Black Mafia[BLACKPINK]

Black Mafia[BLACKPINK]
Part 3


__ADS_3

Jisoo terus berlari sambil menenteng berkas dari Daniel, sedangkan tangan kirinya memegang handphone di telinganya.


Sebuah ide gila terlintas di kepalanya, Walaupun akan menyesal seumur hidup dia akan melakukan apapun untuk mewujudkan mimpinya, jadi dia akan mencoba ide ini.


"Yasudah lah, kalau tidak ada yang penting aku tutup saja... ", ucap chanyeol dari seberang sana.


" Tunggu dulu", sela Jisoo. "Kak chanyeol, sebenarnya... AKU SUDAH LAMA MENJADI FANS MU! ", ucap Jisoo sambil menangis dalam hati setelah kata kata laknat itu dia ucapkan.


" Apa?!.... HAHAHA sudah kuduga sejak lama, kau itu memang penggemar ku, tapi kenapa kau selama ini kau menutupi nya? kau malu ha?'"


Jisoo berdecih, Chanyeol adalah seorang idol terkenal yang sukses membangun agency nya sendiri. dia punya pengaruh dan koneksi yang luar biasa, dan tentu saja tidak ada yang tahu sifat asli nya yang begitu narsis ini selain orang orang terdekat nya.


Jisoo berhenti berlari, lampu lalu lintas masih merah untuk pejalan kaki, "Ohh, Iya. lagi pula kakak Jin pasti marah kalau tahu aku masuk kedalam fans club mu"


"Cih, dasar si jidat... ",


"Apa kau ada di kantor? ", sela Jisoo.


"Iya, kenapa?",


Lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Jisoo kembali berlari menuju gedung di depan nya. " Aku mau minta tanda tangan!"


Jisoo berlari masuk kedalam gedung itu, dan bergerak menuju ruangan chanyeol tanpa mematikan sambungan telepon.


Sekertaris Chanyeol menghentikan nya, Tapi Jisoo langsung menyodorkan handphone yang yang masih tersambung dengan Chanyeol.


"Baik Pak", Jawab nya lalu mempersilahkan Jisoo masuk.


Diruangan itu, Chanyeol sudah duduk di sofa sambil membawa spidol. " Karena kau adik teman ku sekaligus fan ku, kau ku berikan kesempatan untuk bertemu dengan ku secara pribadi...tunggu dulu... ", Chanyeol menatap Jisoo dari atas kebawah.


"Kau lari sampai kesini? ",


Jisoo mengangguk cepat, sambil melangkah menuju tempat duduk di depan Chanyeol.


"Tidak disangka kau sesuka itu pada ku, ternyata kau menutupi nya selama ini", ucap Chanyeol bangga.


Jisoo menahan dengusannya, dan memasang wajah memelas, "Kau adalah idolaku sejak dulu, tapi... "


"Ahh aku tau, Jin yang melarang mu, kan? Akan aku peringatkan dia nanti. Baiklah, karena kau sudah di sini, kau mau ku tanda tangani dimana? "


Jisoo mendelik, ini kesempatan nya!


"Di Foto kecil mu!", Ucap Jisoo spontan.


Chanyeol mengerutkan dahinya, "Foto kecil?"


"Iya, aku kan fans istimewa, jadi aku mau tanda tangan di foto masa kecil mu, aku yakin kau tampan sejak kecil"

__ADS_1


Chanyeol menatap ragu kearah Jisoo. Ia terlihat seperti akan menolak permintaan Jisoo, tapi tiba-tiba pintu di ketuk, sekertaris nya masuk dan memberitahu kalau ada rapat sepuluh menit lagi.


Chanyeol menghela napas pasrah. "Baik lah", Dia mengeluarkan Album dari dalam Rak buku nya, lalu mengambil secara asal.


Chanyeol menandatangani nya. "Ini dia, jangan di sebar ke sembarangan orang ya".


Jisoo tersenyum lebar lalu mengangguk cepat saat menerima foto itu.


"Terimakasih", Jisoo menunduk sebelum berlari keluar."


"KAU TIDAK MAU FOTO DENGAN KU? ",


" AKU SUDAH PUNYA!!", teriak Jisoo dari luar.


*****


Jennie menatap Jisoo yang keluar dari gedung itu di layar komputer nya.


"Sepertinya dia akan berhasil",ucap Jennie ia berdiri lalu melangkah menuju luar ruangan.


" Mau kemana?", tanya Lisa.


"Acara membosankan seperti biasa",


"Begitu? kalau begitu goodluck ya, semoga kau tidak mati boring", Lisa melambaikan tangannya pada Jennie.


Jennie sudah sampai di ruangan pribadinya di dalam markas Black mafia. Dia harus datang ke acara makan malam keluarga nya yang menyebalkan, dan akan membuat pertunjukan besar disana.


