![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Sebulan kemudian...
Jennie sudah siaga di bandar udara paris, Perempuan itu menyodorkan sesuatu pada pria tambun ada di depannya.
Laki-laki mengangguk lalu berjalan cepat kearah tempat pemeriksaan barang.
Yah... meluluskan barang ilegal hanya akan mudah Jika dimuluskan dengan banyak uang, bukan?
Pria itu menatap Jennie, memberi kode. Jennie mengangguk, lalu berjalan meninggalkan tempat itu.
"Barang sudah diterima", Ucap Jennie melalui alat komunikasi khusus yang terpasang di telinga nya.
Lisa turun dari jet pribadi yang membawa semua persenjataan ilegal, ia melihat anak buah sehun memberi kode pada nya. Lisa mengangguk, Lalu memberi laporan pada ketuanya, "Bersih", ucap Lisa.
"Baiklah, Misi selesai!", tuntas Rose yang sedang berjalan di bandara bersama Jisoo, sekarang tinggal misinya.
Rose mematikan sambungannya. ia berhenti lalu menoleh, " Sekarang, giliran ku. Perhatikan baik-baik bagaimana cara tepat untuk kabur dari semua orang itu"
Jisoo menahan napasnya. Jujur, dia masih agak takut berduaan dengan Rose. Bosnya itu terlalu mengintimidasi.
"Pertama, Kau akan di telpon oleh kakak mu, atau orang lain, dan nanti jawab saja kau sedang di bandara untuk mengantar teman", jelas Rose, Jisoo mengerut kan keningnya.
Handphone Jisoo tiba-tiba berbunyi, Jisoo mendelik kaget sambil menatap Rose.
Rose hanya tersenyum sambil mengatakan, "angkat handphone nya", tanpa suara.
Jisoo mengangguk cepat, " Hallo Jin.. "
"Dimana kau?"
"Aku sedang di bandara, sedang mengantar teman", Jisoo berusaha mengatur nada suara nya agar terdengar biasa saja.
"Oh begitu", Suara Jin terdengar lega.
"Nanti lagi ya Jin, temanku memanggil"
"Oke... ", belum selesai Jin bicara, Jisoo memutuskan komunikasi mereka. perempuan itu menatap Rose dengan kagum dan penuh antusias.
"Bagaimana bisa...",
__ADS_1
"Tentu saja bisa, Mengingat kau selalu bisa diikuti kemanapun kau pergi, pasti kau selalu dipasangi pelacak", Jelas Rose.
Jisoo hanya bisa tambah kagum pada rose, inilah idolanya!
Rose memanggil seseorang melalui alat komunikasi yang terpasang di telinga nya, lalu kembali menoleh kearah Jisoo.
"Kemarikan handphone mu", Jisoo mengangguk dan langsung menyerah handphone nya pada Rose. "Sekarang, lepaskan anting, kalung, cincin dan segala hal pemberian Orang orang itu"
Jisoo melepaskan semua barang barang itu, lalu menyerahkannya pada Rose.
"Tenang, semua barang ini akan di kembalikan pada mu kalau kita sudah pulang dari paris", ucap Rose melihat Jisoo yang menatap barang barang nya dengan sayang.
" Anda memanggil saya ketua?", tanya Momo.
Rose menyerahkan barang barang milik yang dia pegang, "kirim itu keatas tempat tidur Jisoo yang ada di apartemen pribadinya", ucap rose.
Momo mengangguk, lalu pergi menjalankan tugasnya.
" Ayo", Ajak Rose.
Rose kembali menghubungi seseorang, "Atur CCTV-nya"
Jisoo memikirkan sesuatu, "senior, bagaimana kalau aku ketahuan karena paspor dan Visa ku?"
" Dan kalaupun kita terlacak, itu akan merepotkan mereka. karena kau terdaftar pada jadwal banyak penerbangan di jam yang sama"
"Ahh... jadi begitu. Baiklah, terimakasih senior sudah membantu ku"
Rose mengusap kepala Jisoo, "Anak baik"
***
Jin baru saja mematikan handphone nya.
"Kenapa?", Tanya JHope.
"Jisoo berada di bandara", jawab Jin.
JHope meloncat dari tempat duduk nya, " Dia mau kabur lagi ?!!!"
__ADS_1
"Tidak, dia hanya mengantar temannya ke bandara. lihat ini.. ", ucap Jin sambil menunjuk monitor yang menunjukkan lokasi pelacak yang dipasang pada Jisoo.
"Nah, sekarang dia sudah keluar dari bandara, kita bisa hidup tenang", Jin menyandarkan tubuh nya pada sandaran tempat duduknya.
" Walaupun begitu, sekarang ini benar-benar rawan untuk Jisoo, namun akan kembali bukan? semoga saja ibu nya tidak akan ikut", Ucap JHope.
Jin menghela napas, semoga saja tidak akan ada hal buruk yang terjadi kedepannya.
****
"Ahh... Suana paris memang yang terbaik! ", ucap Jennie.
Lisa hanya tersenyum memandang Jennie yang tampak sangat senang dengan tempat ini.
Perempuan itu menyeruput kopi nya. Lisa juga senang bisa refresing seperti ini, tapi... Lisa tidak akan pernah bisa menunjukkan rasa bahagia lagi sejak kematian wendy.
mengela napas...
Sejak kejadian itu, emosi Lisa sudah mati. hanya bagaimana cara membunuh jungkook saja yang ada dalam hidup nya. Kalau dia tidak pernah menerima tawaran Rose untuk bergabung di BlackM, mungkin Lisa sudah bukan manusia lagi..
"Hey", Jennie membuyarkan lamunan Lisa.
"Santai lah, kau juga harus menikmati hidup sesekali!", ucapnya sambil menyodorkan croissant pada perempuan yang ada di depannya itu.
Lisa kembali tersenyum, menerima croissant itu, lalu mulai melahap nya.
"Kau sedang memikirkan jungkook ya?", goda Jennie.
" Uhuk.. uhuk.. ", Lisa langsung meneguk air mineral untuk meredakan batuk karena tersedak.
" Hahaha"
"Diam!", Lisa mengelap mulut nya dengan tisu.
Jennie masih belum puas, "Tapi aku benar kan? Hampir seluruh hidup mu kau dedikasikan untuk membunuh jungkook. mau tidak mau kau selalu memikirkan kan nya, kan? Hati hati loh, Nanti kau bisa... ",
Belum selesai Jennie bicara, sebuah donat sudah terbang menghantam dahi nya.
" Lisa!!!!!!!!!! "
__ADS_1
Sekarang giliran Lisa yang habis habisan menertawakan Jennie. eh... tunggu dulu,
Lisa tertawa?!!