Black Mafia[BLACKPINK]

Black Mafia[BLACKPINK]
part 17


__ADS_3

Hotel the roses...


Hemm... mungkin Rose memilih hotel ini karena dia suka namanya.


Jisoo melirik Rose yang sedang berbicara dengan bahasa prancis pada resepsionis.


Jisoo mengedarkan pandangannya, Mereka mendapat di Paris saat sudah malam hari, jadi Jisoo sama sekali belum bisa menikmati suasana musim gugur yang katanya sangat indah itu.


Apalagi Jisoo belum pernah ke Paris tanpa kekangan seperti ini. Jadi......kebebasan..Jisoo datang!


Mata Jisoo terbelalak saat melihat dua wanita yang di kenal nya memasuki lobi hotel. Ya, dua orang wanita itu adalah Jennie dan Lisa.


Yaampun, mereka cocok sekali dengan gaya Paris!


Jisoo melirik Rose dan mendapati kalau Rose juga sama keren nya dengan Jennie dan Lisa. Jisoo jadi membayangkan, seandainya mereka bukan mafia, mungkin mereka bisa menjadi bintang besar, bahkan idola dunia!


Menjadi model pun mereka cocok.


Bagaimana Jika mereka dengan Jisoo nyelip di tengah nya membuat girlgrup? Pasti sangat keren!


Nama apa kira kira yang cocok?


Blackpink mungkin...


Hehe...


Jisoo menggelengkan kepala nya.


Tidak tidak, Jisoo tidak mau jadi idol, Jisoo mau menjadi mafia dan mendominasi dunia! haha!


"Kenapa ekspresi mu berubah ubah?" tanya Jennie, sedangkan Lisa hanya menatap nya Aneh. yah... Jisoo memang aneh...


Jisoo nyengir, "Hehe, tidak ada apa-apa"


"Kalau begitu, Aku sekamar Jisoo, Lisa sekamar dengan Jennie" Jelas Rose.


Mereka menyetujui nya, lalu pergi kamar mereka yang ada di lantai enam.


Sampai di kamar, Jisoo langsung merebahkan tubuh nya.


"Cuci muka, tangan, dan kaki dulu sebelum tidur", peringat Rose.


Jisoo langsung mendudukkan tubuh nya, lalu menatap Rose dalam. Jisoo tidak pernah merasakan perhatian kakak perempuan karena dia tidak punya.

__ADS_1


Jin selalu mengingat kan Jisoo tentang segala hal, tapi karena Jin itu laki-laki, bukannya merasa di perhatikan, Jisoo justru merasa kalau Jin sangat bawel.


Jadi saat mendengar kata-kata rose tadi....


Rose yang sedang melepas jaket nya langsung berhenti dan balik menatap Jisoo yang menatap nya dengan tatapan aneh.


"Kau kenapa?"


"Tidak apa apa, tapi........."


Jisoo sangat ingin bertanya, 'Apakah Jisoo boleh menganggap Rose sebagai kakaknya? Tapi mengingat rose itu aslinya sangat sadis dan mengerikan, Jisoo tidak yakin untuk mengatakan nya.


"hehe.. tidak apa apa"


Rose menatap Jisoo yang tersenyum lebar, Hemm... sudah berapa kali dia melihat Jisoo tersenyum seperti ini?


"Jisoo, Menurut ku kau terlalu ramah untuk ukuran mafia", ucap Rose.


Jisoo menelan ludah nya, jangan bilang Jisoo akan di pecat gara gara hal ini. " Maaf senior, saya akan berusaha untuk mengurangi intensitas senyuman saya", ucap Jisoo cepat.


Mendengar kata kata Jisoo yang mendadak Formal, Rose langsung paham kalau Jisoo sudah salah paham.


Rose tertawa kecil, "bukan begitu, tapi kita tidak boleh terlalu baik dengan tersenyum tulus pada semua orang"


"Kau boleh saja bertindak sangat ramah pada semua orang, tapi sebagai gantinya kau harus lebih sadis. begitu caranya agar di takuti orang, terutama untuk pemula seperti mu"


"Baik senior! akan saya usahanya!"


***


Hari pertama di Paris.


"Bangun" ucap Rose yang sedang membuka kopernya. sesekali mata gadis itu melirik Jisoo.


"Bangun", ucap nya lagi.


" Grokk.. ", Jisoo Masih mengorok.


Rose menghela napas kesal, matanya melihat sekeliling, lalu menemukan bantal di tempat tidur yang dia tempati tadi.


Beruntung yang dia lihat pertama kali adalah bantal, karena saat kesal Rose akan melempar apapun yang ia temukan, bahkan jika itu granat.


Bukk!!

__ADS_1


" Aww... aku masih ngantuk Jin.." Gumam Jisoo, lalu kembali tidur.


Rose memutar bola matanya, melangkah ke arah Jisoo lalu menendangnya. Sebagai Bos mafia, tidak ada dalam sejarah Rose menendang dengan pelan.


Peribahasa nya kira kira: Sepelan pelan Rose menendang, Jisoo akan terpental juga.


Brakkk!!


Jisoo mengusap ngusap punggung nya, "Aduhh...." belum sempat perempuan itu mengeluh, matanya sudah bertemu dengan tatapan sangar Bosnya itu.


"Hehe... pagi bos"


****


Jin menjatuhkan mousenya, dia tersentak lalu memegang dadanya sendiri.


"Kenapa kau?"


tanya Taehyung.


"Entah lah, perasan ku tidak enak" Ucap Jin masih mengelus dadanya.


"Kau kedengeran seperti ibu ibu yang tidak sengaja menjatuhkan cangkir di sinetron yang waktu itu aku lihat"


"Cih, Bos mafia apaan yang nonton sinetron" Jin mencibir.


"Berisik kau Jin! Aku cuma sekali nonton sinetron yang seperti itu! lagi pula, Kalaupun menonton sinetron itu melanggar hukum, aku tidak masalah, toh juga aku sering membunuh orang, dan menjual barang haram dan senjata ilegal"


"Banggakan saja terus dosa dosa mu! Sehebat apapun yang kau lakukan, dimataku kau hanya pengangguran yang selalu numpang nongkrong di kantor orang!"


Taehyung memutar bola matanya, memang susah untuk menang debat melawan Jin yang notabene pria bermulut emak emak.


"Jadi kenapa perasaan mu itu tidak enak?", Taehyun mengalihkan pembicaraan.


" Begini, Aku juga tidak tau, tapi aku jadi khawatir pada Jisoo", jawab Jin


"Memang Jisoo kenapa? sekarang dia dimana?"


Jin membuka peta pelacak Jisoo. "Hemm... Jisoo masih di apartemen nya"


"Oh, kalau begitu berarti dia baik baik saja"


jawab nya.

__ADS_1


Baik baik saja?


padahal Jauh di seberang sana, bisa jadi tulang Jisoo sekarang ada yang retak karena di tendang Rose. Insting Jin memang luar biasa ya, wow..


__ADS_2