Sebagai tamu yang sebenarnya tidak diharapkan, Jennie akan tampil luar biasa malam ini. Targetnya adalah membuat nenek tua itu kena serangan jantung, atau membuat kakak tiri nya memotong tangannya sendiri secara tidak sengaja.


Jennie menyeringai, membayangkan darah yang muncrat saja sudah membuat nya bahagia.


Jennie menanggalkan pakaian nya, lalu melangkah masuk kedalam bath up yang sudah terisi.


****


Jisoo berlari, dan masuk kedalam taxi yang beruntung nya sedang lewat. "Jalan pak",


" Mau kemana neng?", tanya supir taksi itu.


Jisoo memperhatikan Kertas yang ada di tangannya. Yang menjadi masalah sebenarnya nya adalah Jungkook, belum tentu dia ada di negara ini sekarang. jadi dia memutuskan untuk menemui Jin lebih dahulu.


"pergi ke Jin company pak", Ucap Jisoo. mungkin dia bisa menanyakan keberadaan Jungkook pada kakaknya yang tidak kalah narsis dari chanyeol itu.


Alasan kenapa Jisoo bisa memilih koneksi? yang luar biasa adalah kakak nya, Kim Seok Jin.


Jisoo dulu hanyalah anak yatim piatu yang bahkan tidak tau siapa ayah nya. ibunya meninggal saat dia berumur 14 tahun.

__ADS_1


Beruntung nya dia sudah menjadi hacker saat itu, jadi dia tidak mati kelaparan. Setengah tahun setelah ibu nya meninggal, Seokjin datang dan memberitahunya kalau mereka adalah kakak adik.


Jisoo awalnya tidak percaya walaupun tidak bisa menyangkal betapa mirip nya Jin dengan nya.


Setelah terbukti seratus persen kalau mereka kakak adik dan Jin tidak punya maksud jahat, akhirnya Jisoo mau mengakui Jin sebagai kakaknya, dengan syarat Jisoo tidak mau media tau kalau mereka kakak adik.


Jin pun setuju, tapi dia meminta agar Jisoo mau bertemu dengan teman-teman nya.


Diluar dugaan, teman Jin sangat banyak!sebagainya satu satunya orang yang mempunyai adik perempuan diantara semua temannya, Jin tidak segan segan memamerkan Jisoo.


Dan alhasil, Jisoo menjadi adik semua temannya Jin.


Taksi berhenti, Jisoo langsung berlari kedalam gedung dan langsung menghampiri Jin yang sibuk bekerja.


"Jin aku butuh bantuan mu!!!", Teriak Jisoo sambil mendobrak pintu.


Jin tersentak, ia mengelus dada karena jantungan. " Heh! mau ku bilang berapa kali, PANGGIL.. AKU.. KAKAK!", Omel Jin. "Bahkan semua teman ku kau panggil kakak, hanya aku yang tidak", omelnya lagi.


Jisoo meringis, "Sorry", ucapnya sambil merangkul Jin.


"Kakak ku sayang, aku iri melihat teman teman ku main tiktok dengan kakak laki-lakinya"


"Memangnya kau punya teman?“,


Jisoo mendengus mendengar perkataan Jin yang merendahkan itu. “Mereka bukan teman ku, aku tidak punya teman! “, Ucap Jisoo kesal.


“Tapi, aku Cuma adik yang ingin main tiktok dengan kakaknya seperti anak perempuan lainnya, Kak”, rengek Jisoo


“Aku janji tidak akan memposting nya, ini hanya untuk diriku sendiri”, tambahnya.


Melihat adiknya yang terlihat membutuhkan perhatian membuat Jin menjadi luluh. “Baik lah”, ucap Jin sambil berdiri dan merapikan jas nya.


Jisoo meringis dalam hati, mungkin dia akan berhasil melaksanakan misinya. Kalau setelah memukul Jin dalam video nya, Jisoo boleh langsung lari, dia akan senang senang saja, tapi ini dia masih harus mencari tahu keberadaan Jungkook dari kakaknya.


Jisoo terus memikirkan rencana yang tepat untuk menjalankan misinya.


“Baiklah, bagaimana penampilan ku? “, tanya Jin.


Jisoo menaikkan dua jempol nya, “Luar biasa tampan! Seperti biasanya”


Jin menyisir rambut dengan jari jarinya, “Tentu saja, aku ini orang paling tampan di dunia”


Jisoo memutar bola matanya, sambil membuka aplikasi yang sudah dia install saat di dalam taksi tadi.


“Mau pilih Video yang mana?”, tanya Jin dengan semangat.


Jisoo mengerutkan dahi, bukankah tadi Jin kelihatan keberatan? Kenapa sekarang dia semangat sekali? Dasar kepribadian ganda!

__ADS_1


__ADS_2