennie semakin marah.
“Nah, kalau begitu, bisa kita cerita tempat yang lebih sepi? “, tanya taehyung.
Jennie menaikan alisnya, “tempat sepi? Maksud mu kamar hotel! “, Jennie mendang tulang kering taehyung dengan ujung Highils nya.
“Aduhh”, Taehyung mengusap usap bekas tendang an Jennie, “Otak mu jen, Maksud ku bukan seperti itu”
“Apa apa!, bukan seperti itu apa nya! “, Jennie berang.
Taehyung menggaruk kepalanya, ini pengalaman baru untuk nya, biasanya para gadis yang akan mengejar kejar nya sampai taehyung risih, bahkan taehyung terkadang harus menembak kepala mereka dengan pistol agar mereka berhenti mengejar.
Itu bukan masalah besar, mudah bagi taehyung membuat seseorang jatuh cinta pada nya. Biasanya begitu.
“Ming.. Gir. Atau kau akan menyesal seumur hidup! “, Jennie memberi peringatan. Taehyung mengangkat kedua tangannya, menyerah.
Menatap laki-laki di depannya dengan sengit, Jennie memakai kembali kacamata hitamnya, lalun masuk kedalam mobil.
Melihat mobil itu menjauh, taehyung berbisik, “see you “
***
Rose keluar dari salon, rambutnya sudah dicat kembali menjadi hitam. Huh, padahal rose suka sekali warna rambut silver agak pink yang kemarin dia pakai. Mau bagaimana lagi, saat menjalankan sebuah misi, semua anggota Black M dilarang memakai warna lain selain warna hitam untuk rambut nya.
Rose menghela napas.
“Mau ditemani berkeliling mall ini nona? “,
__ADS_1
Rose menoleh, dan mendapatkan Jimin mengulurkan tangannya kearah Rose. Jimin memakai jeans bekel dangan jaket, walaupun memakai pakaian seperti entah kenapa dia terlihat bagus.
“Ada apa dengan tatapan mu itu? “, tanya jimin.
“Apa waktu mu terlalu luang, jjimin” , tanya rose, jimin hanya tersenyum, lalu menggeleng. Rose menerima uluran tangan jimin.
Sambil berjalan rose menatap sekeliling mall itu. “Pasti kau sudah sangat lama tidak berkeliling mall seperti ini”.
Rose mendecakan lidah nya, “Mana aku sempat “
Jimin tertawa, “kalau begitu kalu harus sempat kan mulai sekarang, kau tau? Kau kelihatan stress”
Rose hanya bergumam. Jimin lanjut berbicara, “Kau sudah dengar, mereka akan mengadakan pertemuan “.
Rose teringat kata kata Lisa semalam, lalu mengangguk. Jimin ikut mengangguk, “Apa pun yang terjadi, jangan terlalu fokus pada dendam mu, itu bisa menghancurkan dirimu sendiri “
“Begini pun aku sudah terlanjur hancur “, gumam Rose, Jimin mendengar itu, langkah Jimin terhenti, “Setelah kau membalaskan dendam mu, apa kau akan bahagia? “
Rose menimbanh nimbang, “mungkin”.
“mungkin? Kau tahu, pembalasan dendam tidak akan pernah berakhir baik”,Ucap Jimin. Sekarang langkah Rose yang terhenti, Rose berdecih, “Kau tahu Jimin, kau sudah terlalu jauh ikut campur dalam kehidupan pribadi ku”
“Rose... “, pinta Jimin. Rose melangkah meninggal Jimin. “Kau tau aku hanya tidak ingin melihat mu hancur lagi”, ucap Jimin.
“Kalau kau kenal aku, kau tidak akan pernah menghalangi balas dendam ku! “, Ucap Rose semakin jauh dari Jimin.
***
Lisa mengecek semua persenjataan yang akan di kirim dua bulan lagi. Kesiapan saat ini baru mencapai dua puluh lima persen, ‘ lumayan cepat juga', pikir Lisa.
Lisa mengeluarkan note book, lalu mencatat semua hal yang penting. Sudah hampir beres. Lisa memutuskan untuk istirahat di dalam kantor Rose saja.
Lisa merebahkan dirinya di atas sofa empuk yang langganan menjadi alas tidurnya. Dia mengehela napas, entah kenapa beberapa hari ini pikiran nya terus melayang pada gambaran keakraban Jisoo dan jungkook.
Lisa mengulet, berusaha mempernyaman posisinya, berusaha menghilangkan bayangan itu dari Kepala nya. Tapi... Bukankah selama ini jungkook tidak pernah dekat dengan perempuan lain selain wendy?
Lisa sendiri baru tahu fakta tentang Jisoo yang terselip diantara para musuh nya saat dia sedang melakukan mencari anak latar belakang calon karyawan black m. Entah bagaimana mereka semua bisa begitu akrab.
__ADS_1
entah kenapa Lisa terus memikirkan fakta itu